Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 35. Dorr


__ADS_3

Reza tiba di kantor Wijaya Group dengan raut wajah terlihat begitu kuatir, sudah cukup kemari putranya yang mengalami kecelakaan, ia tidak mau istrinya kenapa-kenapa, Reza menaiki lift khusus agar cepat sampai ke lantai di mana ruangan sahabatnya berada.


Tingg...


Lift terbuka, Reza langsung masuk begitu saja ke ruangan Nicko, di sofa Nicko sedang duduk bersama Leo asistennya,Reza langsung duduk di dekat ke duanya, membuat Nicko dan Leo heran kenapa dengan Reza.


"Wajah mu kenapa" tanya Nicko


"Istri gue tiba-tiba nomornya gak bisa di hubungin Nick" ucap Reza mengusap kasar wajahnya


Nicko dan Leo yang mendengar itu langsung menatap Reza dengan serius.


"Udah telpon rumah belum" tanya Nicko


"Gue udah telpon Gilang, kata nya Sinta pergi ke butik selepas gue balik ke kantor katanya mau ketemu Costumer, tapi gue udah telpon ke butik Sinta belum datang juga" ucap Reza mulai frustasi


"Sinta pergi sendiri" tanya Nicko


"Gilang bilang Sinta pergi sama supir" ucap Reza


"Loh udah coba hubungin sopir loh" ucap Nicko


Reza merai ponselnya dan menelpon sopir yang sudah lama berkerja di rumah mereka, tapi yang mengangkat telponnya adalah perempuan, mengatakan kalau suaminya di temukan tak sadarkan diri di jalan menuju rumah majikannya, tapi mobil sudah tidak ada.


Mendengar penuturan dari seberang sana membuat Reza semakin frustasi.


"Berarti orang yang bawa kabur Sinta masi menggunakan mobil yang sama, hanya sopirnya yang berganti" ucap Nicko membuat Reza mengangkat wajahnya


Ia baru ingat kalau dia sudah menaruh alat pelacak di dalam mobil yang berada di rumah, Reza mengambil ponselnya dan mencoba melacak nya, dan ketemu posisi mobilnya saat ini berada di hutan di sebelah barat, lumayan sedikit jauh dari perkotaan.


Reza memberi tahu pada Nicko dan Leo, Nicko melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 4 sore, mereka harus segera berangkat sebelum hari semakin sore.


Ambar yang baru keluar dari ruangannya melihat ke tiga pria paru baya itu keluar dari ruangan daddy nya dengan cepat.


"Dad, kalian mau ke mana" tanya Ambar


"Sayang, daddy sama om Leo dan daddy Reza ada urusan sebentar kamu pulang sapa pak sopir lagi ya" ucap Nicko ya g mendapat anggukan dari Ambar


Setibanya di lobby, Nicko meminta Leo yang menyetir karena Reza sedang frustasi memikirkan keberadaan sang istri, ketiganya masuk ke dalam mobil Reza dan keluar dari area kantor, Leo mengemudikan mobilnya sedikit cepat karena jalan tidak terlalu macet, Reza mengarahkan Leo untuk ikut jalan pintas yang akan membuat mereka cepat sampai di tengah hutan.


✴✴✴✴


Gilang yang sudah mengetahui kalau mommy nya sedang di culik, langsung saja menghubungi Jovian sahabatnya untuk meminta bantuan, dan beruntun Jo sudah berada di jalan pulang baru saja mengantar Maura, Jo yang mendapat telpon dari Gilang langsung saja membelokan mobilnya menuju rumah Gilang, terlihat dari jarak yang beberapa meter, Jo melihat Gilang sudah menunggunya di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.


Jovian memberhentikan mobilnya dan Gilang langsung masuk ke dalam mobil Jo.


"Kita kemana Bro" tanya Jo


"Kita ke hutan yang ada di sebelah barat" ucap Gilang


Tampa berkata-kata lagi Jo kembali menancap gas mobil sport miliknya dengan cepat, Jo sudah tau kalau keluarga Gilang akhir-akhir ini sering di teror oleh seseorang, sampai kecelakaan yang menimpah Sahabatnya itu.


Sepanjang jalan, Gilang terus berdoa, agar tidak terjadi apa-apa pada mommy nya, padahal Gilang juga baru saja keluar dari rumah sakit karena kecelakaan itu.


Kalau di tanya dari mana Gilang tau kalau mommy nya sedang di culik, karena ia baru saja dapat kabar dari seseorang yang ia percaya untuk berjaga-jaga dari jauh mengatakan kalau mommy nya sedang di culik oleh seseorang dan di bawa ke hutan yang cukup jauh dari perkotaan.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama mommy gue gak akan maafin orang yang udah bikin mommy terluka" ucap Gilang dalam hatinya.


Jovian terus menambah kecepatan laju mobilnya di jalan yang sangat sepi itu hanya ada pepohonan yang besar di sana sini, hari masi sangat terang karena jam masi menunjukan pukul 4 lewat.


✴✴✴✴


Seorang berambut pirang baru saja turun dari mobil dengan beberapa penjaga yang menemaninya, perempuan itu mendekati pria yang menculik Sinta tadi.


