Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 37. Menginterogasi Dila&Arman


__ADS_3

Leo datang menjemput sang bos yang berada di kediamannya, seperti permintaan Nicko, Leo datang tepat waktu, tidak telat sedetik pun.


Nisa mengantarkan sang suami ke depan, dan di sana sudah ada Leo yang menunggu.


"Sayang mas, berangkat dulu ya" ucap Nicko


"Iya, mas hati-hati ya, salam aku sama mbak Sinta" ucap Nisa mencium punggung tangan Nicko


"Iya sayang, nanti mas sampai" jawab Nicko mencium kening sang istri cukup lama


Leo yang sedang menunggu di dekat mobil memutar bola matanya malas, melihat tingkah bos nya yang terkena sangat lebay itu.


"Kau kenapa" tanya Nicko setelah Leo membukakan pintu


"Tidak apa-apa bos" jawab Leo santai


"Bilang saja kau iri kan melihat keromantisan aku dan istri ku, biar semakin tua semakin romantis" ucap Nicko membuat Leo ingin muntah rasanya mendengar perkataan bos nya.


Leo menjalankan mobilnya, menjauh dari depan rumah besar itu, tapi sebelum itu Nicko kembali membuat Leo geleng kepala karena lagi-lagi Nicko mencium kiss istrinya jarak jauh.


"Kau tau Leo, itu bumbu cinta masa tua, biar istri kita bisa selalu memenuhi permintaan kita para lelaki" ucap Nicko tersenyum mengingat kejadian semalam.


"Aku bisa tebak pasti kau semalam pulang rumah langsung tidur kan" tanya Nicko lagi


"Iya bos, kan capek habis nungguin operasi pak Reza" jawab Leo


Nicko tersenyum remeh melihat asistennya itu, sambil bersiul-siul pelan tapi masi bisa di dengar oleh Leo.


"Kalau aku tidak langsung tidur, istri ku memijit ku semalam, dan habis itu kami saling memijit" ucap Nicko dengan senyum mengembang


Leo tau apa arti saling memijit, dia bukan lagi anak kecil yang tidak tau apa-apa, Leo tau saat ini Bos nya itu sedang meledek nya dengan cara halus.


"Kau harus pintar-pintar merayu istrimu mulai sekarang, kalau kau tidak tau cara merayu istrimu nanti aku kasih tau caranya" ucap Nicko merekah


"Caranya bagaimana bos" tanya Leo yang sudah mulai penasaran


Nicko mendekatkan wajahnya ke arah Leo, dan membisikkan sesuatu yang membuat Leo kaget bukan main, padahal hanya ada mereka di dalam mobil itu,


"Apa bos sering merayu istri bos dengan cara seperti itu" tanya Leo memastikan


Dan Nicko mengangguk dengan yakin, entah apa yang ia bisikan pada sekretarisnya itu, hanya Nicko dan Leo yang tau, (Author pun gak tau).


"Kau harus mulai mempraktekannya mulai sebentar malam" ucap Nicko


"Akan saya coba bos, semoga berhasil" ucap Leo


"Kau tenang saja, aku yakin seratus persen itu akan berhasil" ucap Nicko


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Leo tiba di lobby rumah sakit, karena mereka berdua mampir sebentar di rumah sakit untuk melihat kondisi Reza sebelum ke kantor.


Nicko dan Leo berjalan masuk ke dalam lift, ada beberapa perawat genit yang mencoba merayu ke dua pria itu, tapi Nicko dan Leo bukan pria mata keranjang yang suka jelalatan kalai melihat yang masi bening-bening.


Setelah tiba di depan pintu ruangan inap Reza, Nicko langsung membuka pintu dan masuk di ikuti oleh Leo dari belakang, Reza dan Sinta tersenyum melihat kedatangan Nicko dan Leo.


