Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 24. Kejutan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, Ambar baru saja bangun dari tidur, gadis itu melihat ke luar pintu kaca menuju balkon dan suasana sudah mulai gelap, Ambar beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Tokk...


Tokk...


Ambar mendengar pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang, gadis itu keluar dari kamar mandi dan membukakan pintu kamarnya.


Gilang berdiri di ambang pintu dengan senyum manisnya.


"Baru bangun ya" tanya Gilang melihat wajah gadisnya


"Iya, aku tidurnya nyenyak banget" ucap Ambar


"Kamu siap-siap ya, kita cari makan di luar" ucap Gilang yang mendapat anggukan dari gadisnya


"Jangan lupa dandan yang cantik" ucap Gilang sebelum berbalik dan masuk ke dalam kamarnya


Ke dua pipi Ambar memerah mendengar perkataan dari pria itu, bahkan jantung gadis itu berdetak tak karuan.


"Jantung gue kenapa sih, kok gak bisa diam gini" ucap Ambar dalam hatinya


Ambar kembali menutup pintu kamarnya, dan melihat-lihat baju yang ada di dalam koper miliknya, untuk saja ia memasukan tiga gaun ke dalam kopernya itu. Pandangan Ambar jatuh pada gaun selutut yang berwarna maroon, warna yang cocok dengan kulitnya yang putih bersih.


Ambar masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, 25 menit kemudian Ambar sudah selesai dengan ritual mandinya, gadis itu keluar dari kamar mandi, mengeringkan seluruh badannya dan mengenakan gaun itu, Ambar melihat pantulan dirinya di kaca meja rias, belum di poles aja sudah terlihat cantik apa lagi kalau udah di makeup .


Ambar mengambil peralatan makeup nya dari dalam tas kecil yang ia bawa, Ambar memakai softlens yang berwarna gelap, membuat ke dua matanya terlihat indah, tak lupa juga Ambar memakai maskara, setelah selesai memoles wajahnya Ambar kembali melihat penampilan nya yang terlihat cantik itu, terakhir Ambar memoles bibirnya dengan lip tin yang beraroma lemon.


Ambar kembali melihat penampilannya dari balik kaca meja rias, SEMPURNA satu kata yang cocok untuk penampilan Ambar malam ini, gadis itu kemudian memakai hills yang memiliki tinggi 3 cm itu, setelah siap Ambar mengambil tas miliknya dan berjalan keluar kamar.


Di ruang tenga Vila, Gilang sudah siap dengan setelan jas rapi, entah memang berjodoh atau hanya sebuah kebetulan dasi yang di kenakan oleh Gilang senada dengan gaun yang di pakai oleh gadisnya.


Ccllekk...


Gilang berbalik mendengar suara pintu kamar gadisnya di buka, dan di depan sana gadisnya terlihat begitu cantik bak bidadari, Gilang terdiam cukup lama melihat pada gadisnya itu, sampai suara lembut gadisnya membuyarkan lamunan Gilang.


"Eh,, maaf.." ucap Gilang gugup karena tak mendengar gadisnya yang sedari tadi memanggilnya


"Kita pergi sekarang" tanya Gilang yang di anggukan oleh Ambar


Gilang mempersilahkan gadisnya melangkah di depan, sedangkan ke duanya kini sedang berusaha menenangkan debaran jantung yang lagi-lagi berdegup kencang.


Sesampainya di halaman Vila, Ambar tak sengaja kakinya menginjak batu kerikil kecil sehingga membuatnya hampir keseleo beruntung dengan cepat Gilang menahan pundak gadisnya itu sampa membuat ke duanya saling menatap cukup lama.


Ke duanya dengan cepat memisahkan diri saat ponsel milik Gilang berbunyi, pertanda panggilan masuk, Gilang mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan melihat nama sahabatnya yang tertera di layar ponsel.


