Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 25. Ambar Takut


__ADS_3

Setelah sampai di ruang tenga Vila, Gilang meraih tangan gadisnya menggenggamnya dengan erat, dan pandangan ke duanya bertemu cukup lama.


"Sana masuk kamar, bentar lagi sepertinya mau turun hujan" ucap Gilang, karena setiba nya di Vila langit sudah mendung.


"Kaka juga ya" ucap Ambar


"Iya sayangggg..." jawab Gilang mengacak rambut gadis itu


Ambar hanya mengerucut kesal melihat rambutnya di acak-acak oleh Gilang, dan hal itu membuat Gilang gemes melihat tingkah gadisnya.


Ambar masuk ke dalam kamar, dengan perasaan yang sangat bahagia, gadis itu benar-benar gak nyangka kalau pria yang ia tunggu-tunggu selama ini adalah pria yang terus membuat jantungnya berdetak cepat.


Ambar masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, gadis itu bersenandung ria di dalam sana, karena suasana hatinya sangat bahagia saat ini.


Tak lama kemudian Ambar keluar dengan setelan piyama tidurnya, gadis itu tak lupa memakai Skincare malam, Ambar melihat pintu balkon yang tidak tertutup bagus, sampai angin meniup kain jendela tembus pandang itu.


Selesai Ambar mengunci pintu balkon, gadis itu juga tidak lupa menarik kain jendela, kemudian Ambar naik ke atas kasurnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Tiba-tiba Ambar menjadi ingat dengan sepupunya Maura, Ambar mengambil ponsel dari atas meja samping ranjangnya, dan menelpon Maura.


"Iya Mbar, ada apa nelpon aku" ucap Maura dari seberang sana


"Aku cuma mau mastiin kamu udah nyampe Vila belum" ucap Ambar


"Udah ko, ni udah di kamar barus selesai mandi" jawab Maura


"Syukur deh, aku pikir kamu masi di luar, karena bentar lagi mau hujan" ucap Ambar


Tiba-tiba lampu mati, dan suasana dalam kamar Ambar menjadi gelap, membuat gadis itu panik dan sambungan telponnya dengan Maura terputus, terdengar suara hujan deras di sertai guntur dan juga cahaya kilat yang terlihat dari balik pintu balkon.


Ambar menutup ke dua telinganya dan meringkuk di sudut tempat tidur, ia benar-benar taku, air matanya sudah tak dapat di tahan lagi, gadis itu terdengar terisak memanggil nama mommy dan daddy nya sakit takut nya.


"Ambar sayang, kamu di mana" panggil Gilang dengan nada suara kuatir setelah masuk ke dalam kamar gadisnya


"Sayang kamu di mana, sayang" panggil Gilang lagi karena suasana sangat gelap


"Hiks.. Hiks.." suara isak tangis gadisnya terdengar di telinganya Gilang


Gilang menyalakan senter yang ada di ponselnya, dan melihat di seluruh seisi kamar, dan di sudut ranjang besar itu gadisnya meringkuk dengan memeluk ke dua lututnya dengan wajah menunduk.


"Sayang.." dengan cepat Gilang menghampiri gadisnya itu.


Gilang membawa tubuh yang menangis itu ke dalam dekapan hangatnya, Gilang mengusap-usap kepala gadisnya itu.


"Jangan takut ada kaka di sini" ucap Gilang berusaha menenangkan gadisnya


Ambar membalas pelukan Gilang dengan erat, seolah-olah ia takut pria itu pergi jauh lagi, sekarang ia jadi sedikit tenang karena berada dalam dekapan hangat pria yang ia cintai itu.


Gilang membawa gadis nya duduk di sisi ranjang, tampa melepas pelukan mereka, tapi hujan deras, guntur dan kilat masi terdengar di telinga Ambar, apa lagi melihat cahaya kilat dari balik pintu balkon kamarnya membuat gadis itu merinding takut.


Sesekali Ambar memeluk Gilang erat kalah suara guntur terdengar sangat kuat.


