Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 40. Jagung Bakar


__ADS_3

"Siapa yan...." ucapan Reza terhenti saat melihat pria yang berdiri di dekat asistennya.


"Farel..." ucap Reza beranjak dari duduk nya berjalan mendekati pria yang ia panggil Farel itu.


"Apa kabar loh, kapan balik dari America" tanya Reza dengan memeluk Farel layaknya pria


"Udah lama, yah loh bisa liat gue sekarang" ucap Farel yang tak lain adalah Torik


Reza mengajak Farel duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu, Farel adalah sahabat Reza, mereka memang tidak sering bertemu tapi mereka sangat akrap terakhir mereka bertemu sudah sangat lama waktu Farel belum pergi ke America.


Farel adalah seorang pengusaha, sama seperti Reza hanya saja selama mengenal Tiara ia selalu terlihat biasa saja, tidak berpenampilan sebagai pengusaha.


"Tumben loh ke sini, ada apa ni" ucap Reza


"Gue ada perlu sama loh Za" ucap Farel


"Ada perlu apa Rel" tanya Reza


"Gini, loh kenal Tiara kan" tanya Farel


"Tiara, Tiara yang mana ya, soalnya kan nama Tiara ada banyak" ucap Reza gak mungkin kan Tiara yang itu.


"Tiara yang pernah menculik istri loh Za" ucap Farel membuat Reza menatap Farel dengan tajam


"Gue ke sini mau minta tolong sama loh, tolong loh cabut tuntutan nya Za" ucap Farel lagi


"Sorry Rel, gue gak bisa, dia udah berani menculik istri gue dan berusaha buat bunuh gue sama istri gue, dan bukan hanya itu aja Rel, dia pernah bikin putra gue celaka" ucap Reza


"Gue mohon sama loh Za, sebagai teman" ucap Farel lagi


"Skali lagi sorry Rel, gue gak bisa dia harus pertanggung jawabkan semua perbuatannya" ucap Reza


Farel mengusap wajahnya dengan kasar, dia gak tau harus membujuk Reza dengan cara seperti apa sekarang.


"Loh ada hubungan apa sama Tiara Rel" tanya Reza


Farel mendongakkan kepalanya dan melihat pada Reza.


"Kekasih gue, dan sekarang dia lagi mengandung anak gue" ucap Farel menunduk lesu


"Maksud kamu sekarang Tiara hamil anak kamu" tanya Reza lagi


"Iya Za" ucap Farel


Reza menghela nafasnya dengan kasar, mendengar pengakuan Farel membuat Reza menjadi tidak tega, nanti akan ia coba bicarakan dengan istrinya dan juga putranya.


"Tolong gue Za, gue gak mau Tiara dan anak gue kenapa-kenapa" ucap Farel lagi


"Nanti gue coba ngomong sama istri gue dan juga anak gue, nanti gue kabarin loh lagi" ucap Reza akhirnya


"Makasih banyak Za, gue janji gak akan biarin Tiara berbuat ulah lagi" ucap Farel yang mendapat anggukan dari Reza


Ke duanya kemudian mengobrol soal, bisnis Farel juga sesekali menanyakan keadaan Reza sekarang karena kena tembakan oleh Tiara di lengannya, dan juga kondisi istri temannya itu dan juga putranya Gilang.


Reza menjawab kalau istrinya baik-baik saja, hanya putranya dulu sempat koma selama seminggu dan itu juga karena Tiara.


"Gue benar-benar gak tau kalau selama ini dia rencanakan semua itu" ucap Farel


Cukup lama mereka berdua mengobrol sampai waktu sudah menunjukan pukul setengah 5 sore, Farel pamit pada Reza, setelah itu keluar dari ruangan itu.


Reza juga bersiap-siap pulang, karena hari sudah semakin sore.


✴✴✴✴


"Kak kita mampir makan jagung bakar ya" ucap Ambar


"Iya sayang..." ucap Gilang


Saat ini ke duanya sudah berada di jalan pulang, seperti biasa, Gilang menjemput gadisnya, dan saat ini ke duanya sedang berada di dalam mobil.