"Bos.." sapa pria itu


"Di mana wanita itu" tanya wanita berambut pirang


"Ada di dalam bos" jawab Pria itu

__ADS_1


"Mana kuncinya, kalian tinggallah di sini untuk berjaga-jaga jangan sampai ada orang yang datang" ucap wanita pirang itu


"Baik bos" jawab para pria itu


Wanita yang berambut pirang itu masuk ke dalam, dan membuka pintu yang terdapat seseorang yang mereka sekap.


Clekk...


Pintu terbuka, dan Sinta melihat ke arah pintu, di mana seorang wanita yang berpakaian **** dan berambut pirang berdiri di sana, tapi wajahnya tidak begitu terlihat jelas.


Wanita itu berjalan mendekati Sinta dan berdiri di dekat Sinta.


Deng...


Sinta begitu kaget setelah melihat wajah itu, jelas-jelas ia mengenali wanita itu, yang tak lain adalah teman dari suami nya waktu sekolah dulu dan orang yang juga menyukai suaminya, Sinta menatap wanita itu cukup lama sampai suara wanita itu membuyarkan lamunan Sinta.


"Akhirnya kita bertemu lagi Sinta" ucap wanita itu


"Mau apa kau menculik ku" tanya Sinta


"Kalau aku mau membunuh mu bagaimana" ucap wanita itu


Sinta terdiam mendengar apa yang di katakan oleh wanita itu, jantungnya berdegup kencang karena ketakutan, ia berharap suaminya datang dan menolongnya.


"Ternyata kau dan Reza benar-benar berjodoh ya, buktinya kalian menikah dan memiliki putra yang tak kalah tampannya dengan suami mu" ucap wanita itu tersenyum kecut


"Itu karena kami saling mencintai" jawab Sinta


"Hahahahaa..." suara tawa terdengar nyaring di ruangan itu


"Yah kau benar, tapi sekarang kau akan pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya" ucap wanita itu menghentikan tawanya dan memandang Sinta dengan benci


"Apa salah ku sampai kau menculik ku" Tanya Sinta


"Karena kau Reza, tak melihatku lagi semenjak saat itu" ucap wanita itu


"Reza bukan tidak melihatmu hanya saja, dia menganggap kamu seperti adik nya sendiri" ucap Sinta


Sinta menggeleng kepalanya saat melihat wanita itu memegang pistol yang ia ambil dari dalam tasnya.


"Tolong jangan lakuin itu Tiara, kamu salah paham dengan Reza, tidak seharusnya kau membencinya" ucap Sinta


"Salah paham apa maksudmu ha, jelas-jelas aku melihat sendiri kalau ke dua orang tua Reza yang telah menabrak mama ku" ucap Tiara dengan penuh kebencian


"Ke dua orang tua Reza hanya ingin berniat menolong ibu mu saja, bukan mereka yang menabraknya" ucap Sinta berusaha mengingatkan Tiara


"Bohong, aku melihatnya sendiri" ucap Tiara lagi


"Yang menabrak ibumu adalah mobil lain Tiara, ke dua orang tua Reza suda melihat ibu mu tergeletak di tenga-tenga jalan" ucap Sinta


"Diam kamu, kamu pasti sudah berkerja sama dengan suami mu itu" ucap Tiara tak mau percaya.


Tiara memutar-mutar pistol itu di jari tangannya di jadikan maianan.


✴✴✴✴


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya Nicko, Reza dan Leo tiba di lokasi di mana Sinta di sekap, dari dalam mobil yang cukup jauh dari rumah yang terlihat tua itu ke tiganya melihat ada beberapa orang pria yang berdiri du halaman luar dan ada tiga mobil yang terparkir di sana salah satunya adalah mobil yang di naikin Sinta.


Leo dan Reza turun dari dalam mobil dan berjalan pelang mendekati rumah tua itu, salah satu dari pria yang berjaga itu melihat mereka dan langsung menyerangnya, untung saja Reza dan Leo sewaktu muda pernah ikutan bela diri jadi sedikit-sedikit bisa menguasai jurus.


Mereka saling serang, Nicko yang melihat Leo dan Reza di serang langsung iku bergabung menyerang mereka, dua orang sudah tak sadarkan diri tinggal empat orang lagi yang mereka serang, tiga lawan empat membuat Nicko, Reza dan Leo sesekali terkena serangan.


Sinta yang berada di dalam samar-samar mendengar suara sang suami, ia sangat bersyukur akhirnya Reza datang menolongnya. Wanita itu yang mendengar suara ribut di luar langsung saja keluar dari ruangan itu, dan melihat beberapa anak buahnya sudah tak sadarkan diri oleh ke tiga pria yang baru tiba itu.


Wanita itu memandang benci pada salah satu pria yang di luar sana.


"Akhirnya kita bertemu juga Reza, Nicko" ucap wanita itu melihat ke arah tiga pria yang berdiri di luar sana


"Tiara..." panggil Nicko dan Reza bersamaan

__ADS_1


"Rupanya kalian masi mengingat ku" ucap Tiara tertawa mengejek


"Di mana istriku" tanya Reza


"Kau tenanglah dulu, kita baru bertemu selama bertahun-tahun kalian berdua tidak merindukan ku" tanya Tiara ber basah basih.