"Gimana keadaan loh" tanya Nicko


"Udah sedikit mendingan" jawab Reza


"Gimana kasus Tiara" tanya Reza


"Polisi udah netapin dia sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan, sekarang dia udah nerima hukumannya" ucap Nicko


"Makasih ya Nick, Eo kalian berdua udah mau bantuin gue kemarin" ucap Reza


"Iya sama-sama, loh santai aja yang penting sekarang loh harus cepat sembuh" ucap Nicko yang mendapat anggukan dari Reza


"Sin, ada salam dari Nisa" ucap Nicko


"Wa'alaikumsalam" jawab Sinta


Setelah mengobrol cukup lama dengan Reza, Nicko dan Leo pamit karena harus segera ke kantor, karena hari semakin siang.


✴✴✴✴


Tiara berjalan ke sana-kemari di sel dengan pincang karena tembakan yang kemari mengenai kakinya, yang harus membuat Tiara seperti itu.


Tiara melihat ke dua wanita yang sedang duduk di sudut melihatnya dengan tajam.


"Hee, penghuni baru, loh bisa diam gak, bikin sakit mata aja mondar mandir sana-sini" ucap salah satu wanita memakai baju tahanan


"Tau ni, dari tadi mondar-mandir gak jelas, mending loh pijitin gue" ucap wanita yang satunya

__ADS_1


"Kalian berdua bilang apa, pijitin? hahaha" jangan mimpi" ucap Tiar memandang tajam ke dua wanita itu


"Eh nantang gin kita ni penghuni baru, loh gak tau kita masuk sini karena apa" ucap wanita yang satunya


"Mana gue tau, dan gue gak mau tau" ucap Tiara mengibas rambut pirangnya


"Cih, sok cantik padahal jelek" ucap ke dua wanita itu


"Gue gak minta pendapat loh berdua" ucap Tiara


Tiba-tiba seorang polisi datang dan memanggil Tiar.


"Saudara Tiara, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ucap seorang polisi membukakan pintu sel.


Tiara keluar dengan borgol di kedua tangannya, Tiara melihat pundak seseorang yang sangat ia kenal.


"Torik..." panggil Tiara


Pria yang bernama Torik itu melihat ke arah Tiara, dan melihat kondisi Tiara dengan perban di betis.


"Sayang kamu kenapa" tanya Torik saat ini keduanya sudah duduk di salah satu ruang besuk.


Tiara menceritakan semuanya pada Torik, dari mulai dia merencanakan kecelakaan untuk Gilang putra Reza Hadinata dan menculik Sinta istri dari Reza Hadinata, membuat Torik kaget mendengar pengakuan wanita yang sudah bersamanya selama hampir dua tahun ini.


"Kenapa kamu bisa melakukan hal jahat itu Ra" tanya Torik tak percaya


"Aku lakuin itu semua karena dendam pada keluarga Hadinata" ucap Tiara


"Dendam?" tanya Torik


"Iya dendam, karena keluarga Hadinata mama ku meninggal" ucap Tiara


"Tapi gak baik menyimpan dendam sayang, dan lihat kamu jadi seperti ini kan" ucap Torik


"Aku tidak akan berhenti sebelum dendam aku terbalas" ucap Tiara


"Terus bagaimana sama ini" ucap Torik mengeluarkan satu buah tes peck dari saku hoodie nya


Tiara mematung melihat benda yang berada di tangan pria yang ada di depannya, Tiara baru ingat kemarin sebelum ia pergi menemui Sinta ia sempat melakukan tes, dan hasilnya dua garis merah itu pertanda kalau dia sedang mengandung buah cintanya dengan Torik.


Tampa sadar Tiara mengusap pelit ratanya, entah apa yang harus ia lakukan sekarang, ia sedang mengandung dan sekarang ia berada di dalam penjara.


"Aku tau itu anak aku, aku akan bertanggung jawab" ucap Torik


Tiara menangis, mendengar pengakuan pria yang ada di depannya itu, Tiara akui pria itu sangat baik, dan tidak pernah kasar padanya selama ia bersama dengan Torik.


"Maaf jam besuk sudah selesai, saudara Tiara iku saya" ucap polisi yang membawa tiara tadi


Tiara beranjak dari duduknya dan melangkah mengikuti polisi itu menuju sel, Torik melihat pundak wanita itu dengan tatapan sendu, ia sangat mencintai Tiara.


