
Hari ini Gilang dan Ambar kembali bekerja seperti biasa, Gilang selalu mengantar jemput calon istrinya.
Seperti saat ini, ke duanya mampir di salah satu kafe yang ada di dekat kantor Wijaya Group untuk sekedar sarapan, ke duanya masuk ke dalam kafe itu dan melihat meja kosong, tapi pandangan ke dua calon pengantin itu tertuju pada satu meja.
Di sana Dila dan Arman sedang sarapan bersama, ter lihat ke dua pasangan itu sedang tertawa bahagia.
"Sayang kita duduk di situ aja ya" ucap Gilang
Ke duanya memesan Cappucino, selain itu tidak lagi karena Ambar sedang diet, tinggal menghitung minggu lagi ia akan menjadi pengantin.
Setelah menghabiskan Cappucino pesanan mereka, Gilang kembali mengantar gadisnya ke kantor, kali ini Gilang mengantar Ambar sampai ruangan gadis itu.
Ambar sudah melarang pria itu, tapi Gilang tetap lah Gilang tidak mau di bantah jadi mau tidak mau Ambar mengikuti kemauan calon suaminya itu.
Sesampainya di ruangan Ambar, gadis itu duduk di kursi kerjanya, dan Gilang duduk di meja kerja Ambar melihat wajah gadis itu yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"Sayang gak langsung ke kantor" tanya Ambar
Gilang melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.
"Sedikit lagi sayang, aku masi kangen sama kamu" ucap Gilang
"Tapi ini udah mau jam 8 loh" ucap Ambar
"Aku akan ke kantor tapi..." ucap Gilang menghentikan ucapannya, membuat Ambar menautkan ke dua alisnya.
Gilang menunjuk bibir nya, membuat Ambar langsung berdiri dan mengecup bibir pria itu singkat.
"Kok cuma bentar sih sayang" keluh Gilang
"Yang penting udah di cium" ucap Ambar
"Itu kurang" ucap Gilang seperti merajuk, membuat Ambar tersenyum geli melihat wajah lucu pria itu
Lagi-lagi Ambar mencium bibir Gilang singkat, tapi dengan cepat Gilang menahan tekuk gadis itu, dan membalas mencium Ambar dengan lembut, ******* bibir menggoda itu cukup lama, tapi Ambar juga membalas ciuman itu, membuat Gilang tersenyum di selah ciuman mereka, ternyata gadisnya sudah cukup mahir dalam berciuman.
Gilang melepas ciuman mereka, dan mengusap bibir bengkak gadis itu dengan lembut, Gilang tersenyum manis dan mencium kening calon istrinya cukup lama.
"Sayang aku ke kantor ya" ucap Gilang
"Iya sayang hati-hati ya" ucap Ambar
Sebelum keluar dari ruangan gadisnya, Gilang memeluk Ambar lagi setelah itu keluar dari ruangan Ambar.
Di lantai dasar Gilang berpapasan dengan Leo dan Nicko yang baru saja tiba kantor.
"Dad, om Leo" sapa sapa Gilang
Nicko tau kalau calon menantunya itu baru saja mengantar putrinya, Nicko dan Leo masuk ke dalam lift menuju lantai atas, sedangkan Gilang kembali menjalankan mobilnya menuju kantor Hadinata.
✴✴✴✴
Tiara sedang menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa pergi bulan madu, ya Farel mengajak istrinya pergi bulan madu ke paris, awalnya Tiara menolak, tapi Farel mengatakan ini adalah hadiah pernikahan mereka dan akhirnya Tiara mengikuti keinginan sang suami.
"Sayang, tidak usah membawa terlalu banyak barang, nanti kita bisa beli di sana" ucap Farel
"Gak banyak kok sayang, ini cuma ada sebagian aja" ucap Tiara
Farel mendekat dan memeluk istrinya dari belakang, menghirup dalam-dalam aroma yang ia sukai itu.
