Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 48. Menikmati Waktu Berdu


__ADS_3

Gilang baru saja menjemput Ambar, saat ini ke duanya sudah berada di dalam mobil, mereka akang melakukan fitting gaun pengantin di butik mom Sinta.


Karena acara pernikahan ke duanya tinggal seminggu lagi, Gilang terus saja melihat ke arah gadisnya, biarpun tangannya sedang menyetir.


"Sayang, fokus nyetirnya dong, bahaya" ucap Ambar mengingatkan Gilang


"Habisnya kamu makin hari makin cantik si" ucap Gilang tersenyum menggoda


"Gombal lagi ya" ucap Ambar


"Siapa yang gombal sih, aku gak gombal kok itu kenyataan tau" ucap Gilang


Ambar hanya menggeleng kepala melihat pria itu, tapi jujur dalam hati gadis itu ia sangat senang mendapat pujian dari calon suaminya.


Mobil yang di kendarai oleh Gilang pun tiba di lobby butik milik mom Sinta, ke duanya turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam, dengan Gilang yang setia mengandeng tangan gadis itu.


Para karyawan mom Sinta menunduk hormat pada ke dua calon pengantin yang baru saja masuk itu.


"Mommy di mana Ta" tanya Gilang pada seorang bernama Mita


"Bu Sinta ada di ruangannya den" ucap wanita yang sudah berumur itu


"Kita ke ruangan mommy ya" ajak Gilang, yang mendapat anggukan dari Ambar


Gilang membawa gadis nya masuk ke dalam ruangan sang Mommy, terlihat mom Sinta sedang sibuk dengan sketsa yang sedang ia buat, mom Sinta adalah seorang desainer.


Ambar melihat begitu banyak karya-karya mom Sinta yang ada di ruangannya.


"Mom.." sapa Gilang


"Sayang kalian sudah datang, duduk sebentar ya mommy selesain ini dulu" ucap mom Sinta


"Iya mom" jawab Gilang dan Ambar bersama


Di selah menunggu mom Sinta, ke dua pasangan itu terlihat sedang asik bercanda, bahkan Gilang sesekali menjahili Ambar dengan mengacak rambut gadis itu menjadi berantakan, dan Ambar memasang wajah kesal.


Terlihat mom Sinta beranjak dari duduknya dan menghampiri ke dua pasangan itu.


"Sayang kita liat gaunnya sekarang" ucap mom Sinta


"Ayo mom" ucap Gilang


Mereka bertiga keluar dari ruangan mom Sinta, dan masuk ke dalam ruangan khusus gaun pernikahan.


Mom Sinta sudah mendesain gaun yang begitu mewah untuk ke duanya, sesampainya di dalam ruangan itu, Gilang dan Ambar melihat gaun yang begitu indah dan juga setelan jas yang senada.


"Ini dia gaun yang udah mommy buat khusus untuk kalian" ucap mom Sinta


"Ini indah sekali mom" ucap Ambar


"Iyo dong sayang, ini mommy buat spesial buat kalian" ucap mom Tania


"Kita coba sekarang gaunnya ya sayang" ucap mom Tania


"Iya mom" jawab Ambar


Mom Tania membawa gaunnya masuk ke ruangan ganti bersama dengan Ambar, karena Ambar tidak mungkin memakai gaunnya sendiri harus ada bantuan seseorang. Sedangkan Gilang di minta ke ruang ganti sebelah untuk mengenakan setelan jas nya.


"Sayang kamu cantik banget" ucap mom Tania melihat calon mantu nya yang mengenakan gaun itu


"Makasih mom" ucap Ambar


"Ayo kita keluar, pasti putra mommy gak berkedip lia kamu" ucap mom Tania


Ambar tersenyum mengikuti mom Tania keluar dari ruang ganti itu, Ambar sedikit kesusahan saat berjalan karena gaunnya sangat berat dan panjang.


Gilang menatap calon istrinya tampa berkedip, gadis itu terlihat begitu cantik dengan mengunakan gaun pengantin itu.


