
setelah sampai ke rumah sakit Putri langsung mendapat penanganan pertama oleh dokter jhon. di masukan selang infus vitamin untuknya dan dia pun di pindahkan di ruang VVIP si rumah sakit itu.
" kalian jangan khawatir, dia hanya tertidur karena badannya terlalu lemas" jelas dokter Jhon.
keempat orang tua mengikuti dokter keluar ruangan sedangkan Tristan duduk di samping ranjang memegang tangan istrinya.
" sayang kamu sehat ya, kasian anak kita yang ada dalam perutmu " Putri tersenyum dia mendengar apa yang di katakan suaminya
" kamu udah bangun? mau makan ga?"
" kok aku disini " Putri kaget melihat dia sudah di rumah sakit dan infusan menempel ditangannya
" kamu tadi pingsan sayang, gimana perasaan kamu sekarang?"
" udah baikkan kok yank. tapi yank sekarang aku ingin sekali mangga muda " pintanya
" oke aku beliin ya " Tristan dengan sigap berdiri
" ga mau beli, maunya di petik langsung biar masih keliatan getah mangganya " Tristan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, dia tidak tau harus mencarinya dimana.
" iya aku akan cari ya sayang " Tristan keluar dari ruangan. dia melihat keempat orang tuanya yang sedang bercengkrama di bangku depan ruangan.
" kamu mau kemana Tristan?" tanya Lesti. Tristan menceritakan keinginan istrinya itu dan membuat keempatnya tersenyum
" biar daddy nelpon pak Anton untuk mencarinya "
" ga usah dad biar aku yang cari, Putri menginginkan aku yang memetiknya " Rio tersenyum bangga pada menantunya
mereka pun masuk kedalam ruangan.
" sayang bagaimana keadaanmu " kata Lesti lansung memegang tangan putri disusul ketiga orang tuanya berdiri di samping mereka
" daddy, momy, bunda ,ayah maafin Putri ya selalu membuat kalian khawatir, Putri sekarang udah merasa sedikit baikkan kok"
" tidak sama sekali sayang kamu jangan berfikiran seperti itu " ucap Kirana
" sayang daddy tidak ingin ini terjadi lagi, daddy sudah mengurus semua sekolah kamu, dan kamu sudah tidak perlu lagi pergi kesekolah "
" tapi dad kan tanggung, biarkan aku......."belum selesai Putri menjelaskan Rio langsung memotong pembicaraanya
"ga sayang keputusan daddy tidak bisa di ganggu gugat ini demi kebaikan kamu, kamu bisa mengikuti ujian kamu di rumah sakit " Putri cemberut dia pasrah apa yang sudah menjadi keputusan Rio
Tristan datang ngos-ngosan membuka pintu membawa buah mangga di tangannya lengkap dengan getahnya 😁
__ADS_1
" yank kenapa kamu sampe ngos-ngosan gitu sih ?"tanya Putri heran
" aku berlari sayang takut getahnya keburu hilang. keempat orang tuanya yang sedang duduk di sofa menertawakan kelakuan anak lelaki mereka.
" sayang mau di kupasin ga?" Putri sedang asik mencium wangi getah mangga
" ga sayang aku cuma mau menciumnya saja " katanya dengan polos. Tristan yang mendengarnya menarik nafas dalam dan duduk dengan lemas, susah payah dia mencari mangga hanya untuk mencium baunya getahnya saja geram nya dalam hati. lagi-lagi orang tua mereka hanya menertawakan Tristan.
waktu sudah menunjukan jam 8 malam Lesti dan Kirana menyuruh para suami untuk pulang kerumah karena besok mereka akan ada rapat penting di perusahaan global. awalnya Rio menolak untuk pulang tapi Putri tetap menyuruhnya, Rio dengan pasrah mengikuti keinginan sang anak.
" sayang momy sama bunda akan kebawa mengantarkan daddy dan ayah sekalian untuk mencari makan, apa kalian ingin sesuatu?" tanya Kirana
" apa aja mom Tristan suka "
" momy aku ingin sekali makan sate pandang" keempat orang tuanya senang mendengar Putri yang sudah mulai mengiginkan makanan
" oke sayang momy akan belikan buat kamu" Rio dan Arta pamit pada anak mereka .
