
Gilang melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore Gilang membereskan berkas-berkas yang ada di atas meja, pria tampan itu tidak sabar pengen cepat-cepat pulang bertemu dengan sang istri.
Gilang keluar dari ruangannya dan melihat Arman yang juga sedang bersiap-siap pulang, Gilang menyapa sekretarisnya itu lalu melangkah masuk ke dalam lift.
Tingg...
Pintu lift terbuka, Gilang melangkah keluar lalu masuk ke dalam mobilnya, banyak karyawan wanita yang menatap Gilang dengan kagum tapi Gilang mengabaikannya, karena ia sudah memiliki istri yang cantik di rumah.
Di pertengahan jalan, Gilang melihat tokoh bunga, Gilang memikirkan mobilnya ia akan membeli bunga kesukaan sang istri, romantis setelah menikah kan lebih bagus.
"Ada yang bisa saya bantu mas" sapa pegawai tokoh bunga
"Saya mau cari bunga.. Itu" ucap Gilang melihat bunga kesukaan istri
"Saya ambilkan dulu ya mas" ucap pegawai tokoh
"Tolong di tata dengan rapi yah" ucap Gilang
__ADS_1
"Baik mas, tunggu sebentar ya" ucap pegawai tokoh
Setelah menunggu selama hampir 19 menit akhirnya bunga yang di minta oleh Gilang sudah siap, Gilang membayar bunganya lalu keluar dari tokoh bunga itu.
Gilang masuk ke dalam mobil, dan meletakan buket bunganya di kursi samping yang kosong, lalu ia kembali menjalankan mobilnya pulang ke rumah.
Mobil Gilang memasuki halaman rumah mewah itu, Gilang turun dari mobil dan tidak lupa membawa buket bunga yang ia beli khusus untuk sang istri tercinta.
Gilang memasuki kediaman rumahnya dan seorang art menyapa Gilang dengan sopan, tapi Gilang tidak menemukan sang istri.
Gilang menaiki anak tangan menuju lantai atas di mana kamar mereka berada.
Gilang melihat sang istri baru keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang ada pada tubuh Ambar, Gilang mendekati sang istri.
"Sayang, bunga buat kamu" ucap Gilang mencium kening sang istri
"Bunganya bangus banget, makasih ya" ucap Ambar tersenyum bahagia
__ADS_1
"Tapi gak gratis ya" ucap Gilang tersenyum penuh arti, dan Ambar tau apa arti senyum suaminya itu.
Gilang melepaskan jas dan juga dasi nya terasa mencekik lehernya, apa lagi setelah ia mencium wangi sabun yang ada di tubuh sang istri membuat pria tampan itu mere mang.
Ambar yang hendak melangkah menuju lemari, langsung di cegah oleh sang suami. Gilang memeluk sang istri dari belakang dan mencium punggung yang sedikit terbuka itu, Gilang membalikkan tubuh sang istri menghadap padanya dan dengan cepat Gilang menyambar bibir yang sudah menjadi kesukaan baginya.
Ke duanya berciuman cukup lama, Ambar juga tidak bisa menolak permintaan sang suami ia takut dosa, Gilang menuntun Ambar menuju ranjang mereka dan membaringkan sang istri dengan lembut, di selah ciuman mereka tangan Gilang melepas tali handuk kimono yang tadi Ambar ikat dari kamar mandi dan adegan panas ke duanya pun terjadi di sore hari itu.
Pukul 6 sore ke duanya baru selesai dengan adegan ranjang mereka, Ambar terpaksa harus mandi untuk ke dua kalinya karena ulah sang suami.
"Sayang mandi bareng ya" ucap Gilang yang masi berbaring di ranjang dengan tubuh yang polos di tutupi selimut.
"Gak, aku mandi duluan nanti gak jadi mandi kalau sama kamu" ucap Ambar memakai kembali handuk kimono nya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Gilang terkekeh melihat wajah kesal istrinya, ia mengatakan tadi pada Ambar hanya satu kali saja tapi nyatanya Gilang gak bisa berhenti dan meminta lagi dan lagi.
Next...
__ADS_1
Like, Komen sama Vote ya...
Terimakasih😊🙏🙏