
Pagi ini sinar matahari berkilau sangat terang. Prediksinya akan ada kenaikan suhu udara yang signifikan, apalagi jika bercampur dengan polusi kota, itu bisa menjadi malapetaka.
Sasa sejak tadi pagi sudah menyelesaikan proses pembuatan paspornya. Semuanya berjalan cepat dengan bantuan Joy. Pelayanan yang diberikan oleh staf di kantor imigrasi juga luar biasa. Memang benar jika uang bisa merubah sistem. Bayangkan saja jika Sasa tidak datang bersama Joy, atau berita skandal pernikahannya tidak tersebar ke publik, pasti pengurusan paspor ini akan berjalan lambat. hahahaha
Setelah dari kantor imigrasi, Sasa dan Joy tidak langsung kembali ke hotel. William memerintahkan Joy untuk membawa Sasa berbelanja ke mall miliknya.
"Joy, untuk apasih kita kesini?" Tanya Sasa.
" membeli baju untuk nona kenakan "
"Tapi, aku tidak butuh baju" Sasa berjalan dengan berat hati memasuki toko branded yang berjejer di dalam mall ini.
"Tuan William yang menyuruh nona, ini perintah" Titah joy.
Sasa mengerutkan bibirnya. Memang yaa kalau orang kaya itu selalu bertindak sesuka hatinya.
"Selamat datang nona muda, mari saya bantu untuk memilihkan gaun yang cocok untuk anda" Seorang pegawai toko menyambut kedatangan sasa. Sasa hanya tersenyum. Ia merasa aneh dengan suasana ini. Maklum, ini adalah pengalaman pertama baginya masuk ke toko terkenal dengan harga produk yang melambung tinggi. Muaaahal.
__ADS_1
Pegawai itu menuntun Sasa ke arah semua gaun hitam dengan taburan berlian asli di bagian lehernya. Sasa langsung terpana, ia melirik setiap bagian dari gaun itu. Lalu Sasa menyentuh tag harga dari gaun di depannya. $4500.
"gilaaa, mahal banget" Bisik Sasa pelan namun masih bisa terdengar. Joy melirik.
"Nona muda suka gaunnya, tolong bungkus" Titah joy ke pada karyawan toko.
"Ehhhh, aku kan tidak bilang iya" Sasa yang bingung langsung meminta Joy untuk menjelaskan.
"Lagian harganya mahal, buang-buang uang saja" Tambah Sasa.
Sasa hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sudah tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Bukannya tidak bersyukur, tapi dengan harga semahal itu lebih baik ditabung saja.
Setelah membeli beberapa barang, Sasa berdiri di depan toko es krim dengan wajah yang berbinar.
"apa katanya tadi? apa yang aku suka, akan dibelikan?" Tanya Sasa dalam hati.
"Aku ingin es krim" Kata Sasa kepada joy.
__ADS_1
"Nona ingin es krim ini?" Tanya Joy.
"iyaa, aku suka, aku ingin makan es krim" Jelas Sasa.
"Baik nona, tunggu di sini" Titah Joy.
Hampir 15 menit Joy berada di dalam toko es krim. Ia sibuk berbincang dengan manager toko. Sasa mendesis kesal. Pasalnya hanya untuk membeli es krim, ia harus menunggu sangat lama. Padahal kan bisa saja langsung masuk dan memesan.
Jelang beberapa menit, Joy datang dan mendekat ke arah Sasa.
"nona, ayo kita masuk, saya sudah membeli toko ini untuk nona" Kata Joy.
"APA? MEMBELI TOKO?" Sasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Membeli toko es krim? Padahal dia hanya ingin mencicipi satu cup es krim, bukan malah tokonya.
"Apakah kau serius?" Tanya Sasa memastikan.
"iya nona, toko ini atas nama anda sekarang" Ingin rasanya Sasa pingsan saja. Semua yang terjadi dalam hidupnya memang diluar nalar. Tidak habis pikir dengan kelakuan orang-orang di sekitar William. Semuanya aneh. Sasa menepuk jidatnya.
__ADS_1