
Hari ini Ambar sudah bisa beraktifitas seperti biasanya, setelah tiga hari beristirahat di rumah, Gadis itu akhirnya bisa kembali lagi ke kantor.
Sekarang Ambar sudah siap dengan rok selutut berwarna hitam dan atasan kemeja puti di blazer berwarna hitam, membuat penampilan gadis itu bertambah menjadi semakin keren di lihat.
Setelah menyelesaikan sarapan nya, Ambar berpamitan pada ke dua orang tuanya dan juga pada eyang nya, untuk berangkat ke kantor.
Semenjak pertemuan nya dengan Gilang di rumah sakit tempo hari, gadis itu belum bertemu pria itu lagi.
Ambar masuk ke dalam mobilnya, lalu keluar dari pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, Ambar mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah.
35 menit kemudian, mobil yang Ambar kendarai memasuki lobby kantor Wijaya Group. Ambar memikirkan mobilnya, kemudian turun berjalan di lantai dasar ke arah lift. Semua karyawan yang berpapasan dengan nya menunduk hormat, ada juga beberapa karyawan menyapa Ambar dengan sopan dan gadis itu membalas sapaan dari para karyawannya.
Ambar masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju lantai atas, di mana letak ruangannya berada, setelah pintu lift terbuka Ambar melangkah ke luar dan sudah melihat Dila sekertaris nya berada di balik meja kerjanya.
"Selamat pagi Bu Ambar" ucap Dila menunduk hormat
"Pagi Dila" jawab Ambar tersenyum, kemudian langsung melangkah masuk ke dalam ruangannya yang sudah ia rindukan itu. Karena sudah 4 hari ia tidak ke kantor.
Ambar meletakan tas nya di atas meja kerjanya, lalu mendudukkan bokongnya, banyak kerjaan yang menumpuk karena ia tidak masuk kantor selama 4 hari.
Ambar mulai membuka berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya, ia harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk itu.
Sepertinya enak kalau kerja sambil di temani secangkir teh dan biskuit, Ambar mengunakan telpon kantor untuk meminta sekertaris nya tang ke ruangannya.
Tokk...
Yokk...
"Masuk" ucap Ambar
"Ada yang bisa saya bantu bu" tanya Dila dengan sopan
"Dila, tolong kamu buatkan saya teh manis, dan bawakan saya biskuit ya, kalau kamu mau juga semakin bikini buat kamu juga ya" ucap Ambar
"Baik Bu, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dila kemudian keluar dari ruangan bos nya itu.
Dila pergi ke dapur untuk membuatkan teh dan kopi, teh untuk Ambar dan kopi untuk nya, selesai membuat kopi dan teh, Dila tak lupa membawa biskuit yang sudah di siapkan di dapur itu.
Dila masuk ke dalam ruangan Ambar dengan membawa nampang berisi secangkir teh panas dan sepiring biskuit roma kelapa kesukaan Ambar.
"Bu Ambar, ini teh dan biskuitnya" ucap Dila
"Kamu tolong Taru di sini saja Dila" ucap Ambar
"Kalau gitu saya permisi dulu bu" ucap Dila pamit
"Iya, terimakasih yah" ucap Ambar
"Sama-sama Bu" ucap Dila kemudian keluar dari ruangan Ambar
Ambar menyeruput teh panas itu dan memakan biskuitnya sambil mengerjakan berkas-berkas yang ada di hadapan nya.
Tak terasa segelas teh habis dan sepiring biskuit, ternyata bagus juga kerja sambil ngemil dan sedikit lagi pekerjaan gadis itu selesai.
Tak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka, dan masuklah pria paru baya tapi masi terlihat tampan melangkah dengan gagahnya duduk di kursi depan sang putri.
