
tidak butuh waktu lama Raffa dan kedua orang tuanya datang.
kedua orang tuanya memilih duduk di luar bersama Lesti dan Kirana yang juga baru saja tiba di rumah sakit.
" Put lo kenapa?" Raffa sangat cemas mendengar sahabatnya itu masuk rumah sakit.
" ga kenapa-napa kok sini duduk " tunjuk Putri di bangku samping kasurnya. Tristan baru saja keluar toilet geram melihat Raffa yang sedang tertawa dengan istrinya
" eh Fa kapan dateng " Tristan berusaha tidak melihatkan cemburunya di depan Raffa
" baru kok, maaf ya gue baru tau kalo Putri di rawat " sengaja gue ga ngabarin kali kesalnya dalam hati
" permisi selamat malam" sapa dokter Jhon yang baru masuk di ikuti ke enam orang tua mereka
" saya periksa dulu ya nona Putri " dokter dan para medis lainnya membawa alat USG langsung ke kamar Putri. alat sudah menempel di perut Putri yang sebelumnya di lapisi gel berwarna biru. Tristan dan Putri saling memegang tangan mereka melihat anak yang ada di kandungan Putri sehat dan sekarang sudah terlihat lebih jelas.
" bayinya sehat, dan ibunya juga sehat sekarang janinnya sudak jalan 13 minggu ya, kemungkinan besok sudah bisa pulang nanti saya akan bikinkan resep untuk obat anti mualnya ya, kamu tenang aja biasanya ini terjadi hanya selama 3-4 bulan di trisemester pertama saja" jelas dokter Jhon. dia dan assisten nya pamit keluar ruangan.
" tuh denger kan ini ga akan lama kok sayang, nanti kalau kamu minum obat mual juga kamu ga akan kerasa mual " ucap Kirana
" Putri kamu sehat ya maafkan tante baru bisa menjengukmu sekarang "
" ga apa-apa tante, Putri seneng kok tante sudah dateng ke sini"
ke-enam orang tua pamit melanjutkan obrolan mereka di kantin rumah sakit tentang bisnis baru yang akan mereka buat dalam waktu dekat ini.
" Raffa besok kamu ikut jemput gue yaa " ucap Putri manja, Tristan yang sudah tidak tahan dengan tingkah laku sang istri melarangnya
" ga bisa sayang besok kan Raffa harus mengurus berkas-berkas kuliah nya" itu hanya alasan agar Raffa tidak menjemputnya. Raffa yang sadar kalau suami dari sahabatnya itu sedang cemburu pun mengalah walau sebenarnya dia juga sangat ingin sekali menjemput Putri.
" iya put gue lagi sibuk ngurus berkas-berkas sekolah gue, nanti sore kalo sempet gue maen ke rumah ya " Putri langsung tersenyum bahagia mendengarnya, Raffa melirik sedikit ke arah Tristan yang terlihat tidak suka Putri dekat dengan nya.
" Put udah malem gue pulang dulu ya "
" yaaaah Raffa kan baru bentar lo dateng masa udah pulang lagi gue kan masih kangen " entah kenapa rasa kangen Putri pada Raffa begitu besar akhir-akhir ini.
__ADS_1
Tristan dari tadi sibuk membaca buku yang dia sama sekali tidak ingin membacanya.
" kan besok gue maen lagi ke rumah lo, di sini kan ada laki lo yang nemenin " Putri cemberut mendengarnya.
" ya udah lo hati-hati "
" iya gue mau nyamperin nyokap sama bokap dulu di kantin bye Putri banyak makan ya " pamit Raffa sambil mengacak-acak rambut Putri.
setelah Raffa pergi Putri bangun dari tempat tidurnya dan duduk dekat Tristan. Tristan tau kalau Putri menghampirinya tapi dia tidak menggubris nya sama sekali.
" yank kok aku di cuekin " Putri menurunkan buku yang sedang di baca Tristan
" bukannya dari tadi kamu yang tidak menganggapku ada di sini " Tristan mengambil kembali bukunya dan membacanya
" maafin aku sayang tapi entah kenapa aku senang sekali kalo ada Raffa " mendengar itu membuat Tristan semakin cemburu, dia berdiri ingin keluar tapi Putri menarik tangannya dan memeluk dari belakang.
