Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 36. Operasi


__ADS_3

Dorr....


Suara tembakan kembali terdengar, membuat Sinta kembali berteriak dalam pelukan sang suami yang memeluknya dengan erat.


Setelah itu hening, semuanya melihat ke arah Gilang yang sedang memegang sebuah pistol yang ia ambil dari seorang pria yang tergeletak tak sadarkan diri tak jauh darinya.


Tiara tergeletak tak sadarkan diri setelah mendapatkan tembakan dari Gilang di kakinya, Gilang tak membunuh wanita itu, karena ia tak mau menjadi pembunuh.


Reza melepaskan pelukannya dari sang istri dan melihat ke arah belakang di mana Tiara sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan lumuran darah di kaki wanita itu.


"Sayang kamu gak papa" tanya Reza kuatir


"Aku gak papa, lengan kamu terluka sayang" ucap Sinta melihat lengan sang suami yang kena tembakan


Gilang menghampiri mommy nya dan daddy nya, tapi Gilang itu sudah membuang pistol itu ke sembarang arah.


"Dad, mom kalian tidak apa-apa" tanya Gilang


"Daddy tidak apa-apa boy.." jawab Reza


"Tapi lengan daddy terluka" ucap Gilang


"Kau tenang aja boy ini hanya luka kecil" ucap Reza


Tak lama kemudian mobil polisi datang, dan satu ambulance, Reza sudah menyerahkan semuanya pada pihak yang berwajib, biar saja polisi yang memberi hukuman pada wanita jahat seperti Tiara.


Setelah polisi membereskan semuanya, mereka semua pergi dari tempat itu, darah semakin banyak keluar dari lengan Reza, membuat wajah pria itu memucat, hari semakin gelap karena kini waktu sudah menunjukan pukul setengah 6 sore.


Sinta dan Reza satu mobil bersama Nicko dan Leo, sedangkan Gilang semobil dengan Jo.


"Sayang aku..." ucapan Reza terhenti karena ia sudah mulai lemah


"Sayang kau kenapa, Nick tolong lebih cepat nyetirnya" ucap Sinta dengan aira mata yang sudah tak bisa di tahan


"Sayang kau harus kuat" ucap Sinta menggenggam tangan Reza


Saat ini mobil yang di naikin oleh Sinta dan Reza tiba di kota, dan langsung mencari rumah sakit terdekat. Setibanya di lobby rumah sakit, Nicko turun dan langsung memanggil perawat untuk membawakan brangkas untuk Reza karena ia sudah tidak sadarkan diri.


"Sayang bangun" ucap Sinta mencoba mengguncang tubuh sang suami


Setelah sampai di pintu ruang operasi, Reza di bawa masuk ke dalam di ikuti oleh seorang dokter dan beberapa perawat, Reza harus segera di operasi untuk mengeluarkan peluruh yang berada di lengannya.


Sinta menangis di luar sana, ia sangat takut terjadi apa-apa dengan suaminya, Nicko mencoba menenangkan Sinta kalau Reza pasti akan baik-baik saja,


Tak lama kemudian, Gilang tiba bersama Jo, Gilang melihat mommy nya sedang menangis di depan pintu ruang operasi.


Gilang mendekati mommy nya dan memeluknya dengan erat, tangisan Sinta pecah dalam pelukan putranya, Galang berusaha menenangkan mommy nya dan membawa mommy nya duduk di kursi tunggu.


Pintu ruang operasi kembali terbuka, dokter mendekati semua yang ada di situ.


"Pak Reza saat ini membutuhkan donor dara, tapi stok dara di rumah sakit ini sedang kosong" ucap Dokter


"Ambil darah saya aja dok" ucap Gilang


"Baik, mari ikut saya" ucap Dokter


"Daddy, om Leo, Jo titip mommy ya" ucap Gilang sebelum pergi masuk ke dalam ruang operasi.


Setelah tiba di ruang operasi, Gilang melihat daddy nya yang sedang terbaring lemah di meja operasi, Gilang berbaring di ranjang dekat daddy nya, dan mulai melakukan donor darah.


