
Sudah tiga hari Gilang dan Ambar menjadi pasangan suami, istri. Gilang terlihat semakin romantis terhadap istrinya, seperti saat ini Gilang sedang menyiapkan sarapan untuk ke duanya, semalam Gilang mengajak sang istri tercinta untuk menginap di apartemen Gilang.
Ambar membuka ke dua matanya, tapi tidak mendapatkan sang suami berada di sampingnya, Ambar melihat seisi kamar yang tampak sepi, pagi ini Ambar bangun telat karena semalam suaminya mengajaknya oleh raga ranjang sampai jam 3 pagi, membuat seluruh badan Ambar remuk karena ulah sang suami.
Ambar bangun dari tidurnya dan duduk di ranjang, Ambar mencari-cari sesuatu yang bisa ia pakai ke kamar mandi, Ambar turun dari ranjang dengan selimut yang membungkus tubu polosnya, kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Ambar berdiri di depan kaca besar yang ada di dalam kamar mandi, hampir semua tubuhnya penuh dengan maha karya sang suami, untung saja suami nya membuat banyak tanda itu di tempat tertutup.
Ambar masuk ke dalam bat up yang sudah terisi air hangat, Ambar tidak lupa menuangkan sabun cair beraroma lavender, Ambar bermain bus-busa sabun yang berada di dalam bat up, tiba-tiba saja pintu di ketuk oleh Gilang.
"Sayang kamu di dalam" tanya Gilang dari balik pintu
"Iya sayang, bentar lagi selesai ko" ucap Ambar
Ambar beranjak dari bat up, dan menyalakan kran shower Ambar membilas busa-busa yang ada di tubuhnya setelah di rasa sudah bersih Ambar menyudahi mandinya, ia mengambil handuk kimono yang menggantung di pintu, setelah itu keluar dari kamar mandi.
Ambar melihat suaminya sudah menunggu di sisi ranjang, Gilang yang melihat sang istri sudah terlihat seger pun langsung mendekat.
"Aku udah buat sarapan buat kita" ucap Gilang
"Sekarang kamu pakai baju dulu ya" ucap Gilang lagi
Ambar mengambil baju yang ada di lemari kaca, semalam ke duanya memang membawa beberapa baju ganti untuk di taru di apartemen Gilang.
Ambar tidak lupa memoles sedikit bedak dan lip bam pada bibirnya, setelah selesai ke duanya keluar menuju dapur, Ambar melihat sudah ada dua susu yang tersedia dan dua piring nasi goreng jangan lupakan telur mata sapi yang tertata dengan rapi di sisi nasi goreng.
"Sayang ini kamu yang buat" tanya Ambar melihat pada sang suami
"Iya sayang, dari subuh tadi aku gak tidur lagi, aku liat-liat di YouTube cara bikin nasi goreng" ucap Gilang menuntun sang istri duduk di kursi
"Ayo sayang di cobain masakan aku" ucap Gilang
Ambar menyendok nasi goreng dan menguyah nya, masakan suaminya sangat pas, bumbu-bumbu nya juga menyatu di linda.
"Gimana sayang rasanya" tanya Gilang
"Enak sayang, aku suka" ucap Ambar kembali memakan nasi goreng nya dengan lahap, membuat Gilang tersenyum senang.
Gilang benar-benar gak nyangka hanya belajar dari Vidio saja ia langsung bisa membuat nasi goreng yang lezat, yah meskipun gak selezat masakan para saf restoran bintang lima.
Ke duanya menghabiskan sarapan mereka, Ambar juga meminum susu nya tampa sisa, kemudian Ambar mencuci piring bekas ke duanya dan juga kekacauan yang di buat sang suami di dapur saat memasak.
Selesai membedakan semua nya yang ada di dapur, Ambar bergabung bersama dengan sang suami yang sedan menonton berita pagi, Gilang membawa Ambar ke dalam dekapan nya, saat ini ke duanya menonton dengan posisi berbaring.
✴✴✴✴
Sudah empat hari Rendi berada di jepang, dan selama empat hari itu pula ia dan Vita tidak bertemu hanya telponan saja.
Saat ini Vita baru saja tiba di kantor, karena ada meeting pagi bersama para karyawan jadi ia datang ke kantor lebih awal.
__ADS_1
Vita turun dari mobil, berjalan di lantai dasar kemudian masuk ke dalam lift, Vita melihat jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul setengah 9 pagi.
Tingg...
Pintu lift terbuka, Vita keluar dari dalam lift lalu masuk ke dalam ruangannya, Vita kaget mendapatkan satu buket bunga yang sangat besar, Vita mendekati bunga itu dan mengambil surat yang tersemat di atas bunga.
"I Miss you sayang ku😘🥰" isi pesan singkat dalam surat kecil itu
Vita berpikir siap yang memberikan bunga yang sebesar ini untuknya, pikiran Vita terus berkelana jauh, sampai kedua tangan kekar melingkar di perut ratanya, membuat Vita memekik kaget.
"I Miss you" ucap seseorang yang memeluk Vita dari belakang dan langsung mencium pipi wanita itu
Vita sangat mengenali bau parfum ini, ini adalah bau parfum Rendi kekasihnya dengan cepat Vita membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang memeluknya itu, dan benar saja dialah Rendi, kekasihnya sudah kembali.
Vita langsung memeluk Rendi dengan erat dan Rendi membalas pelukan kekasihnya itu, ke duanya berpelukan cukup lama.
Rendi melepaskan pelukan mereka, dan melihat wajah wanita yang ia rindukan selam empat hari ini, Rendi mengusap pipi Vita dengan lembut, usapan rendi Rendi berhenti di bibir kesukaannya.
