Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 33. Gilang Sadar


__ADS_3

Ambar merasakan seseorang mengusap rambutnya pelan membuat tidur gadis itu terusik, Ambar perlahan membuka pelan ke dua matanya, dan perlahan mengangkat kepalanya melihat pada sosok yang tenga terbaring yang sedang tersenyum manis pada nya.


Ambar mengucek ke dua matanya untuk memastikan kalau ia tidak sedang bermimpi, ternyata benar Gilang udah sadar gadis itu tidak sedang bermimpi.


Ambar berhamburan memeluk tubuh pria yang sangat ia rindukan itu, Ambar menangis dalam pelukan Gilang sakin senangnya, Gilang membalas pelukan gadisnya dengan sebelah tangan kanan nya merangkul tubuh mungil gadisnya.


"Kaka gangguin kamu tidur ya" tanya Gilang


Tapi Ambar tak mengeluarkan suara, gadis itu masi terisak dalam pelukan pria itu. Gilang tersenyum geli melihat gadisnya yang engan melepaskan pelukan mereka.


Cukup lama ke duanya berpelukan, Ambar melepaskan pelukannya dan menatap pada pria yang sedang tersenyum manis pada nya itu.


Ambar menekan bel yang ada di dekat tempat tidur Gilang, dan tak lama kemudian pintu terbuka dan masalah seorang dokter yang selalu menangani Gilang.


Dokter memeriksa keadaan Gilang, dari mulut Gilang sampai dengan ke dua matanya, semuanya tak ada yang kurang kecuali luka di jidat Gilang karena benturan di stir.


Selesai memeriksa Gilang, Dokter itu keluar dari ruangan itu dan tinggallah Gilang dan Ambar yang berada di dalam.


Gilang menggenggam erat tangan tunangannya, ia sangat bersyukur karena Tuhan masi mau memberinya kesempatan untuk bertemu dengan gadisnya.


"Kaka mau minum" tanya Ambar, dan Gilang hanya mengangguk


Ambar mengambil air puti untuk Gilang, dan tak lama kemudian seorang suster datang membawa nampang berisi bubur untuk Gilang, Ambar mengambil alih nampang dari tangan perawat itu, kemudian meletakan nya di atas meja dekat tempat tidur Gilang.


Ambar mengambil mangkuk bubur yang di bawakan oleh perawat tadi dan menyuapi Gilang dengan pelan.


"Kaka harus makan yang banyak biar cepat sehat kembali" ucap Ambar di selah menyuapi Gilang


"Iya calon Istri ku yang cantik" ucap Gilang yang lagi-lagi berhasil membuat ke dua pipi gadis nya bersemu merah


Ambar terus menyuapi Gilang sampai semangkuk bubur habis tak tersisa, Ambar membedakan mangkuk bubur bekas Gilang dan menyusunya di atas meja lagi.


"Sayang kaka mau ke kamar mandi" ucap Gilang yang tiba-tiba ingin buang air kecil


Dengan talenta Ambar membantu Gilang pergi ke kamar mandi, untuk biang air kecik.


"Aku tunggu di luar ya kak" ucap Ambar setelah ke duanya sampai di kamar mandi


"Iya sayang nanti kaka panggil kamu kalau udah selesai" jawab Gilang


"Ambar keluar dari kamar mandi, dan tinggallah Gilang sendiri yang berada di dalam sana, setelah selesai dengan buang air kecilnya, Gilang kembali membuka pintu dan melihat gadisnya masi berdiri di sana.


"Udah" tanya Ambar


"Udah sayang" jawab Gilang


"Aku bantuin lagi kak" ucap Ambar kembali menuntun Gilang ke tempat tidur nya.


"Makasih ya kamu udah mau nungguin kaka bangun" ucap Gilang


"Iya kak, udah kewajiban aku buat selalu ada untuk kaka" ucap Ambar


Gilang tersenyum manis mendengar perkataan gadisnya, ia membawa Ambar ke dalam dekapannya karena saat ini posisi Gilang sedang duduk di atas tempat tidurnya.


