Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 44. Will You Merry Me


__ADS_3

Reza dan Sinta memasuki rumah yang sudah terlihat ramai itu, terlihat Farel sedang menyapa parah tamu undangan, Reza melangkah mendekati Farel dengan Sinta yang sedang memeluk lengan sang suami.


"Rel..." panggil Reza


"Hey,, Nicko sama Leo mana" tanya Farel


"Bentar lagi mereka datang kok" ucap Reza


Tak lama kemudian, Nicko masuk bersama sang istri tercinta dan juga Leo bersama Sisi, mereka berempat bergabung bersama Reza dan Sinta.


Terlihat pak penghulu sudah duduk di kursi yang sudah di siap kan, di depan ke dua pengantin.


Farel sudah duduk di kursi depan pak penghulu, hanya tinggal menunggu sang mempelai wanita, tak lama kemudian Tiara turun dari lantai dua dengan penampilan yang terlihat berbeda, dengan di tuntun seorang penata rias duduk di samping calon suaminya.


"Sudah siap" tanya pak penghulu


"Siap pak" jawab Farel dan Tiara bersama


Pak penghulu pun mulai akad nikahnya, di depan pada sahabat dan keluarganya, Farel dengan mudah mengucapkan ijab kabul, membuat semua yang ada di sana mengucap kan syukur setelah mendengar kata "SAH".


Tiara mencium punggung tangan sang suami dan Farel mencium kening sang istri, kemudian Farel menyematkan cincin berlian di jari manis sang istri, begitu pun dengan Tiara, saat ini ke dua pasangan itu telah resmi menjadi suami, istri.


Karena acara di buat sangat sederhana mungkin, jadi tidak ada panggung seperti yang ada di gedung-gedung hotel, kalau Tiara Mau Farel sudah mencari hotel bintang lima untuk acara mereka, tapi Tiara tidak mau yang terlalu mewah.


Raza dan Sinta memberi selamat pada ke dua pengantin baru itu.


"Selamat ya Rel, langgeng sampe tua" ucap Reza


"Makasih Za" ucap Farel membalas pelukan sahabatnya itu


"Selamat ya Ra" ucap Reza biasa saja


"Makasih ya Za, aku juga mau minta maaf sama kamu, dan kamu Sin, tolong maafin kesalahan aku" ucap Tiara dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Gak papa, udah aku maafin kok, selamat ya bentar lagi bakalan jadi ibu" ucap Sinta memeluk Tiara


"Makasih banyak Sin, kamu memang baik banget, pantes saja Reza cinta mati sama kamu" ucap Tiara tersenyum


Setelah Reza dan Sinta selesai memberi selamat pada pengantin baru, di ganti dengan Nicko dan Nisa yang memberi selamat, kemudian di susul olah Leo dan sang istri.


Mereka semua menikmati pestanya dengan meriah walau hanya sederhana, terlihat Sinta, Nisa dan Sisi sedang mencicipi makanan yang sudah tersedia di meja untuk para tamu, sedangkan para pria sedang asik bercengkrama dengan para rekan bisnis.


Hampir 3 jam mereka menghadiri pesta pernikahan Farel dan Tiara, sekarang waktunya untuk mereka pamit ke pada ke dua pengantin baru.


Selesai berpamitan, mereka berpisah di halaman rumah Farel, Nicko bersama sang istri, Leo dan juga Sisi dan Reza bersama Sinta, mereka masuk ke dalam mobil mereka masing-masing, dan mobil pun keluar dari halaman rumah Farel.


✴✴✴✴


Terlihat ke dua pasangan sedang duduk di salah satu bangku taman, tidak terlihat seperti berpacaran.


Marvel melihat gadis yang duduk di dekatnya cukup lama, sampai kemudian Marvel membuka suara.


"Adel.." panggil Marvel


Gadis yang di panggil Adel itu melihat ke arah Marvel, saat ini ia berada di sini karena permintaan pria itu.


