Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 54. Posesif Rendi


__ADS_3

Gilang baru saja menutup telpon dari orang kepercayaannya yang berada di jerman, untuk menanyakan kejutan yang akan ia berikan pada sang istri tercinta.


Gilang melangkah keluar dari kamar dan mencari keberadaan sang istri, Gilang melihat istrinya sedang membuat adonan kue di dapur, saat ini ke duanya berada di kediaman Hadinata.


"Sayang kau sedang membuat apa" tanya Gilang memeluk sang istri dari belakang


"Aku sedang membuat kue sayang" jawab Ambar


"Aromanya wangi, aku gak sabar mau mencicipinya kalau udah mateng" ucap Gilang


"Sabar ya, bentar lagi selesai ko" ucap Ambar


Gilang masi tetap memeluk sang istri dari belakang, para art yang akan masuk dapur pun sontak berbalik melihat ke dua majikannya sedang bermesraan, Gilang lupa kalau saat ini di rumah itu tidak hanya ada mereka tapi masi ada para pekerja.


"Sayang lepasin dulu, aku mau angkat kue nya udah mateng" ucap Ambar, Gilang dengan tidak rela melepaskan pelukannya.


Aroma kue yang sudah mateng menguap ke indera penciuman Gilang, membuat pria itu tidak sabar ingin segera mencicipinya.


"Sayang aku mau coba dong" ucap Gilang


"Boleh, ayo di cicipi dulu" ucap Ambar


Gilang mengambil satu kue kering dan mencobanya, Gilang mengunyah kue nya sampai habis, sedangkan Ambar menunggu komentar suaminya.


"Gimana saya enak gak" tanya Ambar


"Enak sayang, aku suka, bawain se toples ke kamar ya" ucap Gilang


"Iya nanti aku bawain ya" ucap Ambar


"Makasih sayang ya" ucap Gilang, dan Ambar hanya mengangguk sebagai jawaban


Gilang mengajak sang istri untuk pergi ke tamang belakang rumah, sesampainya di sana Gilang menuntun sang istri untuk duduk di salah satu bangku yang ada di situ.


✴✴✴✴


Tiara dan Farel baru saja pulang dari berbulan madu, saat ini keduanya sedang berada di dalam mobil menuju rumah.


Farel melihat wajah sang istri yang terlihat sangat pucat, dan itu membuatnya kuatir.


"Sayang wajah kamu pucat banget" ucap Farel

__ADS_1


"Iya, kepala aku pusing banget sayang" ucap Tiara menyandar di sandaran kursi


"Kamu gak ngerasain pusing" tanya Farel


"Gak sayang, cuma mual aja" ucap Tiara


Farel meminta sang supir untuk lebih cepat sedikit menyetir mobilnya, karena ia kasian melihat istrinya yang sedang menahan pusing.


Tidak lama kemudian mobil yang di naikin oleh Farel dan Tiara tiba di kediaman mereka, Farel membantu sang istri untuk turun dari mobil, Tiara memegang pelipis nya karena merasakan sangat pusing.


Farel membawa sang istri masuk ke dalam kamar, setelah itu Farel langsung menghubungi dokter pribadinya untuk datang ke rumah, memastikan kondisi sang istri.


"Sayang kamu minum dulu ya, aku udah panggilan dokter, bentar lagi datang" ucap Farel


Tiara meminum air yang di bawakan oleh sang suami, tidak lama kemudian dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Tiara.


Farel menunggu di sisi sang istri, sedangkan sang dokter sedang memeriksa Tiara.


"Bagaimana keadaan istri saya dok" tanya Farel


"Saya sarankan ada baiknya pak Farel membawa istri bapak ke rumah sakit, karena saya rasa kandungan Bu Tiara saat ini lemah" ucap dokter


Farel menatap sang istri, menggenggam tangan wanita yang sedang mengandung buah hati mereka.


"Sayang kamu tenang ya, kita ke rumah sakit" ucap Farel, dan meminta seorang pelayan untuk memberi tau sopir mereka menyiapkan mobil segera.