"Kaka sayang banget sama kamu" ucap Gilang mengecup kening Ambar dalam pelukannya


"Aku juga sayang kaka" jawab Ambar membalas pelukan Gilang.


✴✴✴✴


Sinta dan Reza yang mendengar kabar kalau putra mereka sudah sadar sangat bersyukur pada yang kuasa, Reza dan Nicko sudah menyelidiki kalau kecelakaan yang menimpah Gilang adalah sebuah rencana.

__ADS_1


Dan Reza juga Nicko sudah mengetahui kalau dalang dari balik semua yang menimpah keluarga Hadinata adalah ulah Tiara, karena hanya dialah yang selama ini memiliki dendam yang besar pada keluarga Hadinata, bukan cuma perkara cinta saja, tapi juga sebuah kesalahpahaman di masa lalu.


"Dad, ayo cepat kita ke rumah sakit, mommy sudah sangat merindukan Gilang" ucap Sinta dengan wajah bahagianya


"Iya sayang sabar bentar, daddy lagi beresin berkas-berkas penting ini dulu" ucap Reza karena ke duanya saat ini ada di kantor Hadinata untuk menggantikan pekerjaan sang putra yang sekarang masi berbaring di rumah sakit.


Waktu memang sudah menunjukan jam pulang kantor, Sinta dan Reza keluar dari dalam ruangan Gilang, dan melihat Arman sekertaris putra mereka sedang bersiap-siap pulang juga.


Arman menunduk hormat pada Reda dan Sinta, Arman juga terlihat sedang buru-buru untuk segera keluar dari kantor.


Reza juga tidak lupa untuk mengabari Nicko kalau Gilang sudah sadar dari komanya, dan sekarang sedang di temani oleh Ambar di rumah sakit.


Reza dan Sinta tiba di lantai dasar, dan langsung melangkah ke arah mobil dan masuk ke dalam, Reza mengendarai mobilnya menuju rumah sakit di mana putranya di rawat.


Beberapa menit kemudian ke dua pasangan suami istri itu tiba di rumah sakit, Reza dan Sinta keluar dan langsung masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana putranya di rawat, dari luar pintu kaca Sinta dan Reza bisa melihat kalau putra mereka sedang bercanda bersama dengan calon mantu mereka.


Reza dan Sinta masuk ke dalam dan membuat ke dua pasangan yang sedang bercanda itu terdiam karena melihat Sinta langsung memeluk erat sang putra sambil terisak, wanita tak lagi muda itu sangat takut tak bisa lagi memeluk putra semata wayangnya seperti sekarang ini.


"Mommy sangat merindukan mu sayang" ucap Sinta dengan air mata yang terus mengalir


"Aku juga rindu sama mommy dan daddy" jawab Gilang membalas pelukan wanita yang sudah melahirkannya.


"Boy.." Reza berganti memeluk putranya ambil menepuk punggung Gilang.


"Daddy janji akan membuat perhitungan dengan Tiara yang sudah membuat aku dan Sinta hampir kehilangan Gilang" ucap Reza dalam hatinya.


Tak lama kemudian Nicko dan Nisa masuk ke dalam ruangan rawat Gilang, dan melihat putri mereka duduk di dekat ranjang Gilang.


"Gilang bagaimana keadaan kamu nak" tanya Nisa


"Udah sedikit baikan myy" jawab Gilang, ia memang sudah memanggil Nisa mommy dan Nicko daddy


Reza mengajak Nicko keluar dari ruangan Gilang untuk pergi mengobrol di kantin rumah sakit, karena ada hal penting yang mau mereka bicarakan. Tinggallah di ruangan itu Sinta yang sedang mengobrol dengan Nisa dan Gilang yang kembali bercanda dengan Ambar.


"Jadi benar wanita yang kau lihat tempo hari adalah Tiara" tanya Nicko saat keduanya sudah duduk.


