Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 50. Rendi&Vita


__ADS_3

Di part ini hanya ada Rendi dan Vita ya...


Sampai sekarang Rendi belum juga bertemu dengan Vita, karena di setiap Rendi datang ke kantor wanita itu, Vita selalu menghindar dengan alasan tidak mau di ganggu karena sedang sibuk, padahal Vita juga tidak tau apa yang akan ia lakukan jika bertemu pria itu.


Saat ini Rendi sedang berada di ruangannya, pria itu hanya melihat tumpukan berkas-berkas yang ada di atas meja, tampa mengerjakan nya pikirannya benar-benar tidak karuan sekarang.


"Aahkk..." terik Rendi frustasi


Semua karyawan yang tidak bersalah kena imbasnya oleh kemarahan Rendi, sampai sang sekertaris tidak berani menganggu sang bos yang sedang berada di ruangannya.


Tidak lama kemudian pintu ruangannya terbuka, dan Rendi hendak membentak seseorang yang masuk ke ruangannya begitu saja, tapi ia urungkan setelah melihat siap yang sedang berjalan menuju sofa dan duduk di sana.


"Kenapa wajah mu gak senang gitu papi datang" ucap seorang pria paru baya yang tidak lain adalah papi nya.


"Gak kok, perasaan papi aja kali" ucap Rendi beranjak dari kursi kerjanya dan duduk di sofa dengan papi nya.


"Papi kapan kembali dari luar kota" tanya Rendi


"Tadi pagi, bagaiman kau bisa tau, kau tidak pernah pulang ke rumah" ucap papi Rendi


"Ada apa papi ke sini" tanya Rendi


"Papi ada perlu sebentar sama kamu" ucap papi Rendi


"Perlu apa pi" tanya Rendi


"Kamu bisa gak gantiin papi buat perjalanan bisnis ke jepang lusa" ucap papi Rendi


Rendi menatap papinya cukup lama, mana bisa ia pergi gantiin papinya kalau sedang galau merana gini, belum juga ketemu sama Vita, sekarang udah di suruh pergi ke jepang.


"Papi minta tolong sama kamu ya nak, papi capek banget baru pulang dari luar kota, masa ia papi harus ninggalin mami kamu lagi" ucap papi Rendi


"Iya Rendi akan gantiin papi" ucap Rendi karena kasian pada sang papi


"Makasih banyak nak, papi jadi punya banyak waktu berdua dengan mami kamu" ucap papi Rendi


"Iya pi sama-sama" ucap Rendi


"Kalau begitu papi pulang dulu ya" ucap papi Rendi, ia terpaksa harus menemui sang putra di kantor karena Rendi selalu susah di suruh pulang ke rumah.


"Iya pi, hati-hati" ucap Rendi yang mendapat anggukan dari papinya.


Setelah papinya keluar dari ruangannya, Rendi kembali duduk di kursi kerjanya, bagaimanapun caranya ia harus bisa bertemu dengan Vita, Rendi mengerjakan berkas-berkas yang ada di atas meja, ia harus bisa mengerjakan semua pekerjaan nya itu sampai jam pulang kantor.


Setelah jam makan siang, Rendi meminta sekertaris nya itu untuk membelikan makan siang untuknya, setelah itu Rendi kembali melanjutkan pekerjaannya.


✴✴✴✴


Di sisi lain, Vita baru saja selesai makan siang bersama ke dua temannya di salah satu restoran yang tidak jauh dari kantornya.


"Vit, ntar ke tempat biasa yuk" ucap salah satu teman Vita


"Iya Vit, gak seru kalau gak ada loh" ucap teman Vita yang satunya


"Iya ntar kita ketemu di tempat biasa aja" ucap Vita, ia juga bosan di rumah yang ada selalu mikirin pria itu


"Gitu dong, kan rame ada loh" ucap alah satu teman Vita


Vita melihat jam yang melingkar di lengan putrinya, ia harus segera balik ke kantor, karena ada pekerjaan yang harus segera ia selesain.