Tak lama kemudian lampu kembali menyala, tapi posisi keduanya masi saling berpelukan, Gilang melihat gadisnya tersenyum karena Ambar Memeluk nya sambil merem.


"Sayang" panggil Gilang tapi tak mendapat sahutan


"Sayang..." panggil Gilang lagi


Ambar me geliat tapi engan untuk membuka ke dua matanya.


"Sayang, buka dulu matanya, lampu nya udah nyala" ucap Gilang


Amber membuka sedikit-sedikit ke dua matanya, dan itu terlihat lucu di mata Gilang bagaimana tidak bulu mata lentik gadisnya bergerak dengan dengan sangat lucu saat Ambar membuka matanya perlahan.


Ambar melihat seisi kamar yang sudah terang, dan mendengar hujan masi cukup deras tapi tak mendengar suara guntur dan cahaya kilat.


Ambar melepas pelukannya dari Gilang, Gilang melihat wajah kusut gadisnya karena habis menangis tadi, Gilang merapikan anak rambut Ambar yang berada di wajahnya.


"Sekarang tidur ya" ucap Gilang dengan mengusap pipi lembut Ambar

__ADS_1


"Aku takut kak" ucap Ambar lirih


"Ada kaka bersama kamu, jadi gak usah takut ya" ucap Gilang


"Iya" ucap Ambar


"Sekarang tidur ya, udah telat itu" ucap Gilang


"Tapi kaka jangan pergi ya aku takut" ucap Ambar menunduk malu


"Iya sayang, kaka gak ke mana-mana ko" jawab Gilang lembut.


Ambar membaringkan tubuhnya, dan Gilang menutup selimut pada gadisnya itu.


"Mimpi yang indah ya" ucap Gilang mencium kening Ambar kemudian mengelus pucuk kepala gadis itu, sampai Ambar tertidur dengan pulesnya.


Gilang tersenyum melihat melihat wajah damai gadisnya yang sedang tertidur, Gilang mengambil bantar dan guling yang ada di samping gadisnya, kemudian ia melangkah ke arah sofa yang tak jauh dari ranjang gadis itu. Gilang tidur di sofa untuk menemani gadisnya yang sedang tertidur pules itu.


Seper empat jam Ambar terbangun dari tidurnya, Ambar melihat sekeliling nya tak menemukan Gilang, lalu pandangan Ambar tertuju pada sebuah sofa. Di sana Gilang tertidur tampa mengenakan selimut hanya bantal kepala dan memeluk guling.


Ambar turun dari ranjang, dan mengambil selimut yang ada di dalam lemari, kemudian menyelimuti Gilang dengan pelan takutnya ia menganggu tidur nyenyak pria itu.


Setelah itu Ambar kembali ke ranjangnya dan melanjutkan kembali tidur nya, tapi suara hujan sudah tak terdengar lagi di telinga gadis itu.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Suara kicauan burung mengusik ke dua insan yang masih tertidur pules itu, Ambar membuka ke dua matanya dengan paksa di lihatnya silau mata hari sudah masuk ke dalam kamar gadis itu melalui celah pintu kaca itu.


Pandangan Ambar beralih pada sosok pria tampan yang masih setia bergulung di balik selimut di atas sofa, Ambar tersenyum melihat wajah damai dan tampan itu. Ambar beranjak dari atas kasur dan berjalan menuju pintu balkon, gadis itu membuka pintu balkon itu dan langsung di sambut oleh indah nya sang surya di depan sana.


Ambar sampai mengangkat tangan nya untuk menutup silau sang surya. Suasana pagi di Vila itu sangat indah di pandang, gadis itu berharap Perfect Honeymoon nanti akan ke tempat ini lagi.


Gilang menggeliat karena ada silau mata hari yang menerpa wajah tampan nya, pria itu melihat ke arah ranjang tapi tidak menemukan gadisnya di sana.