" yank mau di peluk " manja Putri
" malu sayang ini di rumah sakit"
" kenapa harus malu kita kan udah sah ini, pokoknya aku mau dipeluk kasian babynya mau di peluk sama papa " Tristan tersenyum dan langsung naik ke atas dan memeluk Putri
" iya daddy sudah menceritakannya padaku dan aku pun menyetujuinya " Putri melepasnyan pelukannya menatap tajam ke arah Tristan
"kenapa??"tanya Putri dengan nada yang sedikit tinggi
" aku ga mau baby aku kenapa-napa terutama mama baby nya, aku lebih sayang mereka berdua di bandingkan dengan sekolah kamu" Tristan menarik lagi Putri masuk dalam pelukannya. dan Putri pun pasrah dengan keputusan suaminya, dia tau Tristan sangat khawatir dengan nya dan calon anak mereka
" aku takut yank di usia ku yang masih 17 tahun aku takut tidak bisa merawat nya dengan benar "
" aku tidak akan membiarkan kamu merawatnya sendiri lagi pula kan bunda sama momy pasti akan ada selalu di sisimu, kamu jangan pernah merasa takut ya sayang "
Putri tersenyum dan semakin memeluk erat tubuh suaminya.
" sayang ini momy bawa ...." Kirana terhenti melihat kedua anak mereka yang sudah tertidur pulas
" betapa serasinya mereka " ucap Lesti sambil tersenyum melihat anak-anak nya bahagia begitupun dengan Kirana
*****
13.00
__ADS_1
Lesty dan Kirana pamit pada anaknya untuk pulang sekedar menganti baju. Putri sudah merasa bosan berada di rumah sakit. aku ingin sekolah gumamnya dalam hati. dia melanjutkan membaca komik yang tadi di belikan suaminya
clek.....
Putriiiiiiii teriak ketiga sahabat nya. mereka masuk dan langsung memeluknya di susul Satya, Rangga dan Romi. Putri tersenyum bahagia melihat semua sahabatnya.
" kok kalian tau gue di sini " ucap Putri
" kak Tristan tadi ngechat gue katanya kalo lo di rawat " jelas Bela
" gimana kabar ponakan gue?" Satya
" baik kok, cuma emang gue ga bisa masuk makanan"
" waaah udah rame aja nih " kata Tristan yang baru masuk ke ruangan membawa es campur pesanan istrinya
" hai bro " Tristan menyapa Rangga, Satya dan Romi
" jadi gimana sekolah lo Put?" tanya Sarah membuat yang lain penasaran. Putri hanya melihat ke arah Tristan dan Tristan menjelaskan apa yang sudah jadi rencana mereka.
ketiga gadis memeluk erat Putri karena pasti mereka kehilangan sahabat mereka di sekolah.
" nanti kalo gue udah enakan gue ke sekolah mau pamit sama anak-anak kelas juga guru-guru. pokoknya nanti kalian wajib maen ke rumah gue kalau libur " mereka pun mengangguk
semua asik menggobrol dan tertawa saat Romi dan Citra pasangan yang terhitz di antara mereka melayangkan candaanya.
tidak terasa waktu berjalan cepat mereka pamit pulang karena hari sudah gelap.
" cemberut aja sih sayang "
" aku jenuh yank, besok kita pulang ya " bujuk Putri
" kata dokter tunggu sampai badanmu kuat, makanya kamu harus banyak makan " Putri membalikan badannya mengambil ponsel yang ada di meja dan menelpon Raffa. Tristan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
" halo Raffa gue jenuh lo ke rumah sakit yaa " Tristan yang sedang membaca buku untuk persiapannya masuk universitas kanget mendengar Putri menelpon sahabat kecilnya itu.
" kenapa kamu nelpon dia " tanya Tristan saat Putri menutup teleponnya
" aku kangen Raffa yank " jawabnya polos. walaupun Raffa hanya sahabat di mata Putri tapi tetap saja sebagai seorang pria ada rasa cemburu di hatinya terlebih lagi dia tau kalau Raffa mempunyai rasa cinta untuk istrinya itu cuma putri tidak pernah menyadarinya.
TERIMAKASIH YA ATAS DUKUNGAN SEMUANYA.
jangan lupa baca juga novel terbaru autor RINDU....
__ADS_1
😇😇😇😇