
Setelah Tristan berangkat semua orang mulai sibuk menghias rumah untuk kejutan ulang tahun Tristan. Putri merasa hari itu dia sangat lemas dan memilih untuk istirahat dikamarnya.
Kirana dan Lesti membantu assisten rumah tangganya menyiapkan makanan yang nanti akan di hidangkan.
Ting tong ting tong
" Selamat pagi bi Inah, Putri ada?" tanya Bela dan 5 sahabat lainnya yang baru saja tiba.
" ada non ayo silahkan masuk"
" Siapa bi ?" Kirana menghampiri mereka
" eh kalian apa kabar sayang"
" baik tante" jawab semuanya
" Putri lagi di kamarnya di atas kalian naiklah"
" terimakasih tante kita pamit ke atas dulu" kata Sarah dan mereka semua langsung ke kamar Putri kecuali Rangga yang memilih untuk menunggu di ruang tamu.
tok tok tok
" masuklah " teriak Putri yang masih tergoler lemas memeluk guling kesayangannya
" waaaaaaaah sumpaaaah Put kamar lo 3x dari kamar gue " kata Citra yang melihat pertama kali kamar sahabatnya. begitupun yang lain mereka terpana melihat kamar Putri yang luas dengan interior yang serba mewah.
Putri langsung bangun mendengar kelima sahabatnya datang.
" aaaa kalian akhirnya dateng juga " ketiga gadis langsung menghampiri dan memeluk Putri yang masih ada di ranjangnya sedangkan Satya dan Romi memilih duduk di sofa dekat dengan balkon.
"kamu kenapa ?" tanya Sarah melihat Putri yang tampak lemas
" ga tau nih lemes pengen tidur mulu dari tadi mungkin bawaan orok"
" kamu hamil? teriak ketiganya membuat Satya dan Romi menghampiri meraka. Putri tersenyum mengangguk
" udah 9 minggu " jawabnya malu
" aaaaaaaaaaa asyik ntar lagi gue punya ponakan" Bela kembali memeluk Putri, Sarah dan Citra pun ikut memeluknya
" trus sekolah lo gimana ?" tanya Romi
" gue beresin sampe akhir kelas 2 ini trus lanjut homeschooling dehh " katanya sedih
" seriuus, jadi lo ntar lagi bakal keluar donk?
keluh Citra
" yah put nanti gue ga ada temen sebangku deh " sedih Bela
" tenang sayang gue langsung pindah di samping lo" kata Satya merangkul Bela
" itu sih maunya lo " mereka tertawa
" kalian boleh kok tiap hari maen kesini. sangat boleh malah"
" dengan senang hatiii apalagi disini banyak makanan" celetuk Citra mengundang tawa semuanya
" kebiasaan deh, lo kaya orang kelaperan aja " sindir Romi tapi Citra tidak menghiraukannya.
mereka asik mengobrol sampai tidak terasa waktu menunjukan jam 11 dan sebentar lagi Tristan akan pulang dari sekolahnya. semua sahabatnya turun bawah sedangkan Putri bergegas masuk kamar mandi membersihkan diri untuk bersiap
semua orang sudah berkumpul di ruang tamu menyambut Tristan. masing-masing dari mereka ada yang memang party popper ada juga yang memegang party string spray. suara motor Tristan sudah terdengar dan mereka pun berdiri di belakang pintu
ceklek Tristan mulai membuka pintu
pletak pletak suara party popper, Satya dan Romi pun menyemprotkan party string spray ke arah Tristan
"surprise happy birthday Tristaaaan " teriak semua yang ada di sana. Tristan kaget tidak menyangka semua orang akan berkumpul dan mengingat hari kelahirannya. Putri menghampiri Tristan sambil membawa kotak kecil sebagai hadiah darinya
" happy birthday yank " Tristan tersenyum dan mencium kening istrinya
" huhuhuhuhu " teriak sahabat-sahabat Putri
" duuuuh baperrr gue yang jomblo" teriak Romi dan semuapun tertawa
__ADS_1
" buka donk kadonya" teriak Bela dan semua pun bersorak buka...buka...buka...buka...buka
Tristan pun membukanya.
