
Keesokan Harinya....
Ambar saat ini sudah siap dengan koper miliknya, Ambar berpamitan pada ke dua orang tuanya dan juga eyang nya.
"Dad, mom, aku berangkat ya" ucap Ambar bergantian memeluk ke duanya.
"Iya sayang kamu hati-hati ya" ucap Nisa mencium sang putri.
"Iya mommy" jawab Ambar.
"Kabarin daddy kalau udah sampai ya sayang" ucap Nicko memeluk putrinya.
"Iya dad, aku akan kabarin kalian kalau udah sampai" ucap Ambar.
"Eyang Ambar berangkat ya" ucap Ambar mencium punggung tangan yang eyang nya dan juga mencium seluruh wajah eyang Tika.
"Iya, sayang kamu cepat pulang ya" ucap eyang Tika.
"Pasti eyang" jawab Ambar.
Ambar kemudian menarik kopernya keluar karena sudah ada pak sopir yang menunggu di halaman. Sopir itu menaruh koper milik Ambar di bagasi mobil dan mobil pun keluar dari halaman besar itu. Ambar dan Dila akan bertemu di bandara, karena waktu penerbangan mereka 1 jam lagi.
Mobil yang di naikin oleh Ambar memasuki parkiran Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pak sopir membukakan pintu untuk anak majikannya dan juga menurunkan koper milik Ambar.
Ambar melihat sekertaris nya sudah menunggunya di sana, Ambar pun menarik kopernya dan melangkah mendekati Dila ke duanya pun langsung masuk ke dalam bandara untuk menunggu waktu keberangkatan.
Setelah menunggu hampir sejam, akhirnya ke duanya mendengar pengumuman bahwa Pesawat menuju Berlin akan segera berangkat. Ambar dan Dila masuk ke dalam pesawat klas bisnis, ke duanya duduk di kursi berdekatan, sambil mengobrol sampai pesawat meninggalkan Bandara.
๐ธ๐ธ๐ธ
Pria tampan yang masi mengenakan seragam SMA kini memikirkan motor sport miliknya di halaman Sekolah SMP Nusa Bangsa. Pria itu adalah Brian, Brian datang ingin menjemput sang pujaan hati.
Dari kejauhan, Brian melihat gadis kecilnya sedang berjalan menuju ke arahnya dengan senyum manis yang selalu gadis itu berikan padanya.
"Kak, udah nunggu lama?" tanya gadis itu yang berseragam SMP.
"Belum ko, kaka baru aja sampai" ucap Brian mengacak rambut gadis kecilnya.
"Langsung pergi sekarang" tanya Brian yang mendapat anggukan lucu dari gadisnya itu.
__ADS_1
Brian ingin mengajak sang pujaan hati nya ke suatu tempat, ia ingin menghabiskan banyak waktu bersama dengan gadis kecilnya itu. Sebelum Brian pergi melanjutkan studinya ke Inggris, karena tinggal 3 bulan lagi ia akan melaksanakan ujian kelulusan jadi Brian pergunakan waktunya bersama sang pujaan hati.
Bria memakaikan helem untuk sang pujaan hati, lalu Brian menghidupkan motornya dan keduanya pun meninggalkan halaman sekolah itu.
"Peluk ya nanti jatuh" ucap Brian tersenyum.
"Siap kak" jawab Sheila.
Sheila memeluk erat perut kotak-kotak Brian yang tertutup oleh jaket kulit milik pria itu, Brian menggenggam tangan gadisnya itu yang memeluk erat perutnya.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam, ke dua pasangan itu tiba di sebuah danau yang terdapat Vila kecil di tenga-tenga nya. Sheila turun dari atas motor dan melepas helem nya.
Brian juga melepas helem miliknya dan menarik lembut tangan gadisnya itu berjalan di atas jembatan kecil menuju Vila yang berada di tenga-tenga danau, Brian membukakan pintu untuknya dan Sheila. Dari dalam situ Sheila bisa melihat sebuah pemandangan yang begitu indah, terdapat sebuah air terjun yang berada di depan Vila kecil itu membuat Sheila menatap kagum.