"Guys, gue balik ke kantor dulu ya" ucap Vita


"Iya kita juga mau balik ni, nanti ketemu di tempat biasa ya" ucap salah satu teman Vita


"Oke sip" jawab Vita lalu ketiganya berpisah di parkiran restoran.


Vita langsung kembali ke kantor, sesampainya di lobby Vita keluar dari mobil dan berpapasan dengan sang papi.


"Papi mau ke mana" tanya Vita melihat papinya berada di lantai dasar


"Papi mau pulang, mau makan siang di ruang, mami kamu udah masak masakan kesukaan papi" ucap Arga papi Vita


"Hati-hati ya pi" ucap Vita, lalu masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju lantai atas di mana ruangannya berada.


Sesampainya di ruangannya, Vita mengerjakan kembali pekerjaan yang ia tinggal makan siang tadi.


Sampai jam sudah menunjukan pukul 4 sore, wanita itu baru selesai mengerjakan pekerjaan nya itu. Vita melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, wanita itu bersiap-siap akan segera pulang ke rumah.


Vita tidak lupa membereskan berkas-berkas yang ada di atas meja, menyusunya dengan rapi setelah itu ia menyambar tasnya dan keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Vita masuk ke dalam lift yang akan menuju lantai bawa, tiba di lantai dasar, Vita berpapasan dengan karyawan yang lainnya yang akan pulang kantor juga, Vita masuk ke dalam mobilnya tampa memperhatikan mobil yang sedang terparkir dari 1 jam lalu di sana.


Vita mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan mobil yang sedang mengikuti Vita setelah keluar dari lobby kantor itu sedang mencari celah agar bisa menghadang mobil wanita itu, tampa menganggu pengendara yang lain.


Setelah berada di jalan sedikit sepi, mobil yang mengikuti Vita tadi menghadang mobil Vita, membuat Vita mengerem kaget mobilnya, Vita melihat seseorang yaang keluar dari dalam mobil, dan berjalan ke arah mobilnya dan langsung mengetuk kaca mobil Vita.


Vita menahan nafasnya dalam, melihat siapa yang berada di luar mobilnya, pria yang ia hindari beberapa hari ini sekarang sedang menghadang mobilnya.


Vita membuka kaca mobilnya dan memasang wajah yang cuek pada pria yang sedang berdiri di luar.


"Buka pintunya" ucap Rendi


"Minggirin gak mobil loh" ucap Vita


Bukanya meminggirkan mobilnya, Rendi malahan membuka paksa pintu mobil Vita dan menarik tangan wanita itu keluar dari mobil Vita, dan membawanya masuk ke dalam mobilnya, tampa menghiraukan Vita yang sedang memberontak sekuat tenaga.


"Lepasin gak loh mau bawa gue ke mana sih" ucap Vita kesal


Bukanya menjawab pertanyaan Vita, Rendi malah menjalankan mobilnya dan meninggalkan mobil Vita begitu saja, membuat Vita naik pitam di buatnya.


"Berhenti in gak mobilnya, kalau gak gue lompat ni" ancam Vita, tapi gak di gubris oleh Rendi.


Rendi membawa Vita ke apartemen Rendi, sesampainya di parkiran apartemen, Rendi membukakan pintu untuk Vita, tapi Vita bersih keras gak mau turun dan hal itu semakin membuat Rendi emosi.


Rendi menarik tangan Vita dengan sedikit kuat, sampai membuat Vita meringis sakit karena Rendi me genggam pergelangan Vita cukup kuat.


Rendi membawa Vita masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana unit apartemen mereka berdua hanya saja saat ini Rendi membawa wanita itu ke apartemen nya.


Sesampainya di depan pintu apartemen Rendi, pria itu membuka pintu mengunakan sandi dan pintu pun terbuka, Rendi menarik Vita ke dalam tapi Vita terus saja meronta ingin keluar dari apartemen itu.