"*Ada apa bro" tanya Gilang


"Loh udah di mana, ni semuanya udah siap" ucap Jo dari seberang sana


"Iya, ni gue uda mau otw kok" ucap Gilang dan langsung mematikan panggilan telponnya*.


Gilang melihat pada gadisnya, dan melihat ke arah kaki Ambar.


"Kamu gak papa" ucap Gilang


"Gak papa ko, tadi telpon dari siapa" tanya Ambar


"Dari sahabat aku, kita pergi sekarang yuk" ucap Gilang membukakan pintu untuk gadisnya.


Gilang memutari depan mobil dan masuk duduk di kursi kemudi, kemudian menjalankan mobilnya keluar dari halaman Vila yang mereka tempati itu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Sayang udah di mana mereka" tanya Maura pada Jo


"Udah otw sayang" ucap Jo


Saat ini Jovian dan Maura juga sudah rapi, dengan Jo mengenakan setelan jas, dan Maura yang mengenakan gaun yang sedikit ****.


"Sayang kita duduk di situ yuk, nanti bentar lagi mereka sampai" ucap Jo menarik tangan gadisnya menjauh dari kejutan yang mereka buat itu.


Semilir angin pantai kini bertiup tak terlalu kencang, membuat suasana bertambah romantis di sekitar situ.

__ADS_1


"sayang, malam ini kamu **** banget si" ucap Jo tiba-tiba


"Kenapa kaka gak suka ya, lebih Mili liat cewek-cewek **** di luar sana" ucap Maura kesal


"Gak gitu sayang, aku cuma gak suka ada pria lain yang liat tubuh **** kamu" ucap Jovian


"Kan di sini cuma ada kita kak, gak ada laki-laki lain" ucap Maura


Jovian pun mengalah untuk gadisnya itu, kalau gak nanti bisa berabe Jadinya, bisa-bisa dia gak dapat cium dari gadisnya itu, Jovian mengusap kepala gadisnya itu....


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Mobil yang di kendarai oleh Gilang berhenti di pinggir jalan yang dekat dengan pantai, Ambar melihat ke luar jendela dan melihat suasana yang sangat indah di sana.


Gilang turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk gadisnya, Ambar keluar dan saat itu juga rambutnya di terpa angin pantai.


Gilang menarik tangan gadisnya, berjalan meninggalkan mobil itu, Ambar terus melihat tangan Gilang yang menggenggam tangannya, Gilang berhenti di pinggir pantai yang sudah di dekor sebagus rupa dengan bunga-bunga yang indah lampu warna warni dan jangan lupakan satu meja dan dua kursi yang sudah berisi hidangan di sana, membuat suasana terkesan romantis.


Gilang menarik tangan gadisnya untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan dan Gilang juga ikut duduk, Gilang membuka nampang yang berisi menu-menu makan malam mereka.


Ambar masi terdiam mencerna ini semua, pandangan Ambar beralih pada menu yang berada di atas meja, sup kesukaannya.


"Ayo di makan, aku tau kamu tadi siang gak makan kan karena ke tiduran" ucap Gilang membuat gadis yang duduk di depannya mengangguk malu.


Gilang dan Ambar menikmati makan malam mereka dengan romantis, begitupun dengan du pasangan yang tak jauh dari meja mereka juga sedang makan malam bersama, sesekali pasangan itu saling suap-suapan.


Setelah selesai menghabiskan makan malam mereka, Gilang menatap gadis yang ada di depannya dengan intens, membuat Ambar yang di tatap menjadi salah tingkah dan melihat ke arah pantai.


Ambar kaget dengan sebuah tangan yang tiba-tiba menggenggam tangannya yang berada di atas meja. Ambar terus melihat tangan Gilang yang menggenggam tangannya itu.


"Ada yang mau aku katakan sama kamu" ucap Gilang membuat Ambar melihat ke arahnya


Ambar melihat ke arah pria yang terus menggenggam tangannya itu.


