
Putri kaget saat melihat suaminya yang sudah tertidur di pinggir kasur.
" yank kenapa kamu disini?" Tristan membuka matanya
" tadi Sarah chat aku katanya kamu pusing jadi aku segeraa balik ke sini. apa sekarang kamu masih pusing?" tanya Tristan
" sedikit, yank aku laper " mereka pun pergi ke kantin. disana masih sangat sepi karena masih jam pelajaran. Putri kembali menutup mulutnya berlari ke toilet dekat dengan kantin.dia tidak bisa mencium bau makanan yang menyengat. Tristan hanya bisa menunggu istrinya diluar karena itu toilet wanita. andai saja ini bukan di sekolah aku akan menemanimu sayang katanya dalam hati
Putri keluar dengan muka yang pucat bagaimana tidak dia sudah mengeluarkan isi perutnya selama 2X. Tristan tidak tahan melihat istrinya, dia menyuruh Putri menunggu di uks dan meminta izin pulang ke ruang guru.
" kak Tristan " bisik Bela yang melihat Tristan di depan pintu. Tristan meminta izin untuk mengambil tas Putri di kelasnya.
" kak Putri mana?" tanya Bela yang mengantarkan tas Putri. semua mata di kelas terutama perempuan melirik ke arah Tristan.
" dia muntah lagi, aku akan membawanya pulang" jawab Tristan. Tristan pamit pada guru yang sedang mengajar di sana dan segera menghampiri Putri. merekapun segera ke mobil untuk pulang kerumah
" sayang kamu katanya tadi laper, mau makan apa" Putri hanya menggeleng, wajahnya begitu pucat, makanan yang tadi pagi masuk ke perutnya sudah habis dia keluarkan
" pecel lele?" Putri menggeleng
" baso?" jawaban tetap sama
" sayang kasian baby yang ada di perutmu dia butuh nutrisi" Putri tetap diam bersandar di jok mobil sambil memegang perutnya
sampai di rumah Tristan memakirkan mobilnya, menuntun Putri masuk ke dalam rumah.
" den non Putri kenapa?" tanya bi Inah yang membukakan pintu untuk mereka.
" dia mual aja bi, tolong bikinkan teh manis ya bi " bi Inah segera pergi kedapur untuk membuatnya.
Putri merebahkan badannya di atas kasur, Tristan membuka sepatu Putri yang masih di pakainya.
" sayang makan sesuatu yaa kamu mau apa?"
" aku cape yank kalau yang aku makan harus memuntahkannya kembali"
" ayolah sayang kamu bisa sakit kalo tidak mau makan"
__ADS_1
tok tok tok
Tristan membukakan pintunya
" den ini teh manisnya"
" iya bi makasih "
" bagaimana non Putri den apa dia ingin makan sesuatu biar bibi akan menyiapkannya"
" dia tidak mau makan bi aku binggung " pasrah Tristan
" biar bibi coba menanyakannya " Tristan mempersilakan bi Inah untuk masuk kedalam kamar. Putri yang masih memakai seragamnya tidur menyamping memeluk guling kesayangannya
" non makan sesuatu ya, kasian bayi yang ada di dalam perut non Putri, non pengen apa biar bi Inah buatkan" Putri bangun dan duduk menghadap bi Inah
" bi apa hamil sesusah ini, aku mual melihat makanan apalagi menciumnya semua isi perutku seperti mau keluar " bi Inah memeluk Putri dan menepuk punggungnya. Putri memang sangat dekat dengan bi Inah, dia bagaikan ibu ke 2 baginya.
Tristan yang merasa sedih melihat sang istri, dia keluar dan menelpon bundanya agar mereka segera pulang.
" non sabar ya, itulah perjuangan seorang ibu tapi kita harus memaksakan diri untuk makan walaupun sedikit" Putri melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya
tubuh Putri terasa lemas dia kembali merebahkan badannya.
bi Inah keluar dari kamarnya
" gimana bi dia mau " tanya Tristan yang baru saja melepon bundanya menyuruh orang tua mereka untuk pulang.
" non Putri memang sangat keras kepala den, dia tetap tidak mau makan, bibi ke bawah dulu ya, kalu ada butuh apa-apa kabarin bibi"
"iya bi makasih ya"
Tristan menhampiri istrinya dan memeluk istrinya dari belakang.
" baby sayang pasti kamu laper ya? jangan membuat mama mu mual ya sayang " kata Tristan sambil mengelus perut Putri, Putri membalikan badannya.
" aku juga laper yank, tapi mulutku tidak mau menerimanya"
__ADS_1
" sayang sedikit aja, apa kamu mau roti?" Putri terpaksa mengangguk. Tristan tersenyum dan langsung berlari ke bawah untuk membikinkan roti coklat kesukaan istrinya.
keempat orang tua mereka pun datang. Mereka langsung menuju ke atas. Tristan sedang menyuapi Putri dengan roti coklat tapi baru saja satu gigit Putri langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkannya.
Tristan, Kirana dan Lesti menyusulnya
" sayang kamu ga apa-apa?" tanya kirana sangat cemas
"momy badanku sangat lemas " Putri tiba-tiba jatuh pingsan untung Tristan yang ada di belakangnya segera menangkap tubuh mungil itu
Tristan mengendong Putri, Rio dan Arta kaget melihat anaknya yang tidak sadarkan diri
" ada apa dengan Putri " teriak Rio dan langsung memegang tangan anak semata wayangnya.
" dia pingsan sayang" jawab Kirana
" mungkin dia lemas dad dari pagi makanan yang dia makan selalu di keluarkan lagi.
Rio segera menelpon dokter Jhon sahabatnya dan menceritakan keadaan Putri. dokter Jhon menyarankan Putri agar dirawat di rumah sakit biar ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuhnya.
" Tristan segera siapkan keperluan Putri kita akan membawanya ke rumah sakit" Tristan dengan sigap menyiapkan keperluan istrinya sedangkan Kirana dan Lesti menganti baju putri yang masih memakai seragam sekolah dan mereka semua langsung menuju rumah sakit.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA
JANGAN LUPA TEKAN LIKE DAN DI TUNGGU KOMEN NYA
oia mampir ya di novel ke 2 autor yang ber judul
RINDU
Rindu seorang gadis desa yang tidak di perlakukan adil oleh kakak dan ibu tirinya Semenjak ayahnya meninggal dua bulan yang lalu.
Farel saudara tiri yang sebaya dengannya adalah satu-satunya orang yang selalu menolongnya dalam kesulitan.
Diapun memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke jakarta dengan uang yang di berikan almarhum ayahnya sebelum meninggal.
__ADS_1
Ikuti kisah Rindu selanjutnya ya.....
KLIK TOMBOL ❤️ NYA YA TERIMAKASIH