Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 58. Rendi Melamar Vita


__ADS_3

Sudah seminggu Gilang dan Ambar berada di Jerman, dan saatnya sekarang ke duanya kembali ke indonesia, saat ini Ambar sedang menyiapkan brang-barang yang akang mereka bawa pulang.


Kebetulan pesawat yang akan mereka naikin akan berangkat jam 8 malam dan sekarang baru jam 2 siang, Gilang dan Ambar masi punya waktu untuk istirahat sejenak, tapi bukan istirahat kalau bersama Gilang yang terjadi hanya olahraga.


"Sayang udah selesai" tanya Gilang mendekati sang istri


"Udah sayang" jawab Ambar


Saat ini ke duanya sedang berada di dalam kamar, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, Ambar berjalan mendekati pintu dan membukanya.


Ambar melihat seorang pelayan datang membawakan buah yang di minta oleh Gilang tadi, buah Anggur dan juga per, setelah itu pelayan kembali turun ke lantai bawa.


"Sayang ini buah nya" ucap Ambar, Gilang mendekat dan mengambil buah yang ada di tangan sang istri.


Gilang mengajak Ambar duduk di sofa yang ada di balkon kamarnya dan meletakan buahnya di atas meja di depan mereka, Gilang mengambil buah anggur dan menyuapi sang istri.

__ADS_1


"Sayang buah bagus loh untuk kesehatan" ucap Gilang


"Apa lagi buat pengantin baru seperti kita" ucap Gilang lagi


Ambar hanya tersenyum mendengar perkataan sang suami, Ambar tau betul apa maksud sang suami, terlihat ke dua pasangan baru itu bercanda dengan bahagia.


✴✴✴✴


Rendi baru saja habis melamar Vita sang kekasih, ke dua pasangan itu memantapkan untuk ke jenjang yang lebih serius, Rendi juga sudah mengenalkan Vita ke pada ke dua orang tuanya.


"Sayang makasih ya" ucap Rendi


"Karena kamu udah mau menerima lamaran aku" ucap Rendi


Vita tersenyum lalu memeluk Rendi dengan erat, Rendi membalas pelukan Vita dengan mengelus sayang kepala wanita yang baru saja ia lamar itu.

__ADS_1


Saat ini Vita dan Rendi sedang berada di restoran bintang lima, setelah melepas pelukan, Rendi menuntun Vita untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan, terlihat sudah banyak menu yang ada di atas meja tertata dengan sangat rapi, dan jangan lupakan lilin yang membuat suasana bertambah romantis.


Senyum tidak pernah lentur dari bibir menggoda Vita, membuat Rendi tak henti-hentinya menatap wanita yang ada di depannya itu.


Rendi dan Vita mulai makan malam mereka, Sese kali Rendi menyuapi Vita dan biarpun sudah mengenal cukup lama tetap saja Vita masi merasakan degdegan kalau sedang seperti ini dengan sang kekasih.


Selesai menghabiskan makan malam romantis mereka, Rendi mengajak Vita untuk berdansa dan Vita dengan senang hati menerima itu.


"I Love You" ucap Rendi di sela-sela mereka berdansa


"I Love You Too" jawab Vita menatap ke dua mata pria yang ada di dekatnya.


Dengan pelan wajah Rendi mulai mendekat ke arah Vita semakin dekat sampai bibir ke duanya bertemu, Vita memejamkan ke dua matanya menikmati ciuman yang di berikan oleh Rendi, sesekali Vita membalas ciuman Rendi, Rendi menahan tekuk wanitanya dan semakin memperdalam ciuman mereka.


Di rasa ke duanya sudah mulai kehabisan oksigen, Rendi melepaskan tautan bibir mereka dengan pelan, Vita membuka ke dua matanya dan melihat pria yang ada di depannya dengan wajah yang merona merah, membuat Rendi tersenyum gemes di buatnya, ini yang membuat Rendi cepat melamar Vita, takutnya dia khilaf kalau sedang berduaan, kalau udah Nikah kan udah halal, menurut pria itu.

__ADS_1


Next...


Like, Komen sama Vote ya...


__ADS_2