
Dreett...
Dreett...
Ambar menggeliat mendengar suara getaran ponsel miliknya. Ambar memaksakan membuka ke dua matanya yang masi terasa mengantuk, Ambar melihat nama sang daddy tertera di layar ponsel miliknya.
"Iya dad" ucap Ambar dengan suara kas bangun tidur setelah panggilan telpon tersambung.
"Sayang ini sudah jam berapa, kau pasti masi tidur ya?" tanya Nicko dari seberang telpon.
"Iya dad, capek banget" ucap Ambar.
"Jam berapa ketemu klien sayang, nanti kamu telat" ucap Nicko dari seberang telpon.
"Jam 1 siang dad, ini kan baru jam 5 pagi masi ada waktu buat Ambar tidur" ucap Ambar.
"Sayang ini sudah jam setengah 1 siang waktu Jerman" ucap Nicko.
Ambar melihat jam yang menggantung di dinding kamarnya, dan benar saja sekarang sudah jam setengah 1siang.
"Dad, telponnya udah dulu ya, aku mau siap-siap" ucap Ambar.
"Iya sayang" ucap Nicko dan langsung mematikan telponnya.
Ambar melangkah masuk ke dalam kamar mandi, ia mengutuk dirinya sendiri yang tertidur selama 7 jam lamanya. Ia harus cepat-cepat bersiap-siap karena harus bertemu dengan direktur H.N Group.
Selesai dengan mandinya, Ambar keluar dari kamar mandi lalu memili setelan kerja yang pas untuknya, Ambar tak lupa membuat rambut nya yang sedikit panjang itu menjadi bergelombang. Membuat penampilannya semakin bertambah cantik dengan makeup yang natural.
Ambar melihat pantulan dirinya di balik cermin, di rasa sudah siap Ambar keluar dari kamarnya berniat untuk memanggil sekertaris nya. Tapi Dila sudah terlihat rapi menunggunya di sofa ruang tamu.
"Dil, ko kamu gak bangunin aku sih kalau udah siang" ucap Ambar.
"Maaf bu, saya dari jam 10 udah bangunin Bu Ambar tapi gak ada sahutan dari dalam, maka itu saya nelpon pak Nicko buat bangunin Bu Ambar" ucap Dila.
"Ya udah, ayo kita berangkat sekarang" ucap Ambar yang mendapat anggukan dari Dila.
Ke dua gadis itu keluar dari pintu apartemen mereka, lalu melangkah masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai dasar.
Tingg...
Pintu lift terbuka, Ambar dan Dila melangkah ke luar. Dan melihat Thomas sudah menunggu mereka di sana.
"Selamat siang Nona" sapa Thomas dengan hormat.
"Siang" ucap Ambar dan ke duanya pun masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke kantor H.N Group.
๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Tokk..
Tokk...
Seorang pria bule melangkah masuk ke dalam ruangan bosnya setelah mendapat sahutan dari dalam.
"Bos, klien perwakilan dari Indonesia sebentar lagi akan tiba" ucap seorang pria bule itu.
Pria yang duduk di kursi kebesarannya melihat jam rolex yang melingkar di legan kekarnya.
"Baik kita meeting di ruangan sebelah" ucap pria itu.
"Baik bos" ucap pria bule itu lalu undur diri.
Mobil yang di kendarai oleh Thomas memasuki lobi gedung kantor H.N Group, Thomas membukakan pintu untuk ke dua gadis itu. Ambar melihat lobi kantor yang sangat luas itu, Ambar dan Dila melangkah menuju resepsionis wanita yang berada tak jauh dari mereka.
Tapi belum sampai di meja resepsionis itu, seseorang memanggil nama Ambar.
"Ambar.." panggil seseorang.
Ambar dan Dila melihat ke asal suara, dan bertapa kagetnya Ambar melihat teman masa sekolahnya berada di depan nya.
"Kak Jo" ucap Ambar ya seseorang yang memanggil Ambar adalah Jovian.
"Kak, ngapain di sini" tanya Ambar.