" yank kamu beneran marah? Raffa kan hanya sahabat aku yank, kamu ga perlu cemburu sama dia " Tristan langsung membalikan badannya
" suami mana yang ga cemburu liat istrinya tersenyum dengan laki-laki lain walaupun itu sahabatnya sendiri" Tristan emosi dan langsung keluar dari ruangan. Putri yang ingin mengejarnya terhenti tiba-tiba perutnya merasakan sakit.
" sayang kamu kenapa? momy sudah memanggilkan dokter Jhon ke sini " Kirana baru saja masuk
" ga tau kenapa mom perut aku sakit "
" Tristan mana?" tanya Lesti yang tidak melihat keberadaannya
" emm...kak Tristan keluar dulu bunda mau beli sesuatu katanya " Putri terpaksa berbohong karena dia tidak ingin orang tua mereka tau kalau mereka sedang bertengkar
dokter Jhon segera datang ke ruangan dan memeriksa keadaan Putri.
" gimana dr. Jhon anak saya " tanya Rio pada temannya
" ini hanya reaksi kecil saat ibunya terlalu banyak pikiran, ga apa-apa lain kali kamu jangan terlalu memaksakan ya " Putri tersenyum mengangguk
" kamu mikirin apa sayang?" tanya Lesti
__ADS_1
" kamu ga usah mikirin tentang sekolah mu sayang, Daddy sudah mengatur semuanya " Rio berpikiran kalau anaknya sakit karena memikirkan sekolahnya. Putri hanya tersenyum
" ya udah daddy sama ayah pamit pulang yaa kamu istirahat besok kami akan menjemputmu " Putri tersenyum dan melambaikan tangannya
seperti biasa Lesti dan Kirana mengantarkan suaminya. Putri mengambil kembali ponselnya dan menelpon Tristan tapi dia tidak juga mengangkatnya.
" sayang kamu dimana?"
" yank apa segitunya kamu marah padaku?" "yank maafkan aku "
" yank, anakmu kangen dia ingin sekali di peluk papanya ðŸ˜ðŸ˜"
" sayang..... "
" kak Tristan "
Putri mengirimkan banyak pesan untuk Tristan tapi belum ada tanda-tanda dia membacanya.
" Putri kamu belum tidur?" tanya Lesti yang baru saja masuk
" aku nunggu kak Tristan bund, momy mana?"
" oh tadi momy lagi ke mini market dulu, kamu tidurlah mungkin Tristan pulang dulu ke rumah " Putri pun menuruti perintah Lesti. Lesti mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur yang ada di sisi kasur.
Putri sama sekali tidak bisa menutup matanya dia terus melihat ponselnya di dalam selimut. mengecek pesannya tp sama sekali Tristan belum membukanya. tidak sadar Putri meneteskan air matanya, selama hampir 2 tahun dia menikah dengan Tristan tapi baru kali ini melihat Tristan marah seperti ini. apa aku keterlaluan terhadapnya pikir Putri.
****
Tristan memakirkan mobilnya di rumah kedua orang tuanya. malam itu semua sudah tertidur kecuali security yang membukakan pintu pagar dan rumah untuk tristan. dia langsung menuju ke kamarnya membantingkan tubuhnya di atas kasur.
dia mengaktivkan ponselnya yang dari tadi dia matikan. Tristan kaget melihat ponselnya banyak pesan dan panggilan masuk yang tidak terjawab
semua nama yang menghubungi ponselnya adalah ISTRIKU. dia pun merasa khawatir dan bersalah. tapi dia lebih memilih untuk tidur di rumahnya karena ingin meredakan emosi dan rasa cemburunya, lebih baik besok pagi aku baru kerumah sakit pikirnya. tidak lupa dia mengabari bundanya kalau dia tidak bisa pulang ke rumah sakit agar mereka tidak merasa khawatir.
TERIMAKASIH SEMUANYA 😘😘😘
__ADS_1
jangan lupa tetap ikuti kisah kehidupan RINDU YAA....