Dia CEO Arogan

Dia CEO Arogan
Kontrak bodoh


__ADS_3

"Kau ini"


Sasa berdiri, dan agak menjauh dari tubuh William yang terduduk di atas lantai balkon. ngilu, Wili berdiri sambil memegangi bokongnya yang terasa sangat sakit.


Sasa terkekeh pelan, tapi masih bisa terdengar oleh William.


Sontak William melirik Sasa, mata tajam bak lirikan elang itu membuat Sasa menutup mulutnya dan terhenti tertawa. Ingatan Sasa tentang malam di mana ia diganggu 3 preman itu kembali terputar.


Mata tajam itu juga terlihat menyeramkan seperti malam itu.


"Puas kau? hah? " William berjalan masuk menuju kamarnya.


"Harusnya aku yang marah, atas semua apa yang iblis itu lakukan kepadaku, dan tadi dia juga mau menciumku lagi, tapi kenapa dia yang marah?"


Sasa mengumpat didalam batinnya. Mana mungkin ia berani untuk berkata seperti itu di depan William.


William berjalan menuju kasur. Pria itu merebahkan tubuhnya. Sebenarnya ia sama sekali tidak merah dengan apa yang terjadi kepadanya. William terkekeh. Dari sini ia bisa melihat ekspresi bersalah Sasa.


Cukup lama perempuan itu menunggu di balkon. Tidak ada keberanian untuk masuk ke kamar.


Sasa masuk kedalam kamar, mengendap-endap. melirik sana sini seperti orang cemas.


saat melihat kamar yang kosong, Sasa mengurut dadanya. "Untung saja"


Ketika Sasa berbalik hendak keluar kamar, William berada tepat di depan wajahnya.


"Eh, kaget!" Sasa mengatur deru nafasnya.


"Saya mau mandi!" William berjalan menuju kasur.


"Kalau mau mandi ya mandi aja kan, terus ngapain ngasih tahu!" Batin Sasa.

__ADS_1


"Perlu saya ulangi? Saya mau mandi! siapkan air"


Sasa mengangguk dan segera berjalan menuju kamar mandi.


"Manja sekali, tapi kalau di pikir-pikir ini tugas istri sih, aaaahhh aku bahkan lupa jika sekarang aku istri iblis itu" Sasa terus menghujat dirinya sendiri.


Sasa mengisi betup mandi dengan air lalu menuangkan sabun cair ke dalam sana. Saat tadi pagi ia mandi, Sasa iseng membuka laci di kamar mandi itu, lalu menemukan sabun cair beraroma lembut.


Setelah air terisi penuh, Sasa keluar dari kamar mandi. William sudah bersiap dengan handuk putih di bahunya.


------


Sejak kemarin Rico terus berusaha mencari sasa. Dia bahkan mengelilingi perusahaan, mana tahu sasa tersesat karena tidak ingat lantai ruangan Rico. Tapi, Sasa tidak terlihat juga batang hidungnya.


"Kamu kemana sih sa, saya jadi khawatir sama kamu!"


-----


"Pasti mas Rico khawatir sama aku, memang benar kata orang-orang kalau kota itu kejam, buktinya aja aku bisa berada disini sekarang!"


Pintu kamar mandi terbuka. William berjalan dengan hanya menggunakan handuk yang melilit menutupi area terlarangnya. Rambutnya basah dan air nya mengalir melewati sela-sela roti sobek di perutnya.


Sasa tidak bergeming, karena ia memang membelakangi William.


William mengenakan celana bokser dan baju kaos putih bahan tipis. Ia berjalan mendekati Sasa yang masih melamun.


Sebelum itu, William meraih tasnya. Mengeluarkan selembar dokumen yang terlihat penting.


"Nih, baca lalu tanda tangani!"


Sasa Terbelalak ketika melihat selembar kertas dengan materai Rp 6000 di sisi bawahnya.

__ADS_1


"A...pa ini tuan?" tanya Sasa


"baca saja!"


... ...


...**surat kontrak pernikahan**...


... ...


...Yang di bawah ini bertanda tangan menyetujui atas semua hal yang tercantum di dalam perjanjian ini. Yaitu:...


...1. Pihak pertama akan memberikan tas milik pihak kedua setelah masa kontrak ini selesai....


...2. Pernikahan kontrak ini akan berlangsung selama 3 bulan....


...3. Pihak kedua harus menjalankan semua kewajibannya sebagai istri kecuali berhubungan badan....


...4. Pihak kedua harus menuruti dan patuh terhadap semua perkataan pihak kedua....


...5. Hanya pihak pertama yang dapat merubah atau membatalkan perjanjian ini....


...6. Saling ikut campur atas kehidupan kedua belah pihak....


Sasa tak bisa berkata apa-apa. Perjanjian macam apa ini, surat ini bahkan terdengar tidak menguntungkan Sasa. Sasa membuang berat nafasnya.


"Buruan!"


Tinta pulpen itu sedikit demi sedikit menyentuh kertas itu.


"Ayo Sasa, ini demi ketemu mbak dewi,!"

__ADS_1


Surat perjanjian pernikahan kontrak itu resmi ketika Sasa menyelesaikan tanda tangannya.


__ADS_2