Dia Suamiku

Dia Suamiku
Bonus Part 11


__ADS_3

Tristan langsung menghubungi Dewi dan menceritakan apa yang terjadi padanya. Dewi yang merasa tidak enak pun langsung menemui Tristan. Dia ingin membantunya untuk menjelaskan kepada Putri. Mereka pun berangkat, Tristan memilih untuk menggunakan mobil Dewi. Disisi lain Putri mengantarkan Juna ketempat lesnya, karena dia memutuskan untuk pulang.Juna pun mengikuti keinginan Putri.


"Kamu serius ga akan dianterin aja pulangnya? nanti gampang aku bisa pulang naik taxi aja,"


"Ga apa-apa kok chef, aku bisa sendiri." Juna pun melaju ke tempat les.


"Makasih ya chef, sudah mengantarkan aku menjemput Zana," ucapnya.


"Iya Put, sama-sama. Kalau kamu butuh bantuan aku kamu bisa hubungi aku kapanpun." Putri tersenyum mengangguk, Juna pun turun dan Putri mengambil alih kemudi.


Setelah berpikir, Putri memutuskan untuk pergi ke rumah Sarah, karena dia tidak mau Tristan menjadi salah paham lagi padanya jika melihat dia dengan Juna, karena Putri juga sebenarnya tidak mau berlarut dalam masalah. Jujur, sebenarnya tadi dia hanya terbawa emosi sesaat, dengan tidak mau mendengarkan penjelasan suaminya. Ada rasa penyesalan setelah dia pergi menjemput Zana.


Sesampai di rumah Sarah diapun langsung masuk ke dalam.


"Lo kenapa, Put?" tanya Sarah yang melihat wajah Putri sembab. Dia tau kalau sahabatnya itu habis menangis. Putri menceritakan semua kejadian yang terjadi hari ini dan dia menyesalinya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Ya udah, lo pulang dulu ke rumah dan mendengar penjelasan Tristan." saran Sarah, tapi Putri hanya menarik nafas dalam Dia juga maunya seperti itu, tetapi hatinya merasa ragu.


Ting tong ting tong


Asisten rumah tangga Sarah segera membukakan pintu.

__ADS_1


"Siapa Bi?" tanya Sarah.


"Itu nyonya, suaminya nyonya Putri." keduanya saling menatap. Tristan tau kalau Putri pasti berada di rumah Sarah, karena setiap mereka ada masalah Putri selalu pergi ke sini.


"Zana, main sama Kenzo ya." ucap Putri dan Zana hanya mengangguk melanjutkan bermain dengan Kenzo.


"Bi, jagain mereka berdua ya." titah Sarah dan mereka menuju ke ruang tamu.


Putri dan Sarah kaget melihat Dewi yang juga berada di ruang tamu. Dewi langsung melempar senyumannya dan menghampiri keduanya.


"Hai apa kabar kalian?" tanya nya sambil mengulurkan tangan.


"Baik." jawab keduanya dan membalas mengulurkan tangan mereka


Tristan berdiri dan duduk di sebelah istrinya,


"Yank, kamu percaya 'kan?" katanya sambil menggenggam tangan istrinya. Putri hanya diam, dia tidak tau apa yang harus dia katakan, karena dirinya merasa sangat malu. Dia hanya memberikan senyuman kecil pada suaminya dan membuat Tristan merasa senang. Karena dengan begitu Putri percaya bahwa dia tidak seperti yang di pikirkan olehnya.


"Aku juga minta maaf ya kak Dewi, aku terbawa emosi." ucap Putri yang mulai membuka suaranya dan Dewi tersenyum.


"Ga apa-apa kok wajar, aku berharap kalian akan selalu bahagia. Oia aku ga bisa lama-lama, karena sebentar lagi aku akan mengadakan meeting, sekali lagi maaf ya jadi membuat kalian salah paham,"

__ADS_1


"Ga kok Wi, aku yang minta maaf. Btw, makasih ya sudah mau meluangkan waktumu." ucap Tristan Dewi hanya mengangguk tersenyum.


"Loh kak, mau kemana? ini aku baru membuatkan minuman." ucap Sarah yang baru datang sambil membawa baki berisi empat gelas minuman.


Sarah pun menyempatkan untuk meminum suguhan dari Sarah dan kemudian dia pun pamit. Tristan merangkul pinggang istrinya mengantar Dewi ke depan. Dewi pun melajukan mobilnya.


"Maafin aku ya, sayang." kata Tristan sambil mengecup kening istrinya.


"Aku yang minta maaf, karena tidak mau mendengarkan penjelasan kamu." katanya dengan menyesal. Tristan tersenyum dan kembali mencium kening istrinya.


"Ekheeemm ... udah baikan nih ceritanya?" goda Sarah dan keduanya pun tersenyum.


.


.


.


.


~Bersambung~

__ADS_1


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 😘😘♥️


__ADS_2