
Malam ini Raksana group akan menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan investor. Pesta harus berjalan lancar. William sejak tadi malam tidak bisa tidur. Banyak berkas yang harus ia baca ulang. Belum lagi memikirkan bagaimana pelaksanaan pembukaan proyek nanti malam. Semua berkecamuk di pikirannya.
Sedangkan Sasa sejak tadi pagi sudah diajak oleh Joy mengelilingi kota London. Tenang saja, William lah yang menyuruh Joy untuk mengantarkan istrinya.
"Nona, apa nona ingin saya foto?" Joy sangat antusias menemani Sasa. Rasanya begitu bebas jika tidak bersama William.
"Boleh... boleh..." Sahut Sasa tak kalah senang.
"okeee, 1...2...3" Pria itu cekatan mengabadikan momen yang berharga.
"Coba lihat, wahhhh keren" Wanita itu menggerakkan jempol jarinya dan memberikan A+ kepada Joy.
"Ini karena nona cantik, itu kenapa fotonya menjadi cantik pula"
"Anda bisa saja asisten Joy"
"Habis ini, nona ingin ke mana? Apa ingin berbelanja?" Sasa tidak akan heran jika Asisten Joy akan memberikan saran seperti itu. Berbelanja dan terus berbelanja. Sasa menggeleng.
"Aku bosan berbelanja seperti di negaraku, bagaimana kalau kita street food an? Aku sering melihatnya di YouTube, banyak artis yang melakukannya" Joy tak habis pikir. Wanita di depannya ini sangat berbeda dengan mantan kekasih William. Wanita itu suka berbelanja barang branded sedangkan Sasa benci berbelanja seperti itu.
"Baik nona, mari kita lakukan"
Mereka menelusuri perkotaan. Mencari sudut kuliner yang akan memanjakan lidah mereka.
__ADS_1
"Asisten Joy, aku ingin mencoba es krim itu" Sasa menunjuk ke arah salah satu food truck. Mereka menjual aneka ragam es krim.
"Nona ingin rasa apa?" Sasa masih berfikir sambil melirik spanduk menu di bagian atas truk.
"Coklat dan stroberi" Sasa menunjuk ke arah menu.
"Mr. one cup ic cream with chocolate and strawberry, please" Joy memesankan untuk Sasa.
"Anda tidak ingin juga ?" Sasa bertanya ketika mendapati jika Joy hanya memesan satu cup untuknya.
"hmmm, nona saja, saya hanya akan membantu memesankan untuk anda nona"
"Apa anda tidak suka es krim?" Tanya Sasa.
"Kalau begitu pesan lah, aku tidak ingin makan sendirian" Sasa memotong perkataan Joy. Apa boleh buat.
"One more Mr. one cup matcha and red velvet, please"
Sasa tersenyum saat Joy mau menuruti kemauannya. Lagian wanita itu tidak enak hati jika harus makan enak sendirian.
"Apakah enak nona?"
Sasa mengangguk dan tersenyum. Wanita itu merasa sangat senang. Hari ini semua mimpinya seakan terwujud. Menikmati suasana London, makan es krim dan yang terpenting tidak diomeli Suaminya itu.
__ADS_1
Ponsel Joy berdering saat mereka berdua asik menikmati sunset di atas gedung tinggi. Joy melirik ke arah layar. Benar saja, William sudah beberapa kali menghubunginya, tapi asisten Joy tidak mengetahui.
"Mampus" Umpat Joy di dalam hatinya.
"Halo t...." William lebih dulu memotong Joy.
"Kau ini kemana saja hah? sudah jam berapa ini? Kau lupa akan ada pesta? Pulang!!"
"Baik tuan"
Joy menarik nafasnya berat. Salah sendiri dia bisa lupa waktu.
"Nona, mari kita pulang"
Sasa melirik ke arah Joy. Wanita itu sudah menduga jika William menelfon Joy. Wanita itu mengangguk dan berjalan menuju lift.
"Kau tenang saja asisten Joy, jika dia memarahi mu, aku yang akan menjelaskan semua kepadanya, inikan bukan salah mu"
Joy tersenyum mendengar perkataan Sasa barusan. Baru kali ini ada yang wanita yang membelanya.
Sedangkan di hotel William tampak uring-uringan. Bagaimana tidak, istrinya belum kembali dan Joy sulit di hubungi. Belum lagi perasaan was-was jika akan bertemu seseorang yang ia hindari. Itu semua berhasil membuat William tidak bisa duduk tenang.
Pria itu berusaha memastikan semua akan berhasil. proyek akan berjalan lancar dan ia tidak akan mendapatkan masalah.
__ADS_1