Gilang terus mengemudikan mobilnya, sampai di perempatan jalan, Gilang melihat penjual jagung bakar, di sana juga terlihat ada beberapa orang pembeli.


Gilang mengajak Ambar turun dari mobil, kemudian mendekati penjual jagung bakar itu.


"Pak jagung bakar nya dua ya" ucap Gilang


"Siap den, mau di bungkus apa makan di sini" tanya pak penjual


"Makan di sini aja pak" ucap Gilang


"Baik, tunggu sebentar ya den" ucap pak penjual


Gilang menarik kursi plastik untuk Ambar dan juga untuknya, cukup lama ke duanya menunggu akhirnya jagung bakar nya sudah selesai di bakar.


"Ini den, neng jagung bakar nya" ucap pak penjual


"Makasih ya pak" ucap Gilang dan Ambar


"Sama-sama" jawab pak penjual


Gilang dan Ambar meniup jagungnya yang masi sedikit panas, melihat gadisnya kesusahan meniup, Gilang merai jagung yang di pengan oleh Ambar dan meniup nya, di rasa jagung nya sudah mulai dingin Gilang memberikannya pada Ambar lagi, kemudian ke duanya makan jagung nya sesekali mengobrol.

__ADS_1


Resa nya tidak cukup hanya satu jagung saja untuk Ambar, gadis itu kembali memesan satu lagi dan untung saja pak penjual membakarnya sedikit lebih jadi Ambar tidak menunggu yang masi di bakar lagi.


Jagung yang Gilang makan sudah habis, kini ia tinggal menunggu gadisnya selesai makan saja.


Sesekali Gilang mengelap bekas jagung yang ada di bibirnya, membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian di situ, Ambar sudah sangat malu tapi Gilang tak menghiraukan tatapan orang-orang yang berjalan kaki melewati mereka.


"Udah sayang" tanya Gilang


"Iya udah kak" jawab Ambar


"Pak semuanya berapa" tanya Gilang


"15 ribu den" ucap pak penjual


Gilang mengeluarkan selembar uang 50 ribu dari dalam dompet nya, dan memberikan pada pak penjual.


"Kembaliannya di ambil saja buat bapa" ucap Gilang


"Tapi ini banyak kembaliannya den" ucap pak pembeli


"Gak papa kak, ambil saja" ucap Gilang


"Makasih banyak ya den, semoga langgeng sama istrinya" ucap pak penjual


"Bukan istri pak, baru calon, bapa doain aja semoga cepat nikah" ucap Gilang tersenyum geli melihat gadisnya


"Amin, pasti den" jawab pak penjual


"Kami permisi dulu ya pak" ucap Gilang


Gilang menggenggam tangan Ambar untuk sampai ke mobil, Gilang membukakan pintu untuk gadis itu, kemudian ia masuk ke dalam dan mobil pun meninggalkan tempat itu.


"Sayang.." panggil Gilang


"Ada apa kak" tanya Ambar


"Sepertinya kamu gak cocok panggil aku kaka, aku terlihat seperti kaka kamu" ucap Gilang


Ambar tertawa melihat wajah Gilang yang terlihat lucu itu.


"Terus aku manggilnya apa dong" tanya Ambar


"Sayang terdengar lebih romantis" ucap Gilang


"Gimana kalau mas aja, seperti mommy manggil daddy dengan sebutan mas" ucap Ambar


"Gak sayang, aku gak suka di panggil mas" ucap Gilang


"Kok kamu malah ketawa si" ucap Gilang


"Habisnya wajahnya kaka tuh terlihat lucu banget kalau lagi kesal gitu" ucap Ambar di sisa tawanya


"Panggil sayang aja ya" ucap Gilang tak mau berhenti


"Iya sayang" ucap Ambar membuat Gilang senang bukan main


"Nah gitu dong, kan kedengarannya romantis" ucap Gilang


Tak lama kemudian mobil Gilang memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.


