
Putri dan Raffa memasuki mobil. Bang Jojon pun segera melajukan mobilnya.
"Ini bang Jojon 'kan?" tanya Raffa yang tidak asing dengan wajahnya. Bang Jojon binggung tidak mengenali wajah tampan Raffa.
"Gue Raffa, bang." bang Jojon yang melihatnya dari kaca spion mobil tersenyum.
"Eh den Raff, apa kabar?"
"Baik bang, wah bang Jojon tambah keren aja sekarang."
"Den Raffa juga makin ganteng sampe abang pangling ngeliatnya."
"Udah bawaan orok bang " mereka tertawa.
Putri sibuk melihat ponselnya. OH MY GOD! Tiga puluh panggilan tak terjawab dari Tristan, gumam Putri. Dia lupa membawa ponsel dan mengabari suaminya. Putri pun langsung menelpon Tristan.
"Halo yank, maafin aku tadi ponsel aku ketinggalan di mobil."
"Kamu dimana?"
"Di jalan mau pulang."
"Oh, ya udah aku tunggu di rumah." Tristan langsung menutup ponselnya. Ada apa dengannya? Apa dia marah? pertanyaan yang muncul di pikiran Putri
"Laki lo, Put?" tanya Raffa, Putri hanya mengangguk. Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai ke rumah. Bang Jojon membukakan pintu mobil untuk keduanya.
"Aku pulang." teriak Putri
"Fa, lo masuk kedalam aja kayanya pada ngumpul di halaman belakang deh, gue mu ganti baju dulu."
"Oke." jawabnya. Putri bergegas naik keatas.
Putri melihat Tristan sedang tertidur masih menggunakan seragamnya. Dia pun langsung menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Masih inget sama suami? Kirain udah lupa kalau kamu punya suami," ucap Tristan dengan nada yang jutek.
"Kamu marah, yank? Maafin aku tadi aku benar-benar lupa buat ngabarin kamu." Tristan langsung berbalik badan dan mereka saling berhadapan.
"Emang dia siapa sampe kamu bisa lupa sama suami sendiri?" wajah Tristan tampak sangat serius Putri tau kalau suaminya sekarang sedang marah.
"Dia sahabat kecil aku dulu, kamu jangan marah ya, please!" cup ... Putri mencium suaminya berharap agar dia tidak marah padanya.
"Oh sahabat." Tristan bangun dan langsung masuk menuju kamar mandi. Putri mengikuti langkah suaminya memeluk dari belakang.
"Put, lepasin aku."
"Ga mau." dia terus memeluk suaminya.
"Aku mau mandi, Putri!"
"Ya udah, kita mandi bareng aja." Tristan membalikan badan dan menatap istrinya. Putri hanya tersenyum dan Tristan langsung menutup pintu kamar mandi.
**♥️♥️**
"Raffa, kamu sekarang sudah besar." kata Rio yang melihat Raffa baru datang menuju taman belakang.
"Apa kabar om?" Raffa mencium punggung tangan Rio.
"Baik , om sendiri?"
"Seperti yang kamu liat, ayo sini duduk!"
"Gimana nih, rencananya kamu mau kuliah dimana?"
"Belum tau om, Raffa masih binggung lagi pula Raffa nunggu surat kelulusan dari Ausy dulu."
"Kamu sudah bertemu dengan Putri?"
"Sudah om tadi, dia katanya mau ganti baju dulu." dan mereka melanjutkan ngobrol melepas rindu
"Yank, ke bawah yuk! Biar aku kenalin sama Raffa," ajak Putri dan Tristan pun mengikuti istrinya sambil memegang tangan Putri.
"Om, tante, Putri kangen." Putri langsung memeluk kedua orang tua Raffa, sedangkan Raffa yang duduk di sana menatap tajam Tristan begitupun dengannya.
"Oia Raffa, ini Tristan suami Putri," ucap Kirana yang menyadari kedua lelaki itu saling pandang.
"Tristan." katanya menggulurkan tangan dan di sambut oleh Raffa sambil tersenyum.
"Ga nyangka kamu bisa secantik ini, sayangnya kita sudah kalah star," canda Irma dan mereka tertawa kecuali Tristan yg hanya tersenyum, Kirana menyadari kalau mantunya itu tidak nyaman berada di situ.
"Putri, ajak suamimu makan, tadi dia menunggumu untuk makan," titah Kirana.
"Om, tante Putri pamit masuk yaaa. Fa, ayo makan bareng!" Putri menarik tangan Raffa yang sedang duduk.