Gilang bangun dari tidurnya dan mencari keberadaan gadisnya, pandangan pria itu tertuju pada pintu balkon yang terbuka, Gilang tersenyum mendapatkan gadis itu sedang menikmati pagi harinya di balkon kamar.


Gilang melangkah keluar mendekati Ambar, dan Ambar menjadi kaget tiba-tiba Gilang sudah berdiri di sampingnya jangan lupakan rambut berantakan pria itu, dan jujur Ambar benar-benar terpanah melihat ketampanan Gilang.


Ambar melihat ke arah lain, karena ketahuan memandang pria itu, Gilang tersenyum geli melihat wajah malu-malu gadisnya itu begitu mengemaskan di mata pria itu.


"Pemandangan nya indah yah" ucap Gilang


"Iya aku suka" jawab Ambar


Pandangan Ambar dan Gilang beralih pada balkon Vila sebelah, dan di sana Jovian sedang memeluk Maura dari belakang dengan dagu pria itu berada di bahu Maura, ke duanya menikmati pemandangan pagi hari dengan sangat romantis.


"Mereka nginep di Vila sebelah" tanya Ambar


"Iya, sama seperti kita, beda kamar" ucap Gilang karena ia tidak mau gadisnya itu berpikiran macem-macem pada sahabatnya.


"Ayo kita masuk" ajak Gilang dan Ambar mengikutinya


Gilang mengajak gadisnya masuk ke dapur, dan di meja sudah terdapat menu sarapan pagi, yang tertata rapi.


"Kak, ini siapa yang buat" tanya Ambar


"Istrinya pak Tejo sayang" jawab Gilang


Ambar melihat ke sekeliling Vila itu, tapi tak mendapatkan siapapun, Gilang yang mengerti gadisnya sedang mencari seseorang pun langsung berkata.


"Tapi beliau sudah kembali, cuma datang memasak saja" ucap Gilang


"Kalau gitu aku mandi dulu ya kak, baru sarapan" ucap Ambar


"Iya sayang, kaka juga mau mandi juga" ucap Gilang tersenyum


Ambar kembali masuk ke dalam kamarnya, dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tak berselang lama Ambar sudah selesai dengan mandinya, gadis itu memoles sedikit bedak ke wajahnya dan sedikit lip tin, membuat gadis itu jadi bertambah cantik.


Ambar keluar dari kamar lalu melangkah menuju dapur, bertepatan Gilang juga keluar dari kamarnya, pria itu benar-benar tampan hanya mengunakan pakaian rumahan saja masi terlihat sangat keren di mata Ambar.

__ADS_1


Gilang menarik kursi untuk gadisnya itu, dan juga untuknya, Ambar melihat menu sarapan yang sangat ia suka, ya itu sayur bayam di bikin kuah pakai tahu menta, menggugah selera makan Ambar benar-benar membara.


"Kak aku ambilin ya" ucap Ambar


"Boleh" jawab Gilang


Ambar mengambil nasi dan menaruh di piring Gilang, dan mengambil ayam goreng bumbu pedas menaruh di sebelah nasi.


"Kaka mau bayam nya juga gak" tanya Ambar


"Iya sayang, sayur nya di banyakin ya" ucap Gilang


"Makasih calon istri" ucap Gilang yang berhasil membuat ke dua pipi Ambar memerah padam, membuat Gilang semakin gencar untuk menggoda gadis itu.


Ambar mengambil sarapan untuk nya, setelah berdoa ke duanya mulai memakan sarapan mereka dengan sesekali mengobrol soal menu-menu masakan yang mereka sukai sehari-hari.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Sayang, udah siap belum" tanya Jo dari balik pintu kamar Maura


Ccllekk...


"Udah, ayok pergi sayang" ucap Maura memeluk lengan Jo dengan manja, membuat Jovian mencium pucuk kepala gadis itu


Ke duanya ingin sarapan di restoran yang kemarin mereka datangi, saat ini ke duanya sudah tiba di depan restoran itu, Jovian mengandeng tangan gadisnya masuk ke dalam, dan duduk di salah satu meja kosong, Jovian dan Maura langsung saja memesan menu sarapan mereka.