Farel membawa sang istri ke rumah sakit, dan langsung di bawa masuk ke dalam ruang UGD, tidak lama kemudian dokter kandungan datang, dan memeriksa keadaan Tiara.


Selesai memeriksa keadaan Tiara, dokter itu menatap pada Farel dan Tiara bergantian.


"Saat ini kondisi kandungan bu Tiara sangat lemah, ini di karenakan ia memaksakan perjalanan yang cukup jauh" ucap dokter itu


"Iya dok kami baru saja tiba dari berbulan madu" ucap Farel


"Saya sarankan bu Tiara di rawat di sini selama beberapa hari dulu, untuk memulihkan keadaannya sekarang" ucap dokter


Dan Farel menyetujui apa yang di katakan oleh dokter, Farel meminta ruang VVIP untuk ruang inap sang istri, setelah itu Tiara di bawa ke ruang VVIP, Farel selalu setia menemani sang istri.


Farel sangat bersyukur karena buah hati mereka tidak apa-apa, setelah ini Farel berjanji pada dirinya sendiri, akan menjaga Tiara dengan baik.


Malam ini ake duanya menginap di rumah sakit, Farel berbaring di sisi ranjang sang istri yang cukup untuk dua orang.

__ADS_1


✴✴✴✴


"Sayang aku udah siap ayo kita pergi" ucap Vita setelah keluar dari kamarnya yang ada di apartemen, ya Vita kembali tinggal di apartemen setelah Rendi kembali dari Jepang.


Rendi melihat fashion yang di kenakan oleh sang kekasih, celana jeans pendek sobek dan crop top memperlihatkan pusar nya yang puti, Vita melihat Rendi yang hanya diam tampa bergerak sedikit pun.


"Sayang ko bengong" ucap Vita


"Sayang ganti baju kamu" ucap Rendi


"Ha, kok ganti si, ini kan udah keren" ucap Vita


"Gak sana kamu ganti baju kamu, aku gak suka laki-laki di luar sana liat tubuh **** kamu" ucap Rendi


"Sana ganti, kalau gak ganti baju, kita gak jadi pergi" ancam Rendi


"Iya aku ganti" ucap Vita kesal kembali masuk ke dalam kamar


Vita melihat-lihat kembali baju yang sedikit panjang, padahal tadi udah sangat cocok, fashion top sekarang lagi malahan di suruh ganti.


Vita mengunakan celana kulot jeans dan di padukan atasan sabrina warna hitam, membuat Vita terlihat kereng dengan mengunakan baju apapun.


Vita kembali keluar, dan melihat Rendi sedang menunggunya di sofa ruang tamu, Rendi melihat fashion Vita yang sekarang, sedikit tertutup, Rendi tersenyum kemudian berdiri dari duduk nya, dan berjalan mendekati sang kekasih yang sedang mengerucut kesal.


Rendi mencium sekilas bibir **** itu, dan merangkul pinggang ramping Vita membuat mereka tidak berjarak.


"Aku gak mau orang lain liat tubuh **** kamu sayang" ucap Rendi tepat di wajah Vita


Sekarang Rendi sudah mulai posesif dengan sang kekasih, ke duanya berciuman sebentar lalu berlalu keluar dari dalam apartemen Vita.


Keduanya masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai bawa, di mana mobil Rendi terparkir, lagi-lagi Rendi merangkul mesra pinggang sang kekasih, membuat ke duanya terlihat begitu romantis.


Rendi dan Vita akan pergi ke salah satu klub malam, karena salah satu teman Rendi ada yang berulang tahun, jadi Rendi di undang untuk datang ke klub malam, karena di sana teman Rendi merayakan ulang tahunnya.


Rendi meminta Vita memakai pakaian yang sedikit panjang, agar teman-teman nya tidak melihat tubuh **** Vita.


Next...


Like, Komen sama Vote ya..


Terimakasih...

__ADS_1


Author mau ngucapin...


Happy New Year 2022...


__ADS_2