✴✴✴✴


"Sayang kita ke situ yuk" ajak Maura menunjuk salah satu toko tas branded yang berada di mall itu.


Saat ini Maura dan Jovian sedang berada di salah satu mall yang ada di jakarta, sedari kemari Maura terus merengek minta jalan-jalan ke mall tapi Jo tidak bisa karena ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal kan, dan sekarang Jovian menepati janjinya, hari ini mereka jalan-jalan ke mall.


Ke duanya berjalan masuk ke dalam toko tas branded itu, Maura melihat begitu banyaknya tas yang sudah tersusun rapi di atas lemari kaca, pandangan gadis itu tertuju pada salah satu tas yang terlihat sangat cantik dan elegan.


"Sayang aku mau yang itu ya" ucap Maura menunjuk tas yang berwarna hitam ada di rak ke tiga


"Mau yang itu sayang" tanya Jovian


"Iya" jawab Maura


Jovian memanggil salah satu karyawan toko yang tak jauh dari mereka.


"Mbak, saya mau yang itu ya" ucap Jovian menunjuk tas yang Maura mau


"Saya Ambil dulu ya mas" ucap karyawan toko sedikit genit itu, membuat Maura enek melihat tingkah centil nya.


Karyawan itu memberikan tasnya pada Maura, dan Maura mengambilnya dengan kasar, karena melihat karyawan itu sangat centil pada Jovian.


"Ayo sayang kita bayar" ucap Jovian menarik tangan gadisnya menuju kasir


Jovian memberikan Tasnya pada seorang wanita penjaga kasir.


"Totalnya 55 juta pak" ucap seorang kasir


Jovian mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya dan memberikan nya pada seorang kasir, uang sebanyak itu tidak ada apa-apanya pada Jovian, karena apapun buat gadisnya akan dia berikan, dan tak lama kemudian langsung di kembalikan oleh penjaga kasir, dan memberikan tas yang sudah di taruh di dalam paper bang yang bertuliskan LV Maura merai tas itu dan mengajak Jovian keluar dari toko tas itu.


"Gak mau beli yang lain sayang" tanya Jovian saat ini ke duanya sudah keluar dari toko tas branded.

__ADS_1


"Gak ada kak, kita cari makan aja yuk" ajak Maura saat ini ia sedang bergelayut manja di lengan Jovian


Ke duanya memasuki restoran jepang yang ada di mall itu, Jovian memili meja yang dengan latar belakang yang sangat cantik.


Jovian memanggil salah satu pelayan yang sedang, dan pelayan itu mendekat dengan membawa dua buku menu, Jovian dan Maura melihat menu-menu masakan jepang yang ada di dalam buku itu, pandangan Maura jatuh pada seafood yang sangat menggiurkan lida nya.


"Sayang kamu mau pasan apa" tanya Jovian


"Aku seafood aja sayang, kalau kamu pesan apa" tanya Maura


"Aku samain aja sama kamu sayang" ucap Jovian


Kemudian Maura memberi tau pelayan kalau mereka pesan Seafood dua sama minum nya oren joss, setelah pelayan itu mencatat pesanan mereka Maura kembali memberikan buku menu itu pada pelayang tadi, dan berlalu dari hadapan Maura dan Jovian


"Sayang besok kamu ada pemotretan gak" tanya Jo


"Ada, tapi jam 9 pagi sampai jam 11 siang sayang" ucap Maura


"Besok malam aku mau ngajak kamu ke rumah, mama minta aku bawa calon mantu nya tuh ke rumah" ucap Jovian, Jo ingat betul bagaimana mama nya meminta Jo untuk membawa Maura main ke rumah.


"Boleh sayang, aku juga udah kangen sama tante Ranti dan om Joshua, nanti kamu jemput aku aja di rumah ya" ucap Maura


"Iya nanti besok pulang kantor, aku mampir jemput kamu ya" ucap Jovian


"Iya sayang" jawab Maura


Dan tidak lama kemudian pelayan datang membawa nampang berisi pesanan merek, setelah meletakan semua pesanan itu pelayan kembali ke belakang, Maura dan Jovian menikmati makan malam mereka, sesekali Jovian menyuapi gadisnya dengan romantis.


