
Mobil sport milik Gilang berhenti tepat di lobi kantor Hadinata, Gilang keluar dari dalam mobil itu dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.
Gilang menjadi pusat perhatian di lantai dasar oleh para karyawan, termaksud para karyawan wanita yang menatap Gilang dengan kagum.
"Gila ya, anaknya si bos besar ternyata ganteng banget" ucap karyawan.
"Iya, ganteng banget, udah punya pacar belum ya" ucap karyawan yang lainya.
"Gak usah mimpi ketinggian deh lo" ucap karyawan yang satunya.
"Eh dengar-dengar dia yang bakalan gantiin si bos deh" ucap karyawan yang lain.
"Berarti dia bakalan netap di kantor ini dong" ucap yang lainya.
Gilang melangkah masuk ke dalam lift khusus untu CEO yang akan membawanya nya menuju lantai atas.
Tingg...
Pintu lift terbuka, Gilang melangkah keluar dari dalam lift dan berjalan masuk ke dalam ruangannya, Gilang melihat seisi ruangannya.
Clekk...
Gilang melihat ke arah pintu yang terbuka, Reza sang daddy berjalan masuk dan langsung duduk di salah satu sofa.
"Apa kau menyukai suasana ruangannya boy" tanya Reza.
"Yes dad, aku suka" jawab Gilang ikut duduk di sofa depan daddy nya.
"Boy,, sebentar lagi Arman datang dia yang akan menjadi sekertaris kamu" ucap Reza.
"Iya dad" jawab Gilang.
"Ya sudah kalau begitu daddy pulang dulu, daddy sudah sangat merindukan mommy mu" ucap Reza melangkah keluar.
Gilang hanya menggeleng kepala melihat tingkah daddy dan mommy nya, masa ia baru di tinggal beberapa jam udah kangen aja.
Hari ini adalah hari pertama Gilang menjadi direktur di perusahaan Hadinata, untuk mengantikan daddy nya yang memili istirahat dari pekerjaannya.
Gilang berdiri dari duduknya, melangkah menuju kursi kebesarannya lalu menghempaskan bokong nya di sana.
Tokk..
Tokk...
"Masuk" ucap Gilang.
Seorang pria bertubuh tegap dan tampan, tapi lebih tampan Gilang tentunya masuk ke dalam ruangan Gilang setelah mendapat sahutan.
"Permisi pak Gilang, saya Arman saya di minta pak Reza untuk menjadi sekertaris pak Gilang" ucap Arman yang mendapat anggukan kecil dari Gilang.
"Tolong bacakan jadwal saya hari ini Man" ucap Gilang.
__ADS_1
"Baik pak" jawab Arman.
"Jam 11 sebelum waktunya makan siang, bapak ada meeting di luar bersama pemilik dari perusahaan Wijaya Group, selesai itu waktu bapak kosong" ucap Arman.
"Baik kamu siapkan aja semua untuk nanti siang" jawab Gilang.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu pak" ucap Arman yang mendapat anggukan dari Gilang.
🌸🌸🌸
Dila masuk ke ruangan Ambar setelah mendapat sahutan dari dalam, Dila melihat bosnya itu sedang mengetik sesuatu di dalam laptopnya.
"Permisi bu, saya ingin membacakan jadwal untuk hari ini" ucap Dila.
"Iya Dila silahkan" ucap Ambar.
"1 jam lagi Bu Ambar ada rapat bersama pak Nicko dan karyawan yang lain, setelah itu jam 11 sebelum waktu makan siang Bu Ambar ada meeting di luar bersama pemilik perusahaan Hadinata, selesai itu waktu ibu kosong" ucap Dila.
"Pemilik perusahaan Hadinata sudah memberi tau tempatnya" tanya Ambar.
"Sudah Bu, saya baru saja mendapat email dari pihak sana" ucap Dila.
"Baik kalau gitu kamu siapkan berkas-berkas yang akan di bawa ke ruang meeting" ucap Ambar.
"Baik Bu, saya permisi" ucap Dila.
Ambar kembali mengetik, pekerjaannya yang ada di dalam laptop, setelah di tinggal ke luar negri selama seminggu, pekerjaan kantornya jadi menumpuk jadinya.
🌸🌸🌸
Maura berpose dengan banyak gaya di depan kamera, ini sudah menjadi rutinitas Maura sebagai model, tiap hari ia selalu berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain untuk pemotretan.
