
Setelah pulang kantor, Gilang mampir ke kantor sahabatnya terlebih dahulu. Gilang akan meminta bantuan Jovian untuk membantu mencari keberadaan gadis kecilnya.
Gilang masuk begitu saja ke dalam ruangan Jovian tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Udah jam segini loh masi sibuk aja" ucap Gilang yang langsung duduk di sofa.
Jovian mendongakkan kepalanya melihat ke arah sofa, di mana Gilang duduk. Jovian menyudahi pekerjaannya dan ikut duduk di sofa dengan Gilang.
"Tumben loh ke sini" ucap Jovian.
Gilang menghembuskan nafasnya kasar, sebelum memulai mengatakan tujuannya datang ke kantor sahabat nya.
"Gue mau minta bantuan loh" ucap Gilang.
"Bantuan apa" jawab Jo.
"Jadi gini" Gilang mulai menceritakan semuanya pada Jo, dan Jo mendengar semua apa yang di ceritakan oleh sahabatnya itu, ada rasa kasian juga mendengar semua apa yang Gilang katakan.
"Loh tenang aja gue bakalan bantuin loh bro" ucap Jo menepuk pundak sahabatnya itu.
"Thanks Bro" ucap Gilang.
"Ya sama-sama" jawab Jo.
Ke duanya berbincang m-bincang masalah bisnis cukup lama, sampai waktu sudah menunjukan pukul setengah 6 sore. Ke dua pria tampan itu keluar dari ruangan Jovian, kemudian melangkah masuk ke dalam lift menuju lantai dasar, setiba nya di lantai dasar Gilang dan Jovian berpisah dan masuk ke dalam mobil masing-masing.
35 menit kemudian, Mobil sport milik Gilang memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, setelah memikirkan mobilnya, Gilang turun dan masuk ke dalam.
"Mom, dad" panggil Gilang pada ke dua orang tuanya.
"Sayang kamu baru pulang" tanya Sinta.
"Iya mom" jawab Gilang mencium sang mommy.
"Mandi dulu yah, habis itu kita makan malam bersama" ucap Sinta yang langsung di anggukan oleh sang putra.
Gilang masuk ke dalam kamarnya, ia melepas jas, dan kemeja putih miliknya dan juga dasi yang mencekik lehernya, ia kini bertelanjang dada dan hanya menyisakan celana kerjanya saja.
Gilang menghempaskan tubuhnya di atas sofa, ia memijit keningnya yang terasa sangat berat. Pikiran Gilang keluh entah di mana lagi ia harus mencari keberadaan gadis kecilnya itu.
"Kaka, kangen banget sama kamu" ucap Gilang lirih.
Ia lalu beranjak dari sofa dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan dirinya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Tokk...
__ADS_1
Tokk...
"Dek, kaka masuk yah" ucap Ambar dari balik pintu kamar Brian.
Clekk...
Ambar melihat adek nya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kak" sapa Brian.
"Kaka mau ngomong sesuatu sama kamu Dek" ucap Ambar.
"Kaka, mau ngomong apa" tanya Brian.
Ambar memandang wajah adiknya cukup lama, kemudian mulai membuka suara.
"Kamu pacaran sama Sheila" tanya Ambar.
"Kaka tau dari mana" bukanya menjawab pertanyaan kaka nya, Brian malahan bertanya balik.
"Kaka liat kamu sama Sheila tempo hari di kafe" ucap Ambar.
"Iya kak, aku sama Sheila pacaran" ucap Brian jujur.
"Om Leo sama Tante Sisi tau kalian pacaran" tanya Ambar.
"Terus gimana sama Sheila nanti kalau kamu pergi ke luar negri" tanya Ambar lagi.
"Aku udah ngomong kok kak sama Sheila dan kita sudah sepakat jalanin hubungan LDR" jawab Brian mengingat kesepakatan mereka tempo hari di sebuah danau.
"Pesan kaka, kamu jangan sakiti dia, dia masi terlalu kecil" ucap Ambar.
"Gak akan kak, aku cinta dan sayang banget sama dia" ucap Brian tersenyum mengingat senyum manis gadisnya itu.
