
Aauuww...
Ambar duduk di sofa yang ada di dalam kamar karena merasakan kram pada perut besarnya, wanita itu mengelus-elus perut buncitnya, Ambar sering kali merasakan kram seperti itu.
Ccleekk...
Gilang keluar dari dalam kamar mandi dan melihat sang istri sedang mengelus-elus perutnya, Gilang tau pasti istrinya merasakan kram lagi.
"Sayang kram lagi" tanya Gilang.
"Iya sayang" jawab Ambar.
Gilang melangkah mendekati sang istri masi dengan handuk yang melilit di pinggang memperlihatkan perut kotak-kotaknya.
"Anak-anak papi kenapa heemm" ucap Gilang mengelus perut buncit istrinya.
Ambar merasakan nyaman saat Gilang mengelus perut nya, Ambar berfikir mungkin ke dua anak nya ingin selalu berada di dekat sang papi.
"Mau ke mana" tanya Gilang melihat Ambar beranjak.
"Mau siapin baju kantor" ucap Ambar.
"Gak usah aku udah gak ke kantor, aku kerja dari rumah sekarang, Arman dan daddy di kantor sayang" ucap Gilang.
"Aku gak mau jauh-jauh dari istri aku apa lagi gak akan lama mereka akan lahir ke dunia" ucap Gilang mencium perut buncit sang istri.
__ADS_1
Ambar mengambilkan baju santai suaminya di dalam lemari, lalu memberikan pada Gilang mereka berdua keluar dari kamar menuju ruang makan, karena selama Ambar hamil Gilang memili menempati kamat yang berada di lantai bawah karena ia tak mau istrinya kecapean naik turun tangga.
"Pak, bu sarapannya sudah siap" ucap seorang art.
"Iya bi makasih ya" ucap Ambar.
Ambar menyiapkan sarapan untuk sang suami dan juga untuknya, Gilang dan Ambar sarapan dengan hening.
✴✴✴✴
Jovian baru saja tiba di kantor, Jovian masuk ke dalam lift menuju ke lantai di mana ruangannya berada.
Dratt.. Drrat..
"Iya sayang ada apa" ucap Jo setelah panggilan tersambung.
"....."
"Nanti aku jemput jam makan siang ya" ucap Jo.
"....."
"Iya sama aku juga rindu sama kamu" ucap Jo memasuki ruangannya.
"....."
__ADS_1
"I Love You too" ucap Jo lalu mematikan sambungan telpon.
"Kapan kamu mau melamar Maura Jo" tanya Joshua yang sedang duduk di sofa ruangan sang putra, dan sontak saja pertanyaan sang papa membuat Jo kaget karena tak menyadari ke berduaan sang papa.
"Papa sejak kapan di situ" tanya Jovian, bukannya menjawab pertanyaan sang papa.
"Sejak kamu mesra-mesraan di telpon" ucap papa Joshua.
Jovian menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ketangkap basah oleh sang papa sedang bermesraan di telpon bersama dengan Maura sang kekasih.
Sejak masuk ke ruangannya Jovian memang tak menyadari kehadiran sang papa yang sedang duduk di sofa.
"Papa ada perlu apa ke ruangan aku" tanya Jovian mengalihkan pembicaraan.
"Kamu temani papa bentar lagi mau meeting sama klien di hotel xx" ucap papa Joshua.
"Iya Jo, selesain berkas ini dulu" ucap Jovian memegang berkas yang ada di atas meja.
"Iya, kalau gitu papa ke ruangan papa dulu ya" ucap papa Joshua.
Papa Joshua beranjak berdiri dari sofa lalu melangkah keluar dari ruangan putranya, sedikit lagi ia dan sang putra ada pergi bertemu klien di hotel xx.
Next....
Like, Komen sama Vote ya...
__ADS_1