"Mau ke temu teman sekalian ada meeting juga" jawab Jovian.
Seorang pria bule baru saja keluar dari dalam lift dan melangkah mendekati tiga orang yang sedang mengobrol itu.
"Nona Ambar" ucap pria bule itu.
"Iya benar" ucap Ambar.
"Mari ikut saya, pak direktur sudah menunggu" ucap Pria bule itu.
"Ooh, jadi kamu yang gantiin om Nicko Mbar?" tanya Jovian.
"Iya kak, aku gantiin daddy" ucap Ambar.
Mereka semua lalu melangkah masuk ke dalam lift yang akan mengantar mereka ke lantai atas, tak lama kemudian, lift tiba di lantai tujuan. Pria bule itu mengarahkan mereka semua ke ruangan meeting.
Setibanya di ruangan besar itu, hanya terdapat tuju kursi kosong yang ada di ruangan itu. Pria bule itu mempersilahkan mereka duduk.
"Gilang ke mana" tanya Jovian pada pria bule itu.
Deng...
__ADS_1
Jantung Ambar berdetak kencang mendengar Jovian menyebut nama Gilang.
"Ada apa dengan jantungku, belum tentu itu kak Gilang" ucap Ambar dalam hati.
"Bu Ambar gak apa-apa" tanya Dila.
"Gak papa ko Dil" jawab Ambar.
Ccleekk....
Pintu ruangan itu terbuka dan masuklah seorang pria tampan nan tinggi, membuat semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arah pintu.
Jantung Ambar bertambah berdegup semakin cepat, setelah melihat pria yang baru saja masuk itu, ya pria itu adalah Gilang Hadinata. Pandangan Gilang bertemu dengan ke dua mata milik Ambar.
Deng...
"Perasaan ini" ucap Gilang dalam hatinya.
Ambar memutuskan pandangan ke duanya terlebih dahulu, Ambar berpikir keras mungkinkah pria tampan yang berada di depannya saat ini adalah sahabat masa kecilnya.
"Lang, ko loh ngelamun sih" ucap Jovian.
"Bisa langsung kita mulai meeting nya" tanya Gilang pada semuanya.
Yang mendapat anggukan kepala dari ke empatnya.
Gilang mulai memimpin meeting nya, sesekali ia mencuri pandang pada Ambar yang menyimak poin-poin dari meeting yang Gilang sampaikan. Tapi perasaan Gilang masi tetap tak menentu sedari tadi, setelah meeting hampir selesai Gilang meminta pendapat dari ke empatnya.
"Bagaimana Jo?" tanya Gilang pada pada sahabatnya.
"Aku setuju sama pembahasan kamu barusan" ucap Jovian.
"Kalau menurut Nona..." ucapan Gilang terhenti karena tidak tau nama gadis yang duduk tak jauh darinya.
"Ambar Wijaya" ucap Ambar.
Lagi-lagi perasan Gilang di buat tak menentu oleh ucapan Ambar.
"Nama itu, sama persis seperti nama gadis kecilku, tapi aku rasa itu tidak mungkin itu kamu" ucap Gilang lagi dalam hatinya.
"Bagaimana pendapat nona Ambar" tanya Gilang.
"Saya sama seperti pak Jovian" ucap Ambar.
"Baik, kalau begitu meeting selesai sampai di sini" ucap Gilang yang mendapat anggukan dari ke empatnya.
Gilang berjabat tangan terlebih dahulu bersama dengan Ambar, membuat jantung ke duanya lagi-lagi berdegup tak karuan, wajah ke duanya membuat mereka tak saling mengenal. Karena saat ini Ambar telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan Gilang juga tumbuh menjadi pria yang sangat tampan, Gilang menjadi idaman banyak wanita, tapi hanya saja cuma ada satu nama wanita yang ada di hati Gilang sampai saat ini adalah Ambar sahabat masa kecilnya.
__ADS_1
Next....
Guys, Like, Komen sama Vote ya, sesuai permintaan kalian aku dobel up. Terimakasih๐๐๐