"Yank, ayo!" ajak Putri, dan Tristan mengikuti langkah istrinya. Hatinya terasa panas melihat istrinya menggandeng tangan pria lain. Mereka bertigapun duduk di meja makan. Rani menyiapkan makanan yang sudah di panaskan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Lo, Rani 'kan?" tanya Raffa, Rani melihat Raffa dengan aneh dia sudah lupa akan wajah Raffa.
"... lo ga inget sama gue? Gue Raffa?"
"Kak Raffa? Apa kabar?" sapa Rani yang tidak menyangka pria tampan di depannya adalah Raffa yang dulu sering kali main dengannya.
" ... kamu banyak berubah ya," kata Rani.
"Baik. Lo juga tambah manis," goda Raffa.
"Eheemm ... mulai deh genit ayoo cepet makan keburu dingin. Ran, lo ikut makan sama kita ya." Rani mengangguk dan duduk di samping Raffa. Putri mengalaskan makan untuk suaminya. Ketiga sahabat kecil itu berbincang-bincang tentang masa lalu, sesekali mereka tertawa mengingat hal yang lucu. Tristan hanya melihat ketiganya asik mengobrol.
"Oia, kamu tahun ini lulus dong?" tanya Rani.
"Iya gue tinggal nunggu surat kelulusan dari Ausy."
"Rencananya mau kuliah dimana?"
"Belum kepikiran gue. Btw, lo seangkatan sama gue 'kan?" tanya Raffa pada Tristan dan Tristan hanya mengangguk sambil menikmati makanannya.
"... jadi lo udah punya rencana mau kuliah dimana?"
"Rencananya gue mau ambil jurusan manajemen bisnis di Jakarta," jawab Tristan.
"Bagus juga tuh, gue belum kepikiran nih harus ambil jurusan apa."
"Yang ada di pikiran lo cuma godain cewe kali," celetuk Putri.
"Iya, ceweknya elo." seketika suasana jadi hening, Putri langsung menatap ke arah Tristan yang kaget mendengar apa yang diucapkan Raffa.
"*S*orry, sorry gue cuma becanda, hahahaha." Raffa tahu kalau Tristan tidak menyukai candaannya.
"Garing tahu," kata Putri matanya terus melirik Tristan yang sedang makan sambil menunduk. Selesai makan, Raffa dan keluarganya pamit, karena mereka masih mau keliling bertemu sanak saudara mereka yang ada di Indonesia.
**♥️♥️**
Tring tring
Raffa :"Besok jalan yuk! Mumpung besok hari libur."
"Dari siapa?" tanya Tristan baru saja keluar kamar mandi.
"Dari Raffa," jawab Putri yang matanya terus melihat ke ponsel yang ada didepannya.
"Ohv... kayanya kamu seneng banget ya."
"Ya udah, aku tidur duluan." Putri hanya mengangguk dan masih asik dengan ponselnya. Tristan tidak bisa memejamkan matanya, hatinya panas dengan rasa cemburu, tapi dia tidak ingin istrinya tau kalau dirinya sangat cemburu.
07.00
Tristan yang baru saja bangun melihat Putri yang sudah siap dengan baju jogingnya di depan kaca.
"Sayang, kamu mau kemana?"
"Eh kamu sudah bangun, aku mau joging sama Raffa, tadi aku tidak tega membangunkanmu. Kamu mau ikut?"
"Aku tidak mengizinkannya," kata Tristan yang sudah tidak bisa memendam kecemburuannya.
"Yank, aku 'kan cuma pergi sama Raffa, kamu boleh ikut kok kalau kamu." Tristan hanya diam.
"Sayang ...." Putri mencoba merayu suaminya.
"Dia itu laki-laki sayang, kamu tau 'kan aku ga suka kamu dekat dengan laki-laki." Tristan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Yank, kamu ikut aja, aku janji selalu di dekatmu. Kak Tristan buka donk pintunya." Tristan pun membuka pintunya, Putri langsung tersenyum dengan lebar.
"Janji, kamu hanya dekat denganku." Putri tersenyum sambil mengangguk. Saking senangnya dia, Putri memeluk dan mencium suaminya.
"Manis banget siiih, kemaren aja aku dicuekin." Putri hanya tersenyum dan kembali mengecup suaminya.
**♥️♥️**
Raffa sudah berada di ruang makan bersama Rio dan Kirana.
"Pagi ...." sapa Putri.
"Raffa, katanya janjian di taman kok udah disini?"
"Kelamaan nungguin lo, gue laper jadi kesini deh numpang makan."