"Buka gak pintunya" ucap Vita kesal


"Kalau gue gak mau" ucap Rendi dengan santai nya


"Ngapain loh bawa gue ke sini" tanya Vita sinis


"Mu berduaan sama loh" ucap Rendi masi dengan santai


"Cih, kenapa loh gak berduaan sama pacar loh aja" ucap Vita ketus


Rendi tersenyum-senyum melihat wajah kesal wanita yang ada di depannya saat ini, Vita terlihat kesal menyebut kata pacar, dan hal itu berhasil membuat Rendi sekarang tau, kalau Vita juga menyukainya.


"Coba aja loh buka pintunya kalau bisa" jawab Rendi


"Mau loh apa sih dari gue" tanya Vita serius


"Mau gue loh tetap di sisi gue" ucap Rendi


Dan setelah itu ke duanya terdiam cukup lama, sampai Rendi mulai membuka suara lagi dan membuat Vita tercengang.


"Gue kangen sama loh" ucap Rendi menatap Vita


"Hari-hari gue terasa sepi tampah kehadiran loh" ucap Rendi lagi


Vita masi diam, tidak mengeluarkan satu kata pun, yang ada di pikiran wanita itu adalah perempuan yang bercumbu dengan Rendi di lift, tidak mungkin mereka tidak memiliki hubungan.


Rendi beranjak mendekati Vita, dan me genggam tangan Vita, membuat Vita melihat ke arah Rendi.


"Gue suka sama loh" ucap Rendi lagi


Vita melepas tangan Rendi yang me genggam tangannya itu, dan hendak beranjak berdiri tapi dengan cepat Rendi menahannya, membuat Vita masi tetap pada posisinya.


"Loh bilang suka ke gue, terus apa hubungan loh sama perempuan yang bercumbu sama loh di lift waktu itu" ucap Vita


"Dia Pitaloka, mantan pacar gue, kemarin gue udah putus sama dia" ucap Rendi, Rendi dan Pitaloka memang memang sudah putus kemarin.


"Kamu mau gak jadi pacar aku" ucap Rendi


Vita terdiam cukup lama, sampai Rendi mengagetkannya dengan menepuk pelan lengan wanita itu.


"Kok bengong, mau gak jadi pacar aku" tanya Rendi lagi


Vita mengangguk pelan membuat Rendi tersenyum senang, Rendi memeluk Vita dengan erat membuat wanita itu sampai susah bernafas.


Rendi melepaskan pelukan mereka dan mengusap ke dua pipi Vita, membuat Vita tersenyum malu.


Rendi mencium kening kekasihnya itu cukup lama, dan setelah itu Rendi meraup bibir yang sudah menjadi candu itu, Rendi ********** dengan lembut dan Vita membalas ciuman pria itu dengan lembut juga, ke duanya berciuman menyalurkan rasa rindu yang beberapa hari tidak bertemu, di rasa ke duanya mulai kehabisan oksigen, Rendi melepaskan tautan bibir mereka berdua.


Rendi tersenyum melihat bibir bengkak kekasih nya itu, kalau di liat-liat **** juga, membuat Rendi tak tahan untuk kembali mencium bibir menggoda itu.

__ADS_1


Rendi tak henti-hentinya memeluk dan mencium kekasihnya itu, karena lusa ia akan berangkat ke jepang untuk menggantikan sang papi.


"Kangen gak" tanya Rendi


"Kangen lah" jawab Vita dengan manja membuat Rendi mencubit pipi Vita


"Aku mandi dulu ya, udah keringatan ni" ucap Rendi


"Ikut" ucap Vita manja


"Mau mandi bareng" goda Rendi


"Iih enggak, masa aku di sini sendirian" ucap Vita


"Ya udah ayo tunggu di kamar aja ya" ucap Rendi, yang di anggukan oleh Vita


Rendi merangkul pinggang ramping Vita dan masuk ke dalam kamar nya, Vita menunggu rendi sambil berbaring di ranjang pria itu, sedangkan Rendi sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Vita mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi, wanita itu meraih ponsel yang ada di dalam tasnya dan melihat chat dari teman-temannya, Vita baru ingat kalau dia ada janji dengan ke tiga temannya di tempat biasa.


