Dia Suamiku

Dia Suamiku
BONUS PART 6


__ADS_3

semua orang sudah berkumpul dikelas.


"selamat siang semuanya" sapa Juna


"siang" serentak semua menjawab


Seperti biasa Juna memberikan pengarahan sebelum mereka mempraktekkan apa yang sudah ada di papan tulis. setelah itu mereka pun mengambil bahan-bahan yang tertera di depan. mata Juna terus melihat ke arah Putri, dia pun menghampirinya yang sedang memilih bumbu sambil membawa buku yang di berikan nya, Juna yang melihatnya pun langsung tertawa


"chef kenapa?" tanya Putri heran


"kamu itu lucuu, sini saya bantu" ucapnya sambil mengambil bahan-bahan, dia juga menjelaskan nama dan fungsinya Putri dengan serius menatap rempah yang ada di tangan Juna tapi tidak dengannya, Juna sambil menjelaskannya menatap terus ke wajah cantik Putri.


1 jam sudah berlalu dan mereka pun sudah menyelesaikan masakannya.


"semua masakannya oke terkecuali ..." belum selesai Juna berbicara semua langsung menoleh ke arah Putri, dia hanya melemparkan senyuman pada semuanya.


"tidak apa-apa walau masakannya masih belum enak, kedepannya pasti bisa lebih enak, oke sekian kelas kita hari ini terimakasih atas waktunya dan selamat sore"


"sore, terimakasih chef" ucap semuanya


Juna menghampiri Putri yang sedang mengemas barangnya


"Put..."


"iya chef"

__ADS_1


"aku cuma mau ngasih ini, siapa tau kamu mau menanyakan sesuatu yang tidak kamu ketahui" katanya menyodorkan kartu namanya.


"iya chef makasih ya, maaf aku selalu gagal dalam memasak" ucap Putri sambil melangkah keluar bersama Juna


"wajarlah, kamu pasti di rumah ga pernah masak kan?"


"iya chef, aku memasak tapi semua bahannya sudah di siapkan oleh asisten rumah tangga" Juna tertawa mendengarnya


"pantes saja"


"mama...." teriak Zana berlari menghampiri keduanya. Putri pun langsung menyambut anaknya dengan pelukan. Juna yang mendengarnya mengkerutkan kening tidak percaya apa yang tadi di dengarnya.


"mama om itu siapa?" tanya Zana sambil menunjuk ke arah Juna


"oh ini gurunya mama namanya chef Juna"


"hai cantik nama yang bagus" ucapnya sambil mengelus kepala Zana. Tristan pun menghampiri mereka.


"hai sayang" sapa Tristan merangkul pinggang istrinya


"oh iya chef kenalkan ini suami saya Tristan" Tristan mengulurkan tangannya dan langsung di sambut dengan cepat


"Juna, aku tidak menyangka wanita semuda dirimu sudah mempunyai keluarga" ucapnya merasa kaget dengan apa yang di lihatnya


"iya chef aku menikah muda"

__ADS_1


"sayang ayo" ajak Tristan sengaja agar tidak terlalu lama mengobrol dengan Juna


"oh iya, kalau gitu saya pamit pulang ya chef sore" katanya melangkah meninggalkan nya. mata Juna terus menatap mereka, Juna yang mulai menyukai Putri harus pasrah dengan statusnya.


"sayang keliatannya chef itu sangat dekat denganmu" ucap Tristan. sebenarnya dari tadi Tristan sudah memperhatikan keduanya yang sedang mengobrol di depan pintu, dia sengaja menyuruh Zana menghampirinya agar supaya Juna tau kalau Putri sudah mempunyai suami dan anak.


"emm kalau di pikir-pikir iya sih aku paling dekat dengannya di banding yang lainnya, mungkin karena aku tidak tau bumbu sama sekali jadi dia selalu membantuku mencari bahan-bahan untuk praktek, dia orangnya baik banget loh yank selain ngasih aku buku dia juga ngasih aku ini (Putri menunjukan kartu nama yang tadi di beri oleh Juna) katanya kalau aku mau nanya apapun dia menyuruhku menghubunginya" jelas Putri polos.


benar dugaan Tristan kalau Chef itu menyukai istrinya. dia kesal dengan Putri yang tidak pernah mengetahui perasaan orang lain padanya.


"oh ini" kata Tristan sambil mengambil kartu nama yang ada di tangan Putri. Tristan meremas kartunya dan membuangnya ke bawah kakinya


"sayang kenapa di buang" teriak Putri yang emosi padanya


"mama kenapa" tanya Zana yang terbangun dari tidurnya karena teriakan Putri


"ga sayang ga apa-apa, kamu tidur lagi ya" Zana pun mengangguk dan kembali tidur


"aku ga suka kamu menghubungi laki-laki lain" ucap Tristan serius


"sayang kamu cemburu? aku ga ada apa-apa dengannya dia cuma guru aku yank"


"pokoknya aku ga suka" Putri hanya mendengus kesal dia pun memilih untuk diam karena dia tau Tristan tidak akan pernah mengalah padanya.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️♥️♥️♥️


__ADS_2