"Dua bulan lagi kaka ujian, setelah lulus kaka akan melanjutkan studi kaka di Jerman" ucap Marvel menatap wajah gadis itu


Adelia menunduk sedih, ia sangat mencintai pria yang sedang duduk di depannya itu, gadis itu sama seperti Sheila baru duduk di bangku SMP kelas 3, hanya saja ke duanya berbeda sekolah.


Adelia Alexander, adalah putri ke dua dari pasangan Alex dan Caroline, Adelia memiliki seorang kaka laki-laki yang bernama Albert Alexander, tapi sang kaka saat ini sedang menetap di America, untuk menerus perusahaan sang ayah di sana, hanya Alex, Caroline dan Adelia yang menetap di Indonesia, karena Alex harus memimpin perusahaan di sini.


"Kaka mau kita kaya dulu lagi Del" ucap Marvel lagi


Gadis itu sudah mulai terisak, ia dan Marvel sempat pacaran dulu tapi putus karena hal sepele, dan sampai saat ini ke duanya masi beta menyendiri.


Marvel membawa gadis itu ke dalam pelukannya, dan mengusap punggung gadisnya itu.


"Jangan nangis, kaka sayang banget sama kamu" ucap Marvel.


Awal mula pertemuan mereka saat sedang mengadakan lomba antar sekolah, dan waktu itu Marvel dan Brian masi duduk di bangku kelas dua, lomba di adakan di SMP Garuda di mana tempat Adel bersekolah, pada saat itu Marvel tak sengaja melihat seorang gadis cantik sedang membawa beberapa botol minuman, dan tidak di sangka minuman itu di berikan ke pada mereka, membuat hati seorang Marvel Adiguna tergerak oleh sosok gadis kecil nan cantik itu, dan mulai dari situ Marvel terus mendekati gadis itu.


"Adel juga sayang sama kak Marvel" ucap Adel di selah isak nya


Marvel melepaskan pelukan mereka, dan menatap wajah cantik gadis itu, Marvel tersenyum melihat wajah acakan gadis itu, di usapnya bekas air mata yang berada di pipi gadis itu.

__ADS_1


"Jangan nangis nanti cantiknya ilang loh" ucap Marvel


"Biarin aja" ucap Adel dengan bibir di masukan beberapa senti


Marvel terkekeh geli melihat bibir gadis itu, Marvel mengecup sebelah pipi gadis itu, membuat Adel salah tingkah di buatnya mendapatkan ciuman tiba-tiba itu.


"Mau gak jadi pacar kaka lagi" tanya Marvel


Adel hanya mengangguk malu, membuat Marvel jadi bertambah gemes di buatnya.


Cukup lama mengobrol, Marvel mengajak gadisnya pulang, Marvel yang akan mengantar gadis itu sampai ke rumah.


Marvel mempersilahkan Adel masuk ke dalam mobilnya, kemudian mobil pun berjalan membelah jalanan ibu kota jakarta, sese kali Marvel melihat ke arah gadisnya itu.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Marvel tiba di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi, seorang satpam membukakan pintu setelah melihat anak majikannya berada di dalam mobil itu.


Mobil itu pun masuk ke halaman rumah yang sangat mewah itu, Caroline yang sedang menyirami bunga-bunga yang ia tanam sontak melihat ke arah mobil sport yang baru saja terparkir.


Terlihat sang putri baru saja keluar, di ikuti oleh seorang pria tampan, Adel yang melihat mami nya yang sedang menyirami bunga langsung saja mendekat di ikuti oleh Marvel.


"Mii.." panggil Adel


"Tante.." sapa Marvel dengan sopan


"Mi, kenalin ini kak Marvel pacarnya adel" ucap Gadis itu


Caroline melihat putrinya, kemudian melihat Marvel tersenyum ramah, Caroline melepaskan alat yang ia gunakan untuk menyiram bunga.