Mom Tania tersenyum melihat sang putra yang tidak berkedip sedikit pun melihat calon istrinya.


"Udahan liat nya" ucap mom Tania, membuat lamunan Gilang buyar


Gilang tersenyum mendekati Ambar, "C A N T I K" satu kata itu keluar dari mulut Gilang


Gilang juga tak kalah tampan nya mengunakan tak sedo yang senada dengan gaun yang di kenakan oleh Ambat.


Gilang hendak mendekati gadis nya, tapi langsung di tahan oleh mom Tania.


"Mau apa kamu" tanya mom Tania

__ADS_1


"Enggak mau ngapa-ngapain" ucap Gilang


Mom Tania menatap putranya curiga, lalu membisik kan sesuatu di telinga Ambat, membuat Ambar tidak tau harus menjawab apa.


Setelah selesai mencoba gaun pengantin mereka, ke duanya kini sudah kembali berganti pakaian dan sudah kembali ke ruangan mom Tania.


"Sayang mulai besok kalian akan di pingit" ucap mom Tania, yang berhasil membuat Gilang melihat mommy nya dengan kaget


"Di pingit mom" tanya Gilang lagi


"Iya, kenapa" ucap mom Tania acuh


"Kenapa harus di pingit sih mom, aku kan jadi gak bisa ketemu sama calon istri aku" ucap Gilang tak semangat


"Kan cuma beberapa hari gak ketemunya, seperti mau pisah setahun aja kamu" ucap mom Tania


Gilang melihat mommy nya dengan kesal, jadi gak bisa ketemu dong beberapa hari ini.


"Sayang kita seharian ini jalan-jalan sepuasnya yah" ucap Gilang


"Iya, kita jalan-jalan berdua hari ini" ucap Ambar, tersenyum melihat wajah lucu Gilang


Mom tanya hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah bucin putra tunggalnya itu, perasaan dulu suaminya gak ada tuh seperti putranya ini.


Gilang dan Ambar pamit pada sang mommy, mereka akan menghabiskan waktu berduaan hari ini, karena mulai besok ke duanya akan di pingit.


"Sayang kita mau kemana" tanya Ambar, saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil.


"Kita ke apartemen aku aja ya, tapi sebelum ke sana kita mampir belanja bahan masak di supermarket" ucap Gilang


"Iya, aku akan masakin makan siang buat kita" ucap Ambar senang


"Iya sayang" jawab Gilang tersenyum manis


Ke duanya singa di supermarket yang ada di dekat apartemen Gilang, ke duanya turun dari mobil, sesampainya di dalam supermarket itu, Gilang mengambil troli dan mendorong mengikuti Ambar.


"Sayang mau aku masakin apa" tanya Ambar


"Apa aja sayang, yang penting kamu yang masak aku pasti suka" ucap Gilang


Saat ini ke duanya, sedang berada di tempat ayam, Ambar akan memasak ayam kecap yang sempat ia pelajari dari sang mommy, Ambar juga tidak lupa mengambil bumbu-bumbu nya.


"Kangkung cah sepertinya enak sayang" ucap Gilang


Ambar mengambil dua ikat kangkung segar di dalam pendingin, dan juga mengambil seikat batang bawang.


"Sayang kita ke sana yuk, kayaknya masak udang saus tiram juga enak" ucap Ambar


Gilang pun hanya mengikuti kemauan sang calon istri, Ambar membeli dua kilo udang segar yang sedikit besar-besar cocok untuk di buat saus tiram.


Setelah semuanya sudah lengkap, ke duanya pergi menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka, Gilang membayar semua belanjaan mereka, setelah selesai ke duanya keluar dari supermarket itu, dengan gilang yang membawa dua tas jomblo berisi bahan-bahan dapur.


Gilang menaruh semua belanjaan mereka di dalam bagasi mobil, setelah itu ke duanya pergi ke apartemen Gilang yang tidak jauh dari situ.