Semua ingatan tentang teman masa kecilnya muncul di pikiran gadis itu, membuat ia tak tahan membendung air matanya yang akan keluar dari pelupuk matanya.


"Ak..." ucapan Gilang terhenti karena Ambar menarik tangannya dari genggaman tangan Gilang dengan kasar, dan Ambar beranjak dari tempat duduk hendak pergi dari hadapan pria itu.


"Tolong lepasin saya hiks.." ucap Ambar sambil menangis


"Ini kaka.." ucap Gilang tepat di telinga gadisnya membuat Ambar berhenti memberontak


"Kaka sudah kembali" ucap Gilang lagi tampa melepas pelukan ya dari belakang


Ambar yang mendengar perkataan pria yang sedang memeluknya dengan erat itu, tiba-tiba menjadi lemas, apakah ini hanya mimpi atau dia hanya berhalusinasi saja.


"Kaka sangat merindukan gadis kecil kaka" ucap Gilang lagi


Tapi gadis yang dalam pelukan nya masi diam membisu, Gilang membalikkan tubuh gadisnya untuk menghadap ke hadapannya, Gilang melihat wajah sebab gadisnya, Gilang menghapus air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata Ambar.


Bukanya berhenti, air mata Ambar kembali mengalir dengan deras.


"Ini beneran kaka, kak Gilang sudah kembali" ucap Ambar di selah tangisan nya.


"Iya ini beneran kaka, maafin kaka yang udah ninggalin kamu cukup lama" ucap Gilang dan tak terasa air mata pria itu mengalir dari pipinya


Ambar mengusap pipi Gilang yang terdapat air mata, Gadis itu tersenyum senang dan tampa kata langsung memeluk pria itu dengan erat, dan Gilang pun membalas pelukan gadisnya dengan tak kalah eratnya.


"Ambar kangen banget sama kaka" ucap Ambar dalam pelukan Gilang


"Kaka juga sangat merindukan kamu" jawab Gilang.


Gilang melepaskan pelukan mereka, dan mengusap pipi gadisnya dengan lembut.


"I Love You gadis kecilku" ucap Gilang tepat di depan wajah gadisnya


Ambar terdiam cukup lama, kemudian tersenyum malu-malu.


"I Love You too" ucap Ambar dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Gilang, membuat Gilang jadi gemas di buatnya.


"Kangen banget ya sampai pengen meluk terus" ucap Gilang menggoda gadisnya


"Gak kok" ucap Ambar melepas pelukannya tapi dengan cepat Gilang memeluknya lagi

__ADS_1


Gilang melepaskan lagi pelukan mereka dan melihat wajah gadisnya itu, Gilang mencium kening gadisnya cukup lama, dan Ambar meresapi hangatnya bibir pria yang ia cintai itu.


Ekhemm...


"Udahan kali pelukannya" ucap Jovian mendekat dengan merangkul mesra pinggang gadisnya.


Ambar membuka ke dua matanya dan melihat ke asal suara, di sana Jovian sedang bersama Maura.


"Ra, kok kamu ada di sini" tanya Ambar bingung


"Iya bantuin pacar aku bikin kejutan buat kamu" ucap Maura


"Jadi Jo ini temanya kaka, waktu kuliah di jerman dulu, dari dia juga kaka bisa tau tentang gadisnya kaka ini" ucap Gilang membawa Ambar ke dalam dekapan nya.


"Kita duduk di sana yuk" ucap Jo mengajak semuanya duduk di sebuah meja yang terdapat empat kursi


Mereka berempat berjalan ke arah meja itu, Gilang merangkul pinggang gadisnya dengan posesif seolah-oleh gak mau lepas sedikit pun.


Mereka berempat mengobrol dan sesekali bercanda, membuat tawa ke empat pasangan itu terlihat sangat romantis.


Gilang melihat jam yang berada di pergelangan tangannya, sudah menunjukan pukul 9 malam, Gilang mengajak gadisnya untuk kembali ke Vila karena malam sudah semakin larut, Jo dan Maura pun juga kembali ke Vila.


