Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 70. Bakso


__ADS_3

Ambar duduk di sofa yang ada di ruangan sang suami, sedangkan Gilang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang baru saja Arman serahkan padanya, Ambar sedang asik dengan ponsel miliknya tiba-tiba wanita itu mengusap perut rata nya.


Ambar membayangkan dua mangkuk baso jumbo yang ada di perempatan jalan belok ke arah rumah mereka, ia melihat sang suami yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Sayang, aku pengen makan bakso yang ada di perempatan jalan belok ke rumah kita" ucap Ambar tiba-tiba.


Gilang yang sedang fokus pada berkas-berkas nya langsung saja melihat ke arah sang istri, dengan dahi berkerut.


"Sekarang sayang" tanya Gilang.


"Iya aku mau sekarang" ucap Ambar.


"Apa gak papa, kamu kan habis makan bubur sayang, belum dapat 2 jam loh" ucap Gilang.


"Tapi aku pengen makan baksonya sekarang" ucap Ambar.


Gilang berdiri dari duduknya, dan berjalan mendekati sang istri yang sedang duduk di sofa, Gilang mengusap perut rata istrinya itu.


"Anak-anak papi laper lagi ya" ucap Gilang di selah mengelus perut rata sang istri.


"Sayang kalau pesan terus makan di sini mau gak" tanya Gilang.


"Aku gak mau sayang, aku mau langsung makan di tempatnya" ucap Ambar manja.


"Ya udah aku beresin berkas nya bentar ya" ucap Gilang yang mendapat anggukan kepala dari sang istri.

__ADS_1


Gilang dan Ambar keluar dari ruangan Gilang, Gilang tidak lupa memberi tau sekretarisnya kalau ia dan sang istri akan keluar.


Tiba di lantai dasar Gilang terus mengandeng tangan istrinya dengan erat, seperti biasa semua karyawan yang berpapasan dengan mereka selalu menunduk hormat.


Gilang pun kembali mengendarai mobilnya lagi karena harus memenuhi ngidam sang istri, setelah ini entah apa lagi permintaan si kembar.


✴✴✴✴


Maura sedang bersama Bela di ruang ganti, saat ini Maura ada pemotretan di salah satu perusahaan majalah fashion wanita.


"Gila loh cantik banget" ucap Bela memuji Maura.


"Gak ada pujian lain apa selain cantik" ucap Maura tersenyum.


Ke duanya tertawa di ruang ganti, setelah Mau selesai berganti pakaian Bela langsung saja mengajak Maura keluar, karena pemotretan akan segera di mulai.


Maura mulai melakukan sesi pemotretan dan si pemilik perusahaan tidak henti-hentinya melihat Maura yang berpose dengan sangat anggun dan cantik, membuat Maura yang selalu di tatap seperti itu menjadi salah tingkah.


Sedangkan pria yang sedang memandang Maura tersenyum tipis, ia mengagumi kecantikan Maura, pria itu meminta asisten ya untuk mengatur makan siang bersama mobel majalah itu yang tidak lain adalah Maura.


"Rio, kau atur makan siang ku bersama model itu" ucap pria itu pada asistennya.


"Baik pak" jawab Rio dengan hormat.


Setelah melakukan pemotretan selama hampir 1 jam akhirnya Maura kembali ke ruang ganti bersama Bela, untuk berganti pakaian.

__ADS_1


"Ra, loh liat pria yang pemilik perusahaan tadi ngeliatin loh terus" ucap Bela.


"Iya gue juga liat kok Bel" jawab Maura.


Drratt.. Drratt...


Maura melihat ponselnya yang bergetar di dalam tas branded miliknya, terlihat mana sang kekasih tercinta terserah di layar ponselnya senyum manis Maura terbit setelah sambungan telpon tersambung.


"Sayang udah selesai pemotretan kan aku jemput ya" ucap Jovian dari seberang telpon.


"Iya udah selesai ko" ucap Ambar.


"Oke tunggu aku ya, by" ucap Jovian lalu mematikan sambungan telponnya.


"Jo ya" tanya Bela.


"Iya.." jawab Maura.


Setelah selesai berganti pakaian Maura dan Bela keluar dari ruang ganti, dan melihat seorang pria sedang berdiri menunggu mereka di luar.


Next...


Like, Komen sama Vote ya...


Baca juga ya novel aku yang judulnya "Putri Kecilku Tanpa Daddy" Ceritanya lucu guys...

__ADS_1


__ADS_2