Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 52. Pagi Yang Indah


__ADS_3

Sinar matahari mengusik tidur ke dua pengantin baru itu, Ambar dengan lucunya membuka ke dua mata membuat Gilang yang bangun terlebih dahulu menatap wajah cantik istrinya, rona merah muncul di ke dua pipi Ambar.


"Good Morning istri ku" ucap Gilang


Tapi bukanya menjawab Ambar malahan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami, membuat Gilang terkekeh geli dengan tingkah sang istri.


Gilang membalas pelukan istri tercintanya dengan erat, ke dua pengantin itu masih betah bergulung di balik selimut tebal, Gilang mencium kening sang istri, Gilang tidak menyangka kalau sekarang ia sudah menjadi seorang suami untuk gadis yang ia sukai dari kecil.


"Sayang" panggil Gilang


"Ada apa" tanya Ambar masi dengan posisi menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami


"Bangun yuk udah pagi" ucap Gilang


Ambar melepaskan pelukannya dan melihat ke luar jendela, di mana matahari sudah mulai beranjak naik, membuat gadis itu melepaskan pelukannya.


"Mandi bareng yang" ucap Gilang menggoda Ambar


"Tapi aku malu" ucap Ambar menunduk


"Gak usah malu, kan kita udah Sah jadi suami istri" ucap Gilang, dengan ragu Ambar mengangguk kepalanya pelan


Dengan cepat Gilang mengendong tubuh mungil sang istri dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi, sesampainya di dalam kamar mandi, Gilang menurunkan sang istri dengan pelan.


Gilang mengisi bat up terlebih dahulu dengan air hangat, kemudian membuka kain yang ada pada tubuh Gilang hanya menyisakan daleman saja, Ambar memalingkan wajahnya ke arah lain, ia benar-benar malu karena ini pertama kalinya ia mandi bersama sorang pria yang sekarang sudah menjadi suaminya.


"Aku bantu bukain ya" ucap Gilang membuyar kan lamunan Ambar


Tampa menunggu persetujuan istrinya, Gilang langsung melepas piyama tidur sang istri dan nampak lah ke dua benda kembar yang masi terbungkus indah, setelah kancing piyama Ambar terlepas semua.


Gilang menahan sesuatu yang sesak di bawa sana, ke dua pipi Ambar kembali bersemu merah melihat Gilang menatapnya tampa berkedip, kemudian Gilang melepaskan Bra yang di kenakan oleh Ambar dan nampak lah ke dua gunung kembar Ambar.


Dan saat ini Ambar sudah polos tampa sehelai benang pun karena ulah sang suami, Ambar memeluk Gilang dengan erat Karana malu, hal itu semakin membuat Gilang panas dingin karena kulit polos mereka bersentuhan, apa lagi ke dua gundukan itu.


Gilang mencium punggung Ambar yang polos itu, membuat Ambar menggeliat tak karuan dalam pelukan sang suami.


Gilang mengajak sang istri naik ke dalam bat up yang sudah berisi air yang tidak terlalu panas, sampai dalam bat up Gilang kembali memeluk sang istri dari belakang, membuat Ambar lagi-lagi mere mang di buatnya.


Tangan Gilang sampai pada benda sedari tadi membuatnya panas dingin, Gilang memainkan nya dengan sangat lembut, dan hal itu berhasil membuat satu ******* lolos dari mulut Ambar, membuat Gilang bertambah panas jadinya.


Gilang membalikkan tubuh sang istri dan mencium bibir menggoda itu dengan lembut, tapi ke dua tangan ya tidak tinggal diam bermain di area yang sekarang menjadi kesukaan nya.


Ciuman Gilang turun ke leher jenjang sang istri dan seterusnya terus ke bawa, sampai pada benda kembar kesukaan nya, setelah itu Gilang menyudahi permainannya tidak mungkin mereka melakukanya di kamar mandi.