Gilang membuka jasnya dan memakaikan pada gadisnya yang sedikit kedinginan itu, Gilang lagi-lagi memeluk pinggang gadisnya itu, tiba di depan mobil Gilang membukakan pintu untuk Ambar, sedangkan Jovian dan Maura juga sudah kembali ke mobil mereka.


Gilang memandang gadisnya yang duduk di sampingnya, Gilang menggenggam tangan gadisnya itu.


"Mau gak jadi pacar kaka" ucap Gilang tiba-tiba


"Bukanya tadi udah jadian ya" ucap Ambar dengan wajah polosnya membuat Gilang jadi gemes.


"Tadi kan baru nyata in perasaan belum nembak" ucap Gilang tersenyum geli, membuat ke dua pipi gadisnya bersemu merah bak kepiting rebus.


Ambar mengangguk sebagai jawaban, membuat Gilang kembali menggodanya


"Kok mengangguk sih, kaka mau kamu bilang" ucap Gilang


"Iya aku mau jadi pacar kaka" ucap Ambar malu-malu


Gilang mengusap kepala gadisnya dengan gemes, membuat gadis itu mengerucut bibirnya dengan lucu, membuat Gilang benar-benar ingin mencium gadisnya itu.


Gilang menjalankan mobilnya, sesekali pria itu melihat gadisnya yang menunduk malu itu, pria itu tak henti-hentinya tersenyum saking bahagianya.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Gilang tiba di halaman Vila yang mereka tempati, Gilang turun dari mobil dan membukakan pintu buat gadisnya.


Gilang dan Ambar melangkah masuk ke dalam Vila, sebelum masuk ke dalam kamarnya, Ambar melihat pria yang sudah berstatus pacarnya itu.


"Aku masuk ya kak" ucap Ambar


"Iya sayang, good night gadisku mimpi yang indah yah" ucap Gilang mendekati Ambar dan mencium kening Ambar


"Kaka juga ya mimpi yang indah" ucap Ambar, Setelah itu Ambar masuk ke dalam kamarnya, Gilang melihat punggung gadis nya yang menghilang dari balik pintu, kemudian Bilang juga ikut masuk ke dalam kamarnya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Di Vila sebelah, ke dua pasangan kekasih yang baru saja turun dari dalam mobil itu, sedang bergandengan tangan masuk ke dalam Vila.


"Sayang.." panggil Jo manja


"Kenapa hemm" ucap Maura memeluk sang kekasih


Jo memegang tekuk gadisnya dan menyatukan bibir mereka, Jo ******* bibir Maura dengan lembut, tapi menuntut, Jo menelusup kan lidah nya masuk ke dalam mulut gadisnya.


Maura melingkarkan ke dua tangan nya ke leher Jovian, dan keduanya berciuman dengan mesra, Jovian membawa Maura duduk di sofa ruang tamu dengan Maura yang duduk di atas pangkuannya.


Ke dua pasangan itu berciuman cukup lama sampai di rasa sudah mulai kehabisan oksigen, ke duanya melepaskan tautan bibir mereka, ciuman Jo beralih ke leher jenjang milik Muara dan kembali gali ke bibir gadis itu, Jovian dan Maura tidak pernah melakukan yang lebih dari sekedar ciuman saja, karena Jo akan melakukanya setelah mereka sudah menikah.


Sebelum Maura turun dari pangkuan Jo, gadis itu ******* bibir kekasihnya sebentar, lalu berpindah ke leher pria itu dan membuat tanda merah di sana, membuat Jo mengeluarkan *******, setelah itu Maura dengan cepat turun dari pangkuan Jo dan berlari ke dalam kamar, Maura lagi-lagi menggoda kekasihnya itu.


"Shitt..." umpat Jo kesal karena ulah kekasihnya itu.


Next...


Guys, setelah baca jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote sama hadiahnya buat author biar makin semangat up nya ya. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2