Gilang memikirkan mobilnya, dan tidak lupa mengambil semua belanjaan mereka di dalam bagasi mobil, Ambar juga membantu Gilang membawakan barang belanjaan mereka ke atas.


Ke duanya memasuki lift yang akan mengantarkan mereka menuju lantai atas di mana unit apartemen Gilang berada.


Sesampainya di dalam apartemen, Ambar langsung membawa semua belanjaan mereka menuju dapur, dan meletakkannya di atas meja, Ambar mulai memakai celemek dan mulai mengupas bahan-bahan nya.


"Sayang aku bantu ya" ucap Gilang yang tiba-tiba saja masuk ke dapur


"Kupasin bawang aja ya, aku mau potong-potong ayam, sama sayur juga" ucap Ambar


Selesai Ambar membersihkan ayam sama sayur, Ambar membersihkan udang yang mereka beli tadi.


Setelah semuanya sudah siap, bumbu, dan bahan-bahan yang lain, Ambar mulai memasak sedangkan Gilang duduk di kursi meja makan sambil menemani Ambar memasak.


Ambar dengan lincahnya memegang peralatan masak, Gilang mulai mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera makan, cacing-cacing yang ada di perutnya sudah mulai berbunyi minta segera di isi.


Ayam kecap, sama kangkung cah sudah masak tinggal udang saus tiram yang sedang sementara di tunggu mateng.


Tidak lama kemudian semua masakan sudah mateng, Ambar menatanya di atas meja makan di depan Gilang.


Setelah semuanya makanan sudah siap, ke duanya mulai makan siang mereka, Gilang mulai mencicipi masakan calon istrinya dan benar saja Gilang langsung menambah banyak porsi makanya, bahkan kangkung tinggal sedikit sisa nya.


"Sayang masakan kamu enak banget, aku suka" ucap Gilang


"Makasih sayang" ucap Ambar, ia senang Gilang suka dengan masakannya

__ADS_1


"Apa lagi ini udang saus tiram, benar-benar enak banget" ucap Gilang


"Sayang kalau ada sisa nya di bawa pulang ya nanti di makan di rumah, sayang nanti mau bazir kalau di biarin di sini" ucap Gilang


"Iya nanti kita bawa pulang sayang" ucap Ambar


Setelah selesai makan Ambar tidak lupa mencuci piring mereka, dan menaruh semua sisa bahan-bahan masak di dalam kulkas, setelah itu ke duanya bersantai di ruang TV menikmati waktu berdua mereka sebelum di pingit besok.


✴✴✴✴


Tiara dan Farel menikmati bulan madu mereka dengan bahagia, bagaimana tidak, Farel selalu mengurung sang istri di dalam kamar dengan alasan cuaca di luar sana tidak baik untuk ibu hamil seperti Tiara, Tiara tau itu hanya modul suaminya saja yang ingin mengurung nya di dalam kamar hotel, seperti saat ini Tiara hanya di perbolehkan pergi ke kamar mandi oleh Farel setelah itu tidak lagi.


"Sayang aku bosan di kamar terus, udah berapa hari di sini tapi gak pernah jalan-jalan" ucap Tiara kesal


"Cuaca di luar lagi dingin sayang, sekarang lagi musim salju" ucap Farel masi dengan posisi memeluk Tiara di atas ranjang


"Ngapain jauh-jauh bulan madu ke sini kalau cuma mengurung diri di kamar aja" ucap Tiara kesal


Farel terkekeh melihat wajah kesal sang istri, Farel mencium gemes bibir istrinya yang sedang mengerucut sebel itu.


"Kamu gemesin banget sih kalau lagi kaya gini" ucap Farel


"Tuh kan mulai lagi, tangan kamu nakal banget deh" ucap Tiara merasakan tangan sang suami sudah mulai meraba-raba sana sini.


"Iya besok kita jalan-jalan, tapi sekarang aku lagi mau nengok bayi kita sayang" ucap Farel tepat di daun telinga sang istri, membuat Tiara menggeliat tak karuan jadinya.


