Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 17. Menjodohkan Kami?


__ADS_3

Reza memasuki ruangan putranya, Reza melihat putra sedang mengerjakan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Gilang mendongakkan kepalanya melihat pintu ruangannya terbuka.


"Boy..." panggil Reza.


"Yes dad, tumben ke kantor, daddy gak gurun mommy di kamar lagi" tanya Gilang tersenyum geli mengingat beberapa hari ini daddy nya itu sering mengurung mommy nya di kamar.


"Mommy mu ngambek boy, kalau daddy kurung terus" jawab Reza mengingat ancaman istri tercintanya itu tadi pagi.


"Kau terlihat sangat sibuk" tanya Reza.


"Bagaimana tidak sibuk dad, kau memberikan tanggung jawab besar pada putra mu ini" jawab Gilang dan melanjutkan pekerjaannya.


"Kau adalah putra daddy satu-satu nya boy, hanya padamu daddy menyerahkan semua ini" ucap Reza tersenyum.


"Yah, kau benar dad" jawab Gilang.


Reza melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, sudah menunjukan pukul setengah 12 siang waktunya makan siang.


"Boy, kau temani daddy makan siang di luar ya" ajak Reza.


Gilang mengangkat kepalanya melihat pada daddy nya.


"Tumben daddy ngajak aku makan siang di luar" ucap Gilang, karena tidak biasanya daddy nya seperti ini sebelumnya.


"Iya, daddy ada janji sama teman daddy, kau kenal pak Nicko Wijaya kan dia mengajak daddy makan siang di luar, dan pak Nicko minta daddy ngajak kamu" ucap Reza.


Gilang mengerutkan ke dua keningnya bingung, tumben-tumbenan om Nicko meminta daddy untuk mengajaknya.


Gilang melihat jam, yang sudah menunjukan jam makan siang, ia membereskan semua berkas-berkas yang berserah kan lalu mengajak daddy nya keluar dari ruangannya.


Reza dan Gilang melangkah masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai dasar. Setibanya di lantai dasar, semua para karyawan wanita memandang mereka dengan menambah. Apalagi Gilang yang tak lain adalah pemilik perusahaan yang tempat mereka berkerja, Gilang dan Reza melangkah terus sampai masuk ke dalam mobil, tampa memperdulikan tatapan para karyawan.


Gilang mengemudikan mobilnya, dengan sang daddy berada di kursi samping, di tenga-tenga perjalanan keduanya mengobrol soal bisnis. Sampai mobil yang di kendarai oleh Nicko berhenti di salah satu restoran bintang lima.


Gilang dan daddy nya, turun dari mobil dan langsung melangkah masuk ke dalam, Reza melihat sahabatnya itu sudah menunggu di salah satu meja yang ada di pojok dekat jendela, Reza melihat sahabatnya itu tidak sendiri.

__ADS_1


Gilang mengikuti langkah daddy nya untuk sampai di meja yang di duduki oleh Nicko dan seorang gadis yang duduk membelakangi mereka.


"Nick, sorry gue telat" ucap Reza menjabat tangan Nicko.


"Gak papa ko santai aja, lagian gue sama putri gue belum lama juga" ucap Nicko membalas uluran tangan Reza.


"Makasih Nick, iya ini putra gue Gilang" ucap Reza yang berhasil membuat Ambar yang duduk memainkan ponselnya mendongakkan kepalanya melihat ke tiga pria yang sedang berdiri.


Lagi-lagi dan lagi, jantung gadis itu berdetak tak karuan, seperti ingin copot dari tempatnya.


"Hay Gilang apa kabar" tanya Nicko pada Gilang.


"Aku baik om" jawab Gilang sopan.


"Ooh, iya kenalin ini Ambar putri ku, kau masih ingat kan Za" ucap Nicko tersenyum.


"Iya gue ingat kok" jawab Reza.


"Siapa sih yang gak ingat sama calon mantu gue" ucap Reza tentunya dengan berbisik di telinga Nicko tampa di dengar ke dua anak muda itu.


