
"Mama kemana sih, kok belum jemput aku"
Cila masih menunggu kedatangan Sasa. Anak-anak yang lain sudah hampir pulang semua. Anak itu masih duduk setia menunggu mamanya datang.
"Cila, Miss ke dalam sebentar ya, Cila jangan kemana-mana yaa....Miss hanya sebentar"
Arcila mengangguk. Anak itu berusaha paham dengan perintah gurunya itu. Dia duduk sambil mengayunkan kakinya.
"Ada badut..."
Cila berdiri. Dia berjalan mendekati salah satu badut di tepi gerbang sekolah. Anak itu melanggar janjinya untuk tidak pergi. Badut itu begitu sangat lucu, Cila tidak bisa diam dan melihat dari jauh, ia harus bertemu dengan badut itu dan memberi uang. Sasa selalu mengajarkannya tentang berbagi dan harus menolong.
Tapi Cila salah, badut itu menyebrang ke seberang jalan. Menembus kepadatan mobil yang silih berganti terus saja melaju. Cila tidak peduli. Anak itu terus saja berjalan menghampiri badut.
(Tin.......tin..."
"Aaaaaaaa Mama"
Nyaris saja tubuh mungil itu dihantam mobil yang lewat. Untung saja salah satu mobil berhenti tepat di depan Cila. Anak itu menangis, ia sangat takut. Cila juga berasa bersalah karena sudah tidak mendengarkan perintah gurunya.
__ADS_1
"Hai sayang...tidak papa, kamu aman"
Suara lembut pria yang datang untuk menenangkan Cila. Anak itu menatap ke arah pria itu dengan perasaan sangat sedih.
"Cila......."
Suara khawatir Miss Feli, ia sangat panik ketika menyadari Cila sudah pergi dari tempatnya. Awalnya ia pikirkan r anak itu sudah dijemput, tapi ketika mendengar suara teriakan Cila, Miss Feli langsung berlari. Takut terjadi sesuatu kepada anak didiknya itu.
Cila berlari ke arah gurunya, memeluk tubuh Miss Feli dengan sangat erat.
"Sudah...Cila sudah aman sekarang"
"Terimakasih banyak Mas, kalau tidak ada anda saya tidak tahu bagaimana keadaan Cila nantinya. Ini semua salah saya yang ceroboh"
"Tidak masalah"
"Cila ya namanya? Kalau begitu om pergi dulu ya"
Setelah mengatakan hal itu, ia pergi melangkah kembali ke arah mobilnya. Dari arah lain Sasa berlari mendekat ke arah Cila.
__ADS_1
"Mama....."
"Cila....maafin mama yaa telat jemput kamu, maafin mama"
Sasa menangis sejadi-jadinya. Ini adalah hari pertama anaknya mulai bersekolah, tapi ia malah lupa jika harus menjemput Cila.
"Ayo kita pulang sayang"
"Terimakasih banyak Miss, kami pamit dulu"
Miss Feli hanya mengangguk. Sasa sudah lebih dulu memberhentikan taxi dan pergi menjauh dari area gerbang sekolah. Padahal Feli berniat untuk memberi tahu kejadian yang barusan menimpa Cila.
"Cila tidak ingin mama jemput Cila telat lagi, Cila rindu mama"
Anak itu masih terus memeluk mamanya dengan sangat erat. Sasa terus mencium putrinya itu. Masih da rasa penyesalan baginya karena sudah membuat Cila merasa takut.
"Mama janji Cila, mama gak akan telat jemput Cila lagi"
Mobil taxi itu menembus kepadatan ibu kota. Cila beberapa menit yang lalu akhirnya tertidur karena sudah lelah menangis. Sedangkan Sasa hanya bisa bisa menahan tangisnya, jujur saja ia tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Baginya Cila adalah jantung hidupnya, Sasa tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya akan hidup jika Cila sampai kenapa-kenapa.
__ADS_1
Jujur saja sejak mengantarkan cila sekolah tadi, Sasa memang merasa agak takut dan cemas karena harus membiarkan anaknya itu sendirian di sekolah. Tapi Dewi terus saja bilang jika Cila akan memiliki banyak teman dan itu semua bagus untuk perkembangan otak cila.