Sementara menunggu pesanan itu datang, Maura dan Jo mengobrol dengan sesekali tertawa, tiba-tiba seseorang wanita datang menghampiri mereka.


"Jo.. Kamu di sini juga" ucap wanita itu langsung duduk di dekat Jovian


Maura jelas tau siapa wanita itu, wanita yang dulu mengirim foto nya bersama Jo yang tidur sekamar, ya wanita itu adalah Vita.


Jo memandang orang yang duduk di dekatnya itu dengan tajam, dan menusuk.


"Ngapain kamu di sini" ucap Jo dengan suara dingin


"Aku lagi liburan sama teman-teman aku" ucap Vita dan pandangan wanita itu beralih pada Maura


"Kamu ke sini sama dia" ucap Vita memandang Maura sinis


"Bukan urusan kamu, aku di sini sama siapa" ucap Jo


"Kamu kok, jadi dingin gini si sama aku, apa gara-gara wanita itu" ucap Vita dengan wajah kesal karena menerima perkataan dingin pria itu.


Vita adalah saudara jauh Jovian, sejak tinggal di Singapura mereka selalu bersama dari kecil, sampai Jo sudah menganggap wanita itu sebagai adiknya sendiri, karena ke dua orang tua Jo juga sangat menyayangi Vita karena mama nya Jo sangat menambah anak perempuan, tapi semenjak tinggal di indonesia Vita berubah menjadi sombong, bahkan dulu sering membuli Maura waktu SD sampai membuat gadis itu sering menangis.


Tapi Jo masi bisa memaafkan kelakuan Vita, yang itu. Tapi setelah ia pulang ke indonesia untuk menemui gadisnya yang baru lulus sekolah menengah atas, Vita berulah lagi dengan menjebak Jo tidur bersamanya dan mengambil gambar dan mengirimnya pada Maura gadisnya sampai membuat ke salah pahaman di antara Jo dan Maura selama bertahun-tahun.


Semenjak saat itu Jo membenci Vita, dan tak menganggap wanita itu saudaranya lagi sampai sekarang. Vita sudah menyukai Jovian sejak mereka kecil, Vita tidak mau di anggap adik oleh Jo, ia mau lebih dari seorang adik sampai itu iya menyusul Jo ke indonesia dan bersekolah di tempat yang sama dengan Jo, tapi di sekolah itu Vita melihat Jo sering bermain bersama adik kelas mereka yang bernama Maura dan Ambar, dari situlah sifat sombong dan tak suka Vita muncul. Ia tak suka melihat Jo berteman dengan Maura, ia mau Jo hanya bersamanya saja.


"Lebih baik kamu pergi dari sini" usir Jovian


Dengan kesal Vita melihat Muara, ia akan membuat perhitungan pada gadis itu, karena gadis itu sudah membuat Jo menjauh darinya.


"Sayang ayo makan" ucap Jovian


"Iya kak" ucap Maura


Keduanya sarapan dengan hening, tak ada obrolan yang biasa selalu ada di antara mereka berdua, karena kedatangan Vita tadi membuat mood ke dua pasangan kekasih itu hilang.


Selesai itu, Jo mengajak Maura kembali ke Vila, tapi bukan ke Vila mereka tempati tapi ke Vila tempat Gilang dan Ambar, karena tadi Ambar menelpon Maura meminta mereka untuk datang ke Vila yang di tempati oleh Gilang dan Ambar.


Jovian dan Maura tiba di halaman Vila yang di tempati oleh Ambar dan Gilang, kedatangan mereka di sambut antusias oleh Ambar dan Gilang.


"Hay bro" sapa Gilang pada sahabatnya itu


Mereka berempat masuk ke dalam, dan mengobrol di ruang tenga yang cukup luas itu.


Next...

__ADS_1


Like, Komen sama Vote ya guys, berikan hadiah juga ya, biar aku makan semangat up nya. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2