Ponsel milik Maura berdering pertanda ada panggilan masuk, Maura meraih ponsel miliknya dan melihat si penelpon adalah Bagas kekasihnya.
"Halloo.." uacap Maura setelah sambungan telpon terhubung.
"Sayang, malam ini kamu ada waktu gak" tanya Bagas dari seberang sana.
"Gak ada si, pemotretan cuma sampai jam 3 sore, ada apa?" tanya Maura.
"Kamu temani aku buat datang ke pesta teman aku ya, hari ini dia ulang tahun dan ngerayain di hotel" ucap Bagas.
"Ok nanti aku temani kamu" jawab Maura.
Biarpun Maura menjalin hubungan tampa rasa cinta dengan Bagas, tapi ia tetap mengikuti permintaan pria itu, selama permintaannya masi wajar-wajar saja.
"Siapa? Bagas" tanya Bella.
"Hheemm.." jawab Maura.
"Sekarang ganti kostum yang lain Ra" ucap Bella.
__ADS_1
Maura pun berjalan masuk ke ruang ganti untu berganti dengan kostum yang lain lagi.
🌸🌸🌸
Waktu sudah menunjukan pukul 10 lewat 35 menit. Ambar keluar dari ruangannya dan melihat Dila sudah siap.
"Kita berangkat sekarang" ucap Ambar.
"Baik bu" jawab Dia.
Ambar dan Dila melangkah masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar, setibanya di bawa mobil kantor sudah siap di lobi ke dua gadis itu pun masuk ke dalam mobil itu, kemudian mobil keluar dari lobi kantor Wijaya Group.
30 menit kemudian, mobil yang di naikin oleh Ambar dan sekretarisnya memasuki restoran bintang lima yang ada di daerah jakarta.
Ke dua gadis itu turun dari mobil, kemudian melangkah masuk.
"Permisi, maaf dengan Bu Ambar" ucap seorang pelayan restoran.
"Iya betul" ucap Ambar.
"Mari ikut saya bu, pemilik perusahaan Hadinata sudah menunggu di ruang VVIP" ucap pelayan restoran itu.
Ambar dan Dila mengikuti pelayan itu yang akan mengantarkan mereka ke ruang VVIP.
"Ini ruangannya bu, silahkan masuk" ucap Pelayan itu.
"Baik, terimakasih" ucap Ambar.
Ambar membuka pintu ruang VVIP itu, Ambar melihat dua orang pria yang sudah duduk menunggu mereka, tapi pria yang satunya duduk membelakangi pintu jadi wajahnya tidak terlihat jelas, Ambar dan Dila melangkah masuk mendekati meja yang sudah di siapkan.
"Maaf pak kami tel...." ucapan Ambar terhenti saat pria yang membelakanginya melihat ke arah mereka.
Deng...
Deng....
Lagi-lagi dan lagi jantung Ambar dan Gilang berdetak dengan kencang, ke dua mata mereka bertemu cukup lama sampai suara Arman sekertaris Gilang membuyarkan lamunan mereka.
"Silahkan duduk bu" ucap Arman sedangkan Gilang berusaha agar terlihat biasa saja.
Begitu pun dengan Ambar, gadis itu bersikap sebaik mungkin untuk menutupi jantungnya yang lagi-lagi berdetak tak karuan.
"Maaf kami telat" ucap Ambar membuka suara.
"Tidak apa-apa hanya telat 5 menit saja" ucap Gilang dengan wajah datar untuk menutupi jantungnya yang berdisko di dalam sana.
"Baik, bisa kita mulai meeting nya" ucap Ambar yang mendapat anggukan dari ke tiganya.
Ambar dan Gilang membahas soal kerja sama pembangunan resort yang berada di pulau dewata bali, Ambar mengusulkan idenya pada Gilang, kalau pembangunan resort lebih bagus tempatnya menghadap ke arah tepi pantai, dan Gilang menyetujui ide yang Ambar katakan. Setelah ke dua belah pihak sudah sepakat pun langsung saja menandatangani kontrak kerja sama.
Next....
__ADS_1
Hay guys, Like, Komen sama Vote ya dan bintang 5. Buat yang minta Visual Gilang dan Ambar sabar ya, aku lagi nyari yang cocok, gak seru kalau Visualnya orang-orang Korea.
Terimakasih....