Tidak menunggu lama Rendi langsung menyambar bibir menggoda itu, Rendi menciumnya dengan lembut dan Vita juga membalas ciuman Rendi, cukup lama keduanya saling ******* sampai ruangan Vita di ketuk dari luar, dengan cepat ke duanya melepaskan tautan bibir mereka.
Vita belum menyuruh seseorang di balik pintu untuk masuk, karena Rendi masi mengusap bibir bengkak itu.
Setelah Vita menyuruh seseorang yang ada di luar untuk masuk.
Ternyata adalah Rati sekertaris Vita, menyerahkan berkas yang harus di tandatangani olehnya, setelah mendapat tandatangan dari bos nya, Reti kembali ke meja kerjanya.
"Kamu kapan kembali dari jepang" tanya Vita
"Tadi subuh, dan aku pagi-pagi langsung siap-siap ke sini" ucap Rendi menatap wajah Vita
"Kok kamu gak bilang sama aku, kalau udah balik" ucap Vita cemberut
"Nanti kalau aku bilang, gak bisa kasi kejutan dong" ucap Rendi tersenyum
"Kamu curang" ucap Vita
"Siapa yang curang sih hheemm" ucap Rendi mencium ke dua pipi Vita, membuat ke dua pipi Vita bersemu merah.
"Kamu gemesin banget si" ucap Rendi
Dan lagi-lagi ke duanya berciuman menyalurkan rasa rindu yang selama empat hari ini tidak bertemu, Rendi benar-benar tidak bisa berhenti kalau sudah seperti ini.
✴✴✴✴
Seharian ini di habiskan Bilang dan Ambar berada di apartemen saja, saat ini ke duanya sedang merencanakan untuk pergi bulan madu, Gilang ingin mengajak sang istri berbulan madu ke jerman di mana tempat mereka bertemu dulu tapi tak saling kenal.
Ambar hanya menurut saja karena sekarang ia harus berbakti pada suaminya, di sana Gilang sudah menyiapkan kejutan yang sanga indah untuk sang istri, Gilang akan membuat bulan madu kali ini tidak akan bisa di lupakan oleh ke duanya.
Seminggu lagi mereka akan pergi bulan madu, Gilang juga sudah menghubungi sekretaris nya dulu yang ada di jerman untuk menyiapkan semuanya.
__ADS_1
"Sayang, aku pengen makan pecel lele yang waktu itu" ucap Ambar tiba-tiba
"Ya udah kita ke sana yuk" ucap Gilang yang mendapat anggukan dari Ambar
Ke dua pasangan pengantin baru itu pergi ke restoran yang ada di pinggir jalan itu, Gilang mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di sana, mereka melihat restoran itu terlihat cukup ramai, Gilang mengajak sang istri turun dari mobil lalu masuk ke dalam restoran itu.
Terdapat satu meja yang masi kosong, Gilang mengajak sang istri duduk di meja kosong itu, Gilang memesan pesanan mereka pada penjual setelah itu kembali ke tempat duduk mereka.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan mereka tiba, seorang pelayan datang membawa nampang berisi pesanan mereka, pecel lele sambal pedas benar-benar menggugah selera makan Ambar dan Gilang.
✴✴✴✴
Jovian mengajak gadis nya untuk makan siang di luar, seperti biasa saat ini ke duanya sedang berada di salah satu restoran mewah.
Asik menikmati makan siang mereka, Jovian tidak sengaja melihat dua orang yang ia kenal sedang berjalan memasuki restoran yang sama, Maura yang melihat Jo mengikuti arah pandang Jovian.
Dan di sana Rendi dan Vita sedang duduk berdua di salah satu meja, terlihat ke duanya sangat dekat.
"Sayang itu bukanya Rendi sama Vita ya" ucap Maura
"Iya sayang" ucap Jovian
Setelah menghabiskan makan siang mereka, Jovian dan Maura keluar dari restoran itu, Jo akan menanyakan nanti pada Rendi jika mereka bertemu, karena waktu sekarang sangat mepet dia harus segera mengantar Maura ke lokasi pemotretan dan kembali ke kantor.
Sementara itu Vita dan Rendi sedang menunggu pesanan mereka, dan tidak lama kemudian seorang pelayan datang membawa pesanan mereka dan meletakan di atas meja dengan pelan.
"Silahkan mas, mbak" ucap pelayan itu dengan sopan.
"Terimakasih" ucap Vita
Pelayan itu berlalu dari meja Rendi dan Vita, dan ke duanya pun mulai makan siang mereka, sesekali Rendi menyuapi sang kekasih, membuat seseorang wanita yang duduk di salah satu meja mengepalkan ke dua tangannya dengan erat.
Wanita itu adalah Pitaloka, ia tidak sengaja melihat Rendi masuk bersama Vita, dan ia juga melihat kemesraan ke dua pasangan itu dengan jelas.
"Jadi kamu mutusin aku cuma karena wanita itu" ucap Pitaloka seorang diri
"Liat aja aku akan bikin hubungan kalian hancur" ucap Pitaloka lagi
Pitaloka tidak akan membiarkan Rendi dan Vita bahagia, ia harus bisa membuat ke duanya berpisah dan ia bisa kembali lagi bersama dengan Rendi, tidak ada yang bisa bersanding dengan Rendi selain dirinya.
Pitaloka terobsesi dengan Rendi karena pria itu kaya raya, dan ia sangat ingin memiliki Rendi, dengan rencana dulu sempat menjebak pria itu tapi gagal karena Rendi sudah mulai menyukai wanita lain ya itu Vita.
Next...
***Like, komen sama Vote ya...
Terimakasih***....
__ADS_1