"Iya, dan kecelakaan yang menimpah Gilang adalah ulah wanita gila itu" ucap Reza dengan emosi yang tak bisa di tahan.


"Bukanya dia masi sakit" tanya Nicko


"Kemarin aku baru saja menyuruh seseorang untuk menyelidikinya di rumah sakit jiwa, dan dari informasi yang dia dapat Tiara sudah sembuh dari sakit gangguan jiwanya satu tahun yang lalu" ucap Reza


"Berarti selama setahun ini dia sedang memata-matai kamu" ucap Nicko tepat sasaran


"Iya, dan target utamanya adalah Gilang karena Tiara sudah mengetahui Gilang adalah anak mu dan Sinta " ucap Reza


"Setelah ini apa yang akan kau lakukan" tanya Nicko


"Aku akan ikutin permainan wanita itu, sampai dia sendiri yang akan menemui ku" ucap Reza


Flashback on...


Reza dan Nicko baru saja pulang sekolah, tapi kali ini tidak barengan dengan teman mereka yang bernama Tiara.


"Za, loh beneran gak tau Tiara ke mana" tanya Nicko saat ini ke duanya sedang mengagungkan sepeda


"Iya Nick, gue gak tau dia kemana, kan loh tau sendiri gue udah jadian sama Sinta nanti dia cemburu gue dekat sama cewek lain" ucap Reza


"Kayaknya Tiara suka deh sama kamu Za" ucap Nicko


"Kamu tau dari mana" tanya Reza

__ADS_1


"Aku sering mergokin dia liatin kamu diam-diam sambil tersenyum" ucap Nicko


"Aku juga merasa seperti itu" ucap Reza keduanya memberhentikan sepeda mereka di salah satu lorong yang sedikit sempit.


"Tapi kan loh tau sendiri gue cintanya sama sinta bukan sama Tiara" ucap Reza dan tiba-tiba terdengar suara benda jatuh.


Di lorong sempit itu Tiara sedang memegang hadiah yang akan ia berikan pada Reza karena mengingat hari ini adalah ulang tahun pria itu.


Reza dan Nicko melihat ke asal suara dan di sana Tiara berdiri dengan tatapan sulit di artikan, Nicko berlari mendekati tiara tapi gadis itu malahan pergi dan meninggalkan hadiah yang tadi jatuh. Nicko mengambil benda yang jatuh itu ternyata sebuah jam tangan pria dengan harga yang cukup mahal.


Tiara terus berlari sampai tiba di perempatan jalan, ia melihat mama nya sedang ingin menyebrang jalan, tapi ada sebuah mobil yang melaju begitu kencang dari arah yang berlawanan, membuat mama Tiara terpental beberapa meter dan berlumuran dara, Tiara diam di tempat kakinya seolah tak bisa melangkah matang mulai buram karena air mata dan tidak melihat mobil yang menabrak mama nya kabur begitu saja, tak lama kemudian mobil mewah melintas dan melihat seorang wanita berlumuran darah di tengah jalan, mobil itu berhenti dan ke luar lah sepasang suami istri mendekati wanita yang tergeletak itu.


Ke dua mata Tiara terbuka dan berlari menghampiri tubuh tak berdaya mamanya, gadis itu menangis sambil me manggil-manggil mama nya.


"Papi, mamy" panggil seorang pria yang sangat di kenali oleh Tiara suara nya


Semua menoleh dan melihat Reza dan Nicko sedang berada di atas sepeda.


"Sayang mamy sama papi harus nolongin wanita ini" ucap Papi Reza dan langsung meminta tolong orang sekitar mengangkatnya masuk ke dalam mobil


Wanita itu di bawa ke rumah sakit terdekat, dan tak lama kemudian Reza dan Nicko tiba juga menggunakan sepeda mereka.


Tak lama kemudian, dokter yang menangani wanita yang tertabrak itu keluar dengan raut wajah prihatin.