"Aku janji, akan sering-sering datang menemui kalian berdua lagi di sini" ucap Torik dalam hati.


Tiara kembali masuk ke dalam sel, dan duduk di sudut ruangan itu dan menangis dalam diam, ke dua wanita itu melihat Tiara saling pandang.


"Eh, penghuni baru tuh barusan cowok loh, ganteng juga ya" ucap salah satu wanita itu


"Tapi kok dia mau yah sama loh yang jelek" ucap wanita yang satunya.


Bukanya menjawab ocehan ke dua wanita itu, Tiara mala mengusap perut ratanya sambil terisak, membuat ke dua wanita yang duduk tak jauh darinya merasa kasian, dan berdiri mendekati Tiara dan duduk di dekat Tiara.


"Penghuni baru loh lagi hamil" tanya wanita yang satu


Tiara mengangkat wajahnya dan mengangguk lemah, membuat ke dua wanita itu saling pandang dan menggeleng kepala.


"Yang hamilin luh tu cowok tadi" tanya mereka lagi, dan lagi-lagi Tiara hanya mengangguk.


"Kasian juga idup lu ya" ucap wanita yang satunya mengelus pundak Tiara


✴✴✴✴


Saat jam makan siang tiba, Gilang datang ke kantor tunangannya untuk membawakan makan siang untuk mereka berdua, saat Gilang baru tiba di lobby kantor gadisnya ia tak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal, sedang menjemput wanita berhijab yang Gilang tau adalah Dila sekertaris gadisnya, Gilang bertanya-tanya pada dirinya sendiri ada hubungan apa Dila dengan Arman, Gilang menggeleng kepalanya lalu masuk ke dalam lift.


Setibanya di lantai atas, Gilang masuk ke dalam ruangan Ambar, Gilang melihat gadisnya sedang fokus dengan laptop yang ada di atas meja, Ambar tak menyadari kedatangan Gilang sakit fokusnya.


Gilang melangkah mendekati meja kerja Ambar, dan langsung menutup laptop gadis itu, membuat Ambar memekik kaget.


"Makan siang dulu sayang, nanti di lanjutin kerjanya" ucap Gilang menarik tangan gadisnya menuju sofa


Gilang mengeluarkan menu makan siang mereka, dan menatapnya di atas meja, membuat Ambar meneguk air liurnya beberapa kali melihat menu kesukaan nya.


"Ayo makan, aku tau sayang sudah sangat lapar" ucap Gilang

__ADS_1


Gilang dan Ambar memakan makanan siang mereka di dalam ruangan gadis itu, Gilang tadinya ingin mengajak gadisnya makan di luar, tapi mengingat tangan ya masi sakit menyetir jadi Gilang memutuskan untuk makan siang di kantor gadisnya saja.


Keduanya terlihat romantis saling suap-suapan sesekali Gilang menjahili gadisnya, dengan pura-pura menyuapi Ambar tapi habis itu di suapin ke dalam mulutnya, membuat gadis itu menjadi kesal, dan hal itu terlihat begitu lucu di mata Gilang, Gilang mencuri ciuman dari Ambar saat Ambar sedang fokus mengambil menu makanan yang lain.


Setelah selesai makan siang, Gilang dan Ambar mengobrol cukup lama, karena gilang masi kangen dengan sadisnya itu.


"Sayang, sekertaris kamu ada hubungan apa dengan Arman sekertaris ku" tanya Gilang


Ambar megerjit keningnya heran, karena ia juga baru mengetahui nya dari pria yang ada di depannya ini.


"Kaka tau dari mana, Dila sama Kak Arman" tanya Ambar bingung


"Tadi aku liat Arman jemput Dila di lobby, mungkin mereka mau makan bareng di luar" ucap Gilang


"Bisa saja mereka lagi dekat, karena aku juga beberapa kali melihat Dila di anterin sama cowok, berarti itu Kak Arman" ucap Ambar


"Iya, kaka juga beberapa kali mergokin Arman habis pergi makan siang di luar, dan saat di tanyain di seperti gugup gitu" ucap Gilang


"Nanti aku coba tanya sama Dila kak" ucap Ambar yang mendapat anggukan dari Gilang


Gilang melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sebentar lagi ia balik ke kantor karena jam makan siang segera habis.