"Dasar lo, ga modal." semua tertawa. Selesai sarapan mereka langsung lari ke taman komplek. Rani yang juga ikut berjalan bersama Raffa di belakang Tristan dan Putri.
"Ran, apa mereka saling mencintai?"
"Non Putri sangat menyukai Tristan sejak pertama kali ketemu, dan setahu aku, kak Tristan juga sangat menyayangi non Putri, emang kenapa?" Rani melihat pandangan Raffa yang sedih.
__ADS_1
"Gue sakit hati saat pertama kali Putri bilang dia sudah menikah, rencananya saat tiba di Indonesia gue mau nembak dia, tapi gue terlambat."
"Jodoh itu udah diatur kak, sabar ya, hehehehehe."
"Raffa, Rani kita duduk dulu ya gue cape," teriak Putri yang ada di depan. Mereka pun duduk di bangku yang ada di taman.
"Put, lo kenapa muka lo pucat banget," kata Raffa khawatir melihatnya.
"Sayang, kamu ga apa-apa?" Tristan merangkul Putri yang terlihat sudah lemas.
"Yank, kepala ku pusing, kita pulang aja yuk!" Rani langsung menghubungi bang Jojon agar segera menjemput mereka di taman.
"Ga usah, gue bisa," ucap Tristan yang melarang Raffa untuk membantu memapah Putri. Raffa mengerti kalau sampai sekarang Tristan pasti masih cemburu padanya. Mereka menaiki mobil dan segera pulang kerumah. Sesampai di rumah Tristan menggendong istrinya naik ke kamar mereka.
"Kalian kenapa sudah pulang?" tanya Kirana heran.
"Putri tadi pusing tante, jadi kita memutuskan untuk pulang," jelas Raffa.
"Putri dimana sekarang?"
"Udah naik ke atas nyonya," jawab Rani.
"Rani cepat bikinkan teh manis untuk Putri," titah Kirana dan Rani langsung pergi membuatnya. Raffa pun pamit untuk pulang, karena dia tidak ingin menganggu Putri untuk beristirahat.
"Yank, kepalaku pusing."
"Nanti ya, aku ambilkan obat untukmu," Putri menahan tangan suaminya.
"Yank, ga usah sekarang aku pengen rujak." Tristan aneh dengan permintaan sang istri.
"Kayanya rujak seger deh buat ngilangin pusing aku."
"Oke, aku beli sekarang ya." Tristan langsung mengambil kunci mobilnya untuk mencari keinginan sang istri.
"Sayang, ini teh manis untukmu." Kirana datang membawa segelas teh manis untuk anak kesayangannya.
"Makasih, momy."
"Tristan mana?"
"Lagi beli rujak, aku ingin sekali makan rujak mungkin akan menghilangkan pusingku." Kirana tersenyum mendengarnya.
"Terakhir kamu datang bulan kapan?" tanya Kirana membuat anaknya merasa heran.
"Aku lupa mom, tapi kalo ga salah dua bulan kemaren."
"Sebentar momy ambil sesuatu dulu." semenjak Putri menikah Kirana selalu menyiapkan benda pipih panjang di kamarnya. Mungkin suatu saat akan berguna pikirnya, dan benar saja saat ini benda itu sangat berguna sekarang.
"Put, nih." Kirana memberikan benda itu.
"Ini apa mom?" tanya Putri yang tidak mengerti apa maksud bundanya.
"Kamu baca di kamar mandi sana cara pakainya gimana." Putri menuruti perintah sang momy.
"Momy!" teriak Putri dan Kirana bergegas menghampiri anaknya.
" ... Momy Gimana ini ?" cemas Putri.
"Kenapa sayang, gimana hasilnya? Putri menunjukan dua garis merah pada benda kecil itu. Kirana tersenyum bahagia, dia langsung memeluk anaknya.
"Mom, gimana dengan sekolahku." sedih Putri yang masih berada di pelukan Kirana.
"Sayang, kamu bisa melanjutkan dengan homeschooling, jangan khawatir momy akan selalu membantumu." Putri mengangguk dan memeluk erat Kirana.
"Mom, tolong rahasiakan ini dari Tristan ya."
"Kenapa? Berita bahagia itu jangan di tunda-tunda sayang."
"Aku ingin memberikan kejutan untuknya, tiga hari lagi 'kan dia ulang tahun, Mom."
"Oke sayang, ini jadi rahasia kita berdua." Kirana kembali memeluk anaknya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN SEMUANYA
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL ❤️ DAN LIKE YA