Waktu terus berputar sampai jam saat ini sudah menunjukan pukul 9 malam tapi pintu ruang operasi itu belum juga ada tanda-tanya dokter mu keluar, semuanya masi setia menunggu di luar, Nicko sudah mengabari istrinya dan juga Leo, karena tidak mau istri mereka kuatir.


Ambar yang mendengar kabar kalau daddy Reza tertembak langsung bersi keras untuk datang ke rumah sakit, tapi di tahan oleh Nicko karena ini sudah sangat larut malam, tidak baik untuk Ambar datang sendiri ke rumah sakit biarpun di anterin sopir, Nisa di sana juga mencegah putrinya untuk tidak pergi ke sana malam ini.


Setelah menunggu selama 4 jam, akhirnya pintu ruangan operasi terbuka, seorang dokter yang berkaca mata keluar dengan pakaian serba hijau.

__ADS_1


Jovian menuntun mommy dari sahabatnya untuk berdiri, mendekati dokter yang baru keluar itu, Nicko pun ikut berdiri mendekati dokter untuk menanyakan keadaan sahabatnya.


"Dok, bagaimana keadaan suami saya" tanya Sinta


"Alhamdulillah,, operasinya berjalan dengan lancar, peluruh yang bersarang di lengan pak Reza bisa kami angkat" ucap Dokter itu yang membuat semua orang di situ bernafas lega.


"Sebentar lagi pak Reza akan di pindah kan ke ruang VVIP, ibu dan lainya bisa melihat pak Reza di ruangannya" ucap Dokter itu.


"Terimakasih dok" ucap Nicko


"Sama-sama pak Nicko, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dokter itu berlalu dari hadapan semua yang ada di situ.


Setelah di pindah kan ke ruang VVIP, Sinta dan Gilang malam ini menginap di rumah sakit untuk menemani Reza, sedangkan Nicko, Leo dan Jo sudah pamit pulang beberapa menit yang lalu setelah mengetahui keadaan Reza sudah mulai membaik.


Sinta meminta sang putra untuk beristirahat karena Gilang belum sembuh baik dari pasca kecelakaan waktu itu, Gilang tidur di kasur yang ada di sebelah tempat tidur daddy nya, sedangkan Sinta tidur di dekat sang suami, karena tempat tidur Reza muat untuk dua orang.


✴✴✴✴


Nicko tiba di rumah tepat pukul 11 malam, Nicko masuk ke dalam rumah dengan wajah yang terlihat lelah, Nicko melihat suasana dalam rumah sudah gelap dan sangat sepi, Nicko yakin pasti istri dan anak-anak nya sudah tidur.


Nicko melangkah masuk ke dalam kamar, dan melihat sang istri sudah tertidur pules di atas ranjang, Nicko melepaskan jas dan sepatunya, Nicko melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Nisa terbangun dari tidurnya mendengar percikan air di dalam kamar mandi, Nisa melihat jas dan sepatu milik suaminya.


Ccleekk....


Pintu kamar mandi terbuka Nicko keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya, dengan rambut basah dan air mengalir dari tubuh Nicko.


"Sayang..." panggil Nicko mendekati sang istri


"Mas, kau baru pulang" tanya Nisa


"Iya sayang" jawab Nicko melangkah mendekati sang istri


"Bagaiman keadaan Sinta dan Reza mas" tanya Nisa


Nisa beranjak berdiri untuk mengambilkan piyama tidur suaminya, Nisa yang sedang asik memili piyaman Nicko tiba-tiba ke dua tangan kekar melingkar di perut rata sang istri, Nicko meletakan dagunya ke ceruk leher sang istri.


Nisa membalikan tubuhnya dan melihat sang suami, Nisa menarik tangan Nicko dan mendudukkan nya di kursi meja rias, Nisa mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambut sang suami yang masi sangat basah.


Setelah rambut Nicko sudah sedikit kering, Nicko memakai piyama tidurnya dan kembali mengajak sang istri berbaring di ranjang dan memeluknya dengan erat, sesekali Nicko mencium kening sang istri tercinta sampai mereka tertidur lelap.


