
William Raksana
Tuan muda keluarga Raksana. Pewaris tunggal nan kaya raya. Tinggal 178cm.
William pria dengan trauma yang membuat ia bersikap dingin dan egois.
"Aku aku tidak suka wanita ******"
Sasa Adita
Gadis manis yang merantau ke kota untuk mencari kakak kandungnya. Matanya mampu menarik perhatian. Tinggi semampai dan memiliki senyum yang manis.
"Hidup untuk membuat kebaikan"
Jero Prawinata
Sahabat sejati William sejak SMP. Anak dari pemilik perusahaan otomotif di kota Y. Anak sulung dan hobi main perempuan.
"Habiskan uangmu untuk bersenang-senang kawan"
Joy Kim
Pria keturunan Korea yang menjadi orang kepercayaan Wiliam sekaligus sabahatnya. Lembut dan mencintai wanita.
"Setia yang utama "
__ADS_1
Rendi Kenz
Sabahat Wiliam yang merebut kekasihnya. Suka gombal dan mengumbar janji. Bisa jadi penghianat.
"Musuhmu adalah temanku"
Jonathan Rico
Manager yang tampan dan rendah hati. Suka dengan gadis seperti Sasa.
"Aku suka padamu"
Rosely Margaret
"Tunggu gadis kampung ini tuan muda William"
"kau tahu, semenjak aku berpisah dengan rose. Dia sudah tidak pernah menampakkan dirinya lagi. Dia hilang begitu saja". Rendi kembali menegur wine nya.
"Dia menghinaku dan mengkhianatiku, bahkan cihhhhh aku masih ingat saat dia melakukan itu dengan pria tua bangka itu. menjijikkan!" Rendi mencengkram gelasnya.
"Kau beruntung, wanita itu telah lepas darimu karna AKU!" Wili menatap jijik kepada Rendi.
__ADS_1
"Aku tak pernah berhutang apapun kepadamu" Rendi menatap Wili.
"Dan... apa yang terjadi kepada mu adalah balasan atas kekejian yang kau perbuat". Wili berdiri.
"Ingat satu lagi, penghianat tidak pantas untuk memanggilku sahabat lagi". Rendi membanting gelas hingga pecah.
"Sialan kau Wiliam!" Wili tertawa meninggalkan Club.
Wiliam tidak bodoh, ia tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Rose dan Rendi. Ia tahu siapa yang sebenarnya penghianat dan musuh dalam selimut.
Rendi hanya ingin mengincar saham perusahaan. Rendi juga menggelapkan uang, melakukan kekacauan perusahaan yang membuat saham anjlok hingga 3%. Rendi pikir Wili tidak mengetahui semua taktik yang dia mainkan selama ini. Rose adalah korban dari taktik yang dimainkan oleh Rendi. Sahabat yang menghindarinya.
"Joy, naikkan kasus pecundang itu segera. Jangan biarkan dia lolos lagi." Wili menghubungi Joy untuk menangkap Rendi. Pria itu harus dijatuhi hukuman. Sudah lama Rendi kabur dan bersembunyi. Tapi hari ini dia malah berani mendatangi kandang macan.
"Bodoh, bodoh kau Rendi!" Wili tertawa dan mempercepat laju mobilnya.
Sasa bangun setelah ketiduran. Ia melangkah keruang tamu dan mendapati Wili sedang terlelap di ruang tamu. Sasa berjalan pelan, ia tidak ingin membangunkan iblis itu.
"Dari mana saja dia, pakaiannya pun masih lengkap".
Sasa memperhatikan tubuh Wili yang tampak sangat kelelahan. Sasa berjalan mengambil selimut di kamar lalu kembali untuk menyelimuti Wili.
Saat hendak menjauh, Wili menarik lengan Sasa dan membuat saya jatuh tetap di atas tubuh Wili.
"aaaaaa"
Wili memeluk tubuh mungil Sasa. Sasa mencoba untuk melepaskan pelukan Wili darinya. semakin Sasa mencoba untuk lepas, semakin kuat pula pelukan Wili.
Sasa menyerah, tidak ada gunanya untuk melepaskan diri. Malah dirinya akan kehabisan tenaga.
__ADS_1
"Biarkan seperti ini dulu, sebentar saja." Wili semakin dalam membenamkan dirinya ke dalam cekungan leher Sasa. Deru napas Sasa kini sudah mulai kembali beraturan. Tapi tetap saja, ini membuatnya deg degan dan gemetar.
"Apa ada masalah tuan?" Sasa bertanya hati-hati kepada Wili. Tapi Wili tidak menjawab pertanyaan Sasa.