Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 16. Lembur


__ADS_3

Seperti janjinya tempo hari pada Gilang, Jovian kini mengerahkan dua detektif untuk untuk mencari keberadaan Ambar, yang tak lain adalah teman masa kecil dari sahabatnya.


"Loh, tenang aja, gue udah mengerahkan detektif buat cari gadis itu" ucap Jovian.


"Makasih bro" ucap Bilang saat ini keduanya sedang nongkrong di kafe, hanya untuk menghilangkan Bilang.


"Gimana proyek pembangunan resort di bali" tanya Jovian.


"Udah berjalan lancar, tinggal nunggu gue sama Ambar survei lokasi" jawab Gilang yang mendapat anggukan kecil dari Jovian.


Ddreett...


Drett..


Ponsel milik Jovian bergetar pertanda panggilan masuk. Jo tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponsel miliknya.


"Iya sayang" ucap Jo setelah sambungan telpon terhubung.


"Kamu jadi jemput aku gak si" ucap seorang gadis manja dari seberang telpon.


"Kamu udah selesai pemotretan" bukanya menjawab pertanyaan gadisnya, Jovian malahan balik bertanya.


"Udah" jawab Maura manja membuat Jo terkekeh di seberang sana mendengar suara manja gadisnya.


"Ya udah, kaka ke sana sekarang" ucap Jo akhirnya.


"Iya aku tunggu" ucap Maura dan panggilan telpon pun terputus.


"Siapa, pacar baru?" tanya Gilang.


"Yoi bro" ucap Jovian.


"Yau udah, gue cabut dulu bro nanti gadis gue ngambek lagi nunggu lama" ucap Jovian.


Ck, decak Gilang melihat tingkah akut kebucinan sahabatnya itu.


Selepas kepergian Jovian, Gilang kembali memikirkan tentang keberadaan gadis kecilnya itu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Semenjak mendengar semua penjelasan dari Jovian, kini keduanya jadi semakin dekat, seperti sekarang ini Jovian baru saja tiba di depan gedung tempat gadisnya itu melakukan pemotretan.


Maura yang melihat Jovian keluar dari dalam mobilnya tersenyum manis, ia benar-benar gak nyangka bakalan bersama dengan laki-laki yang ia cintai sedari kecil itu.


"Sayang..." panggil Jovian dan langsung memeluk pinggang ramping itu dan Maura membalas pelukan Jovian.


Jovian membukakan pintu untuk gadisnya, lalu ia masuk dan duduk di kursi kemudi. Jo melihat gadisnya yang duduk di dekatnya.

__ADS_1


"Sayang, kita kemana dulu ni" tanya Jo.


"Cari makan dulu aja ya, baru jam 7 juga" ucap Maura.


"Oke, cantik" ucap Jo mencium punggung tangan Maura sebelum menjalankan mobilnya.


"Sayang..." panggil Jo.


"Hheeemm.." jawab Maura.


"Kamu belum mutusin pria itu" ucap Jo dengan nada tidak suka.


Maura mengerti kekasihnya itu sedang cemburu, dan Maura hanya menggeleng kepala melihatnya.


Tak lama kemudian, mobil milik Jo berhenti di salah satu restoran mewah di jalan xx, Maura yang akan bersiap-siap hendak turun, langsung di cegah oleh Jovian.


"Sayang tunggu" ucap Jovian menahan tangan gadis itu.


"Kenapa sayang" tanya Maura.


Jovian menunjuk ke arah mobil yang berada di sebelah mereka, terlihat seorang pria membukakan pintu untuk seorang gadis, Maura memandang tak percaya.


"Itu bukanya Bagas ya" ucap Maura.


"Tapi dia lagi sama siapa" ucap Maura lagi masi melihat ke arah mobil sebelah yang kacanya tidak tertutup rapat.


"Dasar cowok brengsek" umpat Maura.


"Kamu cemburu?" tanya Jovian.


"Gak, aku gak cemburu kan aku udah punya kaka" ucap Maura mencium pipi sebelah Jovian.


"Kamu udah mulai nakal ya" ucap Jo mengusap kepala gadisnya.