✴✴✴✴


Keesokan harinya, Ambar sudah siap dengan rantang yang berisi sarapan untuk tunangannya dan mom Sinta dan juga sarapan bubur buat daddy Reza.


"Sayang kau tidak sarapan dulu" tanya Nisa melihat sang putri yang baru selesai merapikan rantang nya


"Aku nanti sarapan di mobil aja myy, ni aku udah naru di rantang kecil, takut kena macet myy" ucap Ambar


"Ya sudah, kamu hati-hati ya" ucap Nisa


"Iya mommy ku sayang, Ambar pamit ya" ucap Ambat mencium pipi sang mommy nya.


Ambar berlalu dari meja makan dengan rantang yang berada di tangannya, pak sopir yang melihat anak majikanya melangkah mendekati mobil, pak sopir langsung membukakan pintu untuk Ambar, dan gadis itu masuk ke dalam.


30 menit kemudian, mobil yang Ambar naikin tiba di lobi rumah sakit, Ambar turun dari mobil dengan menenteng rantang yang berisi sarapan, Ambar masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai lima di mana ruangan calon mertuanya di rawat, senyum tak pudar dari wajah cantik Ambar sambil melihat rantang yang berisikan sarapan.


Tingg...


Pintu lift terbuka, dan Ambar melangkah keluar menuju ruang calon mertuanya, tadi pagi sebelum ke rumah sakit Nicko sang daddy mendapat kabar dari Gilang kalau daddy nya sudah siuman, Ambar begitu senang mendengar kabar itu.


Tokk..


Tokk....

__ADS_1


Sebum masuk Ambar mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu membuka pintu dengan pelan Sinta yang sedang mengobrol dengan Reza langsung melihat ke arah pintu dan melihat calon nantinya berjalan mendekati mereka dengan membawa sebuah rantang.


"Sayang.." ucap Sinta


"Myy, ini aku bawain bubur buat daddy dan sarapan buat mommy dan kak Gilang" ucap Ambar


"Makasih banyak sayang" ucap Sinta tersenyum manis


"Sama-sama myy" jawab Ambar dan pandangan gadis itu menelisik sudut ruangan itu tapi tidak menemukan Gilang di sana.


"Sinta yang mengerti kalau calon nantinya sedang mencari keberadaan sang putra langsung tersenyum geli.


"Gilang ada di kamar mandi saya" ucap Mom Sinta


Ambar duduk di sofa tak jauh dari ranjang Reza, Sinta sudah menyuapi sang suami dengan bubur yang di bawakan oleh calon menantunya.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, menampakan pria tampan yang baru saja selesai dengan ritual mandinya, rambut yang masi terlihat basah membuat penampilan Gilang semakin bertambah tampan saja, Ambar sampai tidak berkedip melihat pemandangan yang begitu indah di depannya.


Gilang berjalan mendekati gadisnya dan duduk di dekat gadis itu.


"Kaka ganteng banget ya sampai tunangan kaka gak berkedip gini" ucap Gilang berbisik di telinga Ambar, membuat gadis itu tersentak kaget


Sinta dan Reza tersenyum melihat kelakuan putra mereka, Sinta kembali menyuapi Reza sampai bubur nya habis tak tersisa.


Gilang yang melihat ada banyak makanan yang ada di atas meja langsung saja meminta Ambar untuk mengambilkan nya, dengan senang hati Ambar mengambil sarapan untuk Gilang, bukan hanya mengambilnya saja, tapi Gilang juga meminta untuk di suapi seperti mommy nya menyuapi daddy nya barusan.


Ambar menyuapi bayi besar yang merengek itu, Gilang hanya tersenyum melihat wajah lucu gadisnya itu.


Hari ini Gilang sudah mulai masuk kantor, karena kondisinya sudah sangat baik saat ini, tadi pagi-pagi sekali Gilang menelpon Art yang ada di rumah minta untuk di antar kan jas kantor pada sopir mereka, dan sekarang Gilang sudah rapi dengan setelan jas.