"Ayok nak Marvel kita masuk ke dalam" ajak Caroline dan di anggukan oleh Marvel.


Caroline mempersilahkan Marvel duduk di ruang tamu, dan putrinya membuat kan minuman untuk Marvel, Marvel mengobrol banyak dengan Caroline sampai Caroline kaget kalau ternyata Marvel adalah keponakan dari Nicko Wijaya.


Setelah mengobrol cukup lama, Marvel berpamitan pulang, karena hari juga sudah mulai semakin sore.


✴✴✴✴


"Sayang kapan kau akan menikahi Maura" tanya Ranti pada sang putra


"Secepatnya mam" ucap Jovian saat ini mereka sedang bersantai di ruang TV


"Iya-iya secepatnya Jo, melamar Maura buat mama" ucap Jovian


"Benar ya sayang, mama gak sabar mau gendong cucu" ucap Ranti dengan antusias


Joshua hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri ter cinta.


"Apa papa dulu juga melamar mama sangat cepat" tanya Jovian


"Yah begitulah, mama mu gak mau menunggu terlalu lama, dulu dia sempat mengancam papa, kalau gak cepat di lamar, mama mu mau menerima pria lain" ucap Joshua mengingat ancaman sang istri dulu


"Ih, papa kok di bilang sama Jo si, kan itu cuma jadi rahasia kita" ucap Ranti sebal


"Yah gak apa-apa ma, kan Jo anak kita" ucap Joshua


Bergantian Jovian yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah ke dua orang tuanya itu.


"Pa, ma, Jo ke kamar dulu ya" ucap Jovian beranjak berdiri


"Iya sayang" ucap Ranti dan di angguki oleh Joshua


Keluarga Jovian dan Maura memang sudah sangat dekat, mengingat ke dua anak mereka sedang menjalin hubungan serius saat ini.


✴✴✴✴


Gilang saat ini sudah siap dengan setelan jas rapi nya, pria itu jadi semakin bertambah tampan saja, Gilang melihat jam yang sudah menunjukan pukul 7 malam, ia keluar dari kamarnya dan menuruni tangga ke lantai bawa.


"Mom, dad, Gilang pamit ya" ucap Gilang mendekati ke dua orang tuanya


"Aduh, putra mommy ganteng banget sih" ucap Sinta mencium pipi sang putra


"Mom, stop cium-cium aku" ucap Gilang kesal karena selalu mommy nya menciumnya seperti anak kecil saja


"Cuma sekarang mommy bisa cium kamu sayang, setelah itu istri kamu terus yang akan cium kamu" ucap Sinta


Gilang menjadi serba salah, tidak seharusnya ia melarang sang mommy menciumnya, toh mommy nya sangat menyayangi nya.

__ADS_1


"Maaf kan Gilang mom" ucap Gilang memeluk sang mommy


"Tidak apa-apa sayang" ucap Sinta mengelus pipi sang putra dengan sayang


Reza hanya menjadi penonton setia ke dua orang yang sangat berarti dalam hidup nya itu.


"Udah sayang, nanti Gilang telat menjemput calon istrinya" ucap Reza mengingatkan sang istri


"Mommy hampir lupa dad" ucap Sinta melepaskan pelukannya dari sang putra


"Salam buat mantu mommy ya" ucap


"Yes mom, aku pergi dulu" ucap Gilang berpamitan pada ke dua orang tuanya


Gilang keluar dari pintu utama dengan bersiul senang, ia akan mengajak calon istrinya untuk makan malam di luar.


Gilang mengemudikan mobilnya keluar dari pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, sepulang kantor tadi sore Gilang menyempatkan membeli sebuket bunga kesukaan sang gadis, senyum tak pernah pudar dari bibir pria tampan itu kalah mobil nya memasuki pintu gerbang rumah calon istrinya.


Gilang membunyikan klakson terlebih dahulu sebelum turun dan melangkah masuk ke dalam rumah besar itu.