Tristan kaget apa yang di lihatnya di dalam kotak itu, dia pun langsung berlari ke atas. suasana seketika menjadi hening, semua orang binggung dengan reaksi Tristan begitupun dengan Putri.
" kamu susul suamimu kita akan menunggu semua di ruang tengah" ucap Kirana, Putri mengangguk dan segera menyusul suaminya.
" yaank ....." Putri menghampiri suaminya yang sedang duduk di pinggir kasur sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
" sayaaang kamu kenapa? apa aku berbuat kesalahan?" Putri memeluk Tristan. dia kaget terdengar suara tangisan kecil, Putri langsung melepaskan pelukannya dan menarik tangan suaminya.
" yank kenapa kamu nangis?" Tristan langsung memeluk Putri dengan erat
" terimakasih sayang ini kado terindah yang pernah aku dapatkan" Tristan langsung mencium perut rata Putri
" terimakasih baby kamu sudah ada di perut mama " katanya lagi sambil mengelus perut Putri
" kenapa kamu merahasiakannya dariku? berarti selama ini apa yang kamu mau itu ngidam ya?" Putri tersenyum mengangguk
" kalo aku kasih tau ga jadi kado terindah lagi buat kamu donk " Tristan tersenyum dan mencium kening Putri
" makasih ya sayang " dia kembali memeluk erat istrinya
" yank kebawah yu, semua udah pada nungguin kamu "
" tunggu sebentar yaa aku mau ganti baju dulu"
****
" yank Putri sama tristan udah nikah" bisik Rangga, memang cuma Rangga yang belum tau pernikahan keduanya. Sarah mengangguk tersenyum. sumpah jadi dulu gue suka sama bini orang, mana gue terang-terangan bilang suka di depan lakinya katanya dalam hati.
" kenapa kamu malu ya " goda Sarah
" kok ga bilang sih dari dulu " kesalnya
" kamunya g nanya hehehe"
semua mata langsung tertuju pada Putri dan Tristan yang baru menuruni tangga.
" sekarang kita lanjuuuuut " Putri langsung ke dapur mengambil kue ulang tahun
happy birthday tristan
happy birthday tristan
happy birthday happy birthday
happy birthday Tristan
semua pun ikut bernyanyi
tiup lilinnya tiup lilinnya
tiup lilinnya sekarang juga
sekarang juga sekarang juga
" ayo sayang tiup" Putri
" jangan lupa buat permohonan" teriak Satya. Tristan menutup matanya dan meniup lilin diramaikan tepuk tangan semuanya.
" happy birthday jagoan ayah, dan selamat ya sayang sebentar lagi kamu juga akan jadi seorang ayah" Arta memeluk erat anaknya disusul dengan Lesti dan Raka
" selamat ulang tahun menantu kesayanganku" Rio menarik tangan Tristan dan langsung masuk ke pelukannya
" terimakasih ya kamu sudah membuatkan cucu buat daddy" bisik Rio dan mereka berdua pun tertawa
" apa sih ketawa berdua aja ajak-ajak donk" kata Putri
" RAHASIA" jawab keduanya dan mereka semua tersenyum melihat keluarga kecil ini.
setelah satu-persatu memberikan selamat pada Tristan semua menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh Kirana dan Lesti
" sorry gue telat " Raffa baru saja datang dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
" happy birthday bro, sorry ini cuma hadiah kecil buat lo " Raffa dan Tristan saling memeluk
" thanks ya, lanjut Fa lo makan dulu "
" oke tengkyu " Raffa menyapa Putri terlebih dahulu dan langsung menyantap makanan yang ada
" Put sini " teriak Citra. Citra dan Tristan pun menghampiri mereka berenam yang sedang berkumpul di ruang tv
" dia siapa kenalin donk" kata Citra, Romi yang mendengarnya langsung melirik tajam
" oh itu sahabat kecil gue dia baru datang dari Ausy bentar ya gue panggil, Raffa sini " Putri melambaikan tangannya pada Raffa yang sedang asik mengobrol dengan Rani di meja makan
" Ran gabung yu " kata Rafa dan Rani pun ikut bergabung
" Fa kenalin ini sahabat-sahabat gue" dengan cepat Citra langsung mengulurkan tangannya
" gue Citra " katanya dengan tersenyum genit, Raffa pun membalas mengulurkan tangannya.