Ambar hanya menggeleng kepala melihat adiknya yang senyum-senyum sendiri.
๐ธ๐ธ๐ธ
Maura kini sudah siap dengan penampilannya, malam ini ia akan menemani Bagas datang ke acara ulang tahun temannya Bagas.
"Pik..Pik.." bunyi klakson mobil Bagas.
Maura keluar dari kamarnya, dan melihat Marvel adiknya sedang menonton TV di ruang keluarga. Ke dua orang tua mereka sedang ada perjalanan bisnis ke luar negri.
"Dek, kaka pergi dulu ya" ucap Maura.
"Iya, kaka hati-hati" ucap Marvel yang mendapat anggukan dari sang kaka,
__ADS_1
Maura melangkah keluar rumah, dan melihat Bagas sudah menunggunya dengan bersandar di luar mobilnya.
"Sudah siap" tanya Bagas yang mendapat anggukan dari Maura.
Bagas membukakan pintu untuk Maura, lalu ia memutari depan mobil dan duduk di kursi kemudi, mobil itu pun keluar dari halaman rumah mewah itu.
Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai oleh Bagas tiba di lobi hotel bintang lima, Maura melihat para tamu yang sudah mulai banyak berdatangan, Bagas membukakan pintu lagi untuk kekasihnya Maura. Kemudian keduanya masuk ke dalam ballroom hotel dengan Maura yang mengandeng mesra tangan Bagas.
Seorang pria yang baru saja masuk ke dalam ballroom hotel itu, ke dua matanya tak sengaja melihat gadisnya yang sangat ia rindukan, ke dua tangannya terkepal kuat kalah melihat pria yang bersamanya memeluk pinggang gadisnya dengan erat.
Maura dan Bagas berjalan mendekati yang punya acara untuk memberi selamat,.
"Selamat ya bro" ucap Bagas pada temanya yang bernama Dino, yang berulangtahun.
"Makasih bro, ini cewek loh" tanya Dino.
"Yoi, bro" jawab Bagas.
"Cantik, dan ****" ucap Dino berbisik pada Bagas dan Bagas mengedipkan sebelah matanya tentunya tampa sepengatahuan Maura.
"Gas, aku ke toilet bentar ya" ucap Maura.
"Maura aku temani gak" tawar Bagas.
"Gak usah aku sendiri aja, lagian cuma sebentar ko" ucap Maura yang di anggukan oleh Bagas.
Maura berjalan keluar dari ballroom hotel, menuju toilet wanita, pria yang tadinya mengepalkan ke dua tangannya melihat gadisnya itu berjalan keluar dari ballroom hotel dan pria itu mengikutinya.
Maura masuk ke dalam toilet wanita, gadis itu memperhatikan wajahnya di balik kaca besar itu. Maura merapikan kembali tataan rambutnya yang terlihat sedikit acakan, di rasa sudah rapi Maura keluar dari dalam toilet itu, tapi seseorang mencekal pergelangan tangan gadis itu.
"Apa-apaan sih loh lepasin tangan gue gak" ucap Maura berusaha memberontak karena ia tak melihat dengan jelas wajah orang yang menarik tangannya karena cahaya lampu yang sangat minim.
Bukanya melepaskan tangan Maura, Pria itu justru mengangkat tubuh gadis itu dan menaruhnya di atas pundaknya, membuat Maura kesusahan untuk bergerak.
Maura berteriak meminta tolong tapi sia-sia karena suasana di lorong situ sepi tak ada orang satu pun.
Maura berusaha memberontak sampai ke duanya tiba di lobi hotel, pria itu menurunkan Maura dari pundaknya dan membuka pintu mobilnya dan memaksa gadis itu masuk ke dalam. Maura masi terus memberontak untuk melepaskan diri dari pria yang menculiknya itu.
"Lepasin gue, sebenarnya loh mau apa in gue s..." ucapan Maura terhenti saat melihat pria yang baru saja masuk dan duduk di kursi kemudi.
Deng...
Next....
Hay, guys jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya. Terimakasih๐๐๐๐
Lanjut 1 bab lagi๐
__ADS_1