Farel mulai menyambar bibir menggoda istrinya, menciumnya dengan membuat, dan Tiara membalas itu dengan tak kalah lembutnya, tapi lama-kelamaan menjadi semakin menuntut dan adegan menengok adek bayi pun terjadi di antara ke dua pasangan pengantin baru itu, hampir 2 jam Farel menengok bayinya sampai membuat Tiara kuwalahan mengimbangi permainan sang suami, Tiara tertidur di dalam pelukan Farel setelah adegan panas mereka selesai saat ini jam sudah menunjukan pukul 10 malam waktu paris.


✴✴✴✴


"Kenapa wajah loh kusut gitu" tanya Jo pada Rendi


Saat ini ke dua pria itu sedang berada di kantor Jovian, tepatnya di ruangan Jo, Rendi datang ke kantor Jo sore ini.


"Gue lagi mikirin seseorang" ucap Rendi


"Siapa Pitaloka, loh mau aja di porotin sama tuh cewek" ucap Jovian santai saat ini ke duanya duduk di sofa yang ada di ruangan itu


"Bukan.." ucap Rendi


"Terus siapa, siapa cewek yang udah bikin loh galau gini heemm" ucap Jovian menarik turunkan alisnya


"Loh gak kenal, di tetangga gue di apartemen" ucap Rendi


"Terus, kenapa loh galau gitu" tanya Jo


"Beberapa hari lalu di liat gue sama Pitaloka ciuman di lift, lebih tepatnya si Pita yang main nyosor aja" ucap Rendi


"Sekarang dia udah gak keliatan lagi, sepertinya dia gak pulang ke apartemen nya lagi" ucap Rendi menghela nafasnya kasar


"Loh suka sama tuh cewek" tanya Jo


"Gue juga gak tau, setiap gue sama dia hati gue senang banget, tapi melihat wajahnya setelah melihat Pita nyium gue, dada gue mendadak sesak" ucap Rendi


"Itu tandanya loh suka sama tuh cewek Bro" ucap Jovian


Semenjak di mana Vita melihat Rendi bercumbu dengan Pita di lift malam itu, selesai membersihkan dirinya Vita memutuskan untuk pulang ke rumah, karena sudah lama juga ia tidak pulang ke rumah, dan juga menghindari pria itu tentunya.


Entah kenapa dadanya terasa sesak melihat pria itu bercumbu dengan wanita lain, padahal Rendi juga sering melakukan itu padanya, apa Vita terlalu berharap, dan sekarang sudah seminggu Vita tidak kembali ke apartemen dan hal itu membuat Rendi uring-uringan di apartemen karena tidak mendapatkan keberadaan Vita di sana, bahkan Rendi selalu menolak Pita yang hendak menemuinya di apartemen.


Dan disinilah dia sekarang di kantor sahabatnya Jo, menceritakan semuanya pada sahabatnya itu, tampa Rendi tau kalau wanita yang membuatnya uring-uringan itu adalah saudara dari sahabatnya itu.


Tiba-tiba ponsel milik Rendi berdering, Rendi mengambil ponselnya dari saku celananya, dan terlihat nama Pitaloka di layar ponselnya, Rendi kembali memasukan ponselnya di saku celananya.


"Siapa Pita" tanya Jo


"Iya.." ucap Rendi


"Gue penasaran siap cewek yang udah bikin loh galau gitu" ucap Jovian


Rendi mengingat mulut cerewet Vita, yang beberapa hari ini tidak lagi Rendi dengar, Rendi benar-benar merindukan kecerewetan wanita itu, Rendi melihat jam yang sudah menunjukan pukul 5 sore, ia pamit pada Jovian untuk segera kembali ke apartemen siapa tau aja Vita sudah kembali ke sana, sepulangnya dari kantor Rendi langsung ke kantor sahabatnya Jovian.


Next...


***Like, Komen sama Vote ya...


Terimakasih***...


😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2