Belum sempat Vita membalas chat dari teman-temannya, pintu kamar mandi sudah terbuka, Rendi keluar dengan hanya mengenakan handuk di pinggang nya, perut kotak-kotak pria itu terpampang jelas di pandangan Vita.


Rendi berjalan menuju ranjang mendekati kekasihnya, membuat Vita panas dingin di buatnya air masi meleleh di badan pria itu membuat kesan **** semakin terlihat.


Rendi duduk di sisi ranjang, dan melihat wajah gadisnya yang sedang berbaring, Rendi dengan sengaja menggoda Vita dengan menindih wanita itu, membuat Vita menjadi gelagapan, Vita menahan nafasnya dan itu terlihat sangat mengemaskan di mata Rendi.


"Kenapa.." tanya Rendi


"Gg..Gak papa" ucap Vita gugup


Rendi mencium gemes pipi wanita itu, kemudian beranjak menuju lemari untuk mengambil baju santai, Vita melihat pergerakan pria itu.


Setelah Rendi selesai memakai pakaiannya, ia bergabung bersama Vita yang sedang berbaring di ranjang, Rendi memeluk kekasihnya itu dari belakang, Vita membalikkan badannya dan membuat mereka berhadapan.


Vita mengusap wajah pria yang baru sejam menjadi kekasihnya itu, Rendi memejamkan ke dua matanya menikmati sentuhan Vita yang ada di wajahnya.


Tiba-tiba Vita berhenti mengusap wajah pria itu, dan Rendi membuka ke dua matanya dan melihat wajah cantik Vita.


"Kenapa berhenti" tanya Rendi


Vita langsung mencium bibir pria itu dengan lembut, membuat Rendi terdiam sejenak lalu membalas ciuman kekasihnya, Rendi merubah posisi mereka sekarang Rendi jadi menindih tubuh Vita, cukup lama ke duanya berciuman sampai rendi Rendi melepaskan ciuman itu dan bangkit dari tubuh Vita.


Rendi gak bisa seperti ini di kamar, bisa-bisa ia menerkam Vita sekarang juga, apalagi melihat kancing kemeja Vita yang terbuka tiga membuat bisa melihat sesuatu di balik kemeja itu.


"Sayang kita cari makan yuk" ajak Rendi


"Iya aku juga lapar" ucap Vita


Rendi membantu Vita beranjak dari tempat tidur, dan merapikan rambut Vita yang sedikit berantakan akibat ulah mereka barusan, Rendi mengajak Vita keluar dari kamar.


"Kita delivery aja ya" ucap Rendi, yang dapat anggukan dari Vita


Setelah memesan makam malam mereka, ke duanya duduk di sofa, yang ada di ruangan itu.


"Sayang lusa aku berangkat ke jepang, buat gantiin papi" ucap Rendi


"Lama gak di sana" tanya Vita


"Gak lama kok, mungkin cuma 5 hari" ucap Rendi


"Kita gak bakalan ketemu dong" ucap Vita memeluk lengan Rendi dengan manja


"Kan bisa telponan sayang" ucap Rendi mengusap rambut Vita


"Kamu jangan nakal ya di sana" ucap Vita, membuat Rendi tersenyum mendengar nada cemburu kekasihnya itu.


"Gak akan, cuma ada kamu di hati aku sayang" ucap Rendi memeluk Vita dengan erat


Tiba-tiba bel pintu berbunyi, Rendi berjalan membukakan pintu, dan ternyata seorang kurir yang mengantar pesanan mereka, setelah membayarnya, Rendi kembali masuk dan membawa tas berisi makan malam untuk mereka.


Next....


Di part selanjutnya pernikahan Ambar dan Gilang..


Like, Komen sama Vote ya...


Terimakasih...


😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2