
Maura baru saja menjemput Ambar, saat ini ke dua gadis itu sedang berada di dalam mobil yang akan menuju restoran, di sana sudah ada Jovian yang menunggu mereka.
Tak lama kemudian mobil Maura memasuki parkiran salah satu restoran, setelah mereka berdua turun dan langsung melangkah masuk, terlihat di sana Jovian sedang duduk bersama seorang pria yang seumuran dengannya.
"Sayang..." panggil Maura
Jovian dan pria duduk bersamanya melihat ke dua gadis berjalan mendekati mereka.
"Udah nunggu lama ya" tanya Maura setelah duduk di kursi dekat Jovian
"Belum lama ko sayang" ucap Jo
Ambar masi tegap berdiri dan melihat satu kursi kosong, tapi berada di kursi dekat pria yang tak dia kenal.
"Mbar, ayo duduk, oh ini kenalin ini Rendi teman aku" ucap Jo
"Maura" ucap Maura
"Rendi" ucap Rendi
"Ambar" ucap Ambar
"Rendi" ucap Rendi
Setelah berkenalan, mau tidak mau Ambar duduk di kursi yang berada di samping pria itu, mereka mengobrol masalah pekerjaan sementara menunggu pesanan mereka datang, sesekali Rendi mencuri pandang ke arah Ambar, dan itu membuat Ambar sedikit risi kalau saja ia tau di sini ada orang lain ia sudah menolak ikut Maura ke mari.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang, mereka menikmati makan siang mereka dengan hening, apa lagi Ambar, sedari tadi gadis itu hanya berbicara kalau di tanya saja, setelah itu tidak lagi.
Ambar tidak menyadari kalau sedari tadi ponselnya yang berada di dalam tas nya terus mendapat telpon dari tunangannya Gilang, karena ponsel Ambar sedang dalam mode diam, gadis itu lupa menganti dari mode diam ke mode dering.
Jovian yang sedari tadi terus meng perhatikan Rendi diam-diam mencuri pandang ke arah Ambar.
"Bisa berabe ini kalau sampai keliatan sama Gilang, bisa-bisa gue yang kena imbas" ucap Jo dalam hati, mengingat seberapa posesifnya sahabatnya itu pada tunangannya.
✴✴✴✴
Sementara itu di sisi lain tempatnya di perusahaan Hadinata, Gilang terus saja menelpon Ambar, tapi lagi-lagi tidak di angkat oleh gadis itu, Gilang mencoba melacak kontak gadisnya itu.
"Di restoran xx" ucap Gilang dalam hati
Gilang menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja dan bergegas keluar dari ruangannya dengan buru-buru, membuat sekretarisnya yang berada di balik meja kerjanya terheran-heran melihat Gilang sedang buru-buru.
Gilang masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju lantai dasar, setelah Gilang tiba di lantai dasar, dengan cepat Gilang masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari area gedung Hadinata.
Gilang sudah tidak lagi menghubungi Ambar, pria itu sedang fokus menyetir, Gilang melihat jam yang melingkar di lengan kekarnya sudah menunjukan pukul setengah 3 sore, Gilang kembali fokus melihat ke depan.
Tak lama kemudian mobil Gilang memasuki area restoran itu, di sana Gilang melihat mobil Jo dan juga ada mobil Maura.
Gilang turun dan langsung masuk ke dalam, Gilang mengedarkan pandangannya, dan pandangannya berhenti di salah satu meja yang di duduki empat orang, Gilang melihat gadisnya di sana sedang duduk di meja bersama Jo dan Maura dan juga seorang pria entahlah Gilang tak tau siapa itu.
Gilang kembali menelpon Ambar tapi lagi-lagi Ambar tak mengangkat telpon dari Gilang karena ia tidak mendengar bunyi ponselnya karena sedang mode diam.
Gilang melangkah mendekati meja yang di duduki oleh Ambar dengan raut wajah yang memerah padam, apa lagi melihat pria yang duduk di dekat gadisnya terus saja mencuri pandang ke pada Ambar, membuat Gilang tak lagi bisa menahan rasa cemburunya.
Ekheemm...
Semua yang ada di situ melihat ke arah seseorang yang baru saja mendekati meja mereka, Ambar kaget melihat Gilang ada di sini, apa lagi melihat wajah pria itu yang tak bersahabat.
"Bro.." sapa Jo tapi tak di gubris oleh Gilang
Jovian tau, sahabatnya itu pasti sedang marah padanya, melihat raut wajahnya saja sudah tidak bersahabat.
"Kita pulang.." ucap Gilang dan langsung menarik tangan gadisnya dengan lembut
Tapi langsung di tahan oleh pria yang duduk di dekat Ambar tadi.
"Bro jangan kasar dong sama cewek" ucap Rendi
"Urusan loh apa, dia tunangan gue" ucap Gilang dan langsung berlalu dari hadapan mereka dengan menarik tangan Ambat
Rendi yang mendengar tunangan dari mulut Gilang langsung tersadar dan menatap pada Jo.
