
Setelah menghilang tak ada kabar seharian, Sore harinya tepat pukul 5 sore, Jovian datang ke lokasi pemotretan kekasihnya, dari kejauhan Jovian melihat Maura sedang berjalan beriringan bersama dengan Bela sang asisten, Jovian tau betul saat ini gadisnya sedang merajuk padanya tapi apapun itu akan Jovian terima.
"Sayang.." panggil Jovian.
Maura dan Bela menatapi pria yang sedang berdiri di hadapan mereka, Bela memili pamit pulang duluan membiarkan Maura bersama kekasihnya.
Maura melewatkan Jovian begitu saja karena ia masi sangat kesal dengan pria itu yang seharian ini gak ada kabar sama sekali dan susah di hubungin.
"Sayang tunggu" ucap Jovian menahan tangan Maura.
"Jangan pegang aku, seharian ini kamu kemana sih, gak bisa di hubungin sama sekali" tanya Maura.
"Maaf sayang aku lagi ada urusan penting banget seharian ini" ucap Jovian.
Maura melihat ke dua mata pria itu, tak ada kebohongan di sana Jovian berkata jujur meskipun ia tak tau pria itu punya urusan penting apa.
"Aku antar pulang ya" ucap Jovian menarik tangan Maura ke arah mobilnya.
Jovian membukakan pintu untuk Maura dan ia masuk ke kursi kemudi mobil pun meninggalkan lokasi pemotretan itu, di dalam mobil gak ada percakapan di antara ke duanya hanya ada keheningan sampai mobil yang di kendarai oleh Jovian memasuki halaman rumah kekasihnya itu.
Maura yang akan bergegas turun langsung saja tangannya di tahan oleh Jovian, membuat Maura melihat ke arah pria itu Jovian mengambil paper bang yang ada di kursi belakang dan memberikannya pada Maura.
"Pakai ini, aku jemput pukul 7 nanti malam" ucap Jovian.
Karena masi kesal dengan pria yang ada di depannya, Maura menerima apa yang Jovian berikan barusan dan langsung keluar begitu saja tampa sepatah kata pun karena ia masi kesal dengan Jovian.
Jovian memandang punggung gadisnya sampai hilang di balik pintu, setelah itu Jovian kembali menjalankan mobilnya pulang ke rumah untuk bersiap-siap nanti malam.
✴✴✴✴
__ADS_1
Maura baru saja selesai membersihkan dirinya, ia keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang menutupi tubuhnya.
Di saat melewati ranjang king size miliknya ke dua matanya tak sengaja melihat paper bang pemberian Jovian tadi sore di mobil, Maura mendekati ranjang dan mengambil tas itu dan melihat isinya.
Ternyata gaun yang sangat cantik merek butik mom Sinta, tiba-tiba Maura mengingat perkataan Jo tadi sore di mobil. Maura melihat jam yang sudah menunjukan pukul 6 sore.
Ia lalu bersiap-siap untuk memakai gaun pemberian Jovian dan merias wajahnya sedikit natural membuat Maura terlihat begitu cantik.
Pik.. Pik..
Maura mendengar suara klakson mobil Jovian pertanda sudah berada di depan, Maura keluar dari kamar dan turun ke lantai bawa, tapi tak menemukan ke dua orang tuanya.
"Bibi, mommy, sama daddy ke mana kok gak ada" tanya Maura.
"Ibu sama Bapak keluar non 20 menit yang lalu sama den Marvel juga" ucap bibi.
"Kok gak bilang aku sih" ucap Maura.
"Baik non" ucap Bibi.
Maura keluar dari pintu utama, dan melihat Jo sudah menunggunya di luar mobil, Jo tak berkedip beberapa saat melihat penampilan gadisnya itu.
"Kak.." panggil Maura, tapi Jo malah tak bergeming.
"Kak.." panggil Maura lagi dengan keras.
"Iya kenapa" tanya Jo salah tingkah.
"Jadi berangkat gak, kalau gak aku masuk lagi ni" ucap Maura.
__ADS_1
"Jatuh dong sayang ayo masuk" ucap Jo mempersilahkan Maura masuk ke mobil di susul oleh Jovian, dan mobil pun meninggalkan halaman rumah mewah itu.
30 menit kemudian mobil tiba di lobby restoran yang terlihat sangat mewah tapi sepi, tak ada orang-orang yang berlalu lalang seperti di restoran-restoran lain.
Jo membukakan pintu lagi untu Maura, lalu mengajak gadis itu masuk ke dalam, Maura melihat begitu banyak bunga-bunga yang tertata rapi di sepanjang jalan masuk, tiba di pintu masuk Jo menghentikan langkah Maura.
"Kenapa" tanya Maura.
Bukanya menjawab Jo malahan mengeluarkan sapu tangan untuk menutup ke dua mata Maura, membuat Maura bingung dengan perlakuan Jovian sekarang, sekarang Maura tak bisa melihat Jo menuntunnya untuk masuk ke dalam privat room yang sudah di siapkan banyak kejutan di sana.
"Kak kenapa sih mata aku harus di tutup" tanya Maura tapi tak mendapat jawaban dari sang kekasih.
Tiba di Private Room Jo menghentikan langkah mereka, dengan pelan Jovian membuka sapu tangan yang menutup ke dua mata Maura dan...
Maura menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, Private Room di sulap menjadi sangat indah dan romantis, kedua mata Maura berkaca-kaca di depan pria yang ia cintai itu.
Jovian berlutut dan mengeluarkan cincin yang sudah ia siapkan di bawa cahaya lampu yang tidak terlalu terang tapi terkesan sangat romantis itu, menatap gadisnya dengan penuh cinta dan kasih sayang dan tampa banyak kata Jovian langsung mengutarakan niat baiknya pada sang gadis.
"Will You Marry Me" ucap Jovian.
"Yes, I Will Marry You" jawab Maura dan Jovian langsung menyematkan cincin di jari manis Maura.
Lampu menyala dan semua yang ada di ruangan itu bertepuk tangan, Jovian memeluk gadisnya dengan erat sambil berbisik pelan.
"Terima kasih sudah mau menerima lamaran ku sayang" ucap Jovian di selah pelukan mereka.
Maura melepaskan pelukan mereka dan melihat mommy dan daddy juga adik nya ada di sana juga, eyang dan kakek nya juga ke dua orang tua Jovian menatap mereka dengan senyum bahagia dan semuanya memberi selamat ke pada keduanya, setelah itu mereka makan malam bersama.
Next..
__ADS_1
Like, Komen sama Vote...