Selesai dengan sarapannya, Gilang dan Ambar pamit pada Sinta dan Reza untuk pergi ke kantor, sebelum ke kantor Hadinata, Gilang mau mengantarkan Ambar ke kantor Wijaya terlebih dahulu, setelah pamitan pada ke dua orang tua Gilang, Gilang mengandeng tangan gadisnya keluar dari ruangan rawat daddy nya, sesekali Gilang mengusap pucuk kepala Ambar, membuat para perawat yang berlalu lalang melihat mereka iri.


Sesampainya di lobby, Gilang membukakan pintu mobil untuk Ambar, Gilang masi belum bisa menyetir sendiri karena kondisi tangannya yang masi sedikit sakit, jadi pak sopir yang akan mengantar mereka ke kantor kali ini, Gilang dan Ambar duduk di kursi belakang.


Di dalam mobil ke dua pasangan itu terlihat sangat romantis, sesekali Gilang mengecup kening gadisnya itu, kalau saja tidak ada pak sopir sudah di pastikan Gilang akan menarik tekuk gadisnya itu dan melihat bibir menggoda.


Tak lama kemudian mobil yang di naikin oleh oleh Gilang dan Ambar tiba di lobby kantor Wijaya Group.


Gilang dan Ambar turun dari mobil, Gilang meminta sopir untuk menunggunya tidak lama, dan permintaan Gilang di angguki oleh pak sopir.


Gilang mengandeng tangan Ambar berjalan di lantai dasar dan masuk ke dalam lift khusus CEO, semua karyawan di kantor itu sudah tau kalau Gilang adalah Tunangan dari anak bos mereka.


Kaka gak langsung ke kantor" tanya Ambar dengan polos saat keduanya masuk ke dalam lift, bukanya menjawab Gilang malah tersenyum manis pada gadisnya itu.


Saat ini kedua nya sudah berada di dalam lift yang akan menuju ke lantai atas dia aman ruangan Ambar berada, setelah pintu lift terbuka Gilang kembali mengandeng tangan gadisnya.


Dila yang sudah berada di balik meja kerjanya, melihat ke duanya lewat saling bergandengan tangan dengan merah.


Clek..


Pintu ruangan Ambar terbuka, Gilang langsung menarik tangan gadisnya menuju kursi kerja Ambar, Gilang duduk di kursi itu dan membawa tunangannya duduk di atas pangkuannya, membuat Ambar memekik kaget.


"Kak nanti kalau ada yang masuk gimana" tanya Ambar


Tapi bukan menjawab pertanyaan gadisnya, Gilang menarik tekuk Ambar dan mencium bibir gadis itu dengan lembut, Gilang ********** dengan sangat lembut merasa Ambar membalas ciumannya Gilang menerobos kan lidahnya masuk untuk mengabsen rongga mulut gadisnya, di rasa Ambar mulai susah bernafas, Gilang melepaskan tautan bibir mereka, den melihat wajah gadisnya yang sudah merah padam, Gilang mengecup ke dua pipi gadisnya yang terlihat mengemaskan itu, Gilang kembali menarik tekuk gadis itu dan melihat bibir Ambar cukup lama, kemudian melepaskan nya, Gilang mengusap bibir bengkak gadisnya.


Gilang memeluk pinggang gadisnya, cukup lama kemudian menurunkannya dengan pelan, Gilang meraih remote dan membuka pintunya kembali.


"Kaka ke kantor ya" ucap Gilang


"Iya kaka hati-hati ya" ucap Ambar yang mendapat anggukan dari Gilang


Sebelum pria itu keluar Gilang kembali mencuri ciuman di bibir Ambar, membuat gadis itu kaget di buatnya, Gilang keluar dari ruangan gadisnya dan masuk ke dalam lift dengan senyum merekah di sudah bibirnya.


Next....

__ADS_1


Guys jangan lupa Like, Komen sama Vote ya, Terimakasih😊🙏🙏


__ADS_2