
Malam ini suasana kota terlihat begitu menawan dari atas hotel. Seluruh tamu undangan dan kolega bisnis William sudah sedari tadi memenuhi area ini. Acara ini sangat berarti bagi perusahaan Wiliam, apalagi dengan masalah cabang perusahaan di London yang membutuhkan suntikan investasi yang cukup besar.
William sedang sibuk berbincang dengan salah satu rekannya saat Joy dengan tiba-tiba menghampirinya. Asistennya itu diam-diam datang jauh dari London untuk membantunya mengurus acara ini.
"Tuan, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan" William menarik Joy menjauhi kerumunan.
"Kau ini datang seperti hantu saja, untuk apa kau kesini? aku menyuruhmu untuk mengawasinya"
"ada yang jauh lebih penting dari itu tuan William"
"Katakan apa? aku tidak punya banyak waktu"
"Tuan Zaid, apa kau ingat dia? salah satu kolega dan sahabat karib ayahmu, dia akan datang ke sini malam ini, dan sialnya dia mengetahui pernikahan mu"
William seketika tidak bisa berkata-kata. Bagaimana mungkin pernikahan yang ia sembunyikan itu bisa ketahuan.
"Bagaimana bisa? aaaah, gawat ini"
"Kalau anda bisa menarik perhatian tuan Zaid, pria itu akan menjadi investor terbesar kita"
William mengambil rokoknya, lalu mengisapnya dalam-dalam.
"Jadii, apa yang harus aku lakukan?"
__ADS_1
"Tuan pasti sudah tahu apa yang harus tuan lakukan"
William mengangguk.
"Urus semuanya dan tolong kau pastikan wanita itu tidak akan mempermalukan aku"
Joy mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan William. Wili mematikan rokoknya dan kembali bergabung ke dalam kerumunan.
------
Di dalam kamar hotel, Sasa tampak bingung dengan apa yang dijelaskan oleh Joy. Pria itu sejak tadi sibuk menyuruh para pelayan untuk memilihkan gaun yang cocok untuk Sasa.
"baik nona, anda harus tampil dengan baik malam ini, tolong kerja samanya."
"Saya yakin nona bisa untuk lakukannya"
Sasa selesai berias. Tangan para perias itu begitu telaten melukis wajah Sasa. Gaun marun yang melekat di tubuhnya membuat penampilan Sasa malam ini akan menjadi sorotan publik. Tampil menjadi istri seorang milyarder adalah hal yang tidak pernah ia pikirkan.
Sasa berjalan bersama Joy menuju bagian paling tinggi dari hotel ini. Sepanjang jalan Sasa berusaha untuk meredam rasa deg-degan yang dimilikinya.
Sasa pintu lift terbuka, semua pandangan memusat kearah Sasa. Khalayak ramai begitu terpesona dengan apa yang mereka saksikan saat ini. Begitu juga William dan tuan Zaid.
William mengukir senyumnya. Setengah jam menyambut tuan Zaid membuat dia kalang kabut. Pria tua itu terus saja menyainginya tentang keberadaan Sasa.
__ADS_1
Wiliam mendekat menuju Sasa. Sasa yang menyadarinya langsung meraih tangan William yang sengaja ia sodorkan untuk Sasa.
"kau cantik" William berbisik membuat Sasa tidak karuan. Ini pertama kalinya William memujinya.
Kedua manusia itu berjalan menembus kerumunan. Semua mata dan kamera silih berganti mengabadikan momen itu.
"Nyonya William, salam kenal" Sapa tuan Zaid.
Sasa tersenyum dan kemudian melirik William.
"ini tuan Zaid, rekan kerja sekaligus sahabat ayahku dari Dubai"
Sasa berjabat jangan dengan para kolega dan istri mereka.
"Wah, kau sangat pintar memilih istri William, memang sangat mirip dengan ayahmu. Aku benar-benar merindukan ayahmu" Tuan Zaid mengingat bagaimana teman koleganya itu berbisnis. Dia sangat cerdas dan tegas.
"Kau sangat keterlaluan, menikah tapi tidak terendus media. Untung saja aku ini lebih cerdik dari kau" Tuan Zaid menepuk pelan pundak William.
"Sebagai kado pernikahan untuk nyonya William, aku akan menjadi investor dan terlibat dalam perusahaan mu di London" William yang mendengar itu langsung bersorak ria dalam hatinya. Masalah besar sudah teratasi. Perusahaan di London akan keluar dari krisis pembiayaan.
"terimakasih banyak tuan"
"Ingattt, ini aku lakukan untuk istrimu yang cantik ini"
__ADS_1
"terimakasih banyak tuan" Kali ini Sasa yang mengutamakan terimakasihnya. Tuan Zaid tersenyum dan mengangkat gelas minuman ditangannya.