"Hari ini kita makan siang di luar ya" ucap Farel
"Iya aku mau makan, makanan kesukaan aku" ucap Tiara
"Iya istri ku, apa sih yang gak buat kamu" ucap Farel mencium gemes pipi sang istri.
"Ayo siap-siap sekalian kita mampir di kantor sebentar ya" ucap Farel melepaskan pelukan mereka
Ke duanya bersiap-siap karena akan makan siang di liar, dan mampir ke kantor Farel karena ada beberapa berkas yang harus ia periksa sebelum pergi berbulan madu bersama sang istri.
Setelah siap, Farel mengandeng tangan sang istri untuk pergi ke luar, di mana mobil mereka terparkir, Farel membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan sang istri masuk, semenjak menyadari semua kesalahannya, Tiara berubah menjadi semakin baik sekarang, membuat Farel bertambah senang karena melihat perubahan sang istri.
✴✴✴✴
Nisa baru saja tiba di kantor karena permintaan sang suami tentunya, dan di sinilah Nisa sekarang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan sang suami.
"Mas, kenapa kamu meminta ku datang ke sini" tanya Nisa
"Untuk menemaniku berkerja sayang" ucap Nicko santai
Nisa melihat suaminya yang sedang asik memeriksa laporan-laporan yang ada di atas meja, sudah hampir setengah jam Nisa duduk di sofa itu tapi sang suami masi belum ada tanda-tanda mau beranjak.
Tak lama kemudian, Nicko beranjak dari kursi kebesaran nya, dan berjalan mendekati sang istri yang sedang duduk di sofa.
"Mas lama ya, maaf ya sayang" ucap Nicko merangkul sang istri ke dalam dekapan nya
"Mas minta aku ke sini, tapi aku di cuekin" ucap Nisa dengan raut wajah kesal
__ADS_1
"Iya maafin mas ya" ucap Nicko semakin memeluk erat sang istri
"Mas, lepas dulu nanti kalau ada yang liat gimana" ucap Nisa
"Gak ada yang akan masuk sayang, semua yang masuk ke sini harus mengetuk pintu dulu" ucap Nicko, dan tangan Nicko sudah mulai nakal.
Nicko mulai menjalankan aksinya, mencium bibir menggoda kesukaannya itu, membuat Nisa me remang oleh ulah sang suami.
Ke dua pasangan yang lanjut usia itu asik bercumbu, tidak sadar kalau saat ini pintu ruangan Nicko belum di kunci, kalau sudah bersama sang istri, Nicko lupa segalanya.
Sementara itu di ruangan Ambar sedang membereskan berkas yang akan ia bawa ke ruangan sang daddy.
Ambar beranjak keluar dari ruangannya dan melangkah menuju ruangan daddy nya, Ambar sudah terbiasa masuk ke ruangan sang daddy tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Ccleekk...
"Dad, Mom..." teriak Ambar, membuat aktivitas ke dua pasangan suami istri itu terhenti.
Nisa dengan cepat mendorong tubuh suaminya yang menindih tubuhnya, Nicko melihat sang putri yang sedang berdiri di ambang pintu memandang mereka dengan kesal.
"Sayang.." panggil Nicko mendekati putri nya
"Daddy sama mommy mesum" ucap Ambar duduk di kursi dekat sang mommy
"Daddy mu tuh sayang, gak tau tempat" ucap Nisa memandang sang suami dengan kesal
Ambar menggeleng kepalanya melihat ke dua orang tuanya itu, ada kamar tapi bermesraan di tempat terbuka.
Ambar meletakan berkas yang ia bawa itu di atas meja, dan beranjak berdiri hendak keluar tapi sebelum mengunci pintunya Ambar berbalik melihat ke dua orang tuanya.