"Dad.." sapa Ambar
"Kau terlihat sibuk sayang" ucap Nicko, ya pria itu adalah Nicko
__ADS_1
"Ya, pekerjaanmu menumpuk dad, kau tau lah putrimu ini 4 hari tidak ke kantor" ucap Ambar
"Bagaiman pembangunan resort kita yang berada di bali nak" tanya Nicko
"Alhamdulilah,, dad semua berjalan lancar tinggal survei tempat aja" jawab Ambar
"Kapan kau akan pergi ke bali untuk survei lokasi" tanya Nicko
"Lusa dad, sama pak Gilang" ucap Ambar
Ambar melihat pada daddy nya, cukup lama lalu mengatakan sesuatu.
"Dad, apa tidak sebaiknya kau saja yang pergi ke sana" ucap Ambar
"No sayang, daddy tidak mau berjauhan dengan mommy mu" ucap Nicko tersenyum
Ambar memutar bola matanya malas mendengar perkataan daddy yang tidak masuk akal itu, masa ia tidak bisa tinggalin mommy nya sebentar saja.
"Ya suda daddy kembali ke ruangan daddy dulu ya" ucap Nicko
"Iya dad" jawab Ambar
Nicko berdiri lalu melangkah keluar dari ruangan putrinya. Ambar memandang punggung daddy nya yang menghilang di balik pintu, lalu tampa sadar gadis itu menggeleng kepalanya mengingat daddy nya sangat bucin pada mommy nya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Perusahaan Hadinata...
Gilang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, jam 2 nanti ia ada meeting bersama Ambar untuk membahas survei lokasi pembuatan resort di bali.
Gilang melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 12 siang, masih ada sisa 2 jam lagi sebelum rapat di mulai.
Ia masi punya waktu untuk beristirahat sejenak di kamar yang ada di ruangnya itu, Gilang kemudian masuk ke dalam kamar yang cukup besar itu, di dalam ruangan itu terdapat banyak foto gadis kecilnya, foto yang ia ambil waktu mereka belum berpisah sejah kecil.
"Aku gak sabar pengen kasih kejutan buat kamu nanti di bali, kamu pasti akan sangat kaget jika tau pria yang kamu tunggu-tunggu selama ini adalah aku" ucap Gilang dalam hatinya sambil memandang foto yang berukuran besar itu yang menggantung di atas dinding.
Setelah puas memandang foto gadisnya, Gilang tertidur karen semalam ia memang kurang tidur karena begadang menyusun kejutan buat gadisnya nanti.
๐ธ๐ธ๐ธ
"Dil, jam berapa meeting bersama pak gilang" ucap Ambar dari balik meja sekertaris nya
"Jam 2 Bu" jawab Dila
Ambar melihat jam dan setengah jam lagi pukul 2, kamu siap-siap ya kita berangkat sekarang" ucap Ambar kembali masuk ke dalam ruangan nya.
Ambar mengambil tas nya, lalu kembali ke luar dari dalam ruangan nya, Ambar melihat sekertaris nya itu sudah siap, kemudian ke duanya melangkah masuk ke dalam lift.
Tiba di lantai dasar, Ambar dan Dila melangkah menuju mobil Ambar yang sudah terparkir di lobby kantor, ke dua gadis itu masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Ambar.
Ambar mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, sesekali ke dua gadis itu terlibat obrolan yang sangat serius, sampai mobil yang di naikin oleh ke dua gadis itu memasuki lobby kantor Hadinata.
Ke dua gadis itu keluar dari dalam mobil, kemudian melangkah di lantai dasar, ada beberapa karyawan wanita memandang dinis ke arah Ambar, Ambar bisa melihat tatapan yang tidak suka dari para karyawan wanita.
"Sok cantik banget, cantikan juga gue" ucap karyawan yang berpakaian ****
"Ngapain tuh cewek datang ke sini lagi" ucap karyawan yang berambut pirang
"Kita langsung labrak aja guk" ucap karyawan yang berpakaian **** itu yang mendapat anggukan dari ke dua temanya
__ADS_1
"Mau ngapain lagi datang ke sini" ucap karyawan berpakaian ****
"Kita mai ketemu pak Gilang bu" ucap Dila sopan
"Ngapain kalian ketemu sama pak Gilang" ucap karyawan berambut pirang
"Kita ada meeting bersama pak gilang bu" ucap Dila lagi
"Kenapa loh diam aja, gak punya mulut ya" ucap karyawan ****
"Saya gak punya waktu ladenin orang ya gak penting seperti kalian" ucap Ambar dengan tatapan tajam
"Loh bilang apa barusan" ucap karyawan **** itu yang akan melabrak Ambar, tapi tiba-tiba ada tangan kekar yang menahan tangan karyawan yang akan menampar Ambar.