"Dokter bagaimana keadaan mama saya" tanya Tiara


"Mohon maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi beliau tidak dapat tertolong, karena benturan yang mengakibatkan pembuluh darah pecah" ucap Dokter membuat seluruh dunia Tiara runtuh, orang yang ia miliki satu-satunya di dunia ini sudah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Tiara melihat mamanya yang sudah di bawa ke kamar mayat, gadis itu terisak dengan pilu, ia tak menyangka kalau mama nya akan pergi secepat ini dan meninggalkan nya seorang diri.


"Ini semua gara-gara kalian, kalian harus membayar semua apa yang aku rasakan sekarang" ucap Tiara di depan mayat mama nya


Setelah mamanya di kebumikan, Tiara sering menangis di kuburan mama nya, dan sering bercerita sendiri dengan batu nisan selama berjam-jam lamanya, membuat semu orang melihat nya kasian dan merasa prihatin, sampai salah satu seorang warga melihat Tiara sedang tersenyum dan berbicara sendiri di teras rumah mereka, membuat mereka berpikir gadis itu mengalami gangguan Jiwa sampai seseorang melaporkanya ke pihak rumah sakit Jiwa karena Tiara sudah beberapa kali mencoba melukai para tetangga yang hanya hendak lewat saja.


Tiara di bawa ke salah satu rumah sakit jiwa dan Reza juga Nicko mengetahui itu, ke duanya menjenguk teman mereka di sana dan melihat Tiara sedang bercerita sendiri dengan tembok yang dia anggap sebagai mama nya, stres karena cinta tak terbalaskan dan juga karena mama nya pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya.


Tampa Tiara sadari sebenarnya ia salah paham karena, bukan ke dua orang tua Reza yang menabrak mama nya, tapi orang lain ke dua orang tua Reza hanya melihat sudah tergeletak di tengah-tengah jalan.


Flashback of...


"Mungkin saja sampai saat ini Tiara menganggap orang yang menabrak mama nya adalah ke kedua orang tuaku" ucap Reza


"Aku juga tidak menyangka kalau Tiara sangat dendam terhadap ke dua orang tua mu" ucap Nicko


"Dia seperti itu karena belum mengetahui kenyataannya" ucap Reza


Setelah menghabiskan kopi yang mereka pesan, Nicko dan Reza kembali ke ruangan Gilang. Di sana Sinta dan Nisa masi asik terlihat berbincang-bincang, membuat percakapan mereka harus terhenti karena Nicko harus mengajak sang istri pulang bersama dengan putrinya Ambar.


"Kak, aku pulang dulu ya, besok aku ke sini lagi" ucap Ambar


"Benar ya besok ke sini lagi" ucap Gilang manja


"Iya..." ucap Ambar tersenyum geli melihat wajah lucu tunangannya itu


Nicko mengajak ke dua wanita yang sangat berarti baginya setelah berpamitan pada Reza, Sinta dan Gilang, ke tiganya keluar dari ruangan Gilang dan masuk ke dalam lift yang akan mengantar mereka ke lantai dasar rumah sakit.


Malam ini Sinta dan Reza tidur di rumah sakit lagi untuk menjaga putra mereka, tapi sebelum itu Reza sudah mengutus para penjaga yang akan berjaga-jaga di sekitar ruangan Gilang takut kalau nanti Tiara berbuat macam-macam lagi.


"Mom, dad besok pulang ya, aku udah gak tahan di sini" ucap Gilang terdengar manja, kalau sedang sakit seperti ini Gilang memang sangat manja ke pada mommy nya.


Karena pasti Sinta akan sangat memanjakan putra semata wayangnya itu, jika di kantor atau di luar sana Gilang terlihat cool banget tapi di saat sedang sakit pria tampan itu akan menjadi sangat manja.

__ADS_1


Next....


Like, Komen sama Vote ya. Terimakasih😊🙏🙏


__ADS_2