"Jangan lupa kunci pintunya dad, dan ingat aku gak mau punya adik lagi, cukup Brian, kalian bisa melanjutkan yang tadi" ucap Ambar tersenyum jahil kemudian keluar dari ruangan daddy nya
✴✴✴✴
Maura sedang duduk didalam mobil nya, ia baru saja selesai membelikan makan siang untuknya dan juga Jovian, Maura berencana untuk pergi ke kantor sang kekasih untuk makan siang bersama di sana.
Maura kembali menjalankan mobilnya keluar dari area restoran jepang itu, dalam perjalanan menuju kantor Wiratmaja, Maura terjebak macet membuat gadis itu mengerut kesal, karena berada di situasi seperti ini.
"Pak di depan ada apa si kok macet banget" tanya Maura pada salah satu petugas
"Ada tawuran anak sekolah mbak" ucap petugas itu
"Ada-ada saja anak jaman sekarang, selalu saja membuat rusuh, dan membuat semua orang susah saja" ucap Maura dalam hatinya
Ke dua mata Maura tak sengaja melihat seragam salah satu seorang anak sekolah SMA, yang sedang berlari ke arah trotoar sebelah.
Maura turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah tawuran itu, dan benar saja adiknya ada di sana, sedang tawuran bersama sekolah lain, Maura mencoba memanggil Marvel tapi pria itu tidak mendengar dan tidak melihat sang kaka.
Maura mencoba mendekati sang adik biar terlihat bahaya, ia menerobos banyaknya anak sekolah hanya sedang asik tawuran itu.
Marvel yang melihat kaka nya sedang ada di kerumunan teman-teman nya langsung saja dengan cepat berlari dan menarik tangan kaka nya menjauh dari kerumunan anak sekolah itu, sebelum terkena lemparan.
"Kaka, ngapain di sini, bahaya" ucap Marvel
"Kamu yang ngapain ikutan tawuran gini" tanya Maura balik
"Sekolah mereka mukulin teman aku kak, jadi kita gak bisa tinggal diam" ucap Marvel
"Tapi ini bahaya dek, nanti kamu di marahin daddy sama mommy" ucap Maura
"Aku bakalan hati-hati kok kak" ucap Marvel keras kepala.
Tak lama kemudian terlihat para anak sekolah itu berlari berhamburan melihat mobil polisi datang, dengan cepat Maura menarik Marvel masuk ke dalam mobilnya yang tak jauh terparkir.
Marvel melihat beberapa temannya tertangkap oleh beberapa polisi, karena sudah di kepung jadi kesusahan untuk berlari.
Maura kembali menjalankan mobilnya melihat jalan sudah boleh di lewati, sedangkan Marvel duduk di kursi samping dekat sang kaka.
"Kak, kaka mau bawa aku ke mana" tanya Marvel
"Kita ke kantor kak Jo sebentar" ucap Maura
Marvel hanya menghela nafasnya kasar mengikuti kemauan sang kaka.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Maura memasuki lobby kantor Jovian, Maura mengajak adiknya turun ikut bersamanya, dan Marvel pun mengikuti sang kaka turun dari mobil.
Ke dua kaka beradik itu berjalan di lantai dasar, lalu masuk ke dalam lift yang akan mengantar mereka ke lantai di mana ruangan Jovian berada.
Ting...
Setibanya di lantai tujuan, ke duanya keluar dari dalam lift, dan di sapa hormat oleh sekertaris Jovian.
Tokk..
Tokk...
Setelah mengetuk pintu beberapa kali, Maura dan Marvel masuk ke dalam, Maura melihat Jovian sedang fokus dengan lap top nya.
__ADS_1
"Kak, maaf ya aku telat" ucap Maura mendekati Jovian
Jo, melihat Maura datang bersama Marvel sang adik yang masi mengunakan seragam sekolahnya, membuat Jo mengerjit keningnya heran.
Marvel duduk di sofa yang ada di ruangan itu, tak memperdulikan ke dua pasangan yang sedang mengobrol itu, Maura menjelaskan pada Jo kalau Marvel sedang tawuran di jalan ia ke sini.