"Cih, gak sudah rindu perempuan jahat seperti kamu" ucap Reza


"Hahahaahaa... Reza, Reza ternyata kau Semakin sombong yah" ucap Tiara


"Cepat katakan di mana istri ku" ucap Reza dengan emosi yang sudah berada di ubun ubun


"Tolong...." suara teriakan Sinta terdengar dari dalam rumah itu


Sinta mencoba membuka pintu dan akhirnya berhasil pintunya terbuka dan ia keluar dari kamar yang penuh debu itu.


✴✴✴✴


Gilang dan Jo baru tiba juga di lokasi itu, dari kejauhan Gilang melihat mobil daddy nya terparkir di tenga-tenga jalan, Jo memikirkan mobilnya Gilang turun dari mobil di ikuti oleh Jovian.


Gilang dan Jovian melangkah mendekati rumah tua itu, dan samar-samar ke duanya mendengar suara Reza yang sedang berbicara dengan luapan emosi.


Pelan-pelan Gilang dan Jo mendekati rumah itu tapi dari balik pepohonan yang besar.


"Aku tidak akan membuat kalian semua selamat" ucap Tiara


"Kau hanya wanita Gila yang di bebaskan begitu saja" ucap Nicko


"Diam kau, kalian berdua sama saja, kalian harus mati di tangan ku" ucap Tiara


Sinta dengan pelan keluar dan ingin melewati Tiara, tapi dengan cepat Tiara menangkap tangan Sinta dan membuat Tiara menyandra Sinta dengan pistol yang ada di tangannya tadi, membuat semua orang di situ menjadi panik, terutama Reza yang melihat istrinya ketakutan di todong dengan senjata.


"Diam kalian, atau peluruh ini akan menembus kepalanya" ucap Tiara


Semuanya diam tak ada yang berani mendekati Tiara takut nya dia melepas pelatuk pistolnya dan mengenai kepala Sinta.


Gilang yang melihat mommy nya di todong oleh pistol langsung saja menjadi emosi dan marah, Jovian bisa melihat itu, tapi ia berusaha menenangkan sahabatnya itu agar tidak gegabah.


"Sabar bro, kita cari kelemahan wanita itu" ucap Jovian


"Bagaiman gue bisa tenang Jo, mommy gue sedang ketakutan di to dong seperti itu" ucap Gilang


"Iya gue ngerti ko, tapi loh percaya sama gue tante Sinta gak bakalan kenapa-napa" ucap Jo lagi


"Ke dua orang tua kamu sudah membunuh mama ku, dan sekarang kau akan melihat istrimu tiada di depan matamu sendiri" ucap Tiara


Sinta tersenyum manis pada Reza, seolah-olah senyuman itu memberi tau kalau dia baik-baik setetes air mati jatuh di pipi Reza melihat sang istri.


"Dengan kepergian istrimu kau akan merasakan apa yang aku rasakan saat melihat ibuku berlumuran dara di tengah jalan" ucap Tiara


"Sudah berapa kali aku katakan, bukan orang tuaku yang menabrak ibu mu" ucap Reza, Reza sudah mencoba menjelaskan beberapa kali sedari tadi tapi, percuma Tiara tidak mau mendengarnya, hati wanita itu sudah di tutupi oleh dendam.


"Kau selalu membelah orang tuamu yang sudah jelas-jelas membunuh ibu ku" ucap Tiara bersi keras


Sinta rasa Tiara mulai pelan memegang leganya karena sudah sangat emosi itu, dan hal itu Sinta gunakan untuk berlari dari dekat wanita itu, dan Sinta berhasil kabur dan membuat Tiara langsung mengarahkan pistol nya ke arah Sinta, Reza yang melihat Tiara mengarahkan pistol nya ke arah sang istri langsung berlari dengan cepat dan memeluk erat tubuh sang istri itu dan....


Doorr....


"Daddyyyy...." teriak Gilang dengan kencang sampai membuat semua orang yang ada di situ melihat ke arah suara Gilang.


Sinta yang mendengar suara sang putra langsung saja me lihat ke arah belakang, dan di sana sinta melihat Jo bersama Gilang berlari mendekati mereka. Sinta merasa badannya di peluk erat oleh seseorang, Sinta tidak merasakan sakit sedikit pun, Sinta sangat mengenali siapa yang memeluknya dengan erat itu.


Tembakan Tiara tadi hanya mengenai lengan kiri Reza, membuat semua yang ada di situ semakin bertambah tegang, terutama Gilang yang sudah melihat daddy nya tertembak di bagian lengannya, Tiara yang melihat tembakan itu tidak mengenai Sinta tapi malahan mengenai Reza yang menolong istrinya itu, ia kembali mengarahkan pistolnya ke arah kepala Reza dan....


Dorr....


Doorr...


Next...

__ADS_1


Tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys, biar aku semangat up nya. Terimakasih😊🙏🙏


__ADS_2