
Putri sibuk mencari informasi tentang berbagai macam tempat les memasak di Jakarta. dia memutuskan untuk belajar memasak dibanding harus melanjutkan kuliahnya. Tristan selalu mendukung apapun keputusan dari sang istri.
"mama Zana mau main di rumah Kenzo" ucap gadis kecil itu yang sudah berusia 4½ tahun
"iya sayang nanti ya" jawabnya yang masih konsentrasi melihat laptop yang ada di depannya.
Zana mulai bosan karena semenjak pulang sekolah ibunya langsung sibuk di depan laptopnya. Zana pun menelpon Tristan memakai telepon rumah, dia melihat angka yang ada di buku telpon dan langsung terhubung dengan papanya.
"halo papa, Zana bosan"
"bosan kenapa sayang? mama mana?"
"mama sedang sibuk bekerja pa" Tristan tertawa dengan apa yang di ucapkan anak semata wayangnya
"ya udah papa janji pulang sekarang ya sayang, miss u"
"miss u too papa" Zana pun langsung menutup teleponnya
akhirnya dari semua tempat les yang ada Putri mendapatkan satu sekolah masak yang menurutnya sangat bagus. dia pun sudah mendaftarkan dirinya secara online.
"Zanaaa..."
"ya mama" jawabnya berlari menghampiri Putri
"kamu jadi mau main di rumah Kenzo?"
"ga ah ma, sebentar lagi papa pulang Zana mau main papa aja" jawabnya, Putri heran kenapa Tristan pulang cepat
__ADS_1
"emang kamu tau dari mana?"
"tadi Zana telpon papa dan papa janji akan segera pulang" Putri tersenyum, walaupun Zana masih berusia 4½ tahun tapi dia benar-benar sangat pandai, di usianya yang segitu Zana sudah lancar membaca dan berhitung mungkin karena dia menuruni otak cerdas papanya.
benar saja Tristan menepati janjinya untuk pulang lebih awal.
"papa....." teriak Zana senang melihatnya langsung memeluknya dengan erat
"hai sayang" sapa Tristan mencium kening istrinya
****
setelah lelah bermain dengan anak semata wayangnya Tristan membacakan buku dongeng sampai gadis kecil itu terlelap. Tristan pun kembali ke kamarnya.
"sayang lagi apa?" tanyanya pada Putri yang sedang asik dengan ponselnya. Tristan menghampiri nya memeluk tubuh Putri sambil melihat juga ke arah ponsel istrinya
"Zana gimana?"
"nih aku lagi ngobrolin sama anak-anak, rencananya Zana aku Titip sama Sarah, soalnya momy sama Daddy sibuk di kantor dan bunda sama ayah juga (karena semenjak kantor mempunyai banyak cabang Kirana dan Lesti ikut terjun membantu para suami untuk bekerja) sedangkan Rani dan Citra sedang mengandung" jelas Putri
"Sarah merasa di repotkan ga?"
"dia malahan sangat senang apalagi Zana kalau mendengar ini juga akan sangat senang karena sangat suka bermain bersama Kenzo"
"terus kamu hamil Laginya kapan?" katanya manja
"kan ini lagi program sayang"
__ADS_1
"ya udah malam ini kita program yu" ajak Tristan menggoda Putri dan keduanya pun melakukannya yang sudah menjadi rutinitas Putri melayani sang suami.
06.00
Putri sudah bangun dari tidurnya dan segera ke dapur untuk membantu bi Siti menyiapkan sarapan. Putri sudah biasa bangun sendiri dan lebih pagi, semua itu mengalir dengan sendirinya mungkin karena dia sudah menjadi seorang ibu.
pagi ini dia menyiapkan omlet telur dan juga salad buah untuk suami dan anaknya. setelah menyiapkan sarapan dia pun membangunkan Zana karena dia harus pergi sekolah setelah itu menyiapkan keperluan untuk suaminya. begitulah keseharian ibu anak satu ini. walaupun dulunya dia anak yang sangat manja tapi seiring berjalannya waktu Putri perlahan bisa mengubah kebiasaan jeleknya
"pagi sayang" ucap Tristan yang sudah siap dengan setelan kerjanya sambil mencium kening anak dan istrinya
"pagi papa" jawab Zana
"anak papa cantik sekali, makan yang banyak ya" Zana hanya mengangguk tersenyum
"sayang setelah Zana pulang sekolah aku akan ke rumah Sarah karena kita semua akan berkumpul disana"
"oke sayang, hari ini kamu mau di anter bang Jojon ga?kalau iya biar aku bawa mobil sendiri"
"ga usah yank aku bawa mobil sendiri aja" ucapnya menyodorkan makanan untuk suaminya
setelah menyantap sarapan mereka pun bersiap untuk berangkat, tidak lupa Zana mencium tangan Papanya.
TERIMAKASIH YANG MASIH SETI MENGIKUTI CERITA PUTRI
JANGAN LUPA LIKE KOMEN YA
LOVE U ALL....
__ADS_1