
Hari ini adalah keberangkatan Brian ke inggris untuk melanjutkan studi tentunya, seperti permintaannya pada sang daddy dan mommy nya bahwa ia akan menimbah ilmu di negara orang.
Ambar memeluk adiknya dengan erat, Ambar tak menyangka bocah kecil yang dulunya sering membuat onar kini telah tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan seperti sang daddy.
"Kamu baik-baik di sana ya, kasi kabar ke kaka terus" ucap Ambar
"Iya kaka aku akan jaga diri di sana" ucap Brian melepas pelukan mereka
"Kak, jagain kaka Ambar ya, dan juga ke dua calon keponakan aku, aku pastiin mereka akan sama nakalnya nanti seperti aku dan Marvel waktu kecil dulu" ucap Brian tersenyum melihat wajah kesal sang kaka
"Iya kamu tenang aja Brian, baik-baik ya di sana cepat selesain kuliahnya dan cepat kembali" ucap Gilang memeluk adik iparnya
Brian juga tidak lupa memeluk eyang Tika dan Eyang Tania juga kakek Erlangga, semuanya sedih harus melihat Brian berangkat ke inggris.
Setelah itu Nicko pamit pada semua yang ada di situ, cuma Nicko dan Nisa yang mengantar putra mereka ke bandara di sana juga sudah ada Marvel yang menunggu.
Sheila tidak mengantar Brian karena semalam mereka sudah bertemu cukup lama, Sheila mengatakan tak sanggup harus melihat sang kekasih pergi untuk sementara, begitu pun dengan Brian ia tak tega melihat wajah sedih gadis kecilnya yang akan melihat kepergiannya.
"Sayang udah jangan sedih, kan adek cuma pergi menimbah ilmu di sana" ucap Nicko melihat istrinya yang tak henti-hentinya memeluk putra mereka.
"Iya myy, jangan sedih aku janji akan cepat menyelesaikan kuliahku di sana, dan cepat kembali untuk melamar gadis kecilku" ucap Brian yang membuat Nisa dan Nicko tersenyum di buatnya
__ADS_1
"Ngebet banget pengen nikah" ucap Nicko
"Iya dong dad" ucap Brian
Tak lama kemudian mobil yang mengantar Brian memasuki area parkiran bandara, terlihat di sana sudah ada Marvel yang sedang menunggu Brian sang sohib.
"Marvel kamu nunggu lama ya sayang" ucap Nisa setelah turun dari mobil
"Gak kok aunty aku juga baru sampai" ucap Marvel menyalami ke dua orang tua itu
"Kapan kamu berangkat ke jerman" tanya Brian
Marvel memili melanjutkan studi di jerman, berbeda dengan sang kaka yang dulunya menimbah ilmu di indonesia saja bersama dengan Ambar, cukup lama mereka berbincang-bincang sampai terdengar pengumuman kalau pesawat tujuan Indonesia-Inggris akan secerah tek off.
Nisa dan Nicko memeluk putra mereka cukup lama, bahkan Nisa menitikkan air mata melepas sang putra, Nicko menenangkan sang istri.
Bergantian dengan Marvel yang memeluk sohibnya, tak terasa bersama terus dari bocil sampai SMA dan kini menimbah ilmu di negara berbeda.
"Kabarin kalau udah sampai ya" ucap Marvel melepas pelukan mereka
"Iya.." jawab Brian
__ADS_1
Nicko, Nisa dan Marvel melihat punggung Brian yang semakin menjauh dan menghilang dari pintu keberangkatan, Nisa terus terisak karena harus berpisah dengan sang putra.
"Udah kalau kita kangen nanti kita ke inggris" ucap Nicko yang juga merasakan sedih harus berpisah dengan sang putra
"Iya mas" jawab Nisa menyeka air matanya
"Ayo kita pulang" ajak Nicko
"Vel, kamu langsung pulang juga" tanya Nicko
"Iya uncle, aku juga langsung pulang" ucap Marvel
"Kamu hati-hati ya nak" ucap Nisa
"Iya aunty, kalau gitu Marvel duluan ya" ucap Marvel, yang mendapat anggukan kepala dari Nisa dan Nicko
Nisa dan Nicko juga kembali pulang ke rumah, karena di sana semua masi menunggu mereka.
Next...
Tinggalkan Like, Komen sama Vote ya Guys.
__ADS_1