"Sekarang kita mandi ya" ucap Gilang dan Ambar hanya mengangguk kepala saja


Gilang membantu menggosok kan punggung sang istri, begitu pun dengan Ambar. Keduanya mandi selama hampir 1 jam, Gilang mengambil handuk kimono untuk menutupi tubuh polos ke duanya, kemudian Gilang kembali mengendong sang istri keluar dari kamar mandi.


Gilang menurunkan Ambar dengan pelan di atas ranjang, kemudian menindih nya, Gilang mencium kembali bibir sang istri dengan lembut, membuat istrinya terbuai dan membalas ciuman suaminya, puas bermain di bibir Gilang berpindah ke leher jenjang sang istri, lalu kembali lagi ke bibir menggoda itu, Gilang melepaskan ciumannya dan menatap ke dua manik mata sang istri.


Ambar bisa melihat kabut gairah di mata sang suami, dan ia pun sama meredakan hal sama.


"Sayang boleh kita melakukanya sekarang" tanya Gilang dengan hati-hati


"Lakukan lah, sekarang kamu sudah menjadi suami ku, dan tubuh ku sekarang sudah menjadi milik mu" ucap Ambar, membuat Gilang tersenyum senang dan mencium kening sang istri cukup lama.


Gilang kembali melepaskan handuk kimono yang melekat pada tubuh ke duanya, dan kini ke dua pengantin baru itu sudah sama-sama polos, Gilang lagi-lagi di buat panas dingin melihat pemandangan yang baru kali ini untuknya.


Gilang kembali mencium sang istri, puas menikmati semua yang ada pada istrinya, Gilang meminta ijin pada sang istri untuk segera melakukanya.


Dan tidak lama kemudian, terdengar Ambar meringis kesakitan, Gilang menenangkan sang istri dengan menciumnya.


"Ini hanya sebentar ko sayang setelah itu gak lagi" ucap Gilang


Setelah di rasa sang istri sudah mulai tenang Gilang kembali menjalankan aksinya, hampir 2 jam ke duanya memadu kasih, sampai membuat Ambar kelelahan.


Gilang membawa sang istri ke dalam dekapan nya, Gilang memeluk erat tubuh polos itu, Gilang berharap semoga saja, sesuatu yang ia tanam bersama istrinya tadi akan segera menjadi buah cinta mereka.


Ke dua pasangan pengantin baru itu kembali tertidur, karena permainan panas mereka barusan.


✴✴✴✴


Di lain tempat, tempatnya di kediaman Hadinata.


"Dad, kok putra kita gak ngangkat telpon mommy ya, padahal kan ini udah jam 11 siang" ucap mom Sinta

__ADS_1


"Ya nama nya juga pengantin baru sayang, sama seperti kita dulu" ucap Reza yang sedang membaca koran


"Masa ia sip dad, mereka masi tidur" ucap mom Sinta


"Ya gak mungkin sayang mereka melakukanya semalam, kan mereka lagi capek yang pastinya pagi ini, kau tidak ingat kitu dulu juga seperti itu" ucap Reza menaik turunkan alisnya


"Iih, daddy apaan sih masi pagi-pagi juga" ucap mom Sinta


"Kenapa memangnya kalau masi pagi-pagi heemm" ucap daddy Reza menggoda sang istri.


"Ingat umur dad" timbal mom Sinta


"Justru yang berumur gini ni sayang semakin semangat kalau di ranjang" ucap dad Reza semakin menggoda sang istri


"Semakin semangat apa, yang ada mommy yang di minta pimpin" ucap mom Sinta, mengundang tawa sang suami karena terdengar lucu


"Mommy gak percaya, ayo kita buktiin di kamar" ucap daddy Reza


"Itu mah modusnya daddy aja, ujung-ujung nya juga minta mommy" ucap mom Sinta dengan kesal


Reza kembali terkekeh melihat wajah kesal sang istri, hal seperti ini sangat langkah dalam pasangan suami istri, hanya Sinta dan Reza yang selalu seperti itu setiap hari.


✴✴✴✴


Ke dua pengantin baru itu masih setia bergulung di balik selimut yang menutupi tubuh polos merek berdua.


Terdengar suara bunyi cacing-cacing di perut merek sudah berdemo sedari tadi minta untuk di isi, Gilang membuka ke dua matanya dan melihat wajah polos sang istri, gak nyangka sekarang Ambar sudah menjadi miliknya seutuhnya.


Gilang mengusap pipi Ambar dengan lembut, membuat Ambar menggeliat dari tidurnya merasakan usapan seseorang pada wajahnya, dengan pelan Ambar membuka ke dua matanya, dan mendapatkan wajah tampan sang suami yang sedang melihat nya.


"Bangun yuk, udah siang kita harus makan siang" ucap Gilang


Gilang mengambilkan handuk kimono yang mereka pakai tadi pagi, dan memberikan pada sang istri, saat Ambar ingin beranjak ia merintis sakit merasakan sesuatu di bawa sana terasa sakit.


Gilang yang melihat wajah sang istri seperti menahan sakit langsung menjadi panik.


"Sayang apa masi sakit banget" ucap Gilang terdengar sangat kuatir


"Gak terlalu kok sayang" jawab Ambar


"Ayo aku gendong ke kamar mandi" ucap Gilang dan langsung mengendong sang istri masuk ke dalam kamar mandi


Gilang kembali mengendong sang istri kembali ke kamar, ke duanya memutuskan untuk sarapan di kamar saja karena melihat kondisi sang istri yang sedang kesusahan untuk berjalan.


Gilang mengambil pakaian untuk sang istri, dan juga untuk nya, Gilang juga memakaikan baju sang istri, dan juga mengeringkan rambut istrinya mengunakan hendrayer.


Terdengar suara bel pintu berbunyi, yang tidak lain adalah karyawan hotel yang mengantarkan makan siang mereka.


Gilang membukakan pintu dengan lebar, agar pelayan itu bisa mendorong roda yang berisi menu makan siang mereka, setelah meletakan makan siang mereka, pelayan itu kembali keluar setelah menunduk hormat, bagaiman pun Gilang adalah anak pemilik hotel tempatnya bekerja.


"Sayang ayo makan siang dulu ya, aku udah pesanin sup kesukaan kamu ni" ucap Gilang


Ke duanya pun makan siang bersama, sesekali Gilang menyuapi sang istri, sore hari ini ke duanya akan kembali ke kediaman Hadinata, karena sang mommy sudah menunggu kedatangan menantu kesayangannya.


Selesai makan sing, ke dua pasangan pengantin baru itu kembali berbaring di atas ranjang, hanya berbaring tidak lebih sambil menunggu sore hari.


✴✴✴✴


Jovian membedakan berkas yang ada di atas meja kerjanya, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, ia akan pergi menjemput gadisnya Maura di lokasi pemotretan.


Jovian masuk ke dalam lift menuju lantai bawa, terlihat para karyawan sudah banyak yang pulang juga, Jovian masuk ke dalam mobilnya kemudian keluar dari lobby kantor.


Dalam perjalanan menuju lokasi pemotretan Maura, Jovian terjebak macet karena jam sedang menunjukan jam pulang kerja orang-orang.


Hampir 1 jam Jovian baru tiba di lokasi pemotretan Maura, terlihat Maura sedang menunggu bersama Bela di ruang tunggu.


Jovian keluar dari mobil dan melangkah mendekati sang kekasih.


"Sayang maaf aku telat, tadi jalan sangat macet" ucap Jo


"Gak papa ko sayang aku ngerti" ucap Maura memeluk Jovian


"Kita pergi sekarang" ucap Jo


"Ayo" jawab Maura

__ADS_1


"Bel, kita duluan ya, loh lagi nunggu jemputan kan" tanya Maura


"Iya Ra, gue lagi nungguin laki gue" ucap Bela, ia memang sudah menikah dan punya satu anak yang berumur 7 tahun


Jovian membukakan pintu mobil untuk Maura, dan kemudian dia masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya setelah memberi klakson pada Bela.


Jovian akan mengajak Maura ke rumah nya, sesuai permintaan sang mama.


Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Jovian tiba di depan pintu yang menjulang tinggi, seorang satpam membukakan pintu pagar untuk anak majikannya.


Mobil Jo pun masuk ke halaman rumah besar itu, Jovian turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Maura, Jovian mengandeng tangan gadisnya masuk ke dalam rumah yang besar itu.


"Mama, papa" panggil Jovian setelah sampai di dalam


Ranti yang mendengar suara sang putra dengan cepat berjalan keluar dari dapur, dan benar saja Jovian membawa calon menantunya Maura.


"Sayang" ucap Ranti menyambut ke duanya


"Hay tante" ucap Maura dengan sopan menyalami tangan mama Ranti


"Sayang panggil mama aja seperti Jo" ucap mama Ranti


Maura tersenyum malu, karena mama Ranti sangat baik padanya.


"Ayo sayang duduk" ajak mama Ranti


Jovian mengajak Maura duduk di ruang tamu, tak lama kemudian papa Joshua terlihat berjalan ke arah mereka, dan ikut bergabung di sana.


"Ada tamu ya" ucap papa Joshua


Maura menyalami punggung tangan papa Joshua, Joshua yang melihat itu tersenyum.


Mereka mengobrol cukup lama, sampai seorang art datang memberi tau kalau makan malam sudah siap, karena saat ini jam sudah menunjukan pukul 7 malam, Ranti dan Josua mengajak Maura untuk makan malam bersama, Jovian menarik kursi untuk gadisnya kemudian ia duduk di dekat Maura.


"Ayo sayang anggap saja rumah sendiri ya" ucap Ranti


"Iya ma" jawab Maura


Mereka semua makan dalam hening, karena ini juga makan malam pertama Ambar bersama keluarga Jovian.


✴✴✴✴


Ambar dan Gilang baru saja tiba di kediaman Hadinata, ke duanya kembali terlelap setelah habis makan siang tadi, jadi membuat ke duanya pun harus bangun malam hari bukan lagi sore, Mom Sinta dan daddy Reza menyambut kedatangan menantu kesayangan mereka.


Mom Sinta sampai menjewer telinga sang putra karena sudah membawa menantu kesayangannya telat ke rumah.


Mom Sinta sudah menyiapkan makan malam untuk menyambut ke dua pasangan pengantin baru itu.


"Sayang kita langsung ke meja makan saja ya" ucap mom Sinta


"Iya mom" jawab Gilang dan Ambar bersama


Mom Sinta mengajak Ambar ke ruang makan sedangkan ke dua anak dan daddy di tinggalkan oleh ke dua wanita itu.


"Gimana boy,, kau sudah membobol gawang belum" tanya dad Reza kepo pada sang putra


"Udah dong dad, tadi pagi daddy mau tau berapa ronde" tanya Gilang menarik turunkan alisnya


"Berapa boy" tanya dad Reza penasaran


"Empat ronde dad, hebat kan aku" ucap Gilang mengangkat ke empat jarinya, membuat Reza sang daddy menggeleng kepala.


"Kau hebat boy, daddy saja dulu cuma dua ronde" ucap Reza mengingat malam pertama nya bersama sang istri.


"Iya dong dad" ucap Gilang dengan bangga


"Kalian bisik-bisik apa si, dad" tanya mom Sinta melihat suami dan putranya sedang bisik-bisikan


"Masalah pria mom" ucap Gilang mendapat anggukan dari Reza


Gilang dan Reza duduk di meja makan, Gilang berdekatan dengan sang istri, Ambar mengambil makan malam untuk Gilang, begitu pun dengan Mom Sinta megambil makanan untuk sang suami, mereka pun makan dengan tenang.


Next...


Like, Komen sama Vote ya....

__ADS_1


Terimakasih...


Guys, tinggal beberapa jam lagi kita akan menyambut tahun baru,, semoga semuanya selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT🤲🙏😊


__ADS_2