
Ambar bangun dari tidurnya dan berlari cepat ke arah kamar mandi, Ambar merasakan semua isi perutnya memaksa ingin keluar.
Uuekk,, uueekk...
Gilang yang masi dalam tidurnya samar-samar mendengar suar sang istri, Gilang memaksakan membuka ke dua matanya yang terpejam.
Uueekk,, uueekk...
Dengan cepat Gilang beranjak dari kasur dan menyusul sang istri yang sedang berada di kamar mandi.
"Sayang.." panggil Gilang mendekati Ambar
"Sayang kepala aku pusing dan mual" ucap Ambar dengan memegang pelipisnya
Lagi-lagi Ambar memuntahkan isi perutnya, membuat Gilang yang ada di samping istrinya memijit pundak sang istri dengan pelan.
Setelah di rasa mual nya sedikit hilang, Ambar mencuci mulutnya dan berbalik melihat Gilang, Gilang melihat wajah sang istri yang terlihat pucat membuat Gilang tidak tega melihat itu.
"Sayang wajah kamu pucat, kita ke dokter ya" ucap Gilang
"Aku gak papa ko sayang, mungkin cuma masuk angin aja" ucap Ambar keluar dari kamar mandi di bantu oleh Gilang
Gilang membaringkan sang istri dengan pelan di atas ranjang, lalu ia keluar meminta art untuk membuatkan teh jahe untuk menghilangkan rasa mual sang istri.
Gilang melihat jam yang sudah menunjukan pukul 6 pagi, lalu Gilang duduk di sisi ranjang memijit betis istrinya dengan pelan.
__ADS_1
"Sayang kita ke dokter aja ya, aku takut kamu kenapa-napa" ucap Gilang memaksa Ambar
"Aku gak papa ko sayang" ucap Ambar memaksakan tersenyum
Tokk,, Tokk...
"Masuk" ucap Gilang
Seorang art masuk dengan membawa segelas teh jahe panas yang di minta oleh Gilang tadi.
"Ini teh jahenya pak" ucap art
"Makasih ya bi" ucap Gilang mengambil gelas yang berisi teh jahe itu, kemudian bibi kembali keluar lagi.
"Sayang sekarang kamu minum ya, biar mual nya hilang" ucap Gilang menyuapi sang istri
"Masih mual" tanya Gilang
"Udah gak, cuma pusing aja" ucap Ambar
"Mau sarapan apa biar di bikinin sama bibi" ucap Gilang
"Aku mau makan bubur kuah kuning buatan mommy" ucap Ambar dengan manja
"Ya udah bentar ya aku telpon mommy Nisa dulu" ucap Gilang mencubit gemes hidung sang istri lalu beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Setelah menelpon mertuanya Gilang kembali duduk bersama sang istri di ranjang, Gilang masi melihat wajah pucat istrinya, Gilang masi engan bersiap-siap untuk ke kantor.
✴✴✴✴
Sementara itu di kediaman Nicko, Nisa baru saja menyiapkan jas kantor sang suami, Nicko baru saja saja keluar dari kamar mandi.
"Sayang siapa yang menelpon tadi" tanya Nicko karena ia mendengar sang istri sedang berbicara di telpon
"Gilang mas" ucap Nisa mengambil dasi yang akan Nicko kenakan dari dalam lemari
"Ada apa sayang" tanya Nicko dan ke uda tangannya sedang mengeringkan rambutnya mengunakan handuk kecil
"Kaka katanya pengen makan bubur kuah kuning buatan aku" ucap Nisa
"Tumben sayang, kaka baik-baik saja kan" tanya Nicko kuatir
"Kata Gilang kaka mual-mual mas dan pusing" ucap Nisa
Nicko menghentikan gerakan mengeringkan rambutnya, keningnya mengernyit keningnya heran, Nicko jelas tau gejala apa itu karena dulu istrinya juga gitu saat hamil putra ke dua mereka.
"Sayang apa kaka.." ucap Nicko melihat sang istri
"Mudah-mudahan mas aku juga berharap begitu" ucap Nisa yang mengerti arti pertanyaan sang suami.
Setelah selesai membantu keperluan sang suami, Nisa turun ke lantai bawa untuk membuatkan bubur kuah kuning buat sang putri, dan Nisa sendiri yang akan mengantarkannya ke kediaman putri dan menantunya.
__ADS_1
Next...
Like, Komen sama Vote ya guys...