"Kamu suka" tanya Brian yang berdiri di samping gadisnya.
"Suka banget kak" jawab Sheila tampa mengalihkan matanya dari pemandangan di depannya.
"Kita ambil foto yuk" ajak Brian.
"Ayok kak" jawab Sheila.
Puas berfoto, ke duanya bermain air danau yang bisa di jangkau dengan telapak tangan, Sheila dengan usil menyiramkan percikan air untuk Brian, membuat pria tampan itu mengejar gadisnya itu sampai dapat.
"Nakal ya" ucap Brian.
"Gak kak, ampun kak" ucap Sheila karena di klitik oleh Brian.
Brian berhenti me klitik Sheila, Brian memandang wajah cantik gadis kecilnya itu, kemudian Brian mencium kening Sheila cukup lama dan melepaskannya. Brian menatap Sheila, lalu memeluknya dengan erat. Brian cuma bisa mencium kening nya saja.
"Kak, sayang banget sama kamu" ucap Brian di sela-sela pelukan mereka.
"Aku juga sayang sama kaka" jawab Sheila.
Brian melepaskan pelukan mereka lalu mengajak Sheila masuk ke dalam, di sana sudah terdapat menu makanan siang untuk mereka berdua.
Brian menarik kursi untuk gadisnya lalu untuk dirinya, ke duanya makan dengan suasana yang asik dengan pemandangan yang sangat indah sesekali Brian menyuapi gadisnya itu.
๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Berlin Jerman.....
Setelah menempuh perjalanan selama 18 jam, Pesawat yang di naikin oleh Ambar dan Dila akhirnya tiba di Bandara Internasional Flughafen Berlin.
Ambar melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukan pukul 4 pagi, ke duanya melangkah keluar dan di sana sudah ada sopir yang di tugaskan Nicko untuk menjemput sang putri.
"Nona Ambar ya?" tanya Pria paru baya.
"Iya benar pak" jawab Ambar.
"Kenalkan saya Thomas, saya di perintahkan bos Nicko untuk menjemput Nona Ambar" ucap Thomas.
Dan ponsel milik Ambar bergetar pertanda pesan masuk dari daddy nya, mengatakan kalau Thomas adalah sopir yang akan menjemput mereka, yang akan mengantar mereka ke apartemen yang sudah di siapkan oleh daddy nya.
Thomas memasukan dua koper milik Ambar dan Dila ke dalam bagasi mobil, mobil itu pun keluar meninggalkan halaman bandara yang sangat luas itu, dari balik kaca Ambar melihat indahnya kota Berlin, gedung-gedung yang menjulang tinggi, lampu-lampu yang begitu indah.
30 menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Thomas tiba di parkiran apartemen yang begitu mewah.
"Kita sudah sampai Nona" ucap Thomas.
Ambar dan Dila turun dari dalam mobil, dengan Thomas yang mengambil dua koper milik mereka dari dalam bagasi.
"Ini kartu akses pintu apartemen kalian Nona, berada di lantai 8" ucap Thomas menyerahkan kartu itu.
"Terimakasih" ucap Ambar.
"Sama-sama Nona, kalau begitu saya ijin pamit dulu" ucap Thomas menunduk hormat.
Ambar dan Dila menarik koper mereka lalu masuk ke dalam lift, Ambar menekan angka nomor 8.
Ting....
Pintu lift terbuka dan keduanya melangkah keluar menuju pintu apartemen mereka, Ambar menggesekkan kartu akses dan pintu pun terbuka, Ambar dan Dila melihat seisi apartemen itu yang sangat mewah seperti hotel bintang lima.
Terdapat dua kamar di dalam situ, ke dua gadis itu masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan, Ambar memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu lalu mengistirahatkan tubuhnya, karena waktu masi menunjukan pukul 5 pagi.
Next....
Hay guys, seperti permintaan kalian aku up kata-katanya agak lebih panjang, jangan lupa Like, Komen sama Vote dan Bintang 5 ya. Terimakasih๐๐๐
__ADS_1