
Tristan merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memainkan ponselnya, Putri tau kalau suaminya sedang kesal dia menghampirinya dan memeluk badan Tristan
" yank kamu marah ya" Tristan hanya diam
" yank Raffa tuh cuma becanda jangan di ambil hati" jelas Putri sambil mengecup pipi kanan Tristan
"aku ga marah kok, kamu istirahat aja udah malam" Tristan menarik selimut dan sampai menutupi badannya
" eemmm aku ga ngantuk, kata baby dia pengen sekali di tengokin papanya " bisik Putri malu, Tristan langsung menoleh ke arah Putri dan Putri melemparkan senyuman mengoda.
" babynya atau mamahnya yang pengen d tegokin papa" ucap Tristan
" 22 nya " jawab Putri, tristan yang tidak tahan dengan godaan sang istri langsung mencium Putri
Putri menikmati setiap gerakan lembut yang di berikan suaminya.
"sayang apa perutmu terasa sakit?" cemas Tristan, dia takut apa yang dia lakukan mempengaruhi janin yang ada di kandungan istrinya dan Putri menggeleng
"maafin ya kalau ada yang membuatmu sakit"
" ga ada sayang, lagi pula kata Dr. Jhon kan memang harus sering untuk melakukannya" bisik Putri di akhir kalimat
" apa sayang aku tidak mendengarnya" goda Tristan
" ga ada siaran ulang, udah yu bobo" Putri menarik selimut sampai menutupi kepalanya karena malu membuat Tristan ingin terus menggodanya
" sayang akan ku lakukan dengan senang hati perintah dari Dr. Jhon" bisik Tristan membuat Putri makin malu, Tristan tertawa puas melihat istrinya
****
09.00
" pagi" sapa Putri pada Rani dan Raffa yang sedang ada di meja makan menyantap sarapan mereka
" pagi Putri cantik" jawab Raffa
" pada kemana kok cuma berdua"
" selesai sarapan mereka menuju pantai, tadinya mau mengajakmu berenang tapi mereka tidak ingin membangun mu" jelas Rani, Putri pun duduk bergabung bersama keduanya
" non Putri mau makan apa?"tanya Rani, Raffa kagum melihat Rani yang selalu melayani Putri dari kecil sampai sekarang tidak pernah berubah. selalu sopan, lembut dan tatapannya penuh dengan kasih sayang, tidak ada rasa malu sedikitpun untuk melayaninya di depan teman-temannya.
" nanti aja Rani gue nunggu Tristan dulu, kamu lanjutin aja sarapannya, oia please jangan panggil gue non gue risih ngedengar nya kita kan sudah jadi sahabat sejak lama" Rani tersenyum dan mengangguk. Raffa yang melihatnya bangga sama sahabat kecilnya walaupun Putri mempunyai segalanya tapi dia tidak pernah merasa dirinya berkuasa, dia selalu rendah diri terhadap orang lain, itu yang membuat Raffa jatuh cinta padanya.
tring tring tring
suara ponsel Putri terus saja berdering membuat Tristan cepat keluar dari kamar mandi dan mengangkat nya.
__ADS_1
daddy? Tristan langsung cepat mengangkat telepon dari mertuanya itu
" halo daddy apa kabar?"
" haloooo Tristan kami baik" sapa ke-empat orang tuanya yang ada di sebrang
" gimana babymoon nya happy?" tanya Arta
" emm happy yah" jawab Tristan dengan malu mereka tertawa melihat wajah salting Tristan
" Putri mana?" tanya Kirana
" sebentar mom, aku keluar kayanya lagi sarapan" Tristan berlari kecil menuju Putri yang sedang mengobrol dengan Rani dan Raffa
" sayang ini momy pengen ngobrol"
" waah momy nelpon mana sini" Tristan memberikan ponselnya, tatapan mata Tristan tertuju pada Raffa dan dia hanya melemparkan senyuman kecil lalu duduk di samping Putri
" moommyyyy Putri kangen" teriak manja Putri dan dia tidak menyangka bahwa ke-empat orang tuanya ada di sana semua
" cuma momy aja nih" goda Arya
" Putri kangen semuanya "sambil melambaikan tangannya
" gimana kabar kamu sayang ?" tanya Lesti
" baik bunda, kalian semua gimana kabarnya?"