Maura mengajak Jo dan Marvel untuk makan bersama, untuk saja tadi Maura membeli makan siang mereka banyak jadi cukup untuk makan bertiga bersama dengan Marvel.
"Kak setelah habis makan aku pulang duluan ya" ucap Marvel
"Iya kamu pakai mobil kaka aja" ucap Maura
"Iya Vel, biar kaka mu nanti kak Jo yang anter" ucap Jovian yang mendapat anggukan dari Marvel
✴✴✴✴
Ambar tidak bisa makan siang bersama Gilang, karena pria itu lagi ada rapat bersama klien yang dari jepang, jadi kali ini Ambar makan siang di kantin bersama dengan Dila sekertaris nya.
Ambar tak pernah pilih-pilih makanan, karena ia sewaktu kecil dulu pernah hidup susah walaupun tak berlangsung lama karena sudah bertemu sang daddy.
"Bu Ambar.." sapa para karyawan, dan Ambar membalas dengan senyum manisnya
Ambar dan Dila duduk di salah satu meja kosong, yang tidak jauh dari pintu masuk.
Ambar dan Dila memesan ayam geprek dan juga minumnya air biasa saja, ada banyak menu di situ tapi kali ini ke dua gadis itu ingin makan ayam geprek aja.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang,Ambar tidak lupa berterimakasih kepada ibu-ibu yang mengantar pesanan mereka.
Ke dua gadis itu memakan makanan pesanan mereka dengan hening, hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar.
Sementara itu para karyawan lain tak henti-hentinya memuji Ambar, tidak hanya baik, Ambar juga tidak pilih-pilih tempat makan seperti kebanyakan bos-bos besar lainnya.
"Bu Ambar orangnya sederhana ya, gak milih milih tempat makan" ucap salah sagu karyawan di kantor itu
"Iya bu Ambar, apa adanya pantes saja pak Gilang jatuh hati pada Bu Ambar, orangnya baik gitu" ucap karyawan yang satunya
Setelah menghabiskan makan siang mereka, Ambar dan Dila membayar makanan yang mereka pesan tadi, kemudian kembali Ambar ke ruangannya sedangkan Dila ke meja kerja nya.
Setelah Ambar duduk di kursi kerjanya, ia melihat ponselnya berdenting pertanda pesan masuk, Ambar melihat si pengirim pesan adalah Gilang.
My Love.
"Sayang udah makan siang belum?" isi pesan Gilang
Ambar tersenyum membaca pesan singkat dari Gilang.
Me
"Udah sayang ini baru aja selesai makan siang, kalau kamu udah makan siang belum" balas Ambar
Tak lama kemudian pesan kembali masuk.
My love
"*Udah sayang, ini sebentar lagi mau ketemu sama Klien dari jepang" isi pesan Gilang
Me
"Semangat ya calon suamiku😘😘" balas Ambar
My Love
"Makasih calon istriku😘🥰" isi pesan Gilang*
Setelah saling kirim pesan singkat, tapi sudah membuat semangat ke duanya.
Ambar meletakan ponselnya di atas meja dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar," Masuk" ucap Ambar
Dila masuk ke dalam setelah mendapat sahutan dari bosnya.
"Bu Ambar, ada beberapa berkas penting yang harus di tandatangani" ucap Dila
Ambar merai beberapa berkas itu yang di bawa oleh Dila, dan membacanya terlebih dahulu sebelum menandatangani nya, setelah selesai Ambar memberikan kembali berkas itu para Dila.
"Saya permisi dulu bu" ucap Dila yang mendapat anggukan dari Ambar
Setelah sekertaris nya itu keluar, Ambar kembali mengerjakan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.
Next...
***Like, komen sama Vote ya...
Terimakasih***...
😊😊🙏🙏
__ADS_1