Gilang selalu di sambut hangat oleh Nicko dan Nisa, Gilang di persilahkan duduk di sofa ruang tamu, Nicko meminta istrinya untuk memanggil sang putri yang masi berada di kamarnya.


Tak lama kemudian Ambar turun ke lantai bawa bersama sang mommy, Ambar melihat Gilang sedang memegang sebuket bunga kesukaan nya, Ambar berjalan mendekati pria itu dengan senyum manisnya.


"Bunga buat calon istri aku" ucap Gilang memberi sebuket bunga yang ia bawa


Ambar mengambil bunga nya den tersenyum manis, Nisa dan Nicko masi berada di situ melihat ke romantis san ke dua pasangan itu.


"Dad, mom, aku ijin putri daddy sama mommy keluar ya" ucap Gilang


"Iya nak, hati-hati kalian" ucap Nisa yang mendapat anggukan dari ke dua nya


Gilang mengandeng tangan gadisnya keluar dari pintu utama itu, dengan sebelah tangan Ambar yang memeluk sebuket bunga.


Gilang membukakan pintu untuk Ambar dan juga untuknya, setelah ke duanya sudah memakai sabuk pengaman, Gilang langsung menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah besar itu.


"Sayang kamu cantik banget" ucap Gilang membuat ke dua pipi Ambar memerah


"Kamu juga, ganteng banget" ucap Ambar, Ambar memberanikan diri menatap pria tampan yang sedang fokus menyetir.


Tak lama kemudian mobil yang di kemudikan oleh Gilang berhenti di salah satu restoran bintang lima, Ambar bisa melihat suasana dalam restoran sangat ramai.


Gilang turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk gadisnya, sebelum turun Ambar meletakan bunga nya di kursi belakang, lalu ia meraih tas nya dan turun dari mobil.


Ambar memeluk lengan Gilang saat memasuki restoran itu, sesampainya di dalam, Gilang menahan Ambar dan hal itu membuat Ambar berhenti.


Gilang mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya, dan meminta Ambar untuk menutup mata dengan sapu tangan, Ambar hanya menurut saja.


Setelah selesai mengikat sapu tangan di mata Ambar, Gilang menuntun Ambar untuk memasuki private room.


Sesampainya di dalam, Gilang melepaskan sapu tangan yang menutupi ke dua mata Ambar.


Senyum gadis itu mengembang melihat banyak lilin dan juga kelopak bunga mawar merah, Ambar melihat Gilang dengan mata yang berkaca-kaca, tampa banyak berkata Ambar langsung memeluk Gilang dengan erat, Ambar menangis di pelukan pria itu, Gilang mengusap punggung gadisnya dengan sayang.


Di ruangan itu hanya ada mereka berdua dan lampu yang sudah di buat remang-remang, jangan lupakan meja dinner yang sudah di siapkan di tenga-tenga private room itu.


Gilang melepaskan pelukan mereka dan melihat wajah basah gadisnya itu, Gilang mengusap air mata Ambar dengan sayang.


"Will you marry me" ucap Gilang


"Yes, I will merry you" ucap Ambar


Dan pada detik itu juga Gilang menarik tekuk Ambar dan mencium bibir gadis itu dengan lembut, Ambar pun membalas ciuman Gilang dengan tak kalah lembutnya, cukup lama ke duanya saling menyatukan bibir mereka sampai Gilang melepaskan ciuman mereka, Gilang menyatukan kening mereka dan berkat.


"I Love You" ucap Gilang mengusap bibir bengkak itu


"I Love You too" jawab Ambar tersenyum manis


Gilang memeluk gadis itu dengan erat, menghapus jarak di antara ke duanya, dan Ambar pun membalas pelukan Gilang...


Next...


***Like, Komen sama Vote ya....


Terimakasih***...

__ADS_1


😊😊🙏🙏


__ADS_2