Dia CEO Arogan

Dia CEO Arogan
Aroma lezat


__ADS_3

Sejak selesai membersihkan dirinya, Sasa mencium aroma yang harus. Aroma masakan yang enak terbawa sampai kedalam kamarnya. Sasa berjalan menuju sumber aroma itu, ia bahkan berjalan sambil menutup mata, tidak tahan dnegan bau harum yang menyerang penciumannya.


" Kau kenapa?" Suara itu membuat mata Sasa terbelalak tiba-tiba.


Sasa menatap Wili yang lsedang berkutat di dapur lengkap dnegan celemek di tubuhnya. Malam ini sasa benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah laku Wili.


"Wahhh nasi goreng udanggg, wanginyaaa" Sasa tidak memperdulikan Wili. Ia mendekat kearah meja makan. aroma lezat itu berasal dari sana. Sasa sudah tidak bisa mengontrol tingkahnya. Perutnya kembali berbunyi dan di dalam sana semua cacingnya telah mendemonya agar segera diberi makan. Sasa menelan salvira nya dengan kasar.


Dia tidak tahan lagi. Sasa langsung meraih sendok dan menyuapkan nasi goreng itu kedalam mulutnya. Ia bahkan ******* butiran ansi itu dengan perlahan. Setiap gigitannya begitu terasa menusuk hatinya. Ini benar-benar nikmat.


" aaaaaa.... ini enak bangett"


Belum sempat sasa menyendok kembali nasi itu, tangan kekar wili lebih dulu menghentikan sasa. Sasa membuka matanya. lalu tersenyum canggung kearah Wili. "matilah kau sasa, lancang sekali dirimu ini" sasa mengutuk tingkahnya.


" apa kau tidak diajarkan sopan santun hah? makan itu duduk, ini kau seperti kera saja makan sambil berdiri."

__ADS_1


Wili membuka celemeknya dan duduk di meja makan. Sasa juga memperbaiki posisinya.


" apa kau lihat?" Sasa tidak memakan makanannya lagi, ia terdiam memerhatikan Wili yang hendak menyuapkan nasi goreng itu kedalam mulutnya. Wili yang merasa canggung karna diperhatikan lantas bertanya dengan wajah kikuk.


" hemmm, apa aku boleh memakannnya tuannn?"


Rasanya ingin ia makan saja wanita didepannya ini.


" sekali kali kau menatapku, akan aku goreng kau seperti udang ini!" Mendnegar itu sasa lantas langsung memakan makanannya dengan cepat.


" Kapan kau akan pintar hawai gadis kampung, aaaaah, kau sungguhhh...., apa salahnya makan dengan baik dan anggun"


Bukannya merasa bersalah, sas hanya tersenyum dan kembali memakan nasi goreng itu.


"ooh iyaa, minggu besok aku akan ke London." Kata wili setelah menghabiskan makananya. Sasa menatap wili dengan memasang wajah kaget. Padahal sebenarnya berita ini sudah ia ketahui sebelumnya. Hanya pura-pura saja, biar terlihat natural.

__ADS_1


"wahhh," Sasa menjawab dengan singkat. Wili menatap sasa. Wanita ini sungguh menyebalkan. Wili sudah mencoba untuk membuka obrolan, tapi responnya hanya sekedar kata "wah" saja. Sialan.


" Jadi, jangan harap kau akan bebas di sini ya, pengawalku akan terus mengawalmu."


Sasa membuang mukanya. Dia berpikir Wili akan membicarakan rencana untuk mengajaknya, tapi semua tidak sesuai ekspetasinya.


" iyaa, lagian siapa juga yang mau aneh-aneh" Gumam sasa pelan tapi masih terdengar oleh Wili.


" Jangan melawan terus, istri itu harus menurut. apalagi kalau kau berani-berani bertemu dnegan laki-laki lain, awas saja, akan aku jadikan kau umpan singa"


"Pria ini benar-benar menyebalkan" pekik batin sasa.


" dann yaa, besok kau ikut aku bertemu mama di rumah saki, kondisinya buruk"


Sasa mengagnguk pelan. Wili meninggalkan meja makan dan berjalan ke arah kamarnya. Dan tersisa Sasa yang harus menelan pil kenyataan jika yang dikatakan oleh anin adalah sebuah kesalahan. Ditambah juga ida yang harus membereskan semua keributan dapur yang di perbuat Wili.

__ADS_1


"sudah seperti kapal pecah saja" Pekik sasa saat melihat wajah dapur yang berantakan.


__ADS_2