"Ih, jangan nanti rambut aku berantakan" ucap Maura manja.


"Jadi makan di sini gak" tanya Jovian.


"Udah gak mood, cari tempat lain aja" ucap Maura.


"Ok, nyonya Jovian Wiratmaja" ucap Jovian.


Jovian kembali menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran restoran mewah itu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Ambar baru saja keluar dari dalam lift yang membawanya menuju lantai dasar, gadis itu melihat jam yang ada di pergelangan tangan mungilnya sudah menunjukan pukul 7 lewat, hari sudah gelap tapi ia baru saja keluar dari kantor. Karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan, sampai membuat gadis itu lembur.

__ADS_1


Suasana kantor sudah terlihat sepi hanya pak satpam yang berjaga-jaga di sekitar kantor.


"Bu Ambar baru pulang ya" sapa pak satpam.


"Iya pak, ada pekerjaan yang harus di selesaikan" jawab Ambar.


"Kalau begitu saya pulang dulu pak" ucap Ambar.


"Iya Bu, hati-hati Bu" ucap pak satpam.


Ambar masuk ke dalam mobilnya, kemudian menjalankan mobilnya keluar dari area kantor, di tenga-tenga perjalanan gadis itu melihat seseorang yang sangat ia kenal.


Ambar menepikan mobilnya dan mengamati orang yang ia lihat itu.


"Itu bukanya si Bagas ya, ngapain dia sama cewek lain di sini, pake baju kurang bahan lagi" ucap Ambar dalam hati


Ambar melihat pria yang bernama Bagas itu masuk ke salah satu tempat sambil merangkul wanita, ia harus secepatnya memberi tau Maura jangan sampai saudaranya itu sakit hati nanti.


Ambar kembali menjalankan mobilnya, menuju rumah, karena terlihat rintik-rintik yang membasahi kaca mobil sepertinya akan turun hujan.


Mobil yang di kendarai oleh Ambar memasuki pintu gerbang itu, ia melihat ada mobil adik sepupunya yang terparkir di halaman depan, Ambar keluar dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam.


"Sayang ko baru pulang" ucap Nisa melihat anak gadisnya yang baru masuk.


"Iya mom, ada berkas yang haru aku kerjakan" jawab Ambar mencium punggung tangan Nisa dan beralih pada daddy nya.


"Mas, kau memberi banyak pekerjaan untuk putriku" tanya Nisa mendekati suaminya.


"No sayang, itu sudah menjadi kerjaan putriku" ucap Nicko membelah diri, karena kalau tidak sudah pasti dia tidak akan mendapat jatah malam ini.


Ambar pamit pada ke dua orang tuanya, untuk membersihkan diri, karena badannya sudah terasa lengket. Setelah tiba di lantai atas Ambar mendengar suara tawa ke dua adiknya itu, Ambar memilih masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Gilang baru saja tiba di rumah, setelah berpisah dengan Jovian di kafe tadi, Ia pergi ke taman dekat jalan raya itu. Ia duduk di bangku yang pernah mereka duduki dulu, ia sangat berharap gadisnya itu menunggunya di sana, tapi setelah menunggu selama 1 jam lebih tak ada siapa-siapa di sana. Sampai rintik hujan mulai turun dan Gilang memutuskan pulang ke rumah, karena malam sudah semakin larut.


Gilang masuk ke dalam, tapi tidak menemukan mommy dan daddy nya di ruang TV, suasana rumah terasa sunyi.


"Mommy sama daddy kemana ya, ko sepi" ucap Gilang dalam hati.


Gilang mencari di semua ruangan tapi tak menemukan keberadaan ke dua orang tuanya, sampai terdengar suara pintu kamar ke dua orang tuanya terbuka.


"Boy, kau baru pulang" tanya Reza dengan bertelanjang dada sambil membawa gelas kosong.


"Yes, dad" jawab Gilang, ia hanya bisa menggeleng kepala melihat penampilan daddy nya itu, ia bukan lagi anak kecil yang tidak mengerti apa yang di lakukan ke dua orang tuanya itu.


Next....

__ADS_1


Hay guys, jangan Lupa, Like, Komen sama Vote ya. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2