Semuanya melihat ke arah seseorang yang berdiri di dekat mereka, dan ke tiga mata karyawan itu membulat sempurna melihat siapa orangnya, tapi tidak dengan Ambar dan Dila.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini" tanya Gilang marah
Ke tiga karyawan itu, itu tak ada yang berani membuka mulut, mereka sudah ketakutan melihat tatapan marah dari bos mereka.
"Sekali lagi saya liat kalian berbuat tidak sopan kepada tamu yang hendak datang ke kantor ini, kalian akan tau akibat nya" ucap Gilang
"Pergi kalian bertiga dari hadapan saya" ucap Gilang mengusir ke tiga karyawan itu
Ke tiga karyawan itu pergi dengan cepat dari hadapan bos mereka itu, sebelum kena amukan semakin parah.
"Kamu nakutin juga ya kalau lagi marah" ucap Ambar tiba-tiba
Gilang memandang ke arah gadisnya kemudian tersenyum manis, membuat Ambar meleleh jadinya melihat senyuman dari pria yang ada di hadapan nya itu.
Gilang Pov.....
Aku terbangun dari tidurku saat merasakan getaran ponsel milik mu yang berada di atas meja dekat tempat ranjang yang aku tiduri, aku melihat si penelpon adalah Arman sekretaris ku.
Aku mengangkat telponnya, dan Arman mengatakan kalau ia baru saja mendapat pesan dari Dila sekertaris gadisku, kalau mereka sedang di hadang oleh karyawan yang di kantor ini, dengan cepat aku keluar dari kamar itu dan secepat mungkin keluar dari ruangan ku dan masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan ku ke lantai dasar.
Di saat lift terbuka, aku melihat gadis ku akan di tampar oleh seorang wanita yang tak lain adalah karyawan ku sendiri.
Aku marah melihat itu dan tidak suka melihat gadis di sentuh sedikit pun oleh wanita itu, dengan cepat aku melangkah mendekati mereka dan menahan tangan wanita yang akan menyentuh gadis ku.
Gadisku melihat ku yang sedang marah-marah ke pada ketiga karyawan itu, sampai aku mengusir mereka pergi dari hadapan ku.
Aku kaget gadis ku mengatakan kalau aku menakutkan kalau sedang marah, aku melihat ke arahnya dan tersenyum manis mendengar suara nya yang sangat aku rindukan 3 hari ini.
๐ธ๐ธ๐ธ
"Bisa kita mulai meeting nya" tanya Gilang yang di setujui oleh Ambar, Dila dan Arman
Gilang memulai meeting nya, Gilang juga tidak lupa meminta pendapat dari Ambar yang bekerja sama dengannya, dan meeting berlangsung selama hampir 1 jam.
"Jadi di proyek pembangunan resort di bali sudah mencapai 25%, sesuai yang Bu Ambar sarankan, tempo hari bahwa kita akan meng survei lokasi langsung di bali" ucap Gilang
"Apa masi ada yang mau di tanyakan bu Ambar" tanya Gilang
"Tidak ada pak Gilang, jadi lusa kita pergi ke bali untuk survei lokasi" ucap Ambar yang mendapat anggukan dari Gilang
"Baik semuanya sudah jelas, dan meeting sore ini kita tutup" ucap Gilang, kemudian berjabat tangan dengan Ambar dan Dila.
Setelah selesai meeting, Ambar dan Dila pamit untu kembali ke kantor, karena ada beberapa berkas yang harus Ambar tanda tangani.
__ADS_1
Next....
Guys, Like, Komen sama Vote ya, dan gadisnya juga biar Author makin semangat up nya. Terimakasih๐๐๐