" gue Romi " dengan cepat Romi menarik tangan Raffa agar cepat lepas dari tangan Citra, Citra melirik sinis ke arah Romi dan yang lain tertawa melihatnya.
" makanya Rom cepetan deeh lo nembak Citra, jadi kan lo ga ngerasa was-was kalo ada cowo cakep " goda Rangga mengundang tawa. Raffa yang sudah mengerti situasinya pun ikut tertawa
" di tolak mulu gue kak " keluh Romi
" idih nembak aja ga pernah lo" sewot Citra
" waaah paraaah, cepetan tuh mumpung ada lampu ijo" toel Satya
" jadi selama ini lo ga pernah nganggap gue serius"
" lo kebanyakan gombal jadi kan gue ga tau mana serius sama mana yang ga " jelas Citra
" asiiiik tanda-tanda ada pasangan baru nih, buruan cepetan tuh nembak " goda Bela dan Sarah. Tristan dari tadi hanya merangkul pinggang Putri sambil mengelus perut nya tersenyum melihat semuanya.
" Put gue minta bunga lo " Romi mengambil bunga mawar yang ada di pot bunga di atas meja dan langsung bertekuk lutut di hadapan Citra.
" Citra gue sayang sama lo mau ga lo jadi pacar gue?" wajah Citra memerah menahan malu.
" ciih ga modal banget sih nembak cewe bunganya minta segala "
" yakan ga ada persiapan, jadi lo terima ga nih?"
terima....terima....terima...terimaa teriak mereka semuanya.
" wah rame-rame apa nih " Rio dan kelima orang tua menghampiri sekumpulan anak-anak muda di ruang tv
" ini dad Romi nembak Citra " jelas Putri
" waaaaah seruuu nih ,ya udah kalian lanjutkan kami mau pamit pergi keluar dulu ya, daddy ga mau gangguan pesta anak muda" mereka pun memilih pergi ke kedai kopi yang tidak jauh dari rumah Putri.
" oke dad take care ya " ucap Putri
" jadi apa niih " tanya Putri lagi. Citra menunduk dan mengangguk dengan pelan. Romi yang melihatnya langsung berdiri dan meloncat dengan senang
"yesss....yesss..... emak bapa Romi g jomblo lagi" teriaknya dan semua orang tertawaaa
" ga ada yang jomblo lagi deeeh , eeeh ada 2 orang lagi nih" Putri melirik Raffa dan Rani di ikuti semuanya membuat mereka berdua salah tingkah
" maksudnya gue " kata Raffa dan semua pun mengangguk , Rani yang ada di sebelahnya mengerutkan dahinya tidak mengerti apa maksud mereka
" sorry gue masih menikmati status lajang gue, belum siap gue di atur-atur" Putri, Citra, Bela dan Sarah melempar bantal kecil yang ada di pelukan mereka ke arah Raffa. Rani mulai mengerti apa yang di maksudkan teman-temannya.
" siapa bilang cewe tukang ngatur, ga kan yank?" tanya Putri langsung pada suaminya
" emmmm, sedikit " jawab Tristan sambil tersenyum
" oh jadi banyakan ngaturnya gitu " Putri memukul dada bidang Tristan
" maksudnya sedikit sayang ngaturnya "
" STI (suami takut istri) juga lo Tan" kata Rangga mengundang tawa semuanya
TERIMAKASIH YA ATAS DUKUNGAN NYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAA
__ADS_1
MAAFKAN YANG SELALU TELAT UPDATE 😘