Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 80. T a m a t


__ADS_3

Pagi harinya di kediaman Gilang dan Ambar, Ambar mengusap perutnya yang terasa sakit tapi belum sakit-sakit banget jadi wanita itu hanya mengusapnya saja.


"Sayang kamu kenapa" tanya Gilang mendekati sang istri.


"Perut aku sakit sayang" ucap Ambar.


"Kita ke rumah sakit ya" ucap Gilang yang mendapat anggukan dari Ambar.


Gilang menelpon mommy nya dan juga mommy Nisa memberi tahu kalau sang istri sudah mulai sakit perut, Mom Sinta dan Mom Nisa mendengar itu langsung dengan cepat meminta para suami untuk di antar kan ke kediaman Gilang dan Ambar.


Dengan di bantu oleh art, semua kini telah siap di masukan ke dalam mobil dan tidak lama kemudian mom Sinta dan mom Nisa datang. Mereka masuk ke dalam dan melihat Ambar sedang mengusap perutnya.


"Sayang udah sakit banget" tanya mom Nisa.


"Gak terlalu si mom, hanya berjaga-jaga lebih baik ke rumah sakit" ucap Ambar.


Dan semuanya pun pergi ke rumah sakit, jam masi menunjukan pukul 6 pagi jadi suasana jalan masi sangat sepi hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang.


Mereka mengunakan dua mobil dan tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Gilang dan daddy Reza memasuki lobby rumah sakit, perawat langsung menghampiri mobil Gilang dengan membawa kursi roda buat Ambar.


Ambar langsung di arahkan ke ruangan bersalin, seorang suster mengatakan kalau dokter Kalina sudah berada dalam perjalanan.


"Tante.." panggil Kalina melihat mom Sinta.


"Sayang, menantu tante udah ada di dalam" ucap mom Sinta dan Kalina langsung masuk ke dalam.


Kalina langsung memeriksa keadaan Ambar dan melihat kalau belum ada tanda-tanda jadi Kalina menyarankan untuk Gilang mengajak sang istri jalan-jalan sedikit di depan ruangan bersalin.


Hampir sejam seperti itu Ambat merasakan perutnya sakit banget, sampai ia tak kuat berjalan masuk ke ruangan bersalin meminta Gilang untuk menggendongnya.


Ambar sudah menarik dan membuang nafasnya setelah berbaring di ranjang bersalin dengan di temani oleh Gilang sang suami di samping nya, Kalina kembali memeriksa keadaan Ambar dan sudah pembukaan pertama dokter Kalina meminta suster untuk menyiapkan semua peralatannya.

__ADS_1


Ambar sudah berpeluh dan merasakan sakit yang amat pedih, setetes air mata mengalir di pipi mulusnya Ambar baru tau rasa sakitnya melahirkan Ambar memikirkan mommy nya dulu melahirkannya tampa sosok suami.


Hampir satu jam kemudian, Kalina kembali melihat kondisi Ambar, lalu dokter Kalina meminta Ambar untuk menarik nafasnya dan buang pelan-pelan dan Ambar mengikuti itu.


"Ayo sedikit lagi dan.." ucap dokter Kalina.


Ooeekkk.. Oeekk...


Suara tangisan bayi melengking di ruangan bersalin, Kalina memberikan bayi itu pada suster dan melihat kalau satunya juga akan segera keluar, Kalina kembali meminta Ambar untuk menguat karena bayi satu lagi akan segera keluar.


Gilang mencium sang istri untuk memberi kekuatan dan membisikkan kata-kata cinta dan sekali menguat bayi nya pun keluar tapi tampa tangisan membuat Ambar dan Gilang saling pandang.


"Sus, saya minta alat penyedot ya sepertinya bayi ini menelan air ketuban" ucap Kalina.


Kalina menyedot dan sekali sedot tangisan bayi itu megeman di ruangan itu, membuat kekuatiran Gilang dan Ambar berubah menjadi senyum bahagia.


Dokter Kalina memberikan bayinya kepada suster untuk di bersihkan, Ambar melahirkan dengan normal seperti keinginannya Ambar akui ini semua tak muda mengeluarkan dua bayi dengan cara normal tampa operasi.


"Selamat bayi kalian laki-laki semua" ucap dokter Kalina.


Gilang lalu men Azani ke dua bayi kembar itu, dengan di saksikan oleh Ambar dengan senyum bahagia nya, dan sekarang mereka sudah resmi menjadi orang tua.


Sedangkan di luar sana semua para orang tua menunggu cemas, eyang Tania dan kakek Erlangga juga datang menyambut cicit pertama mereka, tapi mereka tidak bisa masuk ke ruang bersalin menunggu Ambar di pindah kan ke ruangannya.


✴✴✴✴


Waktu kini sudah menunjukan pukul 1 siang dan Ambar sudah di pindahkan ke ruang VVIP dua jam yang lalu, Ambar berbaring di ranjangnya dengan di temani oleh Gilang sang suami dan para orang tua yang lain sedangkan ke dua bayi kembar mereka sedang bobok cantik di dalam box bayi.


Mom Sinta dan juga mom Nisa gemes melihat pipi gembul ke dua cucu mereka yang terlihat begitu lucu, begitu pun dengan Nicko dan Reza dan semua yang ada di situ.


"Boy, mereka sangat mirip denganmu" ucap Reza pada sang putra.

__ADS_1


"Kan aku yang buat dad" ucap Gilang membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa.


Cclekk...


Semua mata melihat ke arah pintu terbuka dan masuklah Maura dan Jovian membawakan buah untuk Ambar.


"Ya ampun ponakan gue lucu-lucu banget" ucap Maura langsung memandang ke dua bayi kembar itu.


"Selamat ya bro" ucap Jovian pada Gilang sang sahabat.


"Thanks bro, kalian cepat nyusul ya" ucap Gilang yang sudah mengetahui perihal sahabatnya sudah resmi melamar Maura.


"Pasti" ucap Jovian.


Semuanya berkumpul di ruangan rawat VVIP itu, Brian yang berada di Inggris sudah di beri tahu oleh Nicko kalau ponakannya sudah lahir Brian bahkan langsung melakukan vidio call untuk melihat wajah lucu ke dua jagoannya itu.


"Sayang kau belum memberi mereka nama" ucap mom Sinta pada sang putra.


"Aku sudah menyiapkan nama untuk mereka mom" ucap Gilang.


"Siapa nak" tanya kakek Erlangga.


"Galah Hadinata dan Galih Hadinata" ucap Gilang melihat istrinya yang tersenyum.


"Nama yang bagus boy" ucap Reza yang mendapat anggukan dari yang lain.


Semuanya yang ada di ruangan itu larut dalam obrolan, tapi ke dua bayi kembar yang sedang tertidur di dalam box bayi tak terganggu sama sekali mungkin bayi kembar itu sedang menikmati tidur di atas dunia, kemarin-kemarin kan mereka tidur di perut mami mereka.


***End....


Terimakasih😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita si kembar, Anak dari Gilang dan Ambar ya judulnya KEMBAR KEMBAR NAKAL. Bisa liat di profil ku***.


__ADS_2