Nicko menangapi bisikan sahabatnya itu dengan tersenyum penuh arti, membuat Ambar dan Gilang bertanya-tanya dalam hati mereka pasti ke dua pria yang tak lagi muda itu sedang merencanakan sesuatu.


Nicko mendengus kesal melihat tingkah menjengkelkan sahabatnya itu, ia tau Reza waktu muda dulu memang tampan sampai membuat Sinta tergila-gila oleh ketampanan pria menjengkelkan itu.


"Putri gue juga gak kalah cantik ko" bisik Nicko tak mau kalah.


"Iya-iya gue tau itu" balas Reza berbisik.


Membuat Ambar dan Gilang menatap curiga dengan ke dua pria yang suda lanjut usia itu, saat ini posisi Gilang duduk di sebelah Ambar sedangkan Reza dan Nicko duduk bersebelahan di depan mereka berdua.


"Dad, sama om Nicko bisik-bisik apa si" tanya Gilang menatap curiga, sedangkan gadis di sampingnya hanya diam saja.


"Masalah orang tua boy.." ucap Reza, membuat Gilang memutar bola matanya malas.


Tak lama kemudian dua pelayan datang membawa nampang berisi menu makan siang mereka, sebelum Gilang dan daddy nya datang Nicko memang sudah memesan makan siang untuk mereka.


Reza dan Gilang kaget melihat banyak menu yang berkuah, sedangkan mereka tidak begitu menyukai menu-menu yang berkuah.

__ADS_1


"Nick, kok banyak banget menu berkuah, kamu udah mulai suka menu yang seperti ini" tanya Reza.


"Bukan gue, tapi putri ku dia suka banget sama menu-menu berkuah seperti ini" ucap Nicko membuat pria yang ada di samping Ambar melihat ke arah gadis itu.


"Kak coba sayur bayam nya deh enak" ucap Ambar kecil itu.


"Kamu suka ya sama menu yang berkuah"Tanya Gilang kecil.


"Iya kak, aku suka banget sama yang berkuah, apa lagi sayur bayam buatan eyang" jawab gadis kecil yang duduk dengannya di meja makan yang kecil itu.


"Boy.." panggil Reza melihat putranya hanya bengong saja.


"Gilang gak suka sama menunya ya,, biar om pesankan menu lain" kali ini Nicko yang bertanya.


"Gak kok om, Gilang suka sama menu" jawab Gilang dan langsung memakan makanan yang ada di Piring nya.


"Apa ini hanya kebetulan saja, gadis kecilku juga sangat menyukai menu yang berkuah" ucap Gilang dalam hatinya sambil sesekali melirik gadis yang memakan sup iga sapi dengan lahap.


Tampa sadar Gilang menarik ke dua ujung bibirnya, melihat gadis di sampingnya memakan makanan nya dengan lahap, tampa merasa malu melihat di sekitarnya.


Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Reza mulai berbicara serius di depan ke dua anak muda itu.


"Sepertinya kalian berdua cocok" ucap Reza yang mendapat anggukan dari Nicko, membuat Gilang dan Ambar mengernyit kening mereka heran.


"Maksud daddy dan Om apa" tanya Gilang bingung.


"Maksud kami, kalian kenapa tidak saling mengenal aja, kan lebih bagus nanti" ucap Nicko.


Ambar dan Gilang mengerti maksud ke dua pria yang tak terlihat muda lagi.


"Yang jelas aja dad, om, kalian ingin menjodohkan kami" tanya Ambar tepat sasaran.


"Benar sayang" jawab Nicko yang mendapat anggukan dari Reza.


Gilang dan Ambar mendesah kasar, mendengar jawaban ke dua pria paru baya itu. Pikiran ke duanya kini berkelana entah ke mana, di satu sisi Gilang yang sedang berusaha mencari gadis kecilnya itu, dan Ambar yang sedang menantikan pria masa kecilnya datang untuk menemuinya.


Next...

__ADS_1


Hay, guys jangan Lupa, Like, Komen sama Vote ya. Terimakasih.😊🙏🙏


__ADS_2