✴✴✴✴


Ke dua pasangan yang sedang sembunyi-sembunyi itu sedang makan siang bersama di salah satu restoran di jalan xx, ke duanya terlihat begitu romantis, sesekali si pria menyuapi gadisnya, yah mereka adalah Dila dan Arman.


Semenjak mendapat tugas dari bos mereka masing-masing, saat di tinggal ke bali tempo hari Dila dan Arman sudah mulai dekat, tapi tidak ada yang tau hanya ke duanya yang tau.


Pergi jalan diam-diam dan seperti makan siang sekarang, bukan mereka tidak mau memberi tau bos mereka hanya saja, mereka sedikit gak enak aja.


"Mas, Arman.." panggil Dila


"Iya sayang" jawab Arman


"Kalau nanti kita ketahuan sama Bu Ambar dan Pak Gilang bagaiman" tanya Dila setelah mereka menghabiskan makan siang mereka


"Yah bagus dong, itu artinya kita gak sembunyi-sembunyi lagi" ucap Arman


Arman melihat jam yang berada di lengan kekarnya, sudah menunjukan pukul setengah 1 siang pertanda kalau sebentar lagi jam makan siang selesai, Arman mengajak Dila balik ke kantor, ke dua pasangan itu keluar dari restoran itu menuju mobil, dan Arman membukakan pintu untuk gadis berhijab itu.


Arman kembali menjalankan mobilnya untuk mengantar Dila ke kantor Wijaya setelah itu ia pergi ke kantor Hadinata.


Jarak dari restoran itu ke kantor Wijaya membutuhkan waktu selam 25 menit, dan saat ini mobil yang di kendarai oleh Arman memasuki lobby kantor Wijaya, setelah mengucapkan terimakasih, Dila keluar dari mobil kekasihnya itu, dan melangkah masuk ke dalam lift menuju lantai di mana mei kerjanya berada, sedangkan Arman sudah kembali menjalankan mobilnya menuju kantor Hadinata.


Dila tiba di lantai tujuan di mana, mejanya berada, Dila kembali melanjutkan kerjaan nya, tak lama kemudian Ambar keluar dari ruangannya dan menghampiri sekertaris nya yangs sedang fokus dengan berkas-berkas di atas meja.


"Eekhhemm.." Ambar berdehem di depan meja Dila


"Bu Ambar, ada yang bisa saya bantu" tanya Dila


"Tidak saya hanya mau tanya sesuatu sama kamu" ucap Ambar


"Bu Ambar mau tanya apa" ucap Dila


"Kamu sedang dekat dengan pria" tanya Ambar, membuat Dila tersenyum malu


"Iya Bu" jawab Dika malu-malu


"Siapa pria itu" tanya Ambar lagi


"Ssa, sama Mas Arman Bu, sekertaris nya pak Gilang" ucap Dila menunduk malu


"Kenapa kamu malu gitu, santai aja lagi" ucap Ambar tersenyum geli melihat tingkah Dila.


✴✴✴✴


Sedangkan di kantor Hadinata, Gilang juga sedang mengintrogasi sekertaris nya.


"Arman kau habis makan siang di luar" tanya Gilang


"Iya Pak" jawab Arman


"Sama siapa" tanya Gilang lagi


"Ssa,,sama Dila pak" ucap Arman sedikit gugup, dan Gilang tersenyum melihat tingkah malu-malu Arman.


"Kalian pacaran" tanya Gilang


"Iya pak" jawab Arman lagi


"Santai aja, gue cuma nanya doang" ucap Gilang lalu melangkah masuk ke dalam ruangannya meninggalkan Arman sendiri.

__ADS_1


Next....


Jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya.🙏🙏🙏


__ADS_2