"Gilang itu tunangan Ambar Ren" ucap Jovian
Ternyata Rendi salah naksir cewek, dia pikir Ambar belum punya tunangan jadi pria itu langsung menyukai gadis yang baru pertama ini dia temui, tapi sayangnya gadis itu sudah memiliki tunangan dan tunangannya tak lain adalah putra tunggal dari Reza Hadinata.
Sesampainya di parkiran, Gilang langsung membukakan pintu mobil untuk Ambar, kemudian Gilang juga masuk ke dalam, Gilang menjalankan mobilnya keluar dari restoran itu, masi belum ada yang bersua hanya ada keheningan di antara ke duanya.
__ADS_1
Sesekali Ambar melirik ke arah Gilang yang sedang fokus menyetir, Ambar tau betul kalau saat ini Gilang sedang marah dan cemburu padanya, melihat wajahnya saja Ambar menciut.
"Kak.." panggil Ambar mencoba memecahkan keheningan di antara keduanya
Gilang tidak menghiraukan gadis di sampingnya, Gilang masi sangat emosi saat ini jadi ia memili diam dari pada akan mengeluarkan kata-kata yang nanti akan menyakiti gadisnya itu.
Gilang membawa Ambar pergi ke apartemen yang sudah lama ia beli, tapi tak di tempati olehnya, Gilang memikirkan mobilnya kemudian membuka pintu untuk Ambar, gadis itu menurut keluar dari mobil dan mengikuti Gilang.
Gilang membawa Ambar menuju unitnya yang ada di lantai 10, setelah tiba di dalam apartemen nya, Gilang meminta Ambar duduk di salah astu sofa.
Ambar menunduk, engan melihat wajah tunangannya yang sedang dalam mode marah itu.
Ekhemmm...
Gilang berdehem untuk mencairkan suasana di antara mereka.
"Kenapa telpon dari aku gak di angkat" ucap Gilang
Ambar mendongakkan kepalanya melihat Gilang, telpon, as Ambar baru ingat ponselnya masi dalam mode diam.
"Maaf kak, ponsel aku masi dalam mode diam lupa tadi pagi menganti mode dering" ucap Ambar merasa bersalah
Gilang menghela nafasnya dengan pelan, masi belum hilang dalam pikiran nya, tatapan pria tadi melihat Ambar.
"Aku minta maaf ya kak" ucap Ambar dengan wajah me malas nya
Gilang jadi tidak tega melihat wajah gadisnya seperti itu, lagian Ambar kan hanya duduk, gak ngapa-gapain dengan pria itu.
Gilang berdiri dan duduk di dekat Ambar, membawa Ambar dalam dekapannya, mengusap pucuk kepala gadisnya itu.
"Maafin kaka juga ya, udah marah sama kamu tadi" ucap Gilang
"Iya gak papa sayang" ucap Ambar
Gilang mencium gemes ke dua pipi gadis itu, membuat Ambar kegelian dan meminta ampun pada Gilang untuk berhenti.
"Sayang ini apartemen siapa" tanya Ambar saat ini Gilang sedang berbaring dengan paha Ambar sebagai bantal nya.
"Punya aku sayang, tapi gak pernah di tempati, mommy gak ijinin aku tinggal di sini" ucap Gilang
Gilang melihat jam yang sudah menunjukan pukul 5 sore, ia harus segera mengantar Ambar pulang.
"Kita balik yu, kaka antar kamu pulang" ucap Gilang yang dapat anggukan dari Ambar
Ke duanya keluar dari unit apartemen Gilang, Gilang tak melepaskan genggaman tangannya dari gadisnya.
✴✴✴✴
Vita baru saja keluar dari ruangannya, hari ini ada banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan, seharian ini ia selalu mendapat kiriman foto dari ke tiga temannya yang sedang berada di Singapura.
Setibanya di lantai bawa Vita langsung masuk ke dalam mobilnya, ia berniat akan mampir ke supermarket terlebih dahulu karena cemilan di apartemennya sudah sangat sedikit, ya Vita tinggal di apartemen, ia tidak tinggal dengan ke dua orang tuannya.
Vita mengendarai mobilnya di tenga malam yang sunyi, lampu-lampu lalu lintas terlihat dari balik kaca mobilnya, Vita membelikan mobil nya masuk ke dalam supermarket yang cukup besar itu, setelah memikirkan mobilnya, Vita tidak lupa membawa tasnya dan turun dari mobil.
Tuk...
Kunci mobil Vita terlempar karena bertabrakan dengan seorang pria, saat wanita itu hendak masuk ke dalam supermarket, Vita melihat seseorang yang menabrak nya barusan.
"Loh punya mata gak si" ucap Vita ketus
"Punya lah, ni bisa liat loh malahan" ucap Pria itu
"Ambilin kunci mobil gue, kan loh yang nabrak gue" ucap Vita dengan gaya sombongnya
"Ambil aja sendiri loh kan punya tangan" ucap pria itu
"Jelas-jelas loh yang nabrak gue" ucap Vita
"Gue gak sengaja" ucap pria itu
Vita mengambil kunci mobilnya dan langsung melangkah masuk ke dalam supermarket itu, wanita itu malas berdebat dengan orang yang tidak ia kenal, membuat dia kehilangan mood saja.
Vita mengambil beberapa cemilan yang tersusun di atas rak, dan juga beberapa snek kesukaannya, troli yang di dorong oleh Vita hampir penuh dengan cemilan-cemilan, Vita juga tidak lupa mengambil minuman kaleng buat stok kalau teman-temannya pada main ke apartemen nya.
Setelah semua sudah cukup, Vita pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran, setelah selesai di totalin jumlah nya jadi 1 juta 500 ribu sekian, Vita mengeluarkan kartu dari dompetnya dan memberikan pada penjaga kasir, setelah semua selesai di bayar, Vita keluar dengan menenteng 3 tas jumbo berikan cemilan dan minuman kaleng, Vita berjalan keluar menuju di mana mobilnya terparkir.
Vita membuka kunci mobilnya menggunakan remote, Vita menari semua belanjaan nya di dalam bagasi mobil, setelah itu menutupnya kembali.
__ADS_1
Hal itu tak luput dari pandangan seorang pria yang sedang bersandar pada mobilnya yang terparkir di samping mobil Vita, Vita yang hendak masuk ke dalam mobil menjadi kaget.
"Ngapain loh masi di sini" tanya Vita tak suka
"Nungguin kamu" ucap pria itu santai
"Ngapain loh nungguin gue" ucap Vita ketus
"Mobil loh ngalangin mobil gue mau keluar" ucap pria itu
Vita melihat mobilnya, yang menghalangi mobil pria itu yang hendak mau ke luar.
"Kan loh bisa tuh lewat sana" ucap Vita
"Kalau gue gak mau gimana" ucap pria itu acuh
Vita yang melihat pria itu memegang kunci mobilnya langsung saja di rampas oleh Vita.
"Balikin gak" ucap pria itu
"Kalau gue gak mau, loh mau apa" ucap Vita
Pria itu mendekati Vita dengan tatapan yang sulit di artikan, membuat Vita susah menelan saliva nya, pria itu terus mendekat sampai menghimpit Vita di sandaran mobil.
"Balikin gak kunci mobil gue" ucap pria itu
Dan Vita bisa merasakan aroma mint dari nafas pria itu, karena saat ini jarak mereka sangatlah dekat.
"Gue gak mau" jawab Vita ketus
Pria itu tersenyum licik dan sedetik kemudian bibir mereka menyatu, pria itu ********** dengan lembut kemudian melepas tautan bibir mereka tapi kunci mobil sudah berhasil ia rebut karen dalam ciuman tadi Vita diam membisu seperti orang yang terhipnotis.
"Manis" ucap pria itu lalu menjauhkan tubuhnya dari Vita
"Sialan loh, loh udah nyuri ciuman pertama gue sialan" ucap Vita
Pria itu bukan merasa bersalah tapi malah tersenyum senang, membuat Vita jadi bertambah kesal karena pria itu.
Vita masuk ke dalam mobil, dan langsung menjalankan mobilnya keluar dari area supermarket itu, ia belum habis pikir bisa-bisanya pria gak dia kenal itu mencuri ciuman pertamanya.
Vita tiba di parkiran apartemen miliknya, wanita itu keluar dengan menenteng 3 tas besar berisikan belanjaan nya tadi.
Vita masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai atas, di saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba sebuah tangan menahannya dan pintu kembali terbuka.
Vita tidak memperdulikan orang yang baru saja masuk itu, tapi orang itu memandang Vita dengan senyum penuh arti.
Ting...
Pintu lift terbuka, Vita keluar bersamaan dengan orang di lift bersamanya, Vita mengumpat kesal karena tas belanjaannya satu terjatuh karena tersenggol oleh orang yang di lift bersamanya.
"Punya mata gak s..." ucapan Vita terhenti melihat orang yang ada di dekatnya
"Ngapain loh di sini" tanya Vita sinis
"Suka-suka gue dong mau ngapain di sini" ucap orang itu yang tak lain adalah pria yang bertemu dengannya tadi di supermarket.
"Loh ngikutin gue ya" ucap Vita
"Kurang kerjaan banget gue ngikutin loh" ucap pria itu
"Terus loh mau apa di sini, ini tuh apartemen gue" ucap Vita
"Di sini juga apartemen gue" ucap pria itu santai dan berlalu dari hadapan Vita, membuka pintu unit apartemennya yang ternyata bersebelahan dengan apartemen Vita.
Vita kembali mengumpat kesal melihat pria itu menghilang di balik pintu apartemennya.
"Sial banget gue hari ini, harus ketemu sama pria gila dan tinggal bersebelahan lagi" ucap Vita, tapi masi bisa di dengar oleh pria itu karena ia tidak menutup rapat pinta apartemennya.
Vita mengambil kembali tas yang tadi jatuh, dan membuka pintu apartemennya, setelah tiba di dalam Vita meletakan semua belanjaannya dan pergi ke kamarnya, ia harus segera membersihkan diri biar sedikit seger, hari ini benar-benar membuat nya sial banget.
Next....
***Like, Komen sama Vote ya..
Terimakasih***....
😊😊🙏🙏
__ADS_1