
Malam ini suasana makan malam sangat berbeda. Sasa hanya duduk berdua dengan William. Meja makan ini bahkan sangat besar, apalagi William makan dengan tetep diam. Sasa mana bisa seperti itu, baginya meja makan adalah tempat untuk bertukar obrolan.
"Kenapa?"
William yang menyadari ketidak nyamanan Sasa. Ia mengira wanita itu tidak menyukai menu yang di sajikan.
"Tidak apa-apa"
"Apa menunya tidak cocok denganmu?"
Sasa yang mendengar itu langsung menggeleng dnegan cepat. Bukan itu maksudnya. Makanan hari ini sungguh sangat enak.
"Bukan, makanya enak kok"
"Lalu?"
"Sepi saja jika makan hanya bersama denganmu, aku sudah seperti makan di kuburan"
William tersenyum mendengar jawaban dari Sasa. Bibir wanita itu manyun ke depan. Membuat William merasa gemas dan ingin segera **********.
"Bisa tidak bibirmu jangan seperti itu?"
Sasa yang mendengar itu langsung memegangi bibirnya.
"Nanti aku gigit"
"Sudah seperti kucing saja, mengigit-gigit seperti itu"
Sasa kesal. William selalu saja berbicara hal jorok ke adanya.
"Lalu kau ingin makan seperti apa?"
"Rame-rame di meja makan"
"Dengan siapa?"
__ADS_1
"Para pelayan!"
"Mereka juga makan bersama di meja makan mereka"
"Tapi kemarin aku makan dengan mereka, kami mengobrol bersama"
"Mana boleh makan sambil mengobrol"
"Boleh kok, siapa yang melarang"
William tersenyum. Andai saja mamanya berada di sini, pasti Sasa sudah kena omel karena mengobrol di meja makan. William dulu juga sering seperti itu, tapi mamanya tegas mengajarkan sopan santun di meja makan, yang akhirnya membuat dia terbiasa makan tanpa suara.
"Habiskan saja makanan mu segera"
Dengan wajah yang masih kesal Sasa menyantap hidangan di depannya.
"Hai"
Joy datang menghampiri mereka di meja makan. Membuat Sasa mengulum senyum menyambut kedatangan Joy. William memperhatikan wajah Sasa, merasa tidak suka karena perempuan itu memberikan senyum manisnya ke pria lain.
Joy duduk di meja makan. Walaupun berstatus sebagai anak buahnya William, sejak kecil Joy sudah menjadi bagian dari rumah ini. Ia bahkan sering makan bersama dengan keluarga Raksana di meja makan.
"Numpang makan kau?"
Joy tidak akan pernah merasa tersinggung dengan perkataan William kepadanya. Sudah terbiasa dan tahu jika itu hanyalah sebuah lelucon.
Sasa yang mendengar itu langsung menginjak kaki William. Membuat pria itu berteriak kesakitan.
"Ahhhhh, kakiku! kenapa kau injak?"
"Jangan berbicara seperti itu, tidak sopan"
Joy tertawa melihat adegan rumah tangga di depannya. William yang terdengar tegas bisa luluh dengan kepolosan Sasa.
"Kak Joy, besok besok kakak kemana?"
__ADS_1
William menatap tida percaya. Wanita ini bahkan memanggil Joy dengan sebutan kakak, sedangkan dengan dirinya Sasa terus saja mengumpat.
"Tidak kemana-mana"
"Wahhh kebetulan, besok itu ada acara meet end great aktor terkenal, kalau kakak mau ikut menemani aku, kita bisa pergi bersama"
William membulatkan matanya. bagaimana bisa istrinya mengajak pria lain untuk pergi, dan itu di depan matanya langsung.
"Hei! tidak baik jika seorang wanita pergi mengaji pria lain"
Sasa menoleh ke arah William.
"Soalnya jika aku mengajak mu, pasti tidak mau"
Sasa tahu persis bagaimana William. Pria itu mana mau pergi menemaninya.
"Siapa bilang tidak mau? Kan kau belum pernah bertanya?"
"Yaaaa tapi aku sudah lebih dulu mengajak kak Joy, jadi maaf"
"Tidak, Joy sibuk"
"Kak Joy sibuk?"
Joy yang tidak ingin ikut dalam perseteruan ini hanya memilih diam. Melihat tatapan mematikan dari William saja sudah membuat ia paham dengan kemauan William.
"Aku sibuk besok nona, ada banyak pekerjaan"
"Kan benar, dia sibuk"
William tertawa puas.
"Kalau gitu aku tidak jadi ikut saja"
"Kenapa? Kau harus ikut acara itu besok, biar aku yang ikut dengan mu"
__ADS_1
"Aku tidak mau, sudah tidak minat lagi"
William terkekeh kesal.