
Ambar baru saja selesai bersiap-siap, hari ini Gilang sang suami mengajak sang istri tercinta untuk pergi melihat rumah baru mereka, yang tidak jauh dari ke di aman ke dua orang tua mereka.
"Sayang kita mau ke mana sih" tanya Ambar
"Ada deh, rahasia" ucap Gilang merangkul pinggang ramping sang istri keluar dari dalam kamar mereka.
Ambar memasang wajah kesalnya dan itu terlihat lucu di mata Gilang, Gilang mencium pipi sang istri dengan gemes.
"Kamu gemesin banget si kalau lagi ngambek gini, jadi pengen balik ke kamar lagi" ucap Gilang menggoda sang istri
Dan hal itu semakin membuat Ambar kesal, Gilang terkekeh melihat wajah sang istri, Gilang membukakan pintu untuk istrinya lalu ia masuk lalu duduk di kursi kemudi.
"Sayang udah dong ngambek nya" ucap Gilang karena masi melihat wajah kesal Ambar
Giling menjalankan mobilnya setelah memakai sabuk pengaman untuk nya dan juga sang istri, karena suasana Ambar lagi ngambek saat ini dalam mobil hanya ada keheningan.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Gilang memasuki area perumahan elit yang tidak jauh dari rumah ke dua orang tua, Ambar mengernyit keningnya heran kenapa mereka ke sini.
Gilang membunyikan klakson mobilnya tepat di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi, dan seorang satpam dengan cepat membukakan pintu untuk majikannya.
__ADS_1
Mobil Gilang dan Ambar masuk setelah pintu gerbang itu terbuka lebar, Ambar melihat suasana yang ada di sekitar dari balik kaca mobil, halaman yang luas dengan air mancur di tengah-tengah halaman depan, Mobil mereka berhenti tepat di depan pintu masuk rumah mewah yang tak kalau mewahnya dengan rumah keluarga Wijaya dan keluarga Hadinata.
Gilang turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk istri tercintanya, Ambar masi diam tampa kata karena ia masih kesal dengan sang suami.
Gilang mengajak sang istri masuk ke dalam rumah mewah itu, dan hal pertama yang membuat Ambar ke dua mata Ambar terbelalak kaget melihat banyaknya foto pernikahan ke duanya, dan juga foto mereka saat berbulan madu di jerman beberapa minggu lalu.
"Sayang ini..." ucap Ambar terpotong karena perkataan Gilang
"Rumah baru kita sayang, aku yakin gak lama lagi rumah besar ini akan di penuhi oleh suara anak-anak kita" ucap Gilang memeluk sang istri
Ambar membalas pelukan sang suami dengan erat, matanya sedikit berkaca-kaca karena harus dengan kejutan yang Gilang berikan, Gilang melepaskan pelukan mereka dan melihat mata ke dua istrinya yang berkaca-kaca.
"Gak aku suka ko, cuma aku terharu aja" ucap Ambar tersenyum
Gilang mencium kening sang istri cukup lama, lalu kembali memeluknya lagi dan ke duanya berpelukan lagi.
"Ayo kita liat kamar kita di lantai atas" ajak Gilang
"Ayo.." ucap Ambar memeluk lengan sang istri
__ADS_1
Gilang mengajak sang istri untuk naik ke lantai atas di mana kamar mereka berada, seisi rumah itu sudah tertata rapi dengan benda-benda mahal tentunya.
"Ini kamar kita sayang" ucap Gilang, membuka pintu kamar mereka
Ambar melihat kamar yang tak kala besarnya dengan kamar mereka yang ada di rumah ke dua orang tua mereka, ada balkon juga yang mengarah ke halaman depan di mana air mancur berada.
Gilang membuka pintu balkon dan melihat pemandangan dari sana bersama sang istri.
"Kamu suka gak" tanya Gilang merangkul pinggang Ambar
"Aku suka banget, makasih ya sayang" ucap Ambar tersenyum bahagia
"Aku siapin ini semua untuk hadiah pernikahan kita sayang" ucap Gilang mencium kening sang istri
Ambar tersenyum bahagia dan ke duanya menikmati pemandangan indah dari atas balkon rumah baru mereka.
Next...
Like, Komen sama Vote ya...
__ADS_1