Dia CEO Arogan

Dia CEO Arogan
Dia adikku


__ADS_3

Rose tampak begitu menikmati pesta, apalagi melihat kekacauan tadi, rasanya begitu puas. Wanita itu sudah meninggalkan hotel beberapa saat yang lalu. Richard masih ada urusan, lagian dia bukan kekasih sungguhan Rose. Hanya sekedar kamuflase.


Wanita itu mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah di tepi kota Landon. Beberapa hari yang lalu wanita itu sempat berkunjung ke sini.


"Untuk apa kau datang kesini lagi?" Wanita di depannya tampak marah ketika membuka pintu rumah.


"Tenang Milisa, aku ada sesuatu hal yang ingin aku katakan kepadamu"


"Apa?"


"Apakah kau tidak mengijinkan aku untuk masuk?" Milisa benar-benar marah sekarang.


"Disini saja, cepat Katakan"


Rose mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto seseorang. Milisa langsung terdiam. Wajahnya menjadi sendu.


"Jangan pernah kau ganggu adikku Rose"


"Aku tidak akan menggangunya Milisa, asalkan kau mau untuk meyakinkan adikmu agar bisa mengakhiri pernikahannya dengan William"


"Apa kau bilang? Adikku menikah dengan William?"


"Jika kau ingin adikmu selamat, buat dia pergi dari sisi William"

__ADS_1


Rose membalikkan tubuhnya dan kembali mengendarai mobilnya meninggalkan Milisa yang masih belum percaya dengan apa yang terjadi.


Wanita itu adalah dulu bekerja sebagai asisten Rose, ia sibuk menyiapkan keperluan Rose saat masih menjadi model. Milisa bahkan juga harus ikut bersama Rose ke London dan menyaksikan bagaimana wanita itu berambisi untuk membalaskan dendamnya.


Milisa tidak menyangka jika adiknya terlibat dalam kejadian ini. Ia tidak ingin jika Sasa akan menderita. Ia tahu persis jika Rose akan melakukan berbagai cara untuk meraih tujuannya.


Sedangkan di sebuah Club malam Joy sudah berada di samping bosnya. William memesan banyak minuman keras.


"Untuk apa kau mengikuti ku hah?" Pria itu menunjuk-nunjuk wajah Joy. Amarahnya sekarang sudah di ujung tanduk.


"Bisakah kau mendengar apa yang sebenarnya terjadi William?" Ini menandakan jika Joy sudah mulai marah.


"Untuk apa? Wanita itu memang murahan" William meneguk minumannya.


"Semua wanita itu sama saja"


"Jangan kau samakan dia dengan Rose Wili, Sasa itu hanya gadis malang yang kau jebak dan kau paksa untuk menjadi istrimu" Nada Joy mulai meninggi.


"Kau tahu apa Joy? Kau tidak tahu" William berdiri dan langsung mendorong tubuh Joy.


"Aku tahu semua, dia baru saja kehilangan orang tuanya, mencari kakak yang ntah berada di mana, kau hanya menyakitinya Wili" Joy mencengkram Krah kemeja William.


"Lepaskan wanita itu, kau tidak usah menyiksanya terlalu dalam, jangan libatkan dia dalam penderitaan mu" William kembali dulu di kursi bar. Terdiam mendengar apa yang barusan Joy katakan.

__ADS_1


"Kau harus memikirkannya baik-baik, Aku akan menunggu di mobil" Joy menepuk pundak William dan berjalan menuju pintu keluar. Meninggalkan William yang masih mencerna perbuatannya.


"Aku membencimu Rose, Kau layak mati, aaaaaaa" William menangis sejadi-jadinya. Perasaan menyesal dan rasa kecewa bercampur menjadi satu. William tidak bisa mengontrol emosi dan pikirannya.



Author:


Kira-kira William mau gak yaaa melepaskan Sasa? Atau malah menyatakan cinta? Ayo tetap dukung cerita Dia CEO Arogan dan cerita Sasa yaaaa


Akan ada hadiah untuk penggemar terpilih.


absen dulu nihh,


1.Asisten Joy


2 William



Rico


__ADS_1


Kira-kira siapa yaa yang jadi cowok idaman kalian nihhhh?


__ADS_2