" sangat baik malah dia sering sekali menendang perut Putri, kayanya dia kangen sama nenek dan kakeknya" ke empatnya tertawa mendengarnya begitupun dengan ketiga orang yang ada di meja makan
" waah momy jadi pengen cepet-cepet pulang"
" sayang jaga kandungan mu ya jangan makan sembarangan dan jangan terlalu pecicilan" ucap Kirana
" iya momy"
" ya udah kita mau ada meeting, kamu bersenang-senang lah dengan teman-teman mu, love u baby"
" love u too daddy dan semuanya miss u" Putri kemudian mematikan ponselnya
" kangen ya" tanya Raffa, Putri mengangguk dengan wajah cemberut
" mereka ga akan lama, makan yu aku laper" ucap Tristan sambil membelai rambut Putri. Putri pun menyiapkan sarapan untuk suaminya, dalam hati Raffa sangat iri melihatnya, andaikan dia pulang ke Indonesia lebih cepat pasti dia yang bakal ada di posisi Tristan saat ini pikirnya
" oiya Ran, Raka udah makan?"
" udah kak, tadi dia pergi sama bang Jojon"
__ADS_1
" tu anak perasaan dari kemaren pergi mulu deh"
" biarin aja yank, dia mau nyari bule cantik kayanya siapa tau ada yg kecantol" canda Putri dan mereka tertawa
selesai sarapan keempat nya keluar menghampiri 6 orang sahabat mereka yang sedang membuat istana pasir di depan villa
" waaaaaaah bagus banget " kagum Putri yang baru saja tiba
" siapa dulu donk arsiteknya gue" bangga Romi
" iih apaan dari tadi lo perasaan ga ngapa-ngapain"
ucap Citra
" gue ngirim telepati ke elo ga kerasa ay"
" kagak" semua tertawa melihat pasangan satu ini yang saja selalu berdebat
" Putri sinii gabung" Putri pun menghapiri mereka duduk perlahan di bantu oleh Triatan karena dia memang sudah sulit untuk duduk di bawah.
" guys kalian habis ini mau pada kemana nih?" tanya Putri
" kalau kalian mau keliling Bali nanti gue siapin transportasinya, atau masih tetap sini juga ga apa-apa" jelas Tristan
" keliling Bali yuu, kapan lagi kan kita sengaja main ke sini, itung-itung hiburan sebelum ujian" pinta Bela dan semua pun menyetujuinya
"ya udah jam 11 kita kumpul yaa sekarang mending kita siap-siap " titah Putri dan semuanya pun pergi bersiap.
" yank aku pakai baju ini terlihat gendut banget ya" kata Putri yang terus memutarkan badannya di depan kaca, Tristan menghampirinya dan memeluknya dari belakang
" sayang kamu kan lagi berbadan dua, jadi wajarlah keliatang gendut tapi bagus kok seksi aku suka" Tristan mencium leher sang isteri
" yank kalau setelah lahiran badanku tidak seperti dulu lagi apa kamu akan masih menyukaiku" Tristan membalikan badan Putri dan mengecupnya
" sayang rasa cinta dan sayangku ke kamu ga akan pernah pudar sampai kulit mu keriput nanti, aku akan selalu ada di sisimu menyayangi kamu dan anak-anak kita" Tristan kembali mencium bibir manis Putri
" yank maksudnya anak-anak? brarti kita bakal punya lagi donk" ucap Putri menarik dirinya dari pelukan Tristan
" ya tentu saja, cita-cita aku mempunyai anak yang banyak biar rumah kita kelak akan ramai di penuhi anak-anak" Putri mengkerut kan dahinya tidak percaya dengan apa yang ada di pikiran suaminya. dia pun mencubit perut Tristan
" aaw sakit sayang, emang kenapa dengan anak banyak" tatapan Putri tajam melihatnya
" ga kenapa-napa oke kita punya anak banyak tapi kamu yang hamil dan melahirkannya gue ga mau, satu aja belum lahir udah mikirin anak banyak" kesal Putri keluar meninggalkan Tristan. Tristan tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Putri
" saayaaaaaang tunggu akuuuu" teriaknya dan masih saja tertawa
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
__ADS_1
PARA READER YANG BAIK HATI MINTA VOTE NYA YAAA
TERIMAKASIH 😘