
Tak terasa usia kandungan Ambar kini sudah memasuki usia dua bulan dan Gilang selalu memenuhi keinginan sang istri dan ke dua anaknya, seperti saat ini Gilang harus membatalkan meeting penting bersama beberapa klien dari bali hanya untuk memenuhi keinginan sang istri tercinta.
Dengan di temani Arman sekretarisnya, Gilang saat ini sedang berada di bogor untuk memetik buah yang di inginkan sang istri langsung dari pohonnya.
Gilang dan Arman saat ini sedang memetik buah salak dengan di temani sang pemilik kebun, Gilang dan Arman memakai sepatu kebun dan sarung tangan agar tidak terkena duri-duri salak.
"Pak ini kalau di potong gak bakalan jatuh buahnya" tanya Gilang.
"Harus di pegang gini pak Gilang, biar buah salak nya gak jatuh dari okih nya" ucap pak Harun pemilik kebun salak.
"Gitu ya pak" ucap Gilang dan mulai memotong okih buah salak nya.
Gilang memotong beberapa okih buah salak dan menaruhnya di keranjang yang di buat dari rotan, Gilang tidak memetik buah salak nya karena itu nanti terpisah dari okih nya.
Setelah selesai memotong beberapa okih buah salak, Gilang ada Arman kembali ke tenda yang sudah di siapkan di kebun itu.
Drett.. Drett...
Suara getaran ponsel milik Gilang menandakan ada panggilan masuk, Gilang meraih ponselnya dan melihat sang istri yang menelponnya.
"Iya sayang" ucap Gilang setelah telpon tersambung.
__ADS_1
"Sayang kok lama banget si, kan perginya dari pagi" ucap Ambar dari seberang telpon.
"Iya sayang ini aku sama Arman udah mau pulang kok" ucap Gilang.
"Ya udah hati-hati ya" ucap Ambar.
"Iya sayang" jawab Gilang dan langsung mengakhiri panggilan telponnya.
Gilang dan Arman bersiap untuk kembali ke jakarta karena Ambar sang istri sudah tidak sabar lagi menunggu.
✴✴✴✴
"Dad, mom, besok kalian hadir kan di acara perpisahan sekolah" tanya Brian saat ini duduk di ruang TV bersama ke dau orang tuanya.
"Kapan kamu berangkat ke inggris" tanya Nisa.
"Dua minggu lagi mom" jawab Brian.
"Mommy pasti akan sangat merindukan kamu sayang" ucap Nisa putranya waktu kecil sering membuat onar kini sudah tumbuh menjadi pria dewasa dan tampan seperti sang daddy.
"Mommy jangan sedih, kan kalau libur aku akan pulang liat mommy, daddy, kaka dan semuanya" ucap Brian.
__ADS_1
"Termaksud Sheila" ucap Nisa menggoda sang putra.
"Iya mom" ucap Brian.
"Ya udah mom, dad aku ke kamar dulu mau kabarin Marvel untuk besok" ucap Brian.
"Iya sayang" ucap Nisa, dan Nicko hanya mengangguk.
Nicko melihat sang istri yang menatap putra mereka yang berlalu pergi menuju kamarnya, Nicko tau betul kalau saat ini istrinya sedang sedih karena sebentar lagi putra mereka akan meninggal kan indonesia untuk melanjutkan studi di negara inggris.
"Udah gak usah sedih, nanti kalau kangen kita kan bisa pergi ke sana liat adek" ucap Nicko mendekati sang istri.
"Aku hanya kuatir mas, dia sendiri di sana" ucap Nisa.
"Adek kan udah besar sayang, mas yakin dia bisa jaga diri di sana, dia adalah pria hebat seperti daddy nya ini" ucap Nicko.
"Ihh mas ini, di bilangin" ucap Nisa kesal.
Nicko terkekeh melihat wajah kesal istrinya, dan hal itu membuat Nicko mencuri ciuman dari sang istri.
Next....
__ADS_1
Like, Komen sama Vote ya....