✴✴✴✴


Gilang tiba di rumah pukul 8 lewat, Gilang memikirkan mobilnya, kemudian turun dan masuk ke dalam rumah besar itu.


Sinta dan Reza yang sedang duduk di ruang tengah melihat putra mereka yang baru saja tiba.


"Dad, mom" sapa Gilang melihat ke dua orang tuanya


"Sayang kau baru pulang" tanya Sinta yang mendapat anggukan dari Gilang


"Sana kamu mandi dulu habis itu, kita makan malam bersama, ada yang mau daddy omongin sama kamu" ucap Sinta


"Iya myy, aku ke atas dulu mau mandi" ucap Gilang


Gilang menaiki anak tangga satu persatu, tiba di lantai atas, Gilang langsung masuk ke dalam kamarnya dan melepaskan jas dan juga sepatunya, sepertinya Gilang butuh berendam untuk merilekskan oto-oto tubuh nya.


Gilang masuk ke dalam kamar mandi, mengisi bat up dan menuangkan sedikit sabun cair kemudian Gilang masuk ke dalam bat up.


Setelah berendam selama hampir 15 menit, Gilang beranjak dan membilas seluruh busa yang ada di tubuhnya di bawa guyuran shower, selesai itu Gilang mengambil handuk puti yang mengantuk dan melilitnya di pinggang kotak-kotak Gilang, lalu keluar dari kamar mandi.


Setelah menunggu hampir 1 jam, Gilang akhirnya turun ke lantai bawa dengan pakaian santai nya, pria tampan itu menemui ke dua orang tuanya di ruang tenga.


"Dad, mom" panggil Gilang yang terlihat sudah sangat segar


"Ayo kita makan malam dulu" ajak Sinta pada ke dua pria yang ia sayangi


Art sudah menyiapkan makan malam untuk mereka, Sinta, Reza dan Gilang pun menikmati makan malam dengan hening, hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar.


Selesai makan malam, Reza mengajak istrinya dan juga putranya duduk di ruang tamu, Reza ingin membicarakan tentang Tiara, sebelumnya Reza sudah mengatakan pada sang istri, dan sang istrinya tidak apa-apa karena iya juga seorang wanita jadi sangat mengerti apa yang di alami oleh Tiara.


Sinta sudah memaafkan Tiara, karena ia tidak mau menjadi seorang pendendam selam hidupnya.


"Boy, ada yang mau daddy katakan sama kamu" ucap Reza


"Daddy mau bilang apa" tanya Gilang


"Ini soal Tiara" ucap Reza


"Tante Tiara yang kemarin menculik mommy dan menembak daddy" tanya Gilang


"Iya boy" ucap Reza


"Kenapa sama dia dad" tanya Gilang


"Tadi ada teman daddy datang ke kantor, dan minta daddy buat cabut tuntutan nya, dan teman daddy itu adalah kekasih Tiara, dan sekarang Tiara sedang mengandung anak dari teman daddy" ucap Reza


"Jadi tante Tiara sekarang lagi hamil" ucap Gilang


"Iya sayang, kasian dia, lagi mengandung terus berada di balik jeruji besi" ucap Sinta


"Aku sih terserah daddy sama mommy, asalkan dia tidak berbuat jahat seperti kemarin lagi" ucap Gilang


"Daddy sama daddy Nicko akan jelasin sama dia besok di kantor polisi, dan teman om itu juga bukan orang biasa" ucap Reza


"Iya dad" ucap Gilang


"Terimakasih boy daddy sama mommy bangga padamu tidak dendam dengan orang" ucap Reza


Next...


Like, Komen sama Vote ya.


Hadiahnya juga guys, biar aku up nya makin semangat.

